Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Kecelakaan


__ADS_3

Keesokkan harinya


Nayna sudah bersiap untuk pergi ke kampus, dia saat ini sedang duduk di kursi teras rumah sambil membaca buku. Menunggu Nattan yang sedang mengambil berkas-berkas kerjanya yang ada di dalam ruangan kerja yang lupa dikeluarkannya.


"Udah di ambil semuanya mas...? (tanya Nayna saat Nattan sudah ada di dekatnya)


"Sepertinya udah semuanya sayang (ujar Nattan sambil membolak-balik mengecek, beberapa map yang dipegangnya.


"Coba cek dengan teliti dulu mas, dan pastikan kalau sudah terbawa semuanya. Biar nanti mas gak bolak-balik menjemputnya ke sini. (kata Nayna sambil berdiri dari duduknya)


"Ya sayang (ujar Nattan)


Nattan kembali mengecek map yang ada di tangannya.


"Bagaimana...? udah di bawa semuanya...? (tanya Nayna lagi setelah Nattan selesai mengecek)


"Alhamdulillah, sudah semuanya sayang. Ayo kita berangkat sekarang...! (seru Nattan)


"Ya mas (ucap Nayna menganggukkan kepalanya, lalu mengambil buku-bukunya yang dia letakkan di atas meja, serta mengambil tas sampingnya yang juga diletakkannya di sana.


Keduanya pun berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan mang Koko.


Nayna masuk ke dalam mobil terlebih dahulu, sedangkan Nattan memasukan berkas-berkas yang dia bawa di bangku belakang mobil. Serta meletakkan tas laptopnya di sana.


Setelah menutup kembali pintu belakang mobil, Nattan pun masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku kemudi di samping Nayna.


Nattan mulai memacu mobilnya meninggalkan kediamannya secara berlahan.


Mobil mereka masih melaju secara berlahan di jalanan yang cukup ramai oleh berbagai kendaraan itu. Walaupun jalanan pagi ini ramai tetapi kali ini kendaraan mereka tidak ada terjebak macet.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya mereka pun sampai. Dan mobil yang di kendarai Nattan berhenti di depan kampus Nayna.


Setelah berpamitan kepada Nattan, Nayna pun turun dari mobil. Dan menepi di pinggiran jalan.


Nayna melambaikan tangannya kearah mobil Nattan sambil tersenyum seperti biasanya, Tidak lama mobil Nattan pun mulai melaju secara berlahan.


Dan Nayna pun memutar tubuhnya berjalan ke arah gerbang kampus berbalik, baru saja beberapa langkah Nayna berjalan tiba-tiba...


Aaaa....Awas....(Suara teriakan)


Hitttt...(suara rem mobil)


Duarr (suara tabrakan yang sangat kencang)


"Aaaa...Ya Allah...(Teriak Nayna, dan secara refleks Nayna mendekap kedua telinganya dengan kedua tangannya. Karena kakinya terasa lemas Nayna pun langsung terduduk dan seluruh tubuhnya gemetaran)


Dua orang perempuan yang di perintahkan oleh Nattan untuk selalu ngawasin Nayna langsung berdiri dan memeluk tubuh Nayna.

__ADS_1


Kedua orang itu berusaha menenangkan istri dari tuannya itu.


Nayna menangis, tubuhnya gemetaran. Dia menatap gadis yang terkapar di tengah jalan yang tidak jauh dari nya itu, darah sudah mulai mengalir dari tubuh perempuan itu. Perempuan itu terlihat sudah tidak bergerak lagi. Orang-orang yang ada di tempat kejadian serta melihat langsung kejadian itu juga berlari dan mulai mengerumuni korban kecelakaan.


Semuanya tampak panik, ada yang menangis, histeris, berteriak meminta tolong dan sebagainya saat melihat korban.


Mobil yang menabrak pun juga mulai di kerumuni oleh orang-orang guna meminta pertanggungjawaban.


Nattan yang baru saja ingin menambah kecepatan laju mobilnya juga tampak kaget saat mendengar suara dentuman yang di hasilkan oleh kecelakaan itu.


Nattan seketika menginjak rem mobilnya, lalu melihat ke arah belakang. Dan Nattan pun segera menepikan mobilnya dan segera turun dari mobil.


Banyak orang yang berlarian untuk melihat apa yang terjadi. Begitu juga dengan Nattan, Nattan juga berlari. Saat sudah di dekat tempat kejadian Nattan langsung melihat ke tempat dimana dia menurunkan Nayna tadi, dan tidak jauh dari sana Nattan melihat Nayna yang menangis histeris dan berada di dalam pelukan orang suruhannya yang tampak menenangkan Nayna.


Nattan membelalakkan matanya, Dengan langkah cepat menerobos banyaknya orang, Nattan pun langsung menghampiri Nayna.


"Sayang... (Teriak Nattan saat sudah berada di dekat Nayna)


Kedua perempuan suruhan Nattan itu langsung menoleh ke sumber suara. Begitu juga dengan orang-orang yang ada di sana mereka yang tadinya melihat korban kecelakaan seketika juga menoleh ke arah Nattan saat mendengar suara teriakan Nattan.


"Tuan nona...(ujar salah seorang perempuan itu)


Nattan panik melihat kondisi Nayna.


Tanpa menghiraukan apapun Nattan langsung mengambil alih memeluk tubuh Nayna.


Nayna masih saja menangis, tubuhnya masih gemetaran dan terasa sangat dingin, keringat bercucuran dari tubuhnya.


"Segera ambil mobil (perintah Nattan kepada salah seorang orang suruhannya)


Perempuan yang di perintahkan itu pun langsung berlari.


Nattan langsung memapah tubuh Nayna saat melihat mobil yang di ambil orangnya itu sudah mendekat.


"Kamu tolong urus korban kecelakaan. (ujar Nattan kepada salah seorang orang suruhannya yang ada di dekatnya)


"Baik tuan (ujar perempuan itu, lalu berlari dan masuk di dalam kerumunan orang yang melihat korban kecelakaan yang masih terkapar di jalan)


"Kerumah sakit sekarang. (ujar Nattan kepada perempuan yang ada di bangku kemudi mobil)


"Baik tuan (jawab perempuan itu dan langsung memacu mobil)


Beberapa menit setelah Nattan pergi membawa Nayna, ambulance pun datang, dengan cepat mereka memberikan pertolongan pertama kepada korban. Lalu tidak lama korban pun di masukan ke dalam ambulance untuk di bawa kerumah sakit.


Di dalam mobil


Nattan masih berusaha menenangkan Nayna yang ada di dalam pelukannya. Nattan tampak sangat khawatir dengan kondisi Nayna saat ini.

__ADS_1


Saat mobil berhenti tepat di depan rumah sakit Nattan pun dengar cepat keluar dari mobil lalu kembali menggendong Nayna dan langsung masuk ke dalam IGD.


Beberapa orang dokter yang ada di sana dan mengenali Nattan dengan cepat mendekati Nattan dan bertanya apa yang terjadi.


Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Nattan mereka langsung memeriksa kondisi Nayna.


Nattan juga meminta kepada mereka untuk memanggil dokter Dewi, dokter kandungan Nayna.


Tidak butuh waktu lama dokter kandungan Nayna pun datang, dan langsung memeriksa kandungan Nayna.


Selama pemeriksaan Nattan tidak keluar dari sana, Nattan mendampingi sambil memegang tangan Nayna.


Berangsur-angsur Nayna pun terlihat lebih tenang. Dan dokter memindahkan Nayna ke kamar rawat untuk sementara sampai kondisi Nayna benar-benar pulih seperti biasanya.


Setelah pindah ke ruang perawatan, dan Nayna sudah tertidur. Nattan pun pergi menemui dokter yang menangani Nayna.


Di ruangan dokter


Dokter menjelaskan kondisi Nayna saat ini kepada Nattan. Secara fisik memang Nayna baik-baik saja tetapi psikis Nayna tidak baik-baik saja.


Nayna trauma saat melihat kecelakaan, bahkan Nayna akan histeris saat melihatnya apa lagi secara langsung sama seperti yang terjadi saat ini.


Banyak hal di jelaskan dokter kepada Nattan, Nattan pun mengerti dengan penjelasan dokter, setelah selesai mendengarkan penjelasan dari dokter Nattan pun pamit dan keluar dari ruangan dokter itu, Nattan berjalan berlahan ke arah kamar rawat Nayna.


Setelah sampai dan menutup kembali pintu kamar, Nattan pun berjalan menghampiri Nayna. Nattan menatap wajah Nayna lalu semua yang dikatakan oleh dokter tadi kembali terngiang di ingatannya.


Nattan duduk di samping Nayna, lalu menggenggam tangan Nayna.


"Maafin mas sayang, Mas janji akan selalu menjaga dan selalu ada untuk kamu. Jadi mulai hari ini kamu jangan takut lagi, mas selalu ada untuk kamu (ujar Nattan dalam hati)


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...🥰🥰🥰...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


__ADS_2