Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Rumah Siapa...?


__ADS_3

Mobil yang di kendarai oleh Nattan berhenti di salah satu rumah, nayna tidak tau itu rumah siapa karena nayna baru pertama kali ke sana.


"Kok kita berhenti di sini mas, ini rumah siapa...? apa kita gak jadi pulang mas....? (tanya nayna)


"Ini rumah teman mas, mas tinggal sebentar ya mas ada urusan sama yang punya rumah. Gak apa-apa kan kalau mas tinggal nay sebentar di dalam mobil. (kata Nattan sambil memegang tangan nayna)


"Ya mas gak apa-apa


Nattan pun keluar dari dalam mobil, lalu menekan bel rumah mewah itu. Tidak butuh lama keluarlah seorang perempuan cantik, yang langsung say hello dengan Nattan.


Lalu perempuan mengajak Nattan masuk ke dalam rumah. Dan menutup kembali gerbang rumah itu.


Nayna hanya bisa melihat mereka dari dalam mobil, tanpa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


Cukup lama nayna menunggu Nattan keluar dari rumah itu, karena merasa bosan nayna memainkan hp nya, membuka sosial media yang ada di dalam hp. Lalu kembali melihat ke gerbang yang masih belum ada tanda-tanda Nattan akan keluar.


Nayna kembali melihat hpnya, menonton beberapa video. Entah karena terlalu lelah atau apa, nayna pun tertidur dengan hp yang sudah jatuh di pangkuannya dan masih memutar video yang sedang di lihatnya.


Nattan pun kembali ke dalam mobil.


"Maaf...(kata Nattan saat membuka pintu mobil, lalu tidak melanjutkan kata-kata nya karena melihat nayna yang sudah tertidur.)


Nattan masuk ke dalam mobil, lalu mengambil hp nayna yang ada di pangkuannya, melihat apa yang sedang di tonton oleh nayna, lalu menetralkan kembali hp nayna, dan meletakan hp itu di sampingnya.


Nattan pun mulai menjalankan mobilnya dengan sangat pelan karena Nattan tidak mau mengganggu tidur nayna.


Selama di perjalanan nayna tidak bangun sama sekali, Nattan tidak henti-hentinya tersenyum sambil terus melirik melihat nayna tidur, sambil fokus mengemudi.


Dan akhirnya Nattan pun sampai di dream house. Nattan mengambil hp nayna lalu mengantonginya, lalu Nattan keluar dari dalam mobil dan memutar ke sisi pintu mobil yang satunya.


"Mana non nayna den Nattan...? (tanya bik Minah saat melihat Nattan berdiri di sisi pintu mobil)


"Masih di dalam bik, dia ketiduran, sepertinya dia kelelahan. (kata Nattan, sambil membuka pintu mobil)


Nattan pun mengangkat tubuh mungil nayna.


"Bik tolong bawakan tas saya sama nayna ya bik, masih ada di dalam mobil. (kata Nattan)


Lalu Nattan pun membawa nayna ke lantai atas menuju kamarnya, walau sedikit kesusahan saat Nattan membuka pintu kamar, tetapi akhirnya berhasil juga, Nattan menidurkan nayna di atas tempat tidur, membukakan sepatu yang masih melekat di kaki nayna, dan menyelimutinya.


Bik Minah meletakan tas Nattan dan nayna di atas meja di luar kamar Nattan seperti biasa. Lalu bik Minah kembali turun ke bawah, setelah memberi kode dengan mengetuk pintu kamar dua kali.


Nattan berjalan ke dekat pintu kamar, lalu membukanya dan mengambil tas dia dan nayna yang di letakan di atas meja oleh bik Minah.


Lalu Nattan kembali masuk ke dalam kamar, dan mengunci kamarnya.


Nattan melihat ke arah nayna yang sudah terlelap, lalu Nattan masuk ke kamar mandi, setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah, Nattan mendekat ke tempat tidur dan duduk di sisi tempat tidur.


Nattan membukakan jilbab yang di pakai oleh nayna, lalu meletakan nya di atas meja kecil di samping tempat tidur.


Nattan memasang kan kalung yang sudah dia pesan secara khusus kepada temannya tadi.


"Cantik (kata Nattan saat sudah memasang kalung itu di leher nayna)

__ADS_1


Lalu Nattan pun mencium kening nayna, saat ada pergerakan dari nayna, karena gangguan-gangguan yang diciptakan oleh Nattan, dengan buru-buru Nattan pun berdiri dan berjalan lalu duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu.


Nayna pun membuka matanya secara berlahan, lalu nayna memegang kepala yang sudah tidak menggunakan jilbab. Secara spontan nayna pun duduk, lalu melihat semua pakaiannya yang ternyata masih lengkap, lalu nayna mengamati sekitar. Nayna mengelus dada nya, karena dia baru menyadari kalau dia sudah berada di dalam kamarnya di dream house.


"Alhamdulillah, ternyata sudah di rumah, tapi siapa yang memindahkan saya ke dalam kamar, perasaan tadi saya lagi di dalam mobil. Apa mas Nattan...? Ah iya, siapa lagi kan tadi saya berada di dalam mobil mas Nattan. (kata hati nayna)


"Udah bangun...? (tanya Nattan)


Lamunan nayna pun buyar, karena di kaget kan oleh suara Nattan. Lalu nayna melihat ke sumber suara.


"Eh, i i iya mas...(jawab nayna sedikit terbata-bata)


"Udah mandi sana, abis itu ganti baju, kalau masih ngantuk nanti lanjut tidur lagi. (kata Nattan, melihat ke arah nayna)


"Ya mas (kata nayna, sambil menganggukkan kepalanya)


Nayna pun turun dari tempat tidur, lalu berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi. Nattan menatap nayna sampai nayna masuk ke dalam kamar mandi. Lalu tatapan Nattan teralihkan karena ada suara hp yang berbunyi pertanda ada panggilan masuk.


Nattan meraih hp yang ada di atas meja, ternyata itu adalah hp nayna, panggilan dari no yang tidak di kenal.


Nattan berjalan mendekat ke kamar mandi.


Tok...Tok...


Nattan mengetuk pintu kamar mandi.


"Nay ada panggilan masuk di hp kamu, dari nomor tidak di kenal (teriak Nattan dari luar)


"Tolong di angkat aja ya mas, siapa tau penting. (kata nayna dari dalam kamar mandi)


Saat Nattan hendak menggeser tanda hijau di hp nayna, panggilan pun di putus.


Lalu Nattan kembali duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya. Sambil melihat ke hp nayna ternyata hp nayna tidak lagi berbunyi.


Nattan pun menghidupkan tv yang ada di depannya. Tidak lama nayna pun keluar dari kamar ganti, dan sudah menggunakan piama panjang yang sering di gunakan nya untuk tidur malam dan saat berada di rumah. Nayna duduk di sebelah Nattan, lalu menatap Nattan.


"Ada apa...? kenapa nay menatap mas begitu...? (tanya Nattan, sambil melihat ke nayna)


"Mas, apa mas yang memakaikan kalung ini di leher nay...? (tanya nayna, sambil memegang kalung yang ada di lehernya sambil menunjukan kepada Nattan)


Nattan hanya menganggukkan kepalanya tidak menjawab pertanyaan nayna.


"Kapan...? (tanya nayna lagi)


"Pada saat nay tidur tadi (kata Nattan) Itu hadiah dari mas, karena nay juara umum di sekolah. (Kata Nattan sambil mengelus kepala nayna)


"Terima kasih ya mas, kalung nya cantik (kata nayna, sambil tersenyum)


"Apa nay suka...? (tanya Nattan)


"Ya nay suka, tapi kapan mas beli kalung ini...?


"Mas pesannya sudah dari minggu kemarin saat mas dapat kabar dari kepala sekolah Az-Zahra, kalau yang dapat juara umum itu ada lah nay. Jadi mas pesan sama teman mas yang mas temui di rumah yang kita mampir tadi.

__ADS_1


"Oh...jadi mas udah tau kalau nay yang juara umum, tapi kenapa mas gak bilang sama nay sih.


"Ya gak mungkin lah nay mas bilang. Kalau mas bilang itu gak akan jadi kejutan untuk yang mendapatkannya.


"Iya juga ya mas, tapi semua nilai yang nay dapat itu gak ada campur tangan mas kan...? (selidik nayna, sambil menatap nayna)


"Ya gak ada lah nay, itu semua murni nilai yang nay dapat sendiri, lagian kan bukan mas yang memeriksa hasil ujian serta memberi nilai kalian tapi wali kelas kalian sendiri.


"Benar nih, mas gak lagi berbohong kan...!!!


"Ya Allah nay, ngapain mas bohong, mas gak ada wewenang kalau untuk nilai kalian dapatkan nayna.


"Tapi kok nayna kurang percaya ya mas. (kata nayna sambil menatap meledek kepada Nattan)


"Jadi orang gak percaya bangat sih nay. (geram Nattan) Ya udah nay mau mas bukti kan apa supaya nay percaya sama mas, apa perlu kita telpon kepala sekolah kamu, atau wali kelas kamu, siapa namanya tadi....em ya ibuk rita (kata Nattan sambil meraih hp nya yang ada di atas meja)


Nattan mencari no kontak kepala sekolah di Az-Zahra, saat Nattan hendak menghubungi nya. Nayna langsung mengambil hp di tangan Nattan, lalu di sembunyi kan di belakang nya.


"Loh kok di ambil sih nay, katanya mau bukti, sini hp mas. (kata Nattan sambil memegang tangan nayna)


Nayna selalu berusaha menjauhkan tangannya yang memegang hp Nattan.


Nattan terus saja berusaha menggapai hpnya yang selalu di hindari oleh nayna, nayna sudah tertawa senang sambil menjauhkan hp Nattan dari jangkauan nya.


"Nay...(rengek Nattan lagi)


Nattan terus berusaha mengambilnya, lalu tiba-tiba Nattan pun kehilangan keseimbangannya, badan kekar Nattan menimpa tubuh nayna dengan kedua tangan nayna ada di atas kepalanya, Nattan dan nayna saling tatap, kedua mata mereka beradu pandang.


Nayna sudah tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya, nayna terbaring kaku di atas sofa, tubuhnya saat ini berada di bawah tubuh Nattan.


Nattan menatap mata nayna, begitu juga sebaliknya. Mulut mereka seakan terkunci saat itu. Mereka hanya saling tatap.


Lalu Nattan secara berlahan menurunkan wajahnya dan langsung mencium bibir nayna. Nayna hanya diam sambil memejamkan matanya saat bibir mereka bersatu.


Nattan kembali mengangkat wajahnya, melihat nayna yang sudah membuka matanya kembali, karena tidak ada perlawanan ataupun penolakan dari nayna, Nattan kembali mencium bibir nayna, tapi kali ini tidak hanya sekedar ciuman saja, tetapi Nattan ******* bibir nayna, lidahnya bermain di rongga mulut nayna.


Entah karena menikmati permainan yang di berikan nattan atau apa, nayna pun membalas ******* dari Nattan.


Karena sudah mulai kehabisan nafas dan Nattan takut permainan nya terlalu jauh, Nattan pun mengakhiri permainan bibirnya. Nattan menatap nayna sambil menyeka bibir nayna dengan jari telunjuknya. Lalu mengecup kening nayna sedikit lebih lama.


Setelah itu Nattan membetulkan posisinya, dan membantu nayna untuk kembali duduk. Nayna duduk lalu meletakan hp Nattan yang sejak tadi dia genggam, di atas meja, dan langsung tertunduk.


Nattan yang melihat nayna tertunduk, langsung merasa bersalah karena tidak bisa mengontrol dirinya. Dengan cepat Nattan meraih tubuh nayna lalu memeluknya dengan erat.


"Maaf...(ucap Nattan di telinga nayna)


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejeknya ya teman-teman...


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Terima Kasih ๐Ÿ™...

__ADS_1


...I Love You ๐Ÿ˜˜...


...Maaf ๐Ÿ™ agak lama baru bisa Up lagi, jangan marah ya teman-teman ๐ŸฅฐโœŒ...


__ADS_2