
Siang harinya nayna sudah pulang dari sekolah. Mereka semua sudah siap-siap untuk makan siang, setelah kakek, pak dedi dan papi syam pulang dari masjid, mereka semuanya menyantap makan siangnya dalam diam, tanpa ada yang berbicara hanya dentingan suara sendok yang terdengar.
Selesai makan, para lelaki duduk bersantai di ruangan keluarga, tidak butuh waktu lama, para perempuan pun ikut bergabung bersama, mereka duduk sambil menyantap potongan buah yang sudah di potong nayna.
"Nak jihan, apa kalian jadi pergi ke kostan nayna untuk mengambil semua pakaiannya nayna...? dan untuk kamarnya bagaimana apa kamu sudah minta mbok janah untuk merapikannya.
"Ya ayah, sebentar lagi kami pergi, tapi kami bawa mas dedi ya ayah untuk mengangkat barang-barang nayna nanti. untuk kamarnya udah di siapin ayah, di kamar atas.
"Ya udah, kalau begitu kalian pergi sekarang aja nak, ayah gak mau kalian pulang terlalu sore nanti, kasihan Nattan sama ardy lama menunggu nanti.
"Baiklah ayah kalau begitu kami pergi sekarang, ayo nayna, santi kita berangkat sekarang.
"Ya mi, kalau begitu nayna pamit pergi dulu ya kakek, papi syam.
"Santi juga pamit ya ayah mas.
"Assalamualaikum....(ucap ibu santi, mami jihan dan nayna serentak)
"Waalaikumsalam...(jawab kakek dan papi syam)
Mami jihan dan yang lain pergi meninggalkan kakek dan papi syam di ruangan keluarga, mami jihan membawa mobil yang biasa dia kendarai bersama ibu santi dan nayna di dalamnya, sedangkan pak dedi di mobil satunya bersama dua orang ART. mereka melajukan mobilnya menuju kost-kostan nayna.
__ADS_1
**
Di dalam rumah, kakek yoga duduk bersantai bersama anaknya sambil menonton televisi, dan sedikit perbincangan di antara mereka berdua.
"Ayah, kapan Nattan dan Ardy ke sini...?(tanya papi syam)
"Katanya pulang dari kantor nak. mungkin sore.
"Bukannya setiap hari jum'at perusahaan Nattan itu pulang lebih awal ayah.
"Oh iya ya, kenapa ayah bisa lupa. apa mungkin sekarang Nattan masih di jalan menuju ke sini...?
"Mungkin saja ayah, ayah apa jihan ada membahas sesuatu dengan ayah...?
"Bukan itu maksud syam ayah, membahas tentang Nattan dan Nayna...!!
"Ooo tentang perjodohan itu.
"Siapa yang mau di jodohkan kakek (kata Nattan yang tiba-tiba sudah berada di dekat kakek yoga dan papi syam bersama ardy yang baru masuk ke ruangan keluarga)
"Nattan...kamu mau buat kakek mati jantungan, kenapa kamu ke sini tidak pernah ucap salam dulu. kebisaan kamu main nyelonong masuk aja.
__ADS_1
"Kelamaan kek, lagian kalau Nattan ucap salam apa kakek akan dengar, lagian kenapa pintu depan tidak di tutup ya udah Nattan masuk aja, lagian kan ini rumah kakek dan kedua orang tua Nattan, jadi gak papa dong Nattan main masuk aja, lagian gak kan ada yang berani ngusir atau nuduh Nattan maling di sini.
"Ya ini rumah kakek dan kedua orang tua kamu, kakek juga tau itu. tetapi tetap saja kamu harus ucap salam itu hukumnya wajib untuk kita umat muslim.
"Ya udah iya iya, lebih baik yang muda yang mengalah dari yang tua (sindir Nattan, mengejek sang kakek)
Assalamualaikum...kakek, papi. Udah kakek puas. (Nattan sambil duduk di samping kakek ardy juga duduk tepat di depan kakek)
"Dasar cucu durhaka. (kata kakek sambil memukul tangan Nattan) kalian berdua sama aja (pandang sinis kakek kepada ardy dan Nattan bergantian)
"Udah lah kek gak usah marah-marah nanti kakek cepat tua. (kata ardy, becanda)
"Memang kakek sudah tua ardy, apa kamu buta. (kata Nattan)
"Oh ya saya lupa (jawab ardy)
Mereka berdua tertawa, papi syam yang sejak tadi diam pun ikut tertawa.
"Sudah hentikan tertawa kalian. enak ya kalian ngejek orang tua.
"Hahaha...Ampun kek, kami hanya becanda (kata ardy)
__ADS_1
"Oh ya siapa tadi kata kakek yang ingin di jodohkan...?