
Mami Jihan menggandeng Nayna naik ke atas menuju kamarnya. Bersama Dita dan juga Dinda kedua sahabat baik Nayna.
Mereka berjalan berlahan saat menaiki tangga.
Semuanya baru saja sampai ke kediaman Nattan dan juga Nayna yang biasanya mereka sebut dream house, rumah yang di desain khusus oleh Nattan untuk dia tempati.
Sementara mami Jihan, Dita dan Dinda mengantar Nayna ke kamarnya untuk beristirahat yang lainnya berkumpul di ruang tamu rumah dan sudah duduk di sana.
Nattan yang cemas akan Nayna, berdiri dari duduknya lalu berlalu pergi menyusul mami Jihan, Dinda dan Dita yang sudah duluan naik ke lantai dua rumah menuju kamar mereka.
Saat sudah berada di dalam kamar, mami Jihan meminta Nayna untuk langsung istirahat dan berbaring di tempat tidur. Di bantu oleh dirinya dan juga Dinda Nayna pun berbaring di tempat tidur.
Tiba-tiba pintu kamar pun di buka, semuanya langsung menoleh ke arah pintu, termasuk Nayna.
Nattan muncul di sana, dan Nattan pun langsung berjalan menghampiri Nayna.
Mami Jihan yang saat itu duduk di pinggir tempat tidur langsung berdiri sejajar dengan Dinda dan Dita.
"Sayang butuh sesuatu...? (tanya Nattan, sambil duduk di pinggir tempat tidur tepat di samping Nayna)
"Gak mas. (jawab Nayna menggelengkan kepalanya)
"Baiklah, kalau begitu mas kembali turun ya bergabung dengan yang lain di bawah. Kalau sayang butuh sesuatu panggil saja mas. (ujar Nattan, sambil membelai lembut pipi Nayna)
"Ya mas turun aja temani yang lain, lagian di sini ada mami, Dinda dan Dita yang menemani nay, kalau nay butuh sesuatu kan ada mereka yang akan bantu nay, jadi mas tenang aja dan gak usaha khawatir ya. (jelas Nayna menatap Nattan)
"Baiklah kalau begitu, mas turun dulu (ujar Nattan lagi)
"Ya (jawab Nayna lalu memekarkan senyumannya)
Nattan mencium kening Nayna, mengusap pipinya, dan tersenyum menatap Nayna.
Nattan pun berdiri, lalu pergi dari sana.
"Sepertinya mas Nattan lupa deh Tante kalau di kamar ini masih ada orang lain selain dia berdua dengan istrinya (ujar Dinda setelah Nattan menutup kembali pintu kamar)
__ADS_1
"Ya nak Dinda kamu benar banget. Tante aja yang maminya sampai tidak mengenali putra Tante tadi. Kok bisa ya putra Tante yang kaku itu menjadi sangat romantis kepada istrinya...! (saut mami Jihan sambil melirik ke Nayna yang tampak tersenyum malu-malu)
"Iya ya Tan, Dita juga kaget. Samuel Nattan Prayoga CEO perusahaan terbesar di kota ini yang sangat di kenal dengan sikap dinginnya. Dan ternyata saat bersama istri tercintanya dia sangat berbeda. (ujar Dita juga)
Nayna yang tampak malu-malu langsung menyembunyikan wajahnya.
Melihat Nayna seperti itu, mami Jihan, Dinda dan Dita tertawa secara bersama.
Lalu mereka pun langsung mendekati Nayna dan duduk di pinggir tempat tidur Nayna. Bercanda membuka selimut yang menutupi wajah Nayna.
Mereka pun tertawa...
Di bawah
Nattan sudah kembali duduk di sofa ruang tamu, tepat di samping Ardy.
Semuanya tampak sibuk saling berbincang-bincang, membicarakan berbagai hal. Begitu juga dengan Nattan sesekali dia juga ikut berbicara di sana.
Dan tiba-tiba...
Semua orang yang ada di sana seketika terdiam dan langsung menoleh menatap Nattan saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Nattan.
"Mami sangat setuju nak (ujar mami Jihan yang saat itu masih menuruni tangga dengan suara lantang)
Semua orang seketika langsung menoleh ke sumber suara, begitu juga dengan Nattan.
"Kenapa mami turun...? Nayna...? (tanya Nattan saat mami Jihan sudah duduk dan bergabung dengan mereka di ruang tamu)
"Udah kamu tenang aja, Nayna aman kok bersama dua sahabatnya. Mami itu sengaja turun, karena mami ingin memberikan waktu untuk ketiga sahabat itu saling berbincang-bincang. Dengan berbagai cerita dengan sahabatnya mami berharap Nayna semakin jauh lebih baik. (jelas mami Jihan)
"Tapi mi...(Nattan tidak melanjutkan perkataannya)
"Nak... kamu tenang saja Nayna pasti baik-baik saja bersama sahabatnya (potong kakek)
"Baiklah (ujar Nattan akhirnya)
__ADS_1
"Ngomong-ngomong kapan kamu mau mengadakan resepsi pernikahan kamu dengan Nayna itu nak...? (tanya mami Jihan memastikan)
"Yang pasti sesegera mungkin mi. Setelah kondisi benar-benar jauh lebih baik, Nattan akan segera menyiapkan semuanya. (jelas Nattan)
"Kakek setuju dengan keputusan kamu itu cucuku, tetapi sebelum kamu mengambil keputusan ini kamu itu harus membicarakannya terlebih dahulu kepada Nayna. (kata kakek Yoga)
"Ya nak Nattan, apa yang di katakan kakek kamu itu benar banget, sebelum kamu mengambil keputusan kamu harus bicara dulu dengan Nayna. Nak Nattan kan tau sendiri kalau Nayna masih belum siap mengungkapkan identitasnya saat ini, Bukan masalah identitasnya sebagai istri orang yang di cemaskan oleh Nayna selama ini, tetapi identitasnya sebagai istri dari Samuel Nattan Prayoga lah yang dari dulu di cemaskan oleh Nayna. Kamu mengartikan nak...? Jadi sebelum mengambil keputusan ada baiknya kamu berbicara dan tanya dulu kepada Nayna. (seru ibu Santi)
"Nattan sangat mengerti Tante. Baiklah nanti Nattan akan membicarakannya terlebih dahulu dengan Nayna. Yang penting sekarang semuanya setuju dengan keputusan saya. Saya melakukan ini semua bukan hanya untuk saya sendiri tetapi saya melakukan ini untuk Nayna.(ujar Nattan)
"Nak, Kita semua sangat setuju dengan keputusan kamu. Kalau seandainya Nayna juga setuju kita akan langsung menyiapkan segala tanpa menunda-nunda waktu lagi. (ujar ibu Santi)
"Benar banget nak apa yang di katakan oleh Santi, kalau Nayna sudah setuju untuk mengadakan resepsi pernikahan kalian berdua, kakek, mami, papi dan yang lainnya akan segera mempersiapkan segalanya. Semuanya biar mami yang urus, kamu dan Nayna cukup duduk manis saja di rumah. (kata mami Jihan yang di benarkan serta di anggukkan oleh yang lainnya)
"Nah... sekarang itu kuncinya ada di kamu sendiri Nat, kalau kamu bisa meyakinkan Nayna, apa yang sudah kamu putuskan itu akan segera terlaksana (ujar dr Nando)
"Tapi kamu harus ingat nak, kamu tidak boleh memaksa istri kamu, apapun keputusannya nanti kamu harus menerimanya. (ujar papi Syam)
"Ya Pi, baiklah (ujar Nattan)
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...🥰🥰🥰...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...