
Nayna berpamitan dengan dita dan dinda. Mobil Nattan sudah terparkir di depan kampus. Nayna mendekati mobil Nattan lalu masuk ke dalam mobil, sambil terus mengembangkan senyumannya.
"Assalamualaikum...mas (Nayna mengambil tangan Nattan dan mencium punggung tangan nya)
"Wa'alaikumsalam...sayang, bagaimana hari ini, dedeknya gak nakal kan...! (Nattan mengelus perut nayna yang masih datar)
"Nakal sih mas, tapi gak lama kok sebentar aja (kata nayna memegang tangan Nattan yang mengelus perut nya)
"Kok nakal sih nak, kasian tuh mamanya. (kata Nattan)
"Kok mama...! bunda mas...! (protes Nayna dan cemberut)
"Iya iya bunda...! maaf ya sayang mas salah. (Nattan menyatakan tangannya meminta maaf) Bunda ya dek bukan mama. (kata Nattan lagi masih mengelus perut nayna)
Nayna kembali tersenyum, Nattan juga tersenyum menatap nayna.
"Kita jalan sekarang...? (tanya Nattan)
Nayna tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepala nya. (yang arti nya iya)
Mobil pun melaju meninggalkan kawasan kampus
"Mas bukan nya ini arah jalan ke perusahaan masa...? kenapa ke sini...? Nay mau pulang ke rumah mas nay capek mau istirahat (rengek Nayna menatap heran ke Nattan)
"Ya sayang ini memang jalan menuju perusahaan. Mas gak akan mengantarkan sayang itu pulang, Apa sayang lupa dengan perjanjian kita...? (tanya Nattan, mengingat kan tanpa melihat ke nayna, Nattan hanya fokus melihat ke jalan)
"Ya nay masih ingat, tapi mas nay benaran capek hari ini apa gak sebaik nya kita pulang aja...! (nayna berusaha membujuk Nattan)
"Perjanjian tetap perjanjian ya sayang ingat itu...! Kita akan pulang nanti setelah pekerjaan mas selesai, lagian kan sayang nanti juga bisa istirahat di perusahaan. (kata Nattan dengan tegas)
"Ya udah, iya iya. ( kata nayna dengan kurang semangat)
"Mas untuk besok mas gak usah jemput nay di kampus ya, karena besok nay akan pulang bersama dinda, dan teman-teman yang lain, kita itu ada tugas kelompok mas, rencana nya kita mau mengerjakan nya di dream house, Jadi setelah jam kuliah habis nay, Dinda dan teman-teman yang lain akan langsung pulang ke dream house. Gak apa-apa kan mas...? (kata Nayna)
"Ya gak apa-apa sayang, baiklah mas gak akan jemput besok. Tapi sayang itu harus ingat ya, selalu hubungi mas, jaga diri baik-baik dan jangan sampai kelelahan. Sayang sendiri tau kan kondisi sayang itu sekarang seperti apa...! Jadi sayang itu gak boleh kecapean, harus banyak istirahat, jangan selalu maksain diri sendiri. (Nattan mengingat kan)
"Ya mas, insyaallah nay akan selalu ingat kok. Terima kasih ya mas sudah ngasih izin ke nay (kata nayna lalu merangkul tangan Nattan)
"Ya sayang. (Nattan mengelus kepala nayna yang tertutup hijab dengan satu tangannya) Oh ya sayang, nanti kasih tau bik minah ya kalau besok teman-teman sayang itu mau ke rumah untuk belajar kelompok, biar bik minah bisa mempersiapkan cemilannya. (ingat Nattan)
"Ya mas pasti itu, nanti kalau kita udah di rumah nay akan kasih tau si bibik. (kata nayna dengan riang)
Mereka berdua pun sampai di perusahaan, Nattan memikirkan mobilnya di tempat parkiran bisa nya, lalu nayna dan Nattan pun keluar dari mobil.
__ADS_1
Dengan menggandeng tangan nayna, Nattan dan nayna pun masuk. Beberapa karyawan yang berpas-pasan dengan Nattan dan Nayna menyapanya, nayna tersenyum membalas sapaan dari setiap orang, sedangkan Nattan dia hanya diam, memasang wajah yang datar.
"Mas, apa mas udah lupa caranya tersenyum...? (tanya Nayna saat mereka berdua sudah berada di dalam lift)
"Gak mas gak lupa, nih mas masih bisa tersenyum (Nattan tersenyum menatap nayna) Mas masih bisa kan tersenyum. Emang nya ada apa sayang kok sayang bertanya seperti itu...? (tanya Nattan keheranan)
"Nah itu bisa, terus kenapa tadi mas gak tersenyum atau membalas sapaan dari karyawan mas yang menyapa mas tadi...? (tanya nayna lagi)
"Oh itu, Senyum mas itu hanya untuk sayang bukan untuk mereka. Jadi ngapain mas tersenyum kepada mereka. (gombal Nattan)
"Gombal...(ucap nayna)
"Mas gak gombal sayang, itu fakta (kata Nattan)
"Tau ah...(kata nayna lalu keluar dari lift dengan cepat saat pintu lift terbuka, meninggalkan Nattan yang masih berada di dalam lift)
Nattan hanya menggelengkan kepalanya, menatap nayna yang sudah berjalan ke ruangannya.
Nattan pun keluar, lalu menyusul dengan cepat nayna yang sudah berada di depan ruangan.
"Kok mas malah di tinggalin, apa sayang itu lupa kalau ada suami sayang juga di dalam lift itu. (kata Nattan saat sudah berada di dekat nayna)
"Hehehe...maaf mas (kata nayna yang cengengesan)
Nayna pun masuk ke ruangan Nattan, seperti biasa Nayna berjalan ke kursi kebesaran Nattan, lalu nayna pun duduk di sana seperti biasanya.
Nattan hanya menatap dan menggelengkan kepalanya. Nattan mendekati Nayna, lalu Nattan pun duduk di kursi yang ada di hadapan Nayna.
"Apa sayang mau makan atau minum sesuatu...? (tanya Nattan)
"Em...nay mau salat buah aja mas, seperti biasa buah melon nya di banyak kan. (kata nayna)
Nattan menganggukkan kepalanya, tanda mengerti, lalu Nattan mengambil telpon yang ada di atas meja.
๐ Antar kan salat buah ke ruangan saya, seperti biasa buah melon nya di banyakin. (ucap Nattan setelah telpon nya tersambung)
Setelah mendengar jawaban dari orang yang di telpon, Nattan kembali meletakkan telpon nya.
Nattan mengambil berkas-berkas yang harus di tanda tangannya, meletakkan di hadapannya, Nattan mulai memeriksa berkas itu lalu menandatangani nya.
Nayna duduk dengan enteng dimeja kerja Nattan sambil menonton drama korea di laptop Nattan saat ini.
Sedangkan Nattan tampak sibuk dengan pekerjaan nya.
__ADS_1
"Nattan saya butuh....(Ardy masuk begitu saja ke ruangan nattan, ucapan ardy terhenti saat melihat nayna juga ada di sana) Eh nay kamu ada di sini. (kata ardy lagi, berjalan mendekat ke Nattan dan nayna yang saat ini menatapnya)
"Iya mas ardy nay baru aja datang, tadi di jemput sama mas Nattan di kampus. (kata nayna)
"Kamu butuh apa ar...? (tanya Nattan, menatap ardy yang tampak ragu-ragu untuk menjawab)
"Saya...(ardy dengan ragu-ragu menjawab, ardy menatap Nattan dan nayna bergantian)
"Apa...? (tanya Nattan lagi)
"Saya butuh berkas yang di tanda tangani itu sekarang (ucap ardy, sambil menunjuk berkas yang di pegang Nattan)
"Ini (kata Nattan)
Nattan tampak curiga dengan sikap ardy, Nattan memberikan berkas yang di pegang nya.
Dengan sorotan mata ardy Nattan mengerti sekarang.
"Kamu bawa lah berkas ini dulu ke ruangan meeting sebentar lagi saya menyusul. (kata Nattan)
"Baiklah. Nay mas tinggal dulu ya. (kata ardy)
"Ya mas (kata nayna, lalu kembali fokus menonton drama korea di laptop)
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Authornya down. โ...
...Terima kasih ๐...
...๐๐๐...
__ADS_1