
Dinda terus saja melihat ke arah belakang, melihat sikap dinda yang tampak aneh itu nayna merasa sangat heran.
"Ngapain sih lo din, emangnya lo lihat apa di belakang...? (tanya nayna heran)
Dinda kembali melihat ke depan, memajukan tubuhnya lalu nayna mematikan musik di mobil.
Dita yang masih fokus menyetir sesekali melihat ke arah dinda dan nayna. Dita bertanya kepada nayna lewat isyarat sorotan matanya. Nayna yang mengerti dengan apa yang di isyaratkan dita menggelengkan kepalanya dan menaikan bahunya, isyarat kata tidak tau.
Dinda kembali duduk di bangku belakang melipat kedua tangannya di perut. Dinda melihat ke kedua sahabatnya yang duduk di depan.
"Saat gue amati dari belakang seperti ini, ternyata kalian berdua mirip juga ya....! (kata dinda)
"Kepala lo kejedot tadi ya din, kok ngomong lo ngelantur kayak gitu...! atau jangan-jangan lo...(kata dita)
"Jangan-jangan apa...? Lo mau bilang gue gila. (potong Dinda)
"Ya abis lo tiba-tiba aja bilang kita ini dari belakang mirip. Mirip dari mananya cobak...? nayna itu pakai hijab nah gue kan enggak. (protes dita)
"Eh dita, nayna, yang gue maksud tadi itu bukan perawakan kalian berdua tetapi nasib kalian, sama-sama selalu di kawal kalau mau kemana-mana. (kata dinda yang sudah memajukan tubuh nya ke depan sambil memegang sisi bangku mobil antara dita dan nayna. Melihat ke mereka secara bergantian)
"Di kawal maksud lo, dita sekarang juga ada pengawal yang mengikutinya kemana-mana din, sama kayak gue dulu...? (tanya nayna)
"Ya lo benar banget nay, si dita sekarang sudah ada pengawal pribadinya, ya walaupun gak sebanyak pengawal lo sih nay. (kata dinda)
"Emang iya dit...? (tanya nayna)
"Em...tau tuh si dr gila, kenapa juga dia harus sewa dua orang pengawal untuk jagain gue kalau gue kemana-mana, buat malu aja. (omel dita)
Hahahahaha.....
Tawa dinda dan nayna bersamaan.
"Dr.Nando itu benar-benar gak tau atau lupa sih dit kalau lo itu seorang wanita yang sudah mendapatkan sabuk hitam. Gue rasa gak mungkinkan Dr.Nando gak tau....! (Nayna)
"Ya gak mungkin lah nay pak dr gak tau, jangankan tentang itu, semua apa yang dita lakukan mulai dari kecil sampai sekarang pak dr itu tau (ledek dinda)
"Sialan lo din, udah lebih baik lo diam aja dari pada ngeledekin gue. (kata dita)
Dinda yang mendengar pun tertawa
Dan untuk sesaat suasana pun hening
.
.
__ADS_1
.
"Gue juga gak tau apa tujuannya memerintahkan kedua pengawal itu untuk mengikuti gue kemana-mana nay, awalnya gue menolak, gue marah sama dia tapi lo tau sendiri kan bagaimana kak Nando. Ya dari pada bertengkar terus sama dia makanya gue biarin aja kedua pengawal itu mengikuti gue, yang penting mereka tidak membuat gue malu. (kata dita)
"Tapi ya dit, gue itu benar-benar gak habis pikir dengan jalan pikiran pak dr. Kan dia udah tau lo itu jago bela diri, dia aja udah pernah lo banting dan kenapa juga lagi dia kirim pengawal untuk lo. Mana ada dua orang lagi. Hahaha...(dinda)
"Gue rasa dr.Nando itu memberi lo pengawal bukan sekedar untuk melindungi lo aja dita, tetapi juga untuk memata-matai lo, supaya lo tidak bisa jelalatan. (kata dinda lagi)
"Iya ya din, lo ada benarnya juga. Emangnya mereka pikir kita ini cewek apaan coba, awas aja nanti pas pulang, gue mau protes sama dia (kata dita)
"Hai, yang di mata-matai itu hanya kalian berdua ya bukan gue. Kalau gue sih, calon imam gue itu selalu percaya kepada gue. (kata dinda yang menyombongkan dirinya)
"Kepedean lo din (celetup dita)
"Kok kita berdua, kan dita yang pakai pengawal gue udah gak ya. (kata nayna)
"Hello Nayna... nyonya Nattan...emang lo pikir lo itu sudah tidak ada pengawal lagi, apa lagi saat lo keluar rumah seperti ini...? (tanya dinda)
"Ya gue rasa sudah tidak ada lagi din, lagian gue sudah tidak pernah melihat mereka lagi. (kata nayna)
"Baiklah, sekarang coba lo lihat dua mobil hitam yang ada di belakang mobil kita itu (kata dinda sambil melihat dan menunjuk ke arah belakang)
"Ya gue lihat, terus...! (nayna)
"Mobil yang sebelah kiri itu yang kecil, di isi oleh dua orang itu adalah mobil pengawal yang di perintahkan oleh pak dr untuk mengikuti dita. Dan mobil yang di kanan itu di isi 4 orang adalah mobil pengawal yang di perintahkan suami lo nay. (jelas dinda)
"Nay nay, Ok lo boleh gak percaya sama gue itu hak lo. Dan sekarang coba lo dengar gue baik-baik. Nay, lo itu kan pintar jadi gue rasa lo itu pasti sangat mudah dalam untuk hafal menghafal atau ingat mengingat. Nah jadi sekarang lo lihat baik-baik mobil di sebelah kanan itu, lo lihat warnanya apa, mereknya apa, dan yang lebih penting lo hafalin tuh plat nomor nya. Bagaimana udah...? Dan mulai dari sekarang, setiap kali lo keluar rumah baik sendiri, sama suami lo, atau sama siapa pun, mau lo jalan kaki, pakai motor atau mobil, lo cobalah lihat ke sekeliling lo pasti lo selalu menemukan mobil dengan warna dan plat nomor yang sama seperti itu (jelas dinda)
"Wah hebat lo din, lo itu sudah sangat cocok jadi mata-mata sekarang ya sejak lo jadi pacarnya asisten pribadi mas Nattan. Lo itu tau semuanya. (kata dita, sambil memberikan jempol untuk dinda)
Nayna diam, mencerna apa yang di katakan oleh dinda.
Mobil pun masuk ke parkiran mall, dita mencari tempat parkir untuk mobilnya. Setelah mobil terparkir dita mematikan mesin mobil, dan mereka pun keluar dari mobil.
Nayna melihat ke sekeliling, membuktikan apa yang di katakan dinda. Nayna memang melihat mobil itu tapi nayna tidak bisa melihat orang yang ada di dalamnya karena kaca mobil yang hitam gelap.
"Ayo masuk, kita cari makan dulu ya gue udah lapar banget (kata dita, menggandeng tangan nayna)
"Ya ayo (kata nayna)
Dinda ikut bergabung bersama dita dan nayna, mereka bertiga masuk ke dalam mall, berjalan menuju tempat makan yang biasa di kurangi ke tiganya saat ke mall.
Saat sudah masuk ke dalam tempat makan, nayna dan dita duduk sedangkan dinda seperti biasa dia memesan makanan. Setelah makanannya siap dinda membawanya ke meja di mana sudah ada kedua sahabat nya di sana.
"Nay kok lo diam aja, kenapa...? apa lo masih kepikiran apa yang gue bilang tadi...? (tanya dinda, lalu duduk di kursi yang kosong)
__ADS_1
"Ya din, gue pikir mas Nattan sudah tidak memerintahkan para pengawalnya untuk mengikuti gue kemana-mana lagi. Ternyata...! (kata nayna dengan raut wajah yang sedih)
Dita menggeser kursi nya, mendekat ke nayna dita mengelus punggung nayna memberi ketegaran untuk nayna
"Nay, lo itu gak usah sedih, atau kesal sama sama mas Nattan. Sekaran lo jawab pertanyaan gue, lo itu siapa...? (tanya dinda, sambil menatap nayna yang juga menatap nya)
Dita merasa heran dengan pertanyaan dinda, dan berkata
"Lo gak usah aneh-aneh deh din. Kan lo sendiri tau dia itu siapa...? Dia itu nayna ya siapa lagi, masih juga lo tanya, bentar-benar aneh lo din. (gerutu dita)
"Lo itu bisa diam gak dit, cepat kali Nyamber nya aja kayak bahan bakar di kasih api. (kesal dinda)
"Ya abis pertanyaan lo itu yang gak-gak aja. Masak lo tanya dia siapa, kepada orang nya sendiri. Emang dia lagi hilang ingatan apa...? Udah nay lebih baik kita makan aja gak usah meladeni dinda yang sudah mulai gila ini (kata dita)
"Dita, please deh dengerin gue dulu....(kata dinda dengan suara yang cukup kencang)
"Dinda suara lo, malu tau di liatin orang-orang (omel dita)
"Ya iya maaf, makanya dengerin gue dulu. (kata dinda)
"Ya apa...! (sewot dita)
Nayna hanya diam, menggelengkan kepalanya melihat dua sahabatnya yang saling berdebat itu.
"Nay...(Panggil dinda, nayna pun seketika melihat ke dinda, begitu juga dengan dita) Nay lo tau kan lo itu siapa...? Ya lo itu Nayna, dan status lo saat ini adalah istri dari Samuel Nattan Prayoga CEO dari salah satu perusahaan yang sangat besar dan terkenal di kota ini yang juga sudah memiliki beberapa cabang baik di dalam maupun di luar negeri. Putra dari pemilik beberapa hotel bintang 5, putra desainer ternama yang tentunya banyak di kenal orang. Cucu dari pria kaya yang sangat di hormati dan disegani. Satu-satunya pewaris dari semua itu dan lo itu adalah istrinya. Suami lo itu dan semua anggota keluarganya banyak di kenal orang, memang banyak orang yang hormat dan menyayangi mereka, tetapi dari sekian banyak orang itu tidak semuanya orang baik dan suka sama mereka, tapi pasti ada orang yang tidak suka sama mereka. Karena lo itu bagian dari keluarga mereka makanya mereka sangat menjaga lo, karena mereka sangat menyayangi lo dan mereka tidak mau terjadi apa-apa sama lo. Makanya mereka memerintahkan pengawal secara diam-diam untuk menjaga lo, apa lagi saat lo berada di luar jauh dari mereka. (jelas dinda)
Nayna tidak bisa lagi berkata apa-apa, Air mata nayna sudah tumpah sejak tadi, dia mencermati setiap kata yang di ucapkan oleh dinda. Dan nayna mengerti sekarang, tujuan suaminya memberikan pengawalan untuknya sangat baik. Untuk menjaganya...
Dita memeluk nayna, mengusap air matanya. Dinda berdiri dari duduknya mendekati kedua sahabatnya itu. mereka bertiga saling peluk.
Begitu banyak mata yang melihat adegan tiga sahabat itu.
Ketiganya tiba-tiba menyadari setiap pandangan orang, lalu ketiganya tertawa bersama. Dinda kembali duduk di kursinya. Nayna sudah terlihat tenang, dan mereka pun menyantap makanan yang sejak tadi di anggur kan.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......
...🤗🤗🤗...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....
...🥰🥰🥰...
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...