Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Memberikan Peringatan (Bagian 2)


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Nattan berhenti tepat di depan kediaman mereka, setelah mematikan mesin mobilnya Nattan pun keluar dari dalam mobil, setelah berlari Nattan pergi ke sisi mobil yang satunya.


Nattan membukakan pintu mobil, lalu membantu Nayna turun. Nattan memegang tangan Nayna.


Bik Minah yang berada di depan pintu tampak kaget melihat Nattan yang membantu Nayna turun dari mobil. Dan dengan cepat bik Minah pun menghampiri kedua majikannya itu.


"Kenapa nona den...? (tanya bik Minah saat sudah di dekat Nattan dan Nayna)


"Nay gak apa-apa kok bik. (jawab Nayna dengan cepat)


"Gak apa-apa sayang...! Oh...sayang...sayang itu pingsan loh kemarin karena kecapean apa sayang lupa...? Gak mungkin kan sayang itu lupa. (kata Nattan yang menatap Nayna)


"Kan itu kemarin mas...! Dan sekarang nay baik-baik saja, lagian cuma turun dari mobil dan berjalan ke dalam saja itu gak akan capek mas. (ucap Nayna yang juga menatap Nattan)


"Loh kok Aden dan non malah berdebat sih. Udah den sini biar bibik aja yang bantu nona masuk (kata bik Minah, lalu meraih tangan Nayna setelah Nayna menganggukkan kepalanya tanda setuju)


Tanpa berkata-kata Nattan pun melepaskan tangan nya dari tubuh Nayna, memberikan bik Minah yang membantu Nayna untuk berjalan masuk ke dalam rumah.


Nayna dan bik Minah berjalan masuk ke dalam rumah, Nattan pun berjalan di belakangnya.


Ting...


Satu notif pesan masuk ke dalam ponsel Nattan. Sambil berjalan Nattan pun membuka pesan yang masuk. Dan itu pesan dari Ardy sahabat serta asisten pribadi nya.


Setelah membaca pesan dari Ardy, Nattan kembali memasukkan ponselnya ke dalam sakunya.


"Bik tolong hantarkan nona ke kamar langsung ya bik biar dia bisa langsung istirahat. (ucap Nattan saat sudah berada di dalam rumah)


"Baik den (jawab bik Minah yang menoleh ke Nattan)


Nayna yang mendengar juga langsung melihat ke arah Nattan yang berdiri di belakang mereka, Nayna menatap dengan heran.


"Emang nya mas mau kemana...? (tanya Nayna akhirnya)


"Mas gak kemana-mana sayang, mas cuma mau mengecek email yang di kirim Ardy barusan di ruang bekerja mas. (kata Nattan yang langsung menghampiri Nayna)


"Sayang istirahat aja dulu ya. Mas gak lama kok. (kata Nattan lagi sambil memegang pipi mulus Nayna dengan halus)


"Em... baiklah mas. (kata Nayna menatap Nattan) Ayo bik. (kata Nayna lagi yang beralih pandangan kepada bik Minah)


Bik Minah pun menganggukkan kepalanya.


Nayna dan bik Minah pun berjalan dan mulai menaiki satu persatu anak tangga secara berlahan.

__ADS_1


Nattan menatap keduanya, setelah Nayna dan bik Minah sudah tidak terlalu lagi Nattan pun berjalan dan masuk ke dalam ruang kerjanya.


Nattan duduk di kursi bekerjanya, dan langsung menghidupkan komputer yang ada di hadapannya.


Nattan mengecek email yang di kirimkan oleh Ardy ke email pribadi nya.


Ada video, foto serta biodata lengkap yang di kirimkan oleh Ardy di sana.


Setelah melihat itu semua, Nattan pun mengeluarkan ponselnya, langsung mencari nomor kontak Ardy dan menghubunginya.


๐Ÿ“ž (Nattan) Kerja bagus Ar, syukur lah kamu bisa bergerak dengan cepat dan mengatasi semuanya.


๐Ÿ“ž (Ardy) Ya Nattan tapi ada sedikit masalah.


๐Ÿ“ž (Nattan) Masalah....? masalah apa lagi sih Ar...?


๐Ÿ“ž (Ardy) Begini Nat, memang untuk masalah berita tentang Nayna itu sudah bisa saya atasi dan saya yakin saat Nayna ke kampus besok tidak akan ada orang yang berani mengganggunya. Tapi masalahnya bukan itu Nat, begini tadi saya sudah bertanya kepada orang yang menyebarkan berita tentang Nayna itu, dan dia mengaku bukan dia orang yang membuat berita itu, dia hanyalah orang yang di perintahkan untuk menyebarkan berita itu dengan bayaran.


๐Ÿ“ž (Nattan) Jadi maksud kamu, ada orang lain di belakang si penyebar berita itu Ar...? Siapa orang itu....?


๐Ÿ“ž (Ardy) Nah itu dia Nattan, laki-laki itu mengaku dia tidak tau orang yang meminta dia menyebarkan berita itu.


๐Ÿ“ž (Nattan) Ah...Itu gak mungkin Ar....! Saya yakin pasti dia tau orang yang meminta dia menyebarkan berita itu. Coba kamu paksa dia untuk mengakuinya. Lakukan aja apa pun supaya dia mengakuinya.


Nattan tampak geram mendengar jawaban dari Ardy.


๐Ÿ“ž (Nattan) Begitu saja kalian gak bisa. Baiklah saya ke sana sekarang. Saya akan mengatasinya sendiri.


Tanpa mendengar jawaban dari Ardy Nattan pun mematikan sambungan teleponnya lalu membanting ponselnya ke lantai karena marah.


Ponsel yang di banting Nattan pun layarnya langsung retak seribu.


Nattan berdiri dari duduknya dan dengan langkah yang tergesa-gesa Nattan pun keluar dari ruangan kerja nya. Saat membalikan tubuhnya setelah menutup kembali pintu ruangan kerjanya Nattan pun tampak kaget karena ada bik Minah ada di hadapannya, dengan nampan yang berisi satu gelas jus di pegangnya.


"Bibik (ucap kaget Nattan)


"Den Nattan mau kemana...? bibik baru aja mau masuk untuk memberikan jus ini. Tadi non Nayna minta tolong bibik untuk buatkan jus ini untuk Aden. (kata bik Minah sambil menyodorkan segelas jus yang ada di atas nampan yang dipegangnya)


"Ya bik terima kasih (ucap Nattan lalu mengambil gelas jus dan langsung meminum semuanya sampai habis)


Bik Minah hanya menatap apa yang di lakukan oleh tuannya itu tanpa berucap satu katapun.


"Alhamdulillah....

__ADS_1


Ini bik sudah habis, bibik bawa ke belakang ya gelas nya. (kata Nattan sambil meletakkan gelas jus yang sudah kosong di atas nampan yang masih di pegang bik Minah)


Bik Minah menganggukkan kepalanya. Lalu bik Minah pun membalikkan tubuhnya.


"Sebentar bik...! (cegah Nattan saat bik Minah ingin melangkah pergi dari sana)


Bik Minah kembali membalikan badannya menatap Nattan


"Ada apa den...? (tanya bik Minah)


"Begini bik, saya mau keluar untuk menemui Ardy sebentar. Bibik tolong jagain Nayna sebentar ya. Nanti kalau Nayna bertanya bibik kasih tau seperti itu saja. Ya bik...! (ucap Nattan)


"Baik den. Em...tapi kenapa Aden gak pamit aja dulu sama non Nayna...? (tanya bibik dengan sedikit ragu)


"Maunya sih begitu bik, tapi saya yakin Nayna pasti sudah istirahat sekarang dan saya gak mau mengganggu istirahatnya. Saya janji gak akan lama kok bik pergi nya. Nanti kalau Nayna bertanya bibik kasih tau saja seperti yang saya katakan tadi. (kata Nattan meyakinkan bik Minah)


"Baik lah den (jawab bik Minah dan menganggukkan kepalanya)


"Terima kasih buk. Baiklah kalau begitu saya pamit pergi dulu bik. Assalamualaikum....


"Ya den, Wa'alaikumsalam....


Nattan pun pergi bik Minah hanya menatap langkah kaki Nattan yang berjalan menuju pintu utama untuk keluar dari rumah.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐Ÿ’ช untuk menulis โœ๏ธ dan bisa Update setiap hari....


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โœŒ...


...Terima kasih ๐Ÿ™...


...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2