
Mas Nattan...(ucap dinda)
Nayna yang mendengar nama Nattan dari suara dinda langsung duduk dari baringnya, lalu dengan cepat meraih jilbabnya yang di letakan nayna di atas tempat tidur lalu memakainya.
"Nanya nya ada dinda...? (tanya Nattan)
"Ada mas, sebentar (ucap dinda, lalu dinda melihat ke dalam masih memegang pintu kamar) "Nay, ada mas Nattan...(kata dinda sambil menatap nayna)
Nayna turun dari tempat tidur lalu mendekat ke arah pintu.
"Mas...(ucap nayna setelah melihat nattan yang masih berdiri di luar pintu)
Dinda yang melihat nayna sudah menghampiri Nattan lalu masuk kembali ke dalam kamar, dan duduk di atas tempat tidur bersama dita yang sedang menelpon dengan orang tuanya. Dinda juga meraih hpnya yang ada di atas tempat tidur.
"Nay ikut mas sebentar ya...!! (kata nattan)
"Kemana mas...? (tanya nayna)
"Ikut aja, nanti nay akan tau kok. (ucap nattan) "Sana bilang dulu sama dinda dan dita (ucap Nattan lagi)
"Ya mas sebentar ya, nay bilang dulu sama dita dan dinda, sekalian nay mau ambil tas nay di dalam.
"Em...(ucap Nattan)
Nayna masuk ke dalam, mengambil tasnya di atas meja samping televisi. lalu nayna menghampiri dinda dan dita yang terlihat sibuk menelepon.
"Dita, dinda, gue keluar sama mas Nattan ya. (kata nayna sambil mencolek kedua temannya secara bergantian)
Dita dan dinda tidak menjawab nayna, mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya lalu memberikan jempol kepada nayna, sambil tersenyum.
Setelah mendapat tanggapan dari kedua sahabatnya nayna pun keluar dari kamar dan menutup kembali pintu kamar lalu menghampiri Nattan.
"Udah...? (tanya Nattan)
"Udah mas. (jawab nayna)
"Ayo (ucap Nattan lagi, sambil berjalan)
Nayna mengikuti langkah kaki Nattan, nayna berjalan di samping Nattan, lalu mereka masuk ke dalam lift.
Nattan melirik ke arah nayna lalu tersenyum, tanpa di lihat oleh nayna, nayna hanya melihat angka yang ada di dalam lift karena nayna tidak tau dia mau di bawa kemana oleh Nattan.
Ting...
Pintu lift pun terbuka, lalu Nattan menggenggam tangan nayna dan mereka pun keluar dari dalam lift, nayna melihat di sekitar yang terlihat sepi.
"Kita mau kemana sih mas...? (tanya nayna)
__ADS_1
"Ikut aja sebentar lagi sampai. (jawab Nattan)
Nattan dan nayna berhenti di salah satu pintu kamar lalu Nattan melepaskan genggaman tangannya dari tangan nayna, dan mengambil kartu yang ada dalam sakunya, meletakkan kartunya, pintu pun terbuka. Nattan melangkah masuk, nayna hanya berdiri di ambang pintu. melihat ke dalam.
"Masuk lah (ucap Nattan)
Nayna melangkah masuk, lalu Nattan menutup pintu kamar itu.
"Ini kamar siapa mas...? (tanya nayna, sambil melihat kamar itu, yang tampak sangat mewah)
"Ini kamar kita (ucap Nattan sambil memeluk nayna dari belakang, melingkarkan kedua tangan nya di tubuh mungil nayna dan menyenderkan kepalanya di pundak nayna)
Duk...duk...duk...
Jantung nayna berdetak dengan sangat cepat, nayna hanya bisa terdiam berdiri mematung. Lalu secara berlahan nayna memegang tangan Nattan, menatap lurus ke depan.
"Nay sama mas aja ya di sini, Kamar sebesar ini masak mas tidur sendiri di sini, apa nay tega ninggalin mas sendiri di sini. (ucap Nattan)
"Tapi mas, bagaimana dita, dinda bagaimana...? dan yang lain, kalau mereka tau nay satu kamar dengan mas pasti bakalan heboh. (kata nayna)
"Dita sama dinda akan ngerti nay, nanti nay chat aja mereka berdua, bilang ke mereka. Dan untuk yang lain nay tenang aja, kamar ini di lantai paling atas, dan semua kamar yang ada di lantai ini khusus untuk keluarga prayoga, hanya anggota keluarga dan karyawan hotel yang bisa mengakses lantai ini. (ucap Nattan)
"Kenapa begitu mas...? (tanya nayna lagi sambil melepas pelukan Nattan, menghadap ke Nattan dan menatap mata Nattan)
"Karena ini salah satu hotel keluarga kita nay, salah satu hotel yang di kelola oleh papi. (ucap Nattan sambil memencet hidung mancung nayna)
"Iya nay, sebenarnya ada dua hotel papi sini, tetapi ini yang paling besar, mami sama papi kalau ke bali juga nginap di hotel ini. (kata Nattan sambil duduk di sofa yang ada di sisi bawah tempat tidur)
Nattan menepuk sofa mengisyaratkan untuk nayna juga duduk di sana, nayna berjalan mendekat ke Nattan lalu duduk di sebelah Nattan.
"Jadi mami sama papi kalau menginap di hotel ini juga menggunakan kamar yang ini mas...? (tanya nayna)
"Gak nay, mami sama papi kamarnya ada di sebelah, dan yang di depan lift tadi itu kamar yang bisa di gunakan kakek, untuk kamar ini kartu untuk mengaksesnya ada sama mas, ardy,manager hotel dan kamu. (kata Nattan, sambil memberikan kartu aksesnya sama nayna) "Simpan lah, beberapa karyawan hotel dan manager hotel ini tau kalau kamu istri mas. (kata Nattan lagi)
"Kok mereka tau mas...? (tanya nayna sambil menatap tajam kepada Nattan)
"Ya pasti mereka tau nay, kan mereka selalu membersihkan kamar ini. (jawab Nattan)
"Maksud mas...? Apa hubungan nya...? (tanya nayna yang merasa bingung)
"Ya ada hubungan nya nay, mereka kan membersihkan kamar ini, otomatis mereka masuk ke dalam kamar ini, dan melihat foto kita yang ada di sana nay. (kata Nattan sambil menunjuk foto pernikahan mereka yang terpajang di dinding)
"Kok bisa ada foto pernikahan kita di sana mas...? apa mas yang meletakan nya di sana. (tanya nayna lagi)
"Bukan mas nay, tapi mami yang memerintahkan kepada ardy. (ucap Nattan)
"Oh...(kata nayna sambil menganggukkan kepalanya)
__ADS_1
"Ya udah nay, sekarang nay pergi mandi sana, ganti pakaian, abis itu istirahat. (kata Nattan, sambil beranjak dari duduknya lalu berbaring di tempat tidur)
"Ya mas, nay juga udah gerah banget. (kata nayna, berdiri dari duduknya lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi)
Nayna mulai membersihkan diri, setelah selesai nayna keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenalkan handuk kimono, karena nayna lupa membawa pakaian nya ke dalam kamar mandi.
Nayna melihat Nattan yang sudah memejamkan matanya sambil berbaring di tempat tidur, Nayna melihat sekitar kamar, dan dalam lemari, tetapi nayna tidak menemukan koper yang mereka bawa.
"Di mana koper nya...? (tanya nayna pada dirinya sendiri)
"Cari apa nay...? (tanya Nattan yang sudah menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur)
Nayna kaget mendengar suara Nattan, lalu dengan cepat melihat ke arah Nattan.
"Mas belum tidur, nay kira mas udah tidur...!! Nay lagi cari koper kita mas. (jawab nayna sambil membetulkan handuk kimono nya)
"Ada di lemari sebelah sana nay. (tunjuk Nattan ke lemari yang di maksud)
Nayna berjalan ke dekat lemari yang di maksud Nattan, membukanya lalu mengambil baju piyama tidur yang bisa di gunakan nayna.
"Terima kasih mas (ucap nayna sambil masuk ke dalam kamar mandi)
Nattan menggelengkan kepalanya.
"Kamu hampir saja membuat mas lupa diri lagi nay, apa gadis itu pikir saya bukan laki-laki normal, bisa-bisa nya dia keluar hanya menggunakan itu. (kata hati Nattan)
Pikiran Nattan sudah kemana-mana, lalu Nattan kembali membaringkan tubuhnya lalu berusaha memejamkan matanya, supaya tidak berpikir yang aneh-aneh lagi.
Nayna keluar dari dalam kamar mandi lalu, berbaring di sebelah Nattan, Nattan yang merasakan ada pergerakan di sampingnya lalu membuka matanya, dan langsung memeluk nayna dan mencium kening nayna.
Lalu Nattan memejamkan matanya, nayna hanya bisa pasrah dia tidak lagi menolak saat Nattan memeluk nya sambil tidur, karena itu sudah menjadi kebiasaan Nattan saat tidur di samping nayna.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
...๐ค๐ค๐ค๐ฅฐ...
...Terima Kasih ๐๐...
...Baca juga ya novel Author yang satunya...
..."Cinta Pria Berkuasa" Update perminggu....
...di hari Minggu jam 13.00 wib...
...๐๐ค๐...
__ADS_1