Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Gugup


__ADS_3

Setelah makan malam Nayna dan Nattan duduk di balkon yang ada di ruang pustaka yang ada di kamar mereka, Nattan tampak sibuk dengan laptopnya, sedangkan nayna dia membaca buku yang di ambilnya secara acak di rak buku-buku koleksi Nattan.


Karena bosan nayna menutup buku yang dia baca, lalu meletakan di atas meja, lalu nayna meminum jus yang di bawanya. Nattan melihat nayna sejenak lalu kembali fokus dengan layar laptopnya.


"Mas...(panggil nayna, sambil meletakan kembali gelas jusnya di atas meja)


"Em...(jawab Nattan, masih tidak beralih menatap layar laptopnya)


"Mas...(panggil nayna lagi) Mas bisa gak sih kalau di panggil itu lihat ke orang nya dan gak cuma jawab em aja. (sewot nayna)


"Ya ya apa nay, maaf...sebentar ya mas save ini dulu. (kata Nattan yang masih tetap fokus sama pekerjaannya)


Nayna hanya diam, menatap lurus ke depan. Nattan melihat ke nayna yang sudah cemberut, lalu Nattan mematikan laptopnya, dan menutupnya.


"Maaf, mas gak bermaksud cuekin nayna, ya udah sekarang nay ngomong, ada apa...? apa nay lagi ada masalah...? (kata Nattan sambil menghadap ke nayna)


Nayna melihat ke arah Nattan, memutar sedikit posisi duduknya.


"Mas apa menurut mas nayna harus cerita jujur sama kedua sahabat nayna...?


"Maksudnya...? (tanya Nattan yang merasa bingung)


"Begini mas, sepertinya ke dua sahabat nayna, dinda dan dita sudah mulai curiga kalau nay ada menyembunyikan sesuatu dari mereka, ditambah lagi pas mas jemput nay di kostan dita kemarin dan tadi pas mami jemput nay di sekolah, nay yakin mereka tambah curiga sama nay. Jadi rencananya nay mau terus terang sama mereka tentang hubungan kita, ya biar mereka gak terus-terusan curiga atau salah paham nantinya. Tadi nay juga sudah tanya mami kata mami lebih baik nay ngomong jujur sama mereka sekarang dari pada mereka tau sendiri atau dari orang lain. Menurut mas bagaimana...?


"Mas setuju dengan mami, lebih baik nay cerita sama mereka, lagian mas yakin kedua sahabat nay itu orang baik, jadi mereka pasti bisa menyimpan ini semua. Lagian kalau semua orang tau kan gak apa-apa. Kan kita gak lagi ngelakuin dosa, lagian kita menikah kan gak di paksa, memang kita di jodohkan tetapi kan kita gak di paksa untuk menerima atau menolak perjodohan ini.


"Ya sih mas, tapi tetap nay gak mau banyak orang yang tau, kan nay masih sekolah. Paling gak sampai nay lulus sekolah.


"Baiklah, kapan rencananya kamu ngomong sama teman-teman kamu...?


"Rencananya nay mau ngomong besok mas, mumpung libur jadi nay mau ajak mereka main ke sini. Boleh gak mas...?


"Ya boleh kok, ya udah kabari aja mereka sekarang mumpung belum terlalu malam, sekalian juga kirim alamatnya sama mereka, mereka kan gak tau kamu tinggal di sini.


"Ya mas, nay kabarin lewat group Wa saja.(kata Nayna yang mulai mengirimkan chat kepada kedua temannya)


"Bagaimana udah...? (tanya Nattan)


"Udah mas tapi nay sedikit takut mas, nay takut mereka marah sama nay, dan kalau mereka tau nay udah bersuami nanti mereka menjauhi nay.


"Gak usah berpikiran yang gak-gak dulu nay. Ya udah dari pada kamu berpikir yang belum tentu kebenarannya, lebih baik kita tidur sekarang. Tapi ingat ya, jangan cari-cari kesempatan.

__ADS_1


"Siapa juga yang cari kesempatan, mas tuh yang selalu cari kesempatan untuk peluk-peluk nay pas tidur.


"Kok kamu tau, Oh berarti kamu suka kan tidur di peluk sama orang ganteng seperti mas...(ledek Nattan)


"Siapa yang suka...(Sangkal nayna)


"Ya kamu lah. Ya udah ayo kita tidur sekarang, mas mau peluk kamu (goda Nattan, sambil meraih tangan nayna dan mau menciumnya)


Nayna seketika menarik tangannya, lalu berdiri dari duduknya dengan sangat cepat, lalu menghilangkan kedua tangannya di dada.


"Gak usah berpikiran macam-macam deh mas, nay bilang kakek ya mas Nattan sudah mulai nakal.


Seketika Nattan pun tertawa melihat reaksi nayna, Nattan merasa sangat lucu melihat reaksi nayna.


"Kenapa mas tertawa, jangan buat nay takut deh mas, kalau gitu nay minta temanin bik Minah aja deh tidur malam ini, nay gak mau tidur dengan mas Nattan, nay takut. (kata nayna yang hendak melangkah pergi meninggalkan Nattan)


Nattan yang melihat nayna ingin pergi, langsung meraih tangan nayna, dan menariknya, seketika tubuh nayna pun hilang keseimbangannya dan jatuh tepat di pangkuan Nattan.


Nattan langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang nayna, karena nayna memberontak Nattan semakin mengeratkan dekapannya.


"Mas, please...lepaskan nayna ya mas (mohon nayna)


"Ya udah iya iya, nay akan diam, nay gak gerak sekarang jadi mas lepaskan nayna ya.


"Ok mas akan lepaskan tapi janji dulu...!!


"Ya nay janji, tapi janji apa dulu nih...!!!


"Janji kalau kamu mau tidur di peluk sama mas. ok


"Gak mau, nay takut sama mas, mas pasti mau macam-macam sama nay, gak nay gak mau (kata nayna sambil terus memberontak ingin lepas dari dekapan Nattan (


"Udah diam dulu, nanti kamu bisa membangunkan singa yang sudah lapar kalau kamu terus bergerak seperti itu. Mas janji gak akan ngapa-ngapain kamu sebelum kamu siap. Lagian mas gak mau kalau kakek sampai marah sama mas karena melanggar janji.


"Ya udah janji ya cuma peluk (pasrah nayna)


"Ya mas janji, jadi boleh nih...? benaran ya nay, kalau mas lepaskan nay gak akan kabur kebawah dan tidur dengan bibik.


"Ya benar, ya udah lepaskan sekarang ya mas nay janji gak akan kabur ke bawah.


Nattan pun melepaskan dekapannya dari tubuh nayna, nayna pun langsung lari dari hadapan Nattan masuk ke kamar mereka dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Nattan masih duduk sambil menatap kepergian nayna, Nattan tersenyum melihat tingkah istri kecilnya itu, wajah nayna yang memerah membuat Nattan semakin mengembangkan senyumannya.


"Ada apa dengan saya akhir-akhir ini, kenapa sikap saya seperti anak-anak kalau lagi bersama nayna. Apa seperti ini rasanya mempunyai istri yang jauh lebih muda dari kita. Sudah lah lama-kelamaan saya benaran bisa gila gara-gara gadis itu. (kata Nattan pada dirinya sendiri)


Nattan pun bangkit dari duduknya lalu masuk kedalam kamar, meletakan laptopnya di atas meja kecil di samping tempat tidur. Nattan menatap nayna yang baru saja keluar dari kamar mandi. Lalu Nattan pun masuk kedalam kamar mandi.


Saat keluar dari kamar mandi, Nattan melihat nayna sudah berbaring ditempat tidur dan sudah menyelimuti seluruh tubuhnya menyisakan kepalanya dengan mata yang tertutup.


Nattan tersenyum melihat tingkah istri kecilnya itu.


"Nay, kalau kamu bertingkah seperti ini terus bisa-bisa mas beneran lupa diri jadinya (kata hati Nattan)


Nattan pun mendekat ke tempat tidur, lalu naik dengan berlahan, dan masuk ke selimut yang sama dengan nayna.


Nayna yang menyadari pergerakan dari Nattan, berusaha menghilangkan rasa gugup dan menetralkan detak jantungnya.


"Nay mas tau kamu belum tidur. (kata Nattan yang mulai mendekat ke nayna, lalu melingkarkan tangannya memeluk nayna dari belakang, karena nayna dari tadi memunggunginya)


"Gak usah gugup nay, mas janji gak akan ngapa-ngapain kamu, mas cuma pengen tidur sambil peluk istri mas. (kata Nattan sambil berbisik ke telinga nayna)


Nayna pun membalikkan tubuhnya, menghadap ke Nattan lalu menatap mata Nattan, dengan tatapan merasa bersalah.


"Maaf kan nay ya mas, nay belum siap, nay tau kalau nay menolak itu dosa. Tapi nay benar-benar takut mas nay belum siap. Maafkan nay mas. (kata nayna yang sudah meneteskan air matanya)


Nattan pun langsung memeluk nayna dengan erat lalu berkata di telinga nayna.


"Ya mas tau nay belum siap, mas gak akan meminta itu kok. Ya udah sekarang kita tidur ya. (kata Nattan sambil mencium kening nayna)


Nattan dan nayna pun tertidur dengan saling berpelukan.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Baca juga ya novel kedua Author...


..."Cinta Pria Berkuasa"...


...Update tiap hari minggu jam 1 siang (Insya'Allah)...


...Terima Kasih ๐Ÿ™๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2