Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Kepulangan Nattan


__ADS_3

Suasana di dapur yang biasanya selalu ramai oleh suara gelak tawa dari tiga orang gadis yang sedang membantu bik Minah di dapur pada saat menyiapkan makan makan, saat ini sudah tidak terdengar lagi.


Di dapur saat ini cuma ada bik Minah yang di bantu oleh nayna. Sedangkan dita dan dinda kedua sahabat nayna sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Saat di sekolah dinda mendapat telpon dari papanya dan papa dinda meminta dinda untuk pulang karena mereka ada acara keluarga. Jadi setelah pulang sekolah dinda mampir sebentar ke rumah nayna untuk berpamitan kepada bik Minah, mang koko, dita, nayna dan mengambil pakaiannya, dinda langsung pulang ke rumah nya.


Sedangkan dita, pada Sore harinya tiba-tiba kedua orang tuanya datang ke sana menemuinya.


Satu hari setelah kedatangan tante dini, Dita memberanikan diri menghubungi orang tuanya. Menceritakan semua nya, serta kenapa dia ada di rumah nayna saat ini.


Setelah mendapat kabar dan mendengar semua cerita dari sang putri kedua orang tua dita yang merasa cemas dan mereka langsung berangkat ke kota j, setelah mendapat izin dari RS tempat mereka bekerja.


Setelah sampai dan istirahat sebentar di hotel mereka langsung menemui sang putri yang saat ini berada di rumah sahabat nya.


Karena hari sudah mulai malam, ibu dan ayah dita berpamitan kepada nayna, dan mereka juga membawa dita bersamanya.


"Rumah jadi sepi lagi ya non. Biasanya selalu aja ada kehebohan dari kedua sahabat non itu. (ucap bik Minah di sela-sela masak)


"Ya bik, bakalan terasa lama waktu malam ini berputar nya bik. Mereka memang seperti itu bik selalu buat rame, apa lagi si dinda, anaknya seakan tidak pernah capek buat orang tertawa. (ucap nayna)


"Iya non, dia juga cepat sekali akrab sama orang. Sama bibik aja kan dia belum lama kenal, eh sikapnya itu seperti dia sudah kenal lama. (kata bik Minah)


"Ya bik, begitu lah dinda. Anak manja yang sangat ceria. (ucap nayna)


"Non beruntung punya sahabat yang sangat baik seperti mereka. (ucap bik Minah)


"Ya bik, mereka bukan hanya sahabat untuk nay, tapi nay sudah menganggap mereka saudara. (kata nayna sambil menata makanan di atas meja dan tersenyum)


"Nona nayna memang gadis yang sangat baik, betapa beruntung nya den Nattan memiliki non. Bibik sangat bersyukur memiliki majikan sebaik nona nayna. Pasti kedua orang tua nona orang yang sangat baik sehingga mereka memiliki putri yang sangat baik seperti nona.


Pasti orang tua yang memiliki putri sebaik nona akan sangat bangga.


Bahkan bibik berdoa, di kehidupan bibik selanjutnya bibik ingin nona menjadi putri kandung bibik. (kata hati bik Minah)


"Ada apa bik...? (tanya nayna saat melihat bik Minah yang melamun sambil menatapnya)


"Ah gak apa-apa non, maaf bibik melamun. (ucap bik Minah)


"Lah kok minta maaf bik, emangnya melamun itu suatu kesalahan...! gak kan bik...! Ya udah dari pada bibik nanti melamun lagi, lebih baik bibik panggil mang koko sekarang kita makan bersama di sini, nay udah lapar bik. (ucap nayna sambil bermanja kepada bik Minah, mengedipkan kedua matanya seolah memohon supaya bik Minah tidak menolak permintaan nya)


"Ya udah bibik panggil mang koko sekarang, nona selalu ada aja ya caranya supaya bibik gak bisa menolak nya. (kata bik Minah sambil mengusap kepala nayna yang tertutup hijab, seperti memperlakukan putri nya sendiri)

__ADS_1


"Ya mau bagaimana lagi bik, dari pada makan sendiri. (ucap nayna tersenyum)


"Ya udah, sebentar ya non bibik panggil mang koko dulu. (ucap bik Minah)


"Ok bik. (ucap nayna kegirangan)


Bik Minah pun berjalan ke depan untuk memanggil mang koko, Sedangkan nayna setelah melihat bik Minah pergi dia pun menarik kursi dan duduk di sana, sambil menunggu bik Minah nayna mengambil ponselnya untuk mengirim chat kepada Nattan.


"Kok belum di baca...? apa mas Nattan masih sibuk...? Ah mungkin saja. Em... pasti mas Nattan belum istirahat makan malam, makanya gak tau ada chat masuk di ponselnya. Udah lah pasti nanti juga di balas. (kata nayna, lalu meletakan ponselnya di atas meja makan)


Tidak butuh waktu lama, bik Minah dan mang koko pun datang, setelah keduanya duduk mereka pun menikmati makan malam.


Setelah selesai mang koko kembali ke depan, sedangkan bik Minah dan nayna membereskan meja makan.


"Udah non, biar bibik aja yang cuci piringnya, nona ke atas aja, nona kan harus belajar, nanti keburu larut malam nona tidur nya. (ucap bik Minah)


"Ya udah, kalau begitu nay naik ke atas dulu ya bik. (kata nayna)


"Ya non. (kata bik Minah)


Nayna pun keluar dari dapur, lalu berjalan ke arah tangga, nayna menaiki anak tangga satu persatu dengan sangat pelan, sambil mengecek chat yang dia kirim kepada Nattan.


"Kenapa belum di baca juga...!


Em... (kata nayna yang berbicara sendiri)


Nayna masuk kedalam kamar masih menatap layar ponselnya.


"Aduh, ah... sakit... (ucap nayna sambil mengelus kakinya yang terbentur sama meja)


Astagfirullah...nayna nayna, kenapa sih meja sebesar ini lo bisa gak lihat...? (kata nayna pada dirinya sendiri, sambil geleng-geleng kepala, lalu tersenyum)


Nayna duduk di sofa yang ada di dekatnya, meletakan ponsel di atas meja. Setelah rasa sakit di kakinya berkurang nayna pun berjalan mengambil buku pelajaran nya, lalu membawanya kembali ke sofa yang ada di kamar.


Nayna pun mulai belajar.


Membuka satu persatu buku pelajaran yang dia bawa. Mempelajari setiap materi yang sudah mau pun yang belum di pelajari.


Setelah beberapa jam nayna belajar, rasa kantuk pun sudah tidak bisa dia tahan, nayna membereskan semua buku-buku nya, lalu nayna masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaiannya.


Nayna tidak henti-hentinya menguap, saat sudah di tempat tidur pun nayna masih saja menguap, lalu nayna membaringkan tubuhnya, tidak butuh waktu lama nayna pun tertidur.

__ADS_1


***


Di sisi lain


Pesawat pribadi keluarga prayoga baru saja landing.


Dan saat ini Nattan dan Ardy sudah berjalan keluar bandara menuju mobil kantor yang menjemput mereka yang sudah terparkir satu jam yang lalu di parkiran bandara.


Sambil terus berjalan Nattan mengecek ponselnya, dan dia membaca chat dari nayna bahkan sambil tersenyum, saat sudah masuk ke dalam mobil Nattan membalas chat dari nayna. Nattan masih menatap layar ponselnya tetapi nayna belum membalas bahkan membaca chat dari Nattan.


"Kenapa belum di baca, apa dia sudah tidur...? (ucap Nattan yang berbicara sendiri)


"Maaf, apa tuan...? (tanya si supir, sambil melihat ke belakang memutar tubuhnya)


"Udah pak jalan aja, dia gak lagi bicara sama kita. (kata ardy)


Dia ini Sudah mulai gila makanya ngomong sendiri (ucap ardy lagi sambil sedikit berbisik kepada si supir)


"Saya dengar ya ar, kamu ngomong apa...! (ucap Nattan)


Udah pak jalan, antar kan saya dulu ke rumah baru abis itu bapak antar ardy. (Kata Nattan tanpa menoleh, masih sibuk dengan ponselnya)


"Kan rumah saya lebih dekat dari sini Nattan dari pada rumah kamu, ya seharusnya saya dulu yang di antar baru kamu. (protes ardy)


"Ardy, Kamu itu gak ada orang yang lagi menunggu di rumah, jadi bebas mau pulang jam berapa aja. Kalau saya berbeda istri saya lagi nungguin saya di rumah jadi saya harus pulang cepat. Jadi yang jomblo itu harus mengalah. (ucap santai Nattan)


"Sialan kamu nat, gak usah bawa-bawa jomblo ya. Ya udah pak kita antar tuan raja yang lagi kangen istri ini aja dulu. (ledek ardy)


Nattan yang mendengar kata-kata ardy pun tertawa.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......


...🤗🤗🤗...


...Vote, like dan komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....


...🥰🥰🥰...

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


__ADS_2