Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Mengunjungi Kakek


__ADS_3

Pada keesokan harinya semuanya sudah berada di bandara, para siswa dan siswi yang kembali pulang ke kota mereka sudah berada di dalam pesawat di dampingi oleh pak adam kepala sekolah mereka serta para guru yang ikut.


Sedangkan Nattan, nayna, ibu santi, ardy, dita dan dinda saat ini sudah berada di dalam pesawat pribadi keluarga prayoga untuk berangkat menemui kakek yoga dan yang lain.


Di dalam pesawat ardy yang dari awal masuk dan duduk di bangku pesawat tidak henti-hentinya mencuri pandang kepada dinda yang duduk bersama dita.


Dinda tau ardy menatap ke arahnya tetapi dinda selalu berpura-pura tidak melihatnya.


"Din, lo nyadar gak kalau mas ardy menatap ke sini terus...? (tanya dita kepada dinda, karena Dita baru menyadari kalau ardy menatap ke arah mereka)


"Gue gak peduli dit...!!! (ucap dinda cuek)


"Gak boleh gitu din, mas ardy sepertinya suka deh sama lo, gue lihat dari tatapan nya itu sangat berbeda sama lo. (ucap dita dengan sedikit berbisik kepada dinda)


"Gak usah ngarang dit, gak mungkin cowok sok itu suka ama gue, palingan dia mau balas dendam sama gue, karena gue pernah injak kakinya pada saat pertama kali kita ketemu di mini market di dekat rumah gue itu. (kata dinda yang juga berbicara sedikit berbisik)


"Paling gue gak pernah salah ya din, lo lihat aja nanti, lo bisa buktikan sendiri. Kalau gue benar lo dan mas ardy itu nanti bakalan saling suka. Lo harus beliin gue sepatu yang gue incar kemarin di mall itu ya....! (dita)


"Baiklah siapa takut. Lagian dia itu bukan tipe gue, jadi gak mungkin kita bisa saling suka. (Dinda sambil tersenyum ke arah dita)


Karena kelelahan semua perempuan yang ada di dalam pesawat itu tertidur.


***


Mereka pun tiba di bandara, di sana mereka di jemput oleh orang-orang utusan kakek yoga.


Setelah menempuh cukup lama perjalanan di darat mereka sampai di kediaman kakek yoga, di mana di sana sudah di tunggu oleh kakek yoga, papi syam, mami jihan dan pak dedi.


Saat melihat kakek yoga nayna langsung berlari menghampiri kakek yoga nayna memeluk kakek yoga, dan di balas oleh pria tua itu.


"Nay kangen bangat sama kakek (ucap nayna)


"Kakek juga sayang...!! bagaimana perjalanannya...? (Tanya kakek yoga sambil mererai pelukannya.)


"Alhamdulillah kek perjalanan nya seru dan aman. (ucap nayna)

__ADS_1


Lalu semuanya menyapa dan mengalami kakek yoga secara bergantian.


Setelah melepas kangen mereka semua masuk ke dalam rumah, mami jihan menunjukkan satu persatu kamar yang mereka tempati, kecuali untuk ardy, yang jelas-jelas sudah tau dia harus tidur di kamar siapa kalai ini, karena Ardy gak mungkin tidur satu kamar dengan Nattan seperti biasanya.


Semuanya masuk kedalam kamar mereka masing-masing setelah selesai makan malam, karena mereka tidak sempat istirahat lama tadi karena mereka terlalu senang jadi mereka semua menghabiskan waktu untuk mengobrol hingga malam menjelang. Jadi setelah makan malam kakek meminta mereka untuk istirahat.


Nayna dan Nattan sudah berada di dalam kamar mereka. Nattan memberikan vitamin untuk nayna. Tanpa menolak nayna pun meminum vitamin itu.


"Sayang tidur duluan aja ya mas mau mengirim email ini dulu (kata Nattan sambil mengelus kepala nayna yang berbaring di sampingnya)


"Em...(jawab nayna, sambil menarik selimutnya sampai ke atas dada)


Nattan yang duduk bersandar di atas tempat tidur, masih sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya. Nattan melirik jam yang ada di dinding kamar, jam menunjukkan pukul 11 malam.


Nattan menoleh kearah nayna yang ternyata masih membuka matanya. Nayna tersenyum ke arah Nattan.


"Kenapa belum tidur...? (tanya Nattan kepada nayna)


"Nay belum ngantuk mas, mungkin karena nay terlalu banyak tidur tadi di pesawat makanya sekarang masih belum ngantuk mas (ucap nayna sambil mendudukkan dirinya di samping Nattan)


"Ya udah kalau begitu nay teman kan mas aja ya. (ucap Nattan)


"Mas mau mengirim email ini ke Dian, sekretaris mas. (jawab Nattan)


"Oooo... oh iya mas, mbak dian itu pernah lo chat ke nay nanyain mas itu benaran sudah punya istri atau belum...!! (kata nayna)


Nattan mengalihkan pandangannya kepada nayna. Menjauh kan jari-jari nya dari keyboard laptopnya.


"Lalu nay jawab apa...? (tanya Nattan)


"Nay jawab udah, tapi kalau mbak pengen tau lebih banyak langsung tanya mas Nattan aja. Nay bilang begitu mas sama mbak dian itu. (kata nayna) Sepertinya mbak dian itu suka deh mas sama mas Nattan (kata nayna lagi)


Nattan tersedak oleh air ludahnya sendiri, mendengar perkataan nayna yang barusan.


"Ya sepertinya begitu, tapi mas gak suka sama dia, mas masih mempertahankan dia di kantor karena kinerjanya bagus. Nay jangan salah paham ya...!!(ucap jujur Nattan supaya tidak terjadi ke salah pahaman terhadap nayna)

__ADS_1


"Ya mas nay ngerti kok, lagian ngapain nay salah paham. Sepertinya mbak dian itu orang yang baik. Ya wajar dia ada perasaan sama mas, perempuan mana sih yang gak jatuh hati sama mas. Pasti setiap perempuan yang sudah tau mas pasti akan jatuh hati sama mas. (ucap nayna sambil menggoda Nattan)


"Seperti istri mas yang cantik ini kan...? (goda Nattan)


"Ya (jawab jujur nayna)


"Kenapa sayang biasa-biasa sikapnya saat tau ada perempuan lain yang menyukai mas, bahkan satu kantor lagi dengan mas. Apa sayang gak cemburu...? (tanya Nattan yang merasa heran dengan sikap nayna yang terlihat santai saat tau dian ada perasaan kepada Nattan)


"Cemburu itu pasti ada mas, tapi nay berfikiran positif aja. Ngapain nay harus cemburu gak jelas, lagian nay percaya sama mas. Nay yakin mas akan selalu menjaga kepercayaan yang nay berikan kepada mas. (ucap nayna, sambil menatap mata Nattan)


"Terima kasih ya sayang, sudah perca kepada mas. (ucap Nattan sambil memeluk nayna setelah meletakan laptop di sampingnya) I love you (bisik Nattan di telinga nayna.)


"I love you too mas Nattan (balas nayna)


Nayna membalas pelukan dari Nattan


"Kita tidur sekarang, kalau tidak mas bakalan lupa kalau istri mas yang cantik ini lagi kurang sehat. (ucap Nattan yang masih memeluk nayna)


Nayna hanya tersenyum menatap Nattan. Nayna tau Nattan selalu menahan dirinya, bukan hanya karena nayna kurang sehat tetapi karena umur nayna yang masih sangat muda, Nattan gak mau terjadi apa-apa kepada nayna terutama mentalnya, yang jelas-jelas belum siap. Walaupun nayna sudah mengatakan dia sudah siap, tetapi Nattan mengerti semuanya. Makanya Nattan selalu menahan dirinya.


Nattan melepaskan pelukannya, lalu mengambil kembali laptopnya yang ada di samping, dan memasukannya di dalam laci meja kecil yang ada di samping tempat tidur.


Nattan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan nayna, lalu Nattan membawa nayna kedalam pelukannya.


Mereka berdua pun tertidur, sambil saling peluk.


...*Bersambung*...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejaknya ya teman-teman...


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...


...Maaf baru bisa up lagi, karena Author lagi demam, jadi gak bisa pegang hp terlalu lama....

__ADS_1


...Mohon pengertiannya...๐Ÿ™...


...Terima Kasih....๐Ÿ™๐Ÿ˜˜...


__ADS_2