
Ardy kembali ke perusahaan, saat di jalan menuju perusahaan ardy sudah menelpon semua orangnya, meminta mereka untuk menemuinya di villa milik Nattan yang bisa, tempat mereka berkumpul. Villa itu sangat jauh dari keramaian kota.
Setelah sampai di perusahaan ardy secara buru-buru masuk kedalam ruangannya, dian yang melihat ardy kembali hanya sendiri dan terburu-buru masuk kedalam ruangannya merasa heran, tetapi dian hanya diam di mejanya.
Ardy mengambil laptopnya, lalu mulai melacak nomor hp yang menghubungi dan mengirim pesan kepada nayna.
Ardy tampak sangat frustasi karena baru kali ini dia sangat sulit melacak nomor hp seseorang, karena biasanya ardy sangat mudah dalam melacak semua nomor hp baik di dalam maupun di luar negri sekali pun.
"Siapa sebenarnya orang ini, kenapa saya tidak bisa melacak nomor hp nya. Berengsek pasti orang ini juga mengerti tentang IT makanya saya tidak bisa tau siapa pemilik nomor ini. (geram ardy, yang berbicara sendiri)
Lalu ardy mencoba menghubungi nomor tersebut, menggunakan nomor hp rahasianya, tetapi panggilan di tolak seolah orang itu tau siapa yang menghubunginya.
" Baiklah, saya sudah tau cara untuk memancing kamu supaya saya bisa tau siapa yang sudah berani membuat adik saya takut. (kata ardy yang masih bicara sendiri)
Ardy mengambil hpnya, lalu menelpon Dicky temannya.
๐(Ardy) Dicky bisa saya bertemu dengan kamu sekarang...? (tanya ardy, to the point saat sudah mendengar suara dicky di sebrang sana)
๐(Dicky) Kebetulan saya ada di kafe hitam manis di depan perusahaan kalian, saya lagi menemui teman saya yang ternyata pemilik kafe ini, saya tunggu kamu di sini.
๐(Ardy) Baiklah, saya ke sana sekarang.
Ardy langsung mengakhiri panggilan nya, lalu keluar dari ruangannya, berjalan menuju lift lalu turun ke lobi dan ardy pergi ke kafe yang ada di sebrang perusahaan.
Ardy. masuk kedalam kafe, lalu melihat ke sekeliling, Ardy melihat dicky yang duduk bersama seorang perempuan di tempat duduk sudut kafe itu. Ardy pun mendekat setelah dicky melambaikan tangannya.
Ardy duduk di kursi yang kosong dekat samping dicky, lalu dicky mengenalkan temannya itu, setelah cukup lama berbincang-bincang bertiga, lalu dicky menanyakan kenapa ardy mencarinya.
Siska, nama pemilik kafe itu, teman dicky. Siska langsung mengerti dengan tatapan ardy, siska pun permisi kepada dua sahabat itu. lalu siska meninggalkan ardy dan dicky berdua.
"Sepertinya ini masalah yang sangat serius. Ada apa...? pasti lo butuh bantuan saya...!!! (dicky)
"Ya lo benar dicky, (ardy, menceritakan semuanya kepada dicky)
Dicky menganggukkan kepalanya, karena dia sudah mengerti apa yang harus dia bantu dicky langsung mengambil dan mengeluarkan tabletnya yang selalu dia bawa kemana pun.
__ADS_1
Dicky mulai melacak menghidupkan alat pelacak nya di tablet canggih itu dan mengirimkan beberapa pesan kepada nomor yang di berikan oleh ardy.
Saat si penerima pesan membuka isi pesan itu, dengan cepat dicky melihat lokasi keberadaan orang tersebut.
"Ardy coba lo lihat. (kata dicky menunjukkan titik tempat orang itu membuka pesan dari dicky)
"Berengsek, ini kan alamat dream house Nattan, jadi orang itu ada di sana sekarang...!!! (kata ardy yang merasa kuatir)
Ardy mengambil hpnya lalu mengabari Nattan, Nattan yang sedang menemani nayna makan hanya menanggapi seadanya semua yang di katakan ardy, supaya nayna tidak cemas dan takut.
Ardy yang mengerti lalu mengakhiri telpon nya.
"Apa kita gak bisa melihat plat mobil itu dic, atau melihat orang yang ada di mobil itu...? (tanya ardy kepada dicky yang masih mengamati orang yang menerima pesan dari dia)
"Sepertinya orang ini menggunakan plat mobil palsu ar, coba lo lihat ini, dan ini, dia juga memakai wajah palsu, sepertinya dia bukan orang sembarangan, sepertinya dia tau semua tentang Nattan, dan tau apa yang akan di lakukan Nattan, makanya dia sudah bersiap seperti ini. (kata dicky)
"Lo benar dic, saya juga berpikir yang sama seperti lo saat saya tidak bias melacak nomor hp orang ini. (kata ardy)
"Sepertinya orang ini tau, kalau Nattan sudah mengetahui keberadaannya sekarang ar, ini dia mau pergi, lo lihat kan. (dicky)
Setelah melihat orang itu pergi, Dicky meletakan tabletnya di atas meja.
"Ya Dic saya akan mengirimkan beberapa orang saya untuk berjaga di dream house, dan untuk mengawasi nayna sepertinya Nattan sudah melakukan itu, karena kata orang saya tadi beberapa dari mereka sudah mengawasi nayna dari kejauhan dalam minggu ini, atas perintah Nattan.
"Ya saya tau Nattan pasti sudah melakukan itu. (Dicky)
"Baiklah dic, terima kasih atas bantuan lo, kalau lo menemukan yang lain, lo segera kabari saya (kata ardy)
"Siap ar, itu pasti (kata dicky)
Setelah berpamitan ardy pun pergi meninggalkan dicky yang masih duduk di bangku itu.
Ardy kembali ke perusahaan, setelah sampai di dalam ruangannya, ardy meminta beberapa orang kepercayaan untuk mengawasi gerak gerik orang yang mencurigakan di dream house, dan juga beberapa orang untuk berjaga di dream house.
Orang yang di perintah ardy pun pergi ke dream house, sesuai dengan yang di perintahkan oleh ardy, Sebelum orang itu sampai di dream house ardy mengabari Nattan, Nattan menyetujui saran dari ardy.
__ADS_1
Supaya nayna tidak tambah takut atau semakin cemas, Nattan memberi pengertian kepada nayna. Memberi tau bik Minah dan juga mang koko, tentang semuanya, termasuk para bodyguard yang di perintahkan oleh ardy.
Nayna, bik Minah dan mang koko menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Lalu Nattan dan nayna kembali masuk ke dalam kamarnya, Nattan tidak pernah jauh dari nayna, kemana pun nayna pergi Nattan selalu mengikuti nya, termasuk cuma mengambil minum di dapur, Nattan selalu mengikuti nayna dari belakang.
Nayna duduk di atas tempat tidur sambil membaca novel kesukaannya, Nattan juga duduk di samping nayna sambil membuka email yang masuk di hpnya.
Nattan melihat ke arah nayna yang senyum-senyum sendiri sambil membaca. Nattan merasa heran melihat nayna.
"Kamu lagi baca apa sih sampai senyum sendiri seperti itu...? (tanya Nattan)
"Lagi baca cerita di novel ini mas (jawab nayna)
"Emangnya novel itu bercerita tentang apa...? (tanya Nattan yang pura-pura tidak tau, padahal dia sudah membaca novel itu, kerena itu adalah salah satu novel koleksi Nattan)
(Ya Nattan memiliki banyak kesamaan dengan nayna, termasuk membaca novel)
"Ini tentang ciuman pertama seorang gadis remaja mas (jawab nayna apa adanya)
"Apa kamu sudah pernah merasakannya...? (tanya Nattan)
Nayna menggelengkan kepalanya, nayna tidak tau maksud dari perkataan Nattan.
"Apa kamu mau mencobanya...? (tanya Nattan lagi)
Nayna kaget, lalu baru menyadari dengan semua pertanyaan Nattan, nayna menatap meta Nattan, jantung nayna berdegup sangat kencang, apa lagi saat Nattan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah nayna. Lalu
Cup..
Nattan mencium bibir nayna sekilas, karena nattan takut tidak bisa mengontrol diri lalu Nattan mencium kening nayna dan memeluk nayna dengan sangat erat, nayna pun membalas pelukan Nattan.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...
__ADS_1
...๐ค๐ค๐ค...
...Terima kasih ๐๐ฅฐ...