
Nattan dan yang lain nya sudah bersiap untuk pergi ke bandara.
Nayna masih memeluk kakek yoga, air matanya yang sejak tadi di tahan akhirnya tumpah.
"Kenapa kakek gak ikut pulang aja sekalian dengan kita...!! (rengek nayna)
"Kakek akan pulang sayang, tapi gak sekarang...!! nanti kalau semua urusan kakek di sini sudah selesai kakek akan pulang ke Jakarta. (kata kakek yoga membujuk nayna)
"Benaran ya kek...!!! kakek harus janji jangan lama-lama di sini. (kata nayna)
"Ya cucu kakek yang cantik, kakek gak akan lama di sini. Begitu semua urusan perusahaan selesai kakek akan pulang. (kata kakek yoga meyakinkan nayna kembali)
"Baiklah (ucap nayna sambil mengusap air matanya)
Mami sama papi kenapa harus tinggal juga, kenapa gak pulang bareng kita-kita...? (tanya nayna kepada mami jihan, sambil melihat ke arah mami jihan yang berdiri di sebelahnya)
"Mami sama papi akan kembali nanti sayang, setelah peresmian hotel bari papi (ucap mami jihan)
"Oh begitu...ya udah kalau begitu kami pamit pulang duluan ya kek, mi, pi, pak dedi. (kata nayna)
Nayna menyalami dan memeluk mereka secara bergantian, begitu juga dengan yang lain, mereka juga berpamitan, kepada kakek yoga, pak dedi, papi syam dan mami jihan.
Setelah berpamitan Nattan, nayna dan yang lain naik kedalam mobil yang mengantarkan mereka ke bandara.
Kakek yoga, pak dedi, papi syam dan mami jihan mengantar mereka ke depan.
Kakek yoga, pak dedi, sengaja tidak mengantar mereka ke bandara karena mereka harus ke perusahaan, sedangkan papi syam dan mami jihan juga tidak bisa mengantar karena mereka akan ada meeting dengan semua staf untuk membahas peresmian hotel.
Setelah mobil yang di tumpangi Nattan dan yang lain menjauh kakek yoga dan pak dedi pun masuk kedalam mobil mereka, untuk pergi ke perusahaan.
Sedangkan mami jihan dan papi syam mereka bersiap-siap untuk pergi ke salah satu kafe yang sudah mereka seperti untuk meeting acara meeting peresmian hotel.
***
Di dalam pesawat
Nattan dan yang lainnya sudah berada di dalam pesawat pribadi keluarga prayoga. Semuanya sudah duduk di bangku masing-masing.
Dita dengan sengaja duduk di bangku sebelah ibu santi, ibu santi yang mengerti pun hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ide dita.
Dita tersenyum penuh makna kepada dinda yang tampak kesal karena dita duduk di sebelah ibu santi, membiarkan bangku di sebelah dinda kosong.
Ardy yang baru saja masuk kedalam pesawat, melihat dita yang duduk di sebelah ibu nya, mereka sedang asyik berbicara. Lalu ardy melihat ke sebelah tampak dinda yang duduk seorang diri sambil bermain hp nya.
Ardy pun dengan PD nya duduk di sebelah dinda tanpa bertanya terlebih dulu kepada dinda.
__ADS_1
Dinda yang menyadari ada seseorang yang duduk di sebelah nya, menoleh sebentar lalu dinda kembali menatap ponselnya, mengabaikan ardy yang menatap ke arahnya.
"Kenapa kamu diam aja din, kakak boleh kan duduk di sini..? kamu gak marah kan. (kata Ardy kepada dinda)
"Terserah (jawab dinda jutek)
"Cantik-cantik kok jutek kayak gitu, nanti cantiknya hilang loh din. (kata Ardy)
"Gak usah berisik (kata dinda)
"Siapa yang berisik...? (tanya ardy)
"Kakak lah masak saya (kata dinda)
"Kakak gak bermaksud untuk berisik din, kakak cuma ingin ngobrol aja sama dinda. Tapi kayak nya dinda gak mau ngobrol sama kakak (Ardy)
"Bukannya dari tadi kita sudah ngobrol (ucap dinda dengan kesal)
"Ya kita ngobrol tapi seperti nya dinda gak ikhlas (kata ardy)
"Terserah (ucap dinda sambil memasang headphone di telinga nya, lalu dinda memejamkan matanya)
Nattan dan nayna yang duduk tepat di depan tidak jauh dari bangku ardy dan dinda, Nattan pun menoleh kebelakang menatap tersenyum penuh ledekan kepada ardy.
"Berisik lo bro..!!! (ucap ardy, yang merasa kesal)
Nattan tertawa, dita dan ibu santi yang mendengar pun tertawa.
"Ada apa mas...? (tanya nayna yang terbangun karena gelak tawa Nattan)
"Gak apa-apa sayang, tadi mas, dita dan ibu cuma mentertawakan ardy yang lagi mencoba mendekati dinda tapi malah gak berhasil. (kata Nattan)
"Oh, ya dinda itu sangat susah di dekati mas, emangnya mas ardy benaran suka sama dinda mas...? (tanya nayna dengan suara pelan)
"Sepertinya iya sayang, ardy jatuh cinta pada pandangan pertama sama seperti mas pada saat pertama kali melihat foto nay. (kata Nattan yang juga memelankan suaranya)
"Kalau itu beda lah mas...!! mas Nattan kan jatuh cinta pada saat melihat foto nay pertama kali, dan kalau mas ardy itu jatuh cinta pada saat pertama kali dia bertemu dengan dinda. (Nayna)
"Sama aja nay, sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama (kata Nattan sambil menarik hidung nayna)
"Au...sakit mas, kalau hidung nay mas tarik terus bisa-bisa lepas hidung nay (kata nayna sambil mengusap hidung nya)
"Gak akan lepas nay, malah bertambah panjang seperti Pinokio (kata Nattan)
"Emangnya mas gak malu melihat hidung istri mas panjang seperti hidung Pinokio (kata nayna)
__ADS_1
"Ngapain malu, malas mas suka, pasti wajah nay lucu dengan hidung panjang (kata Nattan)
"Lucu apanya, jelek iya (kata nayna sambil memanyunkan bibirnya)
"Jangan pasang mimik wajah seperti itu sayang, kalau sayang seperti itu mas tambah gak bisa mengendalikan diri untuk menerkam diri mu sayang (bisik Nattan)
"Mas jangan macam-macam deh, ingat kita sekarang lagi di mana. (kata nayna sambil memundurkan tubuhnya dari Nattan)
Hahaha....
"Mas hanya bercanda sayang, mas akan menerkam nay hanya di dalam kamar aja kok gak mungkin di sini (kata Nattan dengan suara pelan)
"Woi, kalau mau mesra-mesraan jangan di sini, tunggu sampai di rumah, ingat di sini masih banyak mata-mata para jomblo yang melihat (ucap Ardy sambil menendang bangku Nattan dari belakang)
"Apaan sih kamu ar, syirik aja. Terserah kita mau bermesraan, kita sudah halal ya. (kata Nattan sambil melihat ke arah ardy)
Nayna menatap mereka berdua hanya bisa geleng-geleng aja. Sedangkan dita dan ibu santi cuma senyum melihat ardy dan Nattan. Sedangkan dinda hanya diam karena sudah tertidur
Beberapa saat kemudian suasana di dalam pesawat itu pun hening, karena mereka semua sudah tertidur kecuali ardy yang masih membuka matanya, sambil tersenyum menatap dinda.
"Saya semakin penasaran sama kamu din, sikap cuek kamu membuat saya semakin ingin mendekati kamu (kata ardy di dalam hatinya)
Ardy membetulkan selimut dinda yang menutupi kakinya, karena hampir terjatuh.
Lalu ardy mencoba memejamkan matanya, tetapi ardy tetap tidak bisa tidur, ardy pun kembali membuka matanya, lalu ardy mengambil ponsel yang sering dia gunakan untuk pekerjaannya, ardy mengecek satu persatu semua email yang masuk di ponselnya.
Setelah cukup lama ardy berkutat dengan ponselnya lalu ardy mengirim pesan kepada Dian sekretaris Nattan untuk membuatkan jadwal untuk Nattan besok, karena besok Nattan akan masuk dan ardy juga meminta Dian untuk membuat janji untuk perusahaan yang baru saja mengirim email kepada ardy.
Setelah semua selesai, ardy kembali menyimpan ponselnya di tas kecil yang selalu di bawanya.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
...🤗🤗🤗...
...🥰🥰🥰...
...Mampir juga ya di novel Author yang satunya...
..."Cinta Pria Berkuasa"...
...❤❤❤...
...Terima Kasih 🙏😘...
__ADS_1