
Ardy menatap pasangan yang duduk di depannya itu, yaitu Nattan dan Nayna yang sejak masuk tadi tidak melepaskan genggaman tangan masing-masing.
"Apa kalian berdua mau menyebrang jalan...? dari tadi saya lihat kalian berpegangan tangan terus seperti orang mau menyebrang. (ucap ardy)
"Kenapa kamu yang sewot ar, apa lo iri...? saya dan nayna berpegangan tangan seperti ini kita berdua sudah halal ya, ya jadi bebas kita mau ngapain, jangan kan cuma pegangan tangan seperti ini aja, lebih dari ini pun kita sudah boleh. (ucap Nattan)
"Ya saya tahu kalian sudah halal tapi kalau mau bermesraan jangan di depan orang yang masih jomblo kayak gini...!!! (ucap ardy)
Hahaha....
Nattan tertawa sedangkan nayna hanya tersenyum sambil menundukkan pandangannya, dan tangan nayna masih di genggaman oleh Nattan, yang tanpa mempedulikan ocehan ardy.
"Oh jadi kalian berdua merasa senang ya melihat saya seperti ini. Ok baiklah dari pada saya menjadi obat nyamuk di sini, lebih baik saya kembali ke ruangan saya. (kata ardy sambil berdiri dari duduknya)
"Ya udah pergi sana...! (ucap Nattan)
Ardy pun berjalan ke arah pintu dan keluar dari ruangan Nattan, ardy pun pergi ke ruangan nya, mengabaikan dian yang menatap tajam kepada dia.
Di dalam Nattan memutar posisi duduknya menatap dan tersenyum kepada nayna. Nayna pun menatap dan membalas tersenyum kepada Nattan.
"Sayang kok kamu bisa ada di sini...? bukannya sekarang belum jam pulang sekolah...? (tanya Nattan sambil membelai kepala nayna yang di tutupi hijab)
"Hari ini kami tidak belajar seperti biasanya mas, cuma perkenalan di kelas baru aja. Jadinya sekolah pulang cepat deh. Tadi nay di antar dinda pulang, dan sampai di rumah, nay kesepian dan merasa bosan, jadinya nay memutuskan untuk ke sini. Kalau di sini kan ada mas sama mas Ardy jadi nay gak kesepian. (ucap nayna)
"Lalu...dari rumah ke sini nya nay sama siapa...? (tanya Nattan lagi)
"Di antar sama para bodyguard mas yang mas suruh untuk mengikuti nay setiap waktu. (ucap nayna)
"Jadi sayang sudah tau kalau ada mereka...? (tanya Nattan)
"Ya nay tau mas. (ucap nayna)
"Sejak kapan...? (tanya Nattan lagi, karena Nattan pikir nayna tidak mengetahui kalau dia selalu di awasi oleh orang-orang Nattan dan ardy)
"Sejak pertama kita pindah ke dream house. (ucap nayna)
"Oh jadi sayang sudah tahu sejak awal...! maaf kan mas ya nay, mas gak ngomong sama nay selama ini tentang mereka, mas cuma ingin nay aman aja. (kata Nattan)
"Ya mas nay tahu kok tujuan mas baik, terima kasih ya mas, sudah selalu menjaga nay. (ucap nayna sambil memeluk Nattan)
__ADS_1
"Ya sayang, tapi gak usah berterima kasih, itu sudah tanggung jawab mas, sebagai suami nay, menjaga dan melindungi nay. (kata Nattan sambil membalas pelukan nayna)
Mereka berdua pun diam
"Mas, nay lapar (ucap nayna sambil melepas pelukannya)
"Ya udah kita makan di luar aja ya, sebentar mas ambil jas dulu. (ucap Nattan sambil berdiri dari duduknya lalu berjalan mengambil jasnya) Ayo pergi sekarang... (ajak Nattan setelah selesai memakai jas nya)
"Ya mas (jawab nayna, mengambil tas nya yang ada di atas meja, lalu berdiri dan sedikit berlari mendekat ke Nattan)
Nattan dan nayna keluar dari ruangan itu, saat sampai di meja dian. Nattan menghampiri dian. Dian yang di hampiri oleh pimpinan nya pun seketika langsung berdiri.
"Dian, kalau tamu yang dari perusahaan Agro itu datang tolong kamu handel dulu semuanya ya. Kamu bisa kan...? saya, nayna dan ardy mau cari makan siang du luar dulu. (kata Nattan)
"Baik pak, Insyaallah saya bisa. (jawab dian, lalu tersenyum kepada Nattan)
Setelah mendengar jawaban dari dian Nattan menoleh ke nayna lalu menggenggam tangan nayna berjalan ke ruangan ardy, Nattan membuka pintu ruangan ardy menggunakan tangan yang satunya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Ardy, kita mau pergi makan siang...!! kamu mau makan di kantor atau mau ikut...! (kata Nattan yang berdiri di ambang pintu ruangan ardy)
"Kalau masuk itu ketuk pintu dan ucapkan salam, gak main nyelonong aja, mentang-mentang bos. (sewot Ardy, karena kaget saat Nattan tiba-tiba membuka pintunya)
"Ya saya ikut. (kata ardy, sambil berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Nattan dan nayna yang masih berdiri di ambang pintu) Ayo...(ajak ardy kepada pasangan itu sambil menutup kembali pintu ruangannya)
Mereka bertiga masuk kedalam lift, tidak lama mereka pun sampai di lobi perusahaan, Ardy dan Nattan sibuk berbicara tentang pekerjaan mereka, sedangkan nayna hanya diam, tangannya masih di genggam oleh Nattan.
Para karyawan yang berada di lobi menatap kepada nayna yang berpegangan tangan dengan Nattan, nayna merasa risih di tatap oleh orang-orang itu, ada yang menatap sambil ngomongin, ada yang melotot dan sebagainya.
Nayna berusaha melepaskan genggaman tangan Nattan, tetapi usaha itu hanya sia-sia karena Nattan bukan nya melepaskan tetapi malah semakin mengeratkan genggaman tangannya.
Nattan melihat ke arah nayna dan mencium punggung tangan nayna yang di genggamnya, saat mereka sudah berada di depan perusahaan sambil menunggu ardy yang pergi mengambil mobil.
"Mas jangan...!!! nanti semua karyawan mas melihat. (kata nayna)
"Emangnya kenapa kalau mereka melihat, kita sudah halal nay jadi gak usah malu apa lagi takut di lihat orang. (ucap Nattan sambil mencolek hidung nayna)
"Ya nay tau mas, tapi kan mereka gak tau kalau kita sudah menikah, karena itu nay merasa gak enak, dan takut jadi omongan orang. (kata nayna)
"Udah udah, ya mas minta maaf. Ya udah ayo masuk. (kata Nattan sambil membukakan pintu mobil untuk nayna)
__ADS_1
Nayna pun masuk kedalam mobil, Nattan menutup kembali pintu mobil, dan Nattan duduk di depan.di samping kursi kemudi tepat di sebelah ardy.
Ardy melihat ke Nattan sambil tersenyum.
"Kenapa kamu senyum-senyum, ayo jalan...!!! (kata Nattan)
Ardy pun mulai melajukan mobilnya. Lalu berkata
"Saya senyum karena kamu sudah mulai pengertian, saya kira saya di ajak kamu makan siang cuma untuk jadi supir kalian aja, eh ternyata saya salah. (kata ardy sambil cengengesan)
"Ya mau bagai mana lagi, dari pada kamu nangis di dalam mobil ini lebih baik saya yang mengalah duduk di depan sama orang jomblo seperti kamu. (ucap Nattan)
Hahaha...
Nayna yang mendengar ucapan canda dari Nattan tertawa dengan lepas di belakang, Nattan tersenyum mendengar tawa nayna.
"Oh...kamu merasa senang ya dek mendengar mas mu ini di ledekin dan ditindas sama suami mu yang ganteng itu. (ucap ardy)
"Nay bukannya senang mas, tetapi nay membayangkan bagaimana wajah kalau mas memang menangis. (kata nayna)
"Mendingan sayang gak usah lihat deh bagaimana wajah mas ardy mu itu sedang menangis, kalau sayang lihat pasti akan tertawa sangat lama. (kata Nattan)
"Kenapa kalian berdua senang banget ngomongin orang yang ada di hadapan kalian. (ucap ardy)
"Karena kita merasa bahagia melihat orang yang kita omongin itu merasa tertindas, ya gak mas Nattan...!! (kata Nayna)
"Benar bangat sayang. (ucap Nattan sambil bertos ria dengan nayna, lalu Nattan dan nayna pun tertawa bersama)
Ardy hanya tersenyum melihat ke kompakan pasangan itu, ardy juga merasa ikut bahagia melihat kebahagiaan pasangan itu.
Mereka pun sampai di salah satu restoran, mereka masuk ke restoran itu lalu memesan makanan, dan tidak butuh waktu lama pesan mereka pun di hidangkan lalu mereka bertiga menikmati hidangan makan siang mereka.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
...🤗🤗🤗...
...🥰🥰🥰...
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...