Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Mencari Ketenangan (Nita)


__ADS_3

Di tempat lain


Setelah kepergian Nayna dengan mobil yang menjemputnya, Riko melihat ke seberang jalan dimana di sana ada Nita yang berdiri dan juga melihat ke arahnya.


Riko berlari menyeberangi jalan, dan menghampiri Nita.


"Hai Nita...(sapa Riko saat sudah berada di dekat Nita)


"Hai juga Rik, ayo kita masuk (ajak Nita sambil berusaha memekarkan senyumannya dan membalikkan badannya untuk masuk ke dalam kafe)


"Tunggu Nit...(cegah Riko)


Nita yang tadinya sudah hendak melangkah masuk mengurungkan niatnya, dan Nita langsung berbalik badan melihat kembali ke Riko.


" Em....Maaf Nit, gue...gue gak bisa masak sekarang, gue bisa harus pergi, ada sedikit urusan. (ucap Riko)


"Urusan....!!! (seru Nita kaget


"Ya Nit, gue baru ingat kalau ada sesuatu yang harus gue urus. (ucap Riko)


"Emangnya gak bisa di tunda untuk sebentar aja Rik, masalahnya ada sesuatu yang harus gue sampaikan kepada Lo. (kata Nita)


"Gue benar-benar minta maaf Nit, ini itu sangat penting. Ya udah gue pamit pergi dulu ya. Lain kali aja Lo kasih tau gue, atau gak nanti gue telpon Lo deh kalau urusan gue sudah selesai. (kata Riko sambil memegang tangan Nita)


"Tapi Rik...(Nita berucap sambil memasang muka malas, supaya Riko tidak pergi)


"Nit, gue janji nanti gue hubungin Lo. Gue pergi dulu ya (ucap Riko lalu melepaskan tangan Nita)


Belum sempat Nika mengeluarkan satu kata, tanpa menoleh Riko pun pergi dari sana. Nita hanya menatapnya kepergian Riko. Sampai motor yang di kendarai Riko hilang dari pandangannya.


Nita menghentakkan kakinya, lalu mengepalkan kedua tangannya. Wajah Nita memerah menahan amarah.


Nita mengambil ponsel yang ada di dalam tas nya, mencari satu nama di kontak ponselnya, dan menghubungi nomor kontak tersebut.


๐Ÿ“ž (Nita) Lo di mana (kata Nita saat panggilannya sudah terhubung)


Nita diam mendengarkan orang di seberang sana berbicara


๐Ÿ“ž (Nita) Gue kesana sekarang (kata Nita lagi, lalu menutup panggilan itu)

__ADS_1


Nita memasukan kembali ponsel ke dalam tas kecil yang dipegangnya lalu Nita berjalan ke mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana.


Dengan kecepatan tinggi Nita memacu mobilnya, tanpa memikirkan lagi keselamatan dia sendiri maupun orang di kendaraan lain.


Di dalam mobil, Sambil mengemudi Nita tidak henti-hentinya ngedumel, mencaci maki serta menyumpahi Nayna. Semua kata-kata yang tidak pantas di ucapkan Nita untuk Nayna saat ini.


Nita sangat kesal, bayangan saat Riko duduk berdua dengan Nayna tadi masih terlintas di pikiran Nita. Saat bayangan itu terlintas lagi Nita semakin kesal. Berkali-kali Nita memukulkan satu tangannya di setir mobil. Dan mobil-mobil yang ada di depan yang menjadi penghalang laju mobil nya saat ini juga menjadi korban amarah Nita, berkali-kali Nita membunyikan klakson panjang untuk mobil yang ada di depannya.


Satu jam lebih biasanya Nita menempuh perjalanan ketempat ini, tapi sekarang Nita hanya menempuhnya kurang dari satu jam.


Nita sudah memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen mewah itu. Nita mengambil tas kecil miliknya di kursi yang ada di sampingnya.


Lalu, Nita pun turun dari mobilnya, dan berjalan ke arah lift. Nita masuk ke dalam lift menekan nomor yang akan dia tuju. Nita memang sudah bisa ke sini, apa lagi saat dia sedang tertekan atau ada masalah seperti sekarang ini. Lebih lagi masalah yang berkaitan dengan Riko, laki-laki yang selama ini dia cintai dan sampai detik ini belum juga bisa dia miliki.


Pintu lift terbuka, Nita pun keluar dari sana. Nita berdiri dan mematung di depan lift yang sudah kembali tertutup itu, Nita menatap pintu apartemen yang tertera angka 1206 di pintunya dan tertera nama orang pemilik apartemen itu.


Nita menarik nafas dalam, setiap kali datang ke apartemen ini Nita memang selalu seperti itu, di hatinya ada keraguan untuk masuk ke dalam sana, tetapi demi untuk menghilangkan rasa sakit di hatinya serta amarahnya Nita selalu membuang keraguan di hatinya itu, dengan begitu Nita selalu bisa tenang dan bisa melupakan semua permasalahannya sejenak.


Setelah berdiri cukup lama, Nita pun berjalan dan menekan bel setelah sampai di depan apartemen yang dia tuju.


Tidak butuh waktu lama, pintu apartemen itu pun terbuka dan Nita pun masuk.


"Ada masalah apa lagi sih Nit...? masalah Riko lagi...? (tanya Arya, sambil menyilang kan kakinya dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa)


(Ya pemilik apartemen itu adalah Arya sahabat Nita, Molly dan juga Riko. Mereka saat ini juga kuliah di kampus yang sama dengan jurusan yang sama pula)


"Em... begitu lah Ar (jawab Nita dengan muka malas)


"Kali ini kenapa lagi sih Nit...? bukannya tadi lo bilang Riko mau menemui Lo di kafe, kok sekarang tiba-tiba Lo jadi seperti ini, kan seharusnya Lo senang dong udah ketemu sama si Riko. (ucap Arya dengan nada bicara yang cemburu)


Nita hanya diam dia tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh Arya. Nita menekuk kedua lututnya lalu membenamkan wajahnya di sana.


Arya berdiri dari duduknya, berjalan mendekati Nita dan Arya pun duduk di samping Nita. Arya mengelus lembut kepala Nita untuk membuat Nita lebih tenang.


Nita menegakkan kepalanya dan menurunkan kedua kakinya, Nita menatap wajah Arya lalu Nita pun memeluk Arya.


Di dalam pelukan Arya Nita menangis sejadi-jadinya, seakan menumpahkan semua beban dan kekesalan yang ada di hati dan pikirannya.


Arya hanya diam, dia hanya berusaha menenangkan Nita tanpa berkata satu kata pun. Arya membalas memeluk Nita mengusap dengan lembut kepalanya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berada di pelukan Arya, tangisan Nita yang tadinya memenuhi ruangan apartemen itu akhirnya hilang. Suasana di dalam ruangan itu saat ini sudah hening tidak ada lagi suara sedikitpun.


Nita melepaskan pelukannya di tubuh Arya secara berlahan, karena menyadari ada pergerakan dari Nita Arya pun melepaskan pelukannya.


Nita dan Arya saling tatap.


Saat menatap Arya Nita mengembangkan senyumnya, Arya yang dari dulu orang nya jarang tersenyum hanya memperlihatkan wajah datarnya seperti biasa.


Arya mengusap pipi Nita yang masih basah oleh air matanya, dengan lembut Arya menyeka semua air mata yang membasahi pipi mulus Nita. (sambil berkata)


"Nit, apa Lo benaran gak capek dengan semua ini...!


Nita seketika menepis tangan Arya yang masih mengusap pipinya. Saat Nita mendengar apa yang di katakan oleh Arya barusan.


"Lo itu kenapa sih Ar...? dari dulu, Lo selalu mengatakan itu sama gue...! (seru Nita dengan tatapan marah)


"Asal Lo tau Nit, gue gak akan berhenti mengatakan itu semua sampai Lo sendiri yang bilang kalau Lo capek dengan semua ini. Camkan itu... (ucap tegas Arya)


Setelah mengatakan itu Arya pun langsung berdiri dari duduknya, berjalan dan masuk ke dalam kamarnya lalu membanting pintu kamar saat menutupnya, Arya terlihat sangat kesal saat ini.


Nita terdiam dan tampak kaget melihat Arya yang masuk ke dalam kamarnya dengan kesal seperti itu.


Dari kecil hingga sekarang, ini adalah pertama kalinya Nita melihat Arya yang kesal seperti itu terhadapnya, biasanya Arya hanya diam saja dan berusaha menenangkannya, tidak pernah marah atau pun kesal seperti sekarang ini.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐Ÿ’ช untuk menulis โœ๏ธ dan bisa Update setiap hari....


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โœŒ...

__ADS_1


...Terima kasih ๐Ÿ™...


__ADS_2