
Saat sudah berada di hotel Nattan dan Nayna langsung menuju kamar mereka, Nattan meminta nayna untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, sedangkan Nattan keluar membeli obat dan makan untuk nayna.
Nayna masuk ke dalam kamar mandi setelah Nattan berpamitan untuk pergi membeli makanan dan obat sakit kepala untuk nayna karena nayna bersi keras tidak mau pergi ke rumah sakit.
Setelah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian nayna berbaring di tempat tidur dan memejamkan matanya. Tidak butuh waktu lama nayna pun tertidur.
Nattan kembali ke dalam kamar hotel, dengan membawakan makanan dan obat untuk nayna. Nattan melihat ke arah tempat tidur ternyata nayna sudah tertidur Nattan meletakkan makanan di atas meja lalu menghampiri nayna.
Nattan duduk di pinggir tempat tidur, Nattan menatap nayna, lalu Nattan meletakan punggung tangan nya ke kening nayna untuk mengecek suhu tubuh nayna.
"Tidak panas...berarti dia tidak demam, apa iya karena kelelahan aja. Ucap Nattan pada dirinya sendiri
"Sayang...bangun...(panggil Nattan, sambil mengelus lembut pipi nayna)
Nayna pun menggerakkan tubuhnya, lalu membuka matanya secara berlahan.
"Mas...(ucap nayna saat melihat Nattan di hadapannya)
Nattan mengecup lembut kening nayna.
"Bangun sayang kita makan dulu, dan minum obat mu, abis itu baru istirahat dulu. (Ucap Nattan masih mengelus lembut pipi nayna)
"Tapi nay gak lapar mas. (kata nayna)
"Nay...kan mau minum obat, jadi harus makan dulu, sedikit aja. Ok (kata Nattan membujuk nayna)
"Baiklah mas, sedikit aja ya. (ucap nayna)
"Em...(jawab Nattan sambil menganggukkan kepalanya)
Nattan berdiri dari duduknya, lalu membantu nayna untuk duduk. Nayna pun turun dari tempat tidur, berjalan ke dekat sofa yang ada di dalam kamar yang masih di bantu berjalan oleh Nattan.
"Mas...nay gak apa-apa, nay bisa sendiri mas...!!! (Omel nayna)
Nattan tidak menghiraukan omelan nayna, Nattan tetap membantu nayna berjalan bahkan saat nayna hendak duduk Nattan tetap membantu nayna untuk duduk, walaupun dari tadi nayna menatap tajam kepadanya.
__ADS_1
Nattan membuka makanan untuk nayna, lalu menyuapi nayna.
"Baca do'a, lalu...Aak...buka mulutnya (ucap Nattan, yang sudah menyodorkan sendok berisi makanan ke dekat mulut nayna)
"Mas, nay bisa sendiri...!! yang sakit itu kepala nay, bukan tangan (kata nayna, yang menatap tajam kepadanya Nattan)
"Ya nay mas tau, tapi untuk kali ini mas yang suapi ya..!! (ucap Nattan)
"Ya udah terserah mas (ucap nayna)
Nattan tersenyum, lalu kembali menyuapkan makanan ke mulut nayna secara berlahan.
"Mas juga makan (ucap nayna, yang mengambil sendok ditangan Nattan lalu menyuapkannya juga makanan itu kepada Nattan)
Nattan tersenyum kepada nayna. Mengunyah dan menelan makanan yang di suapi oleh nayna
"Tindakan nay seperti ini yang membuat mas semakin cinta sama nay. (ucap Nattan, sambil mengelus lembut kepala nayna lalu mencium kening nayna)
Nayna hanya tersenyum, dia tidak menanggapi ucapan Nattan. Nayna kembali menyuapkan makanan itu kepada Nattan, mereka berdua saling supa-suapan sampai makanan itu habis.
Setelah minum, Nattan memberikan obat untuk nayna minum, nayna mengambil obat itu lalu meminum nya.
Nayna menghidupkan televisi, lalu nayna mencari siaran yang dia suka. Setelah meletakkan obat nayna, Nattan kembali duduk di samping nayna yang terlihat asik menonton. Nattan pun ikut menonton siaran televisi yang di tonton oleh nayna.
nayna menyandarkan kepalanya ke bahu Nattan, lalu Nattan menggeser duduknya untuk lebih dekat ke nayna, lalu Nattan mendekap tubuh nayna, dan nayna menyandarkan kepalanya di dada Nattan.
Nattan mengelus lembut kepala nayna, dan sesekali mencium kepala nayna yang tidak tertutup jilbab itu. tangan Nattan yang satunya menggenggam tangan nayna.
"Nay...(panggil Nattan)
"Em...(jawab nayna yang matanya masih fokus melihat televisi, tangannya memainkan jari-jari tangan Nattan)
"Menurut nay, mas ini orang yang seperti apa...? (tanya Nattan)
"Yang sekarang atau yang pertama kali nay ketemu mas...? (tanya nayna)
__ADS_1
"Dari pertama kali nay tau mas sampai sekarang (ucap Nattan)
Nayna membetulkan posisi duduknya, lalu melihat ke arah Nattan.
"Em...Pada saat nay pertama kali bertemu sama mas, Mas itu cowok yang sangat dingin, tidak banyak bicara, tatapan mas sangat sulit untuk di artikan dan juga sombong. (ucap nayna)
"Em...baiklah itu dulu. Dan yang sekarang...? (tanya Nattan lagi)
"Kalau sekarang, mas itu orangnya cerewet, cerewetnya melebihi perempuan, egois, baik, perhatian, dan yang paling penting mas itu cinta kedua nay kepada laki-laki setelah ayah (ucap nay)
"Seberapa cinta...? (tanya Nattan, dengan senyum di bibirnya)
"Tidak bisa nay ukur dengan apa pun. (ucap nayna)
"Yang pastinya tidak sebesar cinta mas sama nay kan...!!! (kata Nattan)
"Lebih besar dari cinta mas ke nay (ucap nayna)
"Tapi cinta mas itu lebih besar nay (ucap Nattan lagi)
"Cinta nay yang lebih besar mas (ucap nayna sambil cemberut)
"Ya udah, biar adil cinta kita itu sama besarnya nay (ucap Nattan, sambil memegang dagu nayna, karena Nattan tidak mau berdebat terlalu panjang dengan nayna)
Nayna menganggukkan kepalanya, dan tersenyum kepada Nattan.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejeknya ya teman-teman...
...๐ค๐ค๐ค...
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Supaya Author tambah semangat menulisnya......
__ADS_1
...๐๐๐...
...Terima Kasih ๐๐...