
"Jangan-jangan apa sih maksud kakek (sambung Nattan)
"jangan-jangan kamu selama ini gak pernah meminta bantuan orang-orang kamu untuk mencari gadis itu ataupun membahas itu semua dengan asisten pribadi mu, itu kan sudah jadi kebiasaan kamu selalu gengsi meminta bantuan kepada orang lain, apa lagi untuk masalah yang kamu anggap spele, seperti permintaan kakek ini.
"Bukan begitu kek, Nattan pasti akan cari gadis itu untuk kakek tapi tanpa melibatkan siapapun.
"Tapi kapan, kamu sendiri selalu sibuk dengan urusan kantor, untuk mengunjungi kakek dan orang tua kamu aja di rumah besar kamu selalu tidak ada waktu, bagai mana kamu mau mencari gadis itu tanpa melibatkan asisten pribadi kamu atau pun orang-orang kamu yang ada di kota B. Emangnya kamu yakin, kakek meragukan kemampuan kamu tanpa bantuan asisten dan orang-orang mu itu.
Seketika wajah Nattan pun puas, dia tidak mau membalas ucapan kakek, karena apa yang dipikirkan kakek tentang dia adalah benar, selama ini dia belum memerintahkan orang-orangnya untuk mencari gadis yang di maksud oleh kakek atau pun menceritakan permintaan kakek kepada asisten pribadinya, karena dia pikir dengan berjalannya waktu kakek akan lupa dengan permintaannya itu.
__ADS_1
"Kakek udah makan siang belum, kalau belum kita makan siang dulu ya sebelum kakek pulang, kan kakek harus banyak-banyak istirahat, ingat pesan dokter. (Ajak Nattan untuk mengalihkan pembahasannya, karena dengan begitu seperti biasa kakek akan lupa dengan permintaannya sesaat.
"Ya, kita makan siang di restoran biasa, oh ya mana nak Ardy...?
Ardy Putra Pandawa adalah putra dari Dedi Pandawa asisten pribadi kakek Yoga, Ardy (sapaan akrabnya) adalah asisten pribadi Nattan sejak Nattan di beri kepercayaan untuk menjadi pemimpin di perusahaan NP grup yang merupakan teman dari kecil Nattan, tetapi Ardy 1 tahun lebih tua dari Nattan.
Nattan menelpon Ardy, dan tidak butuh waktu lama Ardy mengetuk pintu ruangan Nattan, setelah terdengar suara dari dalam yang mempersilahkan masuk, Ardy membuka pintu dan masuk ke ruangan di itu berjalan menuju dimana kakek Yoga berada, menyalaminya dan bergantian kepada sang ayah, lalu berdiri diam tepat di belakang Nattan, tanpa bertanya.
"Kita makan di tempat biasa, kamu ikut ya (kata Nattan tudepoin kepada Ardy)
__ADS_1
"Siap bro, (kata Ardy)
Ya Ardy memang tidak memanggil bosnya dengan panggilan tuan, bapak atau pun bos seperti karyawan yang lain, karena itu permintaan Nattan sendiri karena dia tidak nyaman kalau Ardy memanggil dia seperti itu, kecuali di depan klien mereka, kakek Yoga dan pak Dedi sudah tau itu.
"Ya udah ayo kita berangkat sekarang kek, kita pakai mobil Nattan, kita satu mobil aja.
"Itu ide bagus, jadi kakek bisa membahas hal yang tertunda tadi di dalam mobil dan bisa di dengar langsung sama asisten kamu, biar kamu tidak ingkar janji lagi. (sindir kakek Yoga dengan sedikit senyum di bibirnya)
Itu adalah tujuan utama kakek datang kekantor untuk menemui cucunya Nattan, agar bisa langsung bertemu dengan Ardy asisten sang cucu, karena dengan kakek membicarakan secara langsung di hadapan Ardy dan Nattan, maka cucunya itu akan memenuhi permintaannya. karena dari dulu Nattan tipikal orang yang tidak mau menceritakan apa saja termasuk urusan pribadinya kepada orang lain bahkan kepada asisten pribadinya sendiri yang merupakan sahabatnya. Nattan akan diam 1000 bahasa, kecuali Ardy sudah mengetahui itu maka mereka pasti akan membahas itu dan Ardy akan melakukan tugasnya dengan sangat baik walaupun urusan pribadi sang teman sekali pun, berbeda dengan urusan kantor maka Ardy akan mengetahui semuanya dari sahabatnya itu.
__ADS_1