
Nayna menatap lurus ke depan, menatap jalan yang lurus, wajahnya masih tampak kesal. Nattan yang ada di samping Nayna juga diam, Nattan tampak fokus mengemudi.
Sebelumnya...
Di rumah...
Setelah memasukan pakaian ke dalam lemari, nayna pun masuk kamar mandi dan bersiap untuk pergi karena sebelum ziarah Nattan dan nayna memutuskan untuk mencari makan siang terlebih dulu.
Nayna sudah rapi, sedangkan Nattan masih bermalas-malasan di atas tempat tidur. Sambil bermain-main dengan ponselnya.
"Mas kok belum bersiap...? (tanya nayna)
"Ya sebentar lagi sayang (jawab Nattan)
"Baiklah kalau begitu nay tunggu di ruang tamu ya mas, mas segeralah bersiap, pakaian mas udah nay siapkan di sana. (tunjuk nayna)
"Em (jawab Nattan)
Nayna keluar dari dalam kamar, lalu berjalan dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah.
Sambil menunggu Nattan yang bersiap nayna membuka ponselnya, melihat sosial media nya.
Satu jam sudah nayna duduk di sofa ruang tamu, menunggu Nattan, tetapi orang yang di tunggu pun belum juga keluar dari dalam kamar.
Nayna melihat ke arah pintu kamar yang masih tertutup, lalu nayna melihat ke jam tangan yang melingkar di tangan nya.
"Kenapa mas Nattan lama, apa dia mandi dulu. (gumam nayna)
Nayna kembali fokus ke ponselnya.
Beberapa menit pun berlalu...
"Kenapa mas Nattan gak keluar-keluar dari kamar...? apa jangan-jangan dia ketiduran...? (ucap nayna)
Karena merasa bosan menunggu dan penasaran, nayna meletakkan tas dan ponselnya di atas meja lalu berdiri dan berjalan ke arah kamar di mana Nattan berada.
Nayna membuka pintu kamar dan melihat Nattan yang masih berbaring di tempat tidur dengan posisi yang sama masih sibuk bermain dengan ponselnya.
__ADS_1
"Kenapa mas Nattan masih belum bersiap...? (tanya nayna sambil berjalan mendekati Nattan)
"Bentar nay (jawab santai Nattan)
"Ya udah kalau mas Nattan gak bersiap sekarang, kita gak usah keluar aja sekalian. Nay capek nungguin mas dari tadi mas malah santai-santai bermain ponsel di sini. (kesal nayna)
"Iya sayang iya, mas bersiap sekarang (ucap Nattan sambil bangkit dari tiduran nya)
Nattan berjalan masuk ke dalam kamar mandi tanpa mempedulikan nayna yang menatapnya dengan kesal.
Masih dengan wajah kesal nayna keluar dari kamar lalu berjalan keluar rumah nayna pun duduk di kursi yang ada di teras rumah.
Tidak butuh waktu lama, Nattan pun sudah rapi, lalu Nattan berjalan keluar menghampiri nayna yang duduk di kursi yang ada di teras rumah.
"Ayo sayang kita pergi sekarang (ucap Nattan dengan santainya)
" Em... (jawab nayna)
Nayna berdiri dari duduknya, berjalan mendekati pintu utama rumah lalu menguncinya.
Sedangkan Nattan setelah melihat Nayna mengunci pintu,Nattan pun berjalan mendekati mobil dan menghampiri orang yang berdiri di dekat mobil yang terparkir di depan.
Nayna yang merasa penasaran menghampiri Nattan yang sedang membuka pintu mobil.
"Siapa orang yang tadi itu mas...? (tanya nayna)
"Oh orang yang tadi...! dia supir yang diutus oleh tempat rental mobil untuk mengantarkan mobil ini ke sini. (ucap Nattan menatap nayna)
"Jadi mas rental mobil ini...? (tanya nayna)
"Iya sayang, rencananya tadi mas mau beli mobil untuk kita selama di sini tapi setelah mas pikir-pikir lebih baik di rental aja kan kita juga gak tinggal di sini selamanya. (kata Nattan)
"Baguslah kalau mas tau (ucap sewot nayna)
Nayna pun berjalan mendekat ke mobil lalu masuk ke dalam mobil tanpa mempedulikan Nattan yang menatapnya dengan bingung.
"Ada apa...? kenapa kelihatannya dia sedang marah kepada saya...!!! (ucap Nattan yang berbicara sendiri)
__ADS_1
Nattan juga masuk ke dalam mobil, lalu melihat ke arah nayna yang sudah duduk di bangku mobil di samping bangku kemudi. (Di sebelah Nattan)
"Udah siap sayang...? kita berangkat sekarang...? (tanya Nattan dengan senyum di bibirnya)
"Udah, ayo (jawab nayna dengan santai tanpa melihat ke arah Nattan)
"Sayang...!!! kamu kenapa...? apa sayang marah dan kesal kepada mas...? (tanya Nattan)
"Nay gak apa-apa mas, udah ayo jalan...! nay udah lapar (jawab nayna kesal tanpa melihat ke arah Nattan)
"Ya udah iya, kita jalan sekarang (ucap Nattan)
Nattan pun menghidupkan mesin mobilnya
Mobil pun melaju meninggalkan kediaman nayna. Menuju jalan raya.
Di sela-sela fokus mengemudi Nattan melihat ke arah nayna yang hanya diam seribu bahasa.
"Mas fokus lihat ke depan. Jangan lihat ke arah nay terus, bisa-bisa kita nabrak kalau mas lihat ke nay terus. (ucap nayna masih dengan nada kesal)
"Iya sayang maaf (ucap Nattan)
Dengan cepat Nattan melihat ke arah depan, ke jalan.
"Kamu kenapa sih sayang...? kenapa dari tadi kamu marah-marah aja dan kesal kepada mas. Emangnya mas ada buat salah, tapi mas salah apa...? Huh... perempuan itu memang sangat aneh.... (gumam Nattan dalam hati)
...Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......
...🤗🤗🤗...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....
...🥰🥰🥰...
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...
(Maaf lama updatenya, diriku baru cabut pen jadi baru ada waktu untuk pegang hp lagi. Semoga semuanya mengerti ya...! dan selalu setia membaca CKJ)