Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Kecelakaan


__ADS_3

Nanya dan Andin sudah rapi dengan seragam sekolahnya, seperti biasa mereka berjalan kaki menuju sekolah, karena jarak antara kontrakan mereka dengan sekolah tidak jauh maka setiap harinya mereka berjalan kaki kesekolah, sama halnya sewaktu mereka tinggal di rumah kediaman Nayna dulu.


"Cepatan beb, nanti kita terlambat. (teriak nayna dari luar kepada andin yang masih sibuk dengan tasnya di dalam)


"Ya sebentar nay, semalam aku lupa memasukan buku pelajaran untuk hari ini ke dalam tas. (teriak andin dari dalam supaya sahabatnya itu mendengarkan)


"Sampai hitungan ke 10 kalau kamu gak keluar aku tinggal ya. (nayna mulai menghitung, satu-dua-tiga-empat-li...)


Belum sempat nayna menghitung Andin pun keluar dari rumah dan mengunci pintu.


"Sabar beb, main hitung-hitung aja. Nanti kalau ada buku aku yang ketinggalan kamu tanggung jawab ya.


"Enak aja, salah kamu sendiri semalam main nyelonong tidur aja tanpa memasukan buku-buku pelajaran yang akan kamu bawa untuk hari ini.


"Ya aku lupa nay, seharusnya kamu ingatkan aku setelah aku telponan sama ibu Santi semalam. (Ibu Santi adalah ibu pemilik sekaligus pengurus panti asuhan dikota J di mana Andin di besarkan)


"Kan aku da ingatkan semalam kamu aja yang gak dengar, malah langsung nyelonong tidur.

__ADS_1


"Ya ya maaf, ya udah ayo berangkat. Katany takut terlambat. bilang aja mau cepat-cepat ketemu sama pak zul guru baru itu, yang suka panggil kamu nay-nay. (ledek Andin)


"Apaan sih kamu. (kesal nayna dan berlalu meninggalkan Andin)


"Nay, tungguin. (sambil mengejar dan mulai merangkul tangan nayna yang masih terus berjalan)


"Masih marah nay-nay, (ledeknya)


"Udah ya din, geli tau kamu panggil seperti itu.


"Udah ya din sekali lagi kamu ledekin aku, aku gak mau ngomong lagi sama kamu selamanya.


"Ha ha ha, kamu lucu bangat nay dengan ekspresi wajah galak seperti itu. (Andin tertawa sambil memegang perutnya)


"ANDIN...KAMU MENYEBALKAN...(Teriak Nayna sambil menyebrang tanpa melihat kanan dan kiri)


"Nayna awas...(kata andin saat mobil yang melaju cepat ke arah nayna menyebrang)

__ADS_1


Andin berlari ke arah sahabatnya dan mendorong dengan kencang tubuh sahabatnya, nayna terjungkal ke depan kepalanya membentur pinggir trotoar. Sedangkan Andin tubuhnya seketika melayang ke udara setelah membentur mobil yang menabraknya, jatuh lagi ke depan mobil kepalanya membentur kaca mobil, jatuh ke aspal dan terseret beberapa meter. Darah mengalir dari kepala, hidung dan mulutnya. Semua siswa siswi yang ada di sekitar lokasi seketika berlari ke arah andin ada juga yang membantu nayna untuk berdiri.


Nayna menoleh ke arah suara benturan yang ada di belakangnya, nayna syok melihat kejadian yang menimpa sahabatnya tepat di depannya, air matanya sudah keluar dengan sendirinya, tubuhnya seketika kaku.


"AAANDIN....(Teriak Nayna, tangannya menggantung ke udara berharap bisa menggapai sahabatnya)


Tubuh Andin sudah tergeletak di aspal jalan tidak ada seorang pun yang berani memegang nya, satpam sekolah mengamankan lokasi guna memberi ruang untuk Andin, setelah dia memerintahkan kepada salah satu siswa untuk mengabari kepala sekolah dan juga menelpon ambulance rumah sakit.


"Mundur...kasih sedikit ruang, biar ada udara untuk korban, dan jangan ada yang memegang dia dulu sampai tim medis datang (kata satpam kepada siswa dan siswi yang sudah mulai mengerumuni Andin)


Nayna bangun dari posisinya di bantu oleh salah satu siswi kelasnya yang mengenali nya, nayna berlari ke arah sahabatnya yang sudah tergeletak tidak berdaya, menerobos kerumunan siswa siswi yang ada disana, seketika tubuhnya lemas melihat keadaan sahabatnya dan terjatuh duduk di sisi sahabatnya yang tersenyum kearahnya.


"Nay, (lirih andin dengan suara pelan menahan sakit)


"Diam lah beb, jangan bicara dulu. Aku gak marah kok sama kamu, aku cuma bercanda tadi (kata nayna karena dia tau apa yang akan di sampaikan sang sahabat setelah memanggilnya)


Dengan beruraian air mata dan sesekali mengusabnya, karena nayna tau sahabatnya tidak suka melihat dia menangis. sambil memegang sedikit jari tangan andin, nayna selalu berusaha memberi kekuatan kepada sahabatnya dan berusaha untuk tegar di depan sahabatnya itu, di dampingi oleh wali kelasnya miss mita dan juga pak zul yang kebelulan baru sampai ke parkiran sekolah dan melihat kejadian itu, dan langsung mengamankan sang pengemudi mobil.

__ADS_1


__ADS_2