
Acara pernikahan semakin dekat, Nattan sudah mengambil cuti beberapa hari dari perusahaan, semua urusan perusahaan untuk sementara di handel oleh ardy asisten pribadinya, tetapi semua laporan hasil pekerjaan selalu di kirim lewat email oleh ardy kepada Nattan.
Nattan dan bik minah asisten rumah tangga di dream house saat ini sudah tinggal di rumah besar, sesuai dengan permintaan mami jihan.
Begitu juga dengan nayna, mami jihan juga sudah meminta kepada pihak sekolah untuk memberikan izin kepada nayna selama 3 hari sesuai permintaan nayna supaya tidak terlalu banyak ketinggalan pelajaran.
Di lantai 2 rumah besar, nayna sedang berada di balkon atas melihat taman belakang, ibu santi yang melihat putrinya berdiri di sana menghampirinya.
"Nak, kamu sedang apa...? (tanya ibu santi)
"Ibu... (kata nayna sambil membalikkan tubuhnya ke arah ibu santi)
Nay lagi lihat bunga yang ada di taman belakang bu, terlihat sangat indah kalau di lihat dari atas sini.
Ibu santi mendekat dan berdiri di samping nayna, melihat ke bawah.
__ADS_1
"Benar nak sangat indah, kalau bunganya terlihat sangat indah dari sini seharusnya putri ibu yang cantik ini tersenyum, tetapi kenapa wajah kamu terlihat sedih dan seperti lagi memikirkan sesuatu...!!!
Ibu santi melihat ke putrinya, menyentuh bahu nayna dan mengangkat dagu nayna yang tertunduk.
"Nak...kalau kamu ada masalah atau apa pun, kamu bisa cerita sama ibu, tapi kalau kamu belum bisa cerita sekarang gak apa-apa, tetapi kamu harus selalu ingat ibu adalah ibu kamu, kamu bisa berbagi semuanya sama ibu, ibu akan selalu ada untuk kamu, kamu adalah anak ibu sama seperti ardy, andin dan semua anak-anak di panti, kalian semua adalah putra dan putri ibu.
Nayna menatap mata ibu santi, matanya sudah berkaca-kaca. Lalu memeluk ibu santi dengan erat.
"Nay gak ada masalah apa-apa bu, nay cuma kangen sama ayah dan bunda, nay akan menikah besok, (nayna menjeda ucapannya)
"Nayna....(panggil ibu santi sambil melepaskan pelukannya secara berlahan, menghapus air mata yang membasahi pipi putrinya, memberikan sentuhan lembut di kepala putrinya itu).
Kamu harus selalu kuat, kamu harus selalu ingat semua janji-janji kamu sama ayah dan bunda. Ibu yakin di atas sana ayah sama bunda sedang tersenyum lebar melihat putrinya saat ini, walaupun mereka tidak ada di sini bersama kita, tetapi mereka lah yang paling bahagia melihat sebentar lagi putri yang paling mereka sayang akan menikah. Percayalah nak mereka selalu ada di sini menemani kamu (kata ibu santi sambil menunjuk ke arah dada nayna, #kalau kedua orang tua nayna akan selalu ada di hatinya)
"Terima kasih bu, terima kasih karena ibu sudah hadir di hidup nay, ibu ada di dekat nay disaat-saat terberat didalam hidup nay, nay gak tau apa yang akan terjadi kalau ibu tidak ada, nay gak yakin tanpa ibu nay bisa melewati semua ini, terima kasih bu, ibu sudah sangat baik kepada nay, selalu ada untuk nay, dan ibu menganggap nay seperti putri ibu sendiri.
__ADS_1
Ibu santi juga meneteskan air matanya dan memeluk erat putrinya, nayna terisak di dalam dekapan ibu santi.
Di ambang pintu mami jihan yang dari tadi berdiri di sana dan mendengar semua pembicaraan ibu dan anak itu, air matanya sudah menetes membasahi pipi mulusnya. Karena sudah tidak bisa menahan suara tangisnya mami jihan berlari ke lantai bawah menuju kamarnya.
Papi syam dan kakek yoga yang melihat mami jihan yang menuruni tangga terburu-buru sambil menangis dan masuk ke kamarnya merasa heran.
Papi syam berdiri dari duduknya, berjalan menuju kamar menyusul istrinya.
*Bersambung*
Jangan lupa vote, like, dan komennya ya teman-teman 🤗🥰🥰🥰
Maaf kalau masih banyak tipo, karena author masih perlu banyak belajar. 🙏
__ADS_1
Terima kasih untuk yang sudah setia menunggu author update, 🙏 maaf kemaren gak update, karena ada tetangga yang meninggal jadi author sedikit sibuk.