
Nayna dan Nattan pun sampai di satu restoran. Nattan memarkirkan mobilnya di parkiran khusus pengunjung restoran.
Setelah memarkirkan mobil, Nattan dan nayna pun keluar dari dalam mobil lalu mereka berjalan beriringan masuk kedalam restoran.
Saat di dalam restoran
"Selamat datang tuan muda Nattan, Nona (sambutan dari manager restoran itu, yang kebetulan mengenal Nattan serta semua anggota keluarga prayoga)
"Ya terima kasih pak. (jawab Nattan)
"Apa tuan muda mau menggunakan ruangan khusus seperti biasa...? (tanya manager restoran)
"Ya pak boleh (jawab Nattan)
"Baiklah, kami siapkan tuan muda, mari...(manager restoran)
"Pak tunggu...(cegah nayna)
"Ya nona ada apa...? (tanya manager restoran setelah membalikkan badan menghadap ke nayna dan Nattan yang masih berdiri di samping nayna)
"Bapak gak perlu menyiapkan ruangan khusus, kita makan di meja yang sana aja (tunjuk nayna pada salah satu meja yang kosong yang tidak jauh darinya berdiri)
"Mas Nattan, bolehkan kita gak usah di ruangan khusus, kita makan di meja yang sana aja, sepertinya lebih nyaman. (ucap nayna lagi sambil menatap mohon kepada Nattan dengan sorot matanya)
"Baiklah sayang, mas ikut aja. Kalau sayang nyaman di sana ya udah kita di sana aja. Oh ya pak kita di meja yang sana aja ya pak...! seperti yang di inginkan oleh istri saya. (ucap Nattan)
Manager restoran itu tampak kaget dan bengong.
"Pak pak, apa bapak dengar yang saya bilang barusan. (ucap Nattan lagi)
"Ah iya, maaf tuan muda saya melamun. Saya mengerti tuan muda, mari tuan nona. (ucap manager restoran itu yang baru tersadar dari lamunannya dan berbicara sedikit gelagapan)
Manager restoran itu pun mengantarkan Nattan dan nayna ke meja yang di minta oleh nayna.
__ADS_1
Nayna dan Nattan pun duduk di sana.
"Tuan muda, nona ini menunya. Silahkan tuan muda dan nona mau pesan apa. Dia akan mencatat pesanan tuan muda dan nona. (ucap manager restoran sambil menunjuk pegawainya yang akan mencatat pesanan dan menyiapkan semua pesanan Nattan dan nayna)
"Ya pak terima kasih (ucap nayna lalu mengambil menu yang di berikan oleh manager restoran itu)
Sedangkan Nattan hanya diam tidak bicara sedikit pun, hanya mengambil buku menu yang di berikan oleh manager restoran itu.
Tidak butuh waktu lama nayna dan Nattan menyebutkan menu makanan dan minuman yang ingin mereka makan dan minum.
Pelayanan restoran pun menyebutkan kembali menu makanan dan minuman yang di pesan oleh nayna dan Nattan.
"Udah tuan, nona apa ini aja pesanan nya atau mau di tambah lagi...? (tanya pelayan restoran)
"Sayang bagaimana, Apa masih ada yang mau sayang pesan lagi...? (tanya Nattan kepada nayna)
"Iya mas, udah itu aja (jawab nayna)
"Baiklah tuan, nona, akan saya siapkan secepatnya. Mohon di tunggu sebentar ya tuan, nona. (ucap pelayan restoran)
"Ya mbak terima kasih (ucap nayna)
"Baiklah tuan muda, nona, kalau begitu saya juga permisi dulu. (pamit manager restoran)
"Em (jawab Nattan sambil mengangguk kan kepalanya)
"Ya pak (jawab nayna)
Manager restoran itu pun pergi menjauh dari Nattan dan nayna, berjalan menuju ruangannya dan masuk serta duduk di kursi kebesarannya.
"Jadi tuan muda itu sudah menikah, dan gadis itu istrinya. Ah...saya pikir gadis itu adiknya tuan muda, ternyata istrinya. (kata manager restoran itu berbicara sendiri)
Di Luar...
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa menit, makanan dan minuman yang Nattan dan nayna pesan pun datang dan sudah terhidang di meja yang ada di hadapan mereka.
Para karyawan restoran itu pun pergi, setelah selesai menghidangkan makanan dan minuman di atas meja. Lalu setelah karyawan restoran pergi Nattan dan nayna pun menikmati hidangan makan siang yang mereka pesan.
Nattan dan nayna saling diam, tidak bicara sedikit pun. Mereka menikmati hidangan yang tertata rapi di hadapannya.
"Kamu kenapa sih sayang...? Kok dari tadi hanya diam...? (tanya Nattan saat sudah menyelesaikan makannya dan meletakan sendok yang di pegang nya)
"Nay gak apa-apa kok mas, cuma lagi malas ngomong aja. (jawab nayna yang juga sudah menyelesaikan makannya)
"Tapi sayang... kamu itu gak seperti biasanya, tiba-tiba jadi pendiam, cuekin mas, dan nada bicara kamu juga sepertinya sedang kesal atau marah kepada mas. (ucap Nattan)
"Mas...nay gak apa-apa kok. Nay biasa aja. (ucap nayna)
"Tapi sayang...(ucap Nattan yang terhenti karena terpotong ucapan nayna)
"Udah lah mas gak usah tapi-tapi, nay lagi malas ngomong. (sewot nayna memotong ucapan Nattan)
Nattan terdiam dan hanya menatap nayna yang memasang wajah kesalnya membalas tatapan dari Nattan.
...Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......
...🤗🤗🤗...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....
...🥰🥰🥰...
...Terima kasih 🙏...
__ADS_1