Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Kepergian Andin


__ADS_3

Sasampainya di depan ruangan, dokter dan juga perawat yang tadi masuk ke dalam ruangan.


"Ada apa pak Andre..? kenapa dokter dan perawat itu masuk tergesa-gesa...?


apa terjadi sesuatu dengan Andin...? (tanya nayna dengan cemas)


"kita do'akan aja nak, semoga nak andin baik-baik saja.


Suasana di depan ruangan IGD itu pun hening. Didalam dokter itu dan Beberapa rekannya yang ada di dalam yang sudah dari tadi memberi pertolongan kepada andin masih berusaha mengembalikan detak jantung andin yang sudah berhenti.


"Bagaimana dokter (kata dokter senior yang baru masuk tadi)


Kedua dokter yang ada di sisi Andin pun menggelengkan kepala, pertanda kalau sudah tidak ada harapan lagi.


"Jantungnya sudah berhenti dok (kata dokter junior)


Dokter pun menganggukkan kepalanya, dan melipat kedua tangan andin di dadanya.

__ADS_1


"Buka semua peralatan medis nya, saya kan mengabari anggota keluarganya.


"Baik dokter (Kata para perawat/suster yang ada di dalam)


Dokter pun keluar dari ruangan di ikuti oleh kedua dokter juniornya, Menatap satu persatu keluarga pasien yang sudah berdiri dari tadi di depan pintu.


"Kami sudah melakukan semaksimal mungkin untuk menangani pasien, ternyata tuhan lebih sayang beliau, saya mewakili semua rekan-rekan saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. (sambil membungkukkan badannya diikuti oleh kedua rekannya)


"Apa maksud dokter itu miss...? (Tanya nayna) apa maksudnya dokter sambil menghadap ke arah dokter itu.


"Maaf dek, kami tidak bisa menyelamatkan teman adek, teman adek sudah meninggal dunia.


Seketika nayna yang mendengarkan pernyataan dokter pun lari dan membuka pintu ruangan diikuti oleh miss mita, pak zul dan riko. pak Andre masih berbicara dengan dokter selesai bicara barulah pak Andre masuk.


"Andin bangun... (kata nayna sambil mengguncang tubuh andin yang sudah terbujur kaku)


Bangun din, ayo kita pulang, andin bangun...(nayna menangis sesekukan)

__ADS_1


Tiba-tiba nayna pun lemas dan pingsan, semua yang ada pun panik, memberikan pertolongan kepada nayna, pak Zul dan riko mengangkat tubuh nayna menuju ruangan di sebelah diikuti oleh miss mita dan salah satu perawat untuk memberi pertolongan kepada nayna.


"Miss kami keruangan andin dulu ya, saya mau menanyakan kepada pak Andre untuk pemakaman andin, dan juga mengabari ibu panti sebagai wali andin, ayok rik ikut bapak (kata pak Zul)


"Baik pak saya akan jaga nayna d sini sampai nayna kembali siuman.


Pak Zul dan riko pergi menuju ruangan andin untuk menemui pak Andre yang masih di dalam, setelah berbincang dengan pak Andre dan mengabari ibu panti yang sedang dalam perjalanan pak Zul mengurus surat-surat untuk kepulangan jenazah andin yang akan di bawa ke kota J sesuai permintaan ibu panti.


Beberapa jam setelah pengurusan semua surat-suratnya ibu panti pun sampai di rumah sakit, dan berlari menuju ruangan dimana Andin berada, ibu panti menangis di samping jenazah andin.


"Pak di mana nayna, dia pasti sangat terpukul atas kepergian andin, karena mereka sangat dekat. (kata ibu panti kepada pak Andre setelah memberi salam kepada mereka yang ada di ruangan itu)


"Nayna ada di ruangan sebelah buk di temani oleh guru kelasnya, tadi nayna sempat pingsan. Ya memang sepertinya nayna sangat terpukul atas kepergian andin sahabatnya, karena belum lama kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan juga, sekarang malah di susul sama sahabat baiknya.


"Kasihan anak itu, walaupun saya belum pernah bertatap muka secara langsung dengan dia, tapi saya selalu berkomunikasi lewat hp melalui andin. saya tau dia anak yang baik dan sangat tegar.


"Ya buk nayna memang anak yang baik, dan dia juga merupakan salah satu siswi yang berprestasi di sekolah dalam hal pelajaran, begitu juga dengan Andin dia selalu mengharumkan nama sekolah, saya merasa sangat kehilangan (kata pak Andre)

__ADS_1


__ADS_2