
Nattan dan ardy sudah kembali ke dalam rumah setelah mengambil pesanan Nayna yang diantarkan oleh sopir perusahaan, setelah menunggu hampir 1 jam di ruangan kerja. Sampai-sampai Nattan pun terlelap di sana.
Ardy tampak mengantuk, matanya terasa sangat berat untuk di buka seperti ada sesuatu yang bergelantungan di matanya saat ini. Sejak semalam ardy belum tidur sama sekali. Dan sekarang ardy berjalan dengan mata yang sangat berat ke dapur untuk menemui bik minah, dengan satu kantong di tangannya.
"Bik, tolong sajikan ini di meja makan (kata ardy mengulurkan kantong yang di pegang nya kepada bik minah setelah sampai di dapur)
"Apa ini den...? (tanya bik minah)
"Ini sate pesanan nayna bik, kata Nattan nayna mau makan ini. (kata ardy)
Bik minah mengambil kantong yang di berikan ardy. Mengambil piring, lalu membuka bungkusan yang di berikan ardy.
"Ini sate bumbu kacang den...? (tanya bik minah lagi)
"Iya bik, kenapa emangnya bik...!! (kata ardy, menatap bik minah dengan sangat heran karena wajah bik minah tampak kaget saat melihat isi bungkusan itu)
"Den ardy, setau bibik nona nayna tidak suka makan makanan yang ada kacangnya seperti ini den. Pernah waktu itu bibik dan nona nayna habis lari pagi, terus bibik dan nona mampir di penjual gado-gado bibik membeli nya saat bibik tanya nona apa dia mau juga dia bilang gak mau karena dia gak suka makan makanan yang ada kacang tanah nya. Dan ini kan bumbu kacang nya terbuat dari kacang tanah den. (jelas bik minah sambil memperlihatkan bungkusan sate kepada ardy)
"Iya ya bik ardy juga baru ingat, ibu pernah bilang ke ardy kalau nayna tidak suka makan kacang tanah. (kata ardy dan reflek menepuk jidat nya) Dan ardy yakin bik Nattan pasti juga lupa tuh bik. (kata ardy lagi)
"Ya den, mungkin den Nattan lupa itu. Terus bagaimana ini den...? (tanya bibik)
"Ardy juga gak tau bik, tapi tadi Nattan bilang nayna sendiri yang ingin makan ini bik...! (seru ardy yang merasa bingung)
"Mungkin saja benar den non nayna sendiri yang mau makan ini, masalahnya non nayna akhir-akhir ini memang sedikit aneh untuk urusan makan gak seperti biasanya. (kata bibik)
"Mungkin efek sakit kali bik, kan setiap orang berbeda-beda. (kata ardy)
"Ya den mungkin saja, semoga non nayna cepat sembuh, bibik gak tega melihat non nayna seperti itu, wajah nya tampak pucat, makannya juga sangat sedikit. Pasti nona kecapean dan kurang istirahat akhir-akhir ini. (kata bibik)
"Ya bik, kan nayna saat ini sudah duduk di bangku kuliah, Jadi pastinya dia sangat sibuk. (kata ardy)
Bik minah menganggukkan kepalanya.
Bik minah dan ardy masih asyik mengobrol di dapur, banyak hal yang di bahas oleh keduanya di sana. Saat mengobrol bik minah tetap mengerjakan pekerjaan nya.
Ardy duduk di salah satu bangku yang ada di dapur itu.
"Kak Ardy....? kenapa kok kakak ada di sini....? (tanya dinda yang baru saja masuk ke dapur bersama dita yang berdiri di samping nya)
Obrolan Ardy dan bik minah tiba-tiba terhenti saat mendengar suara seseorang, keduanya seketika melihat kearah sumber suara.
"Dinda, dita...! (kata ardy)
"Kalau mas ardy sudah di sini..! artinya mas Nattan juga udah ada di sini mas...? (tanya dita yang mendekat ke ardy, di ikuti oleh Dinda yang juga berjalan mendekat ke ardy)
"Iya Nattan juga ada, dia lagi di atas manggil nayna untuk turun. (kata ardy)
__ADS_1
"Kapan kakak datang...? kok kita-kita gak tau...? (kata dinda)
"Beberapa jam yang lalu. Bagaimana kalian tau, kalian pasti masih tidur. (kata ardy)
"Kalau dinda lihat pasti kak ardy belum tidur dari semalam. (kata dinda lagi lalu duduk di bangku yang ada di samping ardy)
"Ya kakak belum ada tidur dari semalam. (kata ardy, lalu menutup mulut nya karena baru saja menguap)
"Ya udah mas ardy pergi tidur aja sana, biar kita berdua yang bantuin bibik untuk menyiapkan sarapan. (kata dita)
"Iya kak, kakak pergi tidur aja sana. (sambung dinda)
"Nanti aja din, dit. Setelah selesai sarapan pasti kakak akan langsung tidur. Udah sana...! katanya kalian berdua mau bantuin bibik nyiapin sarapan, kok malah ngajak ngobrol. (kata ardy, melihat ke dinda dan dita bergantian)
Dita dan dinda menyeringai, dinda berdiri dari duduk nya lalu berjalan menghampiri bibik, begitu juga dengan dita dia juga mendekat ke bibik.
"Kita bantuin ya bik. (kata dinda)
"Ya non, ini biar bibik aja yang ngerjain. Non dinda dan non dita bantuin menata makanan nya ke atas meja makan aja. (kata bibik)
"Oke bik siap...! (kata dita dan dinda)
"Bik, sate bumbu kacang ini juga di siapkan di meja makan bik...? (tanya dinda, dita melihat ke piring yang di pegang dinda)
"Iya non, itu sate untuk non nayna. (kata bibik)
"Apa untuk nayna bik...! apa bibik gak salah...! Nayna kan gak suka makan kacang bik. Ini kan bumbu nya nya dari kacang. (kata dita)
"Jadi nayna sendiri yang minta beliin bik....? (tanya dinda yang merasa belum yakin dengan apa yang di dengar nya barusan)
"Ya non dinda, kata den ardy seperti itu. (kata bibik)
"Sangat aneh ya din...! (kata dita menatap ke dinda)
"Ya dit aneh banget. (kata dinda yang juga melihat ke dita)
"Udah Gak usah saling tatap seperti itu, cepat sajikan sana di meja makan, kakak udah lapar banget ini. (kata ardy uang duduk tidak jauh dari dinda dan dita)
"Iya kak, sabar kenapa (omel dinda)
Dinda dan dita mulai menata makanan di atas meja makan, setelah semua nya tertata dinda, dita dan juga ardy duduk di sana, menunggu Nattan dan nayna turun.
Tidak butuh waktu lama, Nattan dan nayna pun turun lalu bergabung di meja makan bersama dinda, ardy dan dita.
"Non kok non nayna pucat banget, apa perut non masih terasa mual...? (tanya bik minah dan dengan cepat menghampiri nayna yang baru saja duduk di kursi meja makan)
Dinda, dita dan ardy seketika melihat ke nayna dan Nattan yang baru saja datang.
__ADS_1
"Udah gak mual lagi kok bik, Udah bibik gak usah cemas. Nay gak apa-apa kok, nay hanya kurang tidur makanya terlihat pucat. (kata nayna dengan suara lemah)
"Lo benaran gak apa-apa nay, wajah lo lebih pucat dari semalam loh nay. (kata dinda)
"Iya nay, wajah lo terlihat sangat pucat. Apa gak sebaliknya lo periksa ke dokter aja dulu nay, atau gue hubungin mas nando ya biar dia kesini untuk periksa lo. (kata dita)
"Gak perlu dita...! Benaran deh dit, din gue gak apa-apa kok. Udah ayo pada sarapan, kok malah pada ngobrol. (kata nayna)
"Iya, udah ayo pada sarapan, oh ya bik mana pesanan Nayna yang tadi...? (tanya Nattan)
"Ini den. (bik minah mengambil piring sate lalu meletakkan di depan nayna)
"Ayo di makan sayang, jangan hanya di lihatin aja. (kata Nattan kepada nayna saat melihat nayna hanya melihat sate yang ada di depan nya)
"Tapi mas, Nay udah gak mau makan sate mas, ini untuk mas aja. Mas aja yang makan. (kata nayna lalu menggeser piring sate ke depan Nattan)
Nattan menatap nayna heran, begitu juga dengan semua yang ada di sana mereka menatap heran.
"Ya udah iya nanti mas makan, sekarang sayang mau makan apa biar mas ambilkan. (kata Nattan dengan lembut)
"Em...nay makan nasi goreng aja mas (kata Nayna)
Dengan cepat Nattan mengambil nasi goreng mengisinya di dalam piring.
"Udah mas segitu aja (kata nayna)
Nattan pun menghentikan mengisi piring. Lalu Nattan meletakkan piring yang sudah di isinya itu di depan nayna.
"Terima kasih ya mas (ucap nayna)
"Ya sayang, udah ayo di makan (kata Nattan)
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
__ADS_1
...Terima kasih ๐...
...๐๐๐...