
Setelah semua jam pelajaran hari ini habis, Nayna dan Andin pulang bersama karena mereka sama-sama melewati arah yang sama, di perjalanan mereka seperti biasa, ngobrol dan sedikit canda tawa, ya Nayna saat ini sudah lebih tegar menghadapi cobaan yang terberat di dalam hidupnya. Nayna tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan.
"Beb, kamu kan di kos-kosan itu tinggal sendiri dan aku di rumah juga sendirian. bagaimana kalau kamu tinggal bareng aku di rumah bunda, ayah. mau ya beb. (kata Nayna kepada sang sahabat)
"Bagaimana ya nay, aku gak mau nanti merepotkan kamu. lagian pasti nanti si nenek sihir itu marah-marah lagi, aku nginap kemaren aja taringnya udah keluar, apa lagi tinggal disana. Maaf ya nay aku gak bisa. (sambil mengatupkan kedua tangannya)
"Nenek sihir... maksud kamu bibi Bella...?
"Ya nay siapa lagi. si bibi sok kecantikan itu. katanya dia seorang guru tapi galak banget, aku jadi kasihan nay sama anak-anak muridnya, pasti pada takut sama dia. (sambil cengengesan)
"Apa-apaan kamu, gak baik ah ngomong seperti itu apalagi sama orang tua, dosa tau.
__ADS_1
"Iya iya, maaf deh nay hehehe
"Jadi bagaimana mau apa tidak tinggal bareng aku aja di rumah, aku kesepian Din gak ada teman di rumah, paman dan bibi udah pulang ke kota S.
"Udah pulang...!!! terus kamu di tinggal sendiri dan gak di ajak nay untuk tinggal bareng mereka...? (Andin sudah mulai sewot)
"Gak Din, lagian aku ngerti kok sama keadaan paman saat ini, kalau aku ikut bareng mereka pasti akan menambah beban nya. kalau aku tinggal di sini aku sudah tidak memikirkan lagi untuk biaya sekolah, untuk kebutuhan sehari-hari aku kan bisa berjualan kue, dengan menitip ke warung-warung di sekitaran rumah. makanya aku ajak kamu tinggal bersama, jadi aku ada teman untuk bantuin buat kue, jadi bagaimana mau gak..?
"Terserah kamu aja Din, sekarang kita ke kos kamu dulu ya, ambil semua pakaian mu dan semua barang-barang mu yang ada di kos-kosan, sekalian kamu kasih kunci kos dan pamitan sama ibuk pemilik kok.
"Kok sekarang nay, gak besok aja.
__ADS_1
"Sekarang aja Din, lebih cepat lebih baik. kata bunda hal yang baik itu tidak boleh di tunda-tunda. (seketika wajah Nayna menjadi sedih)
"Iya nay, aku menurut aja apa kata kamu. terus kita membawa barang-barangnya pakai apa nay...?
"Nanti kita sewa mobil angkot pemilik kos kamu aja Din. Mudah-mudahan pak Ujang udah pulang, jadi kita gak harus lama-lama nunggu dia pulang dulu.
"Masak dekat-dekat kita naik angkot nay, dengan berjalan kaki sedikit aja kita sampai kerumah kamu.
"Ya udah kita jalan kaki aja, nanti kamu yang gotong barang-barang kamu ya, aku gak mau.
"Iya deh nay iya, kamu yang paling terbaik deh. kita sewa angkot pak Ujang aja y, masak kamu tega lihat aku gotong barang sebanyak itu. (dengan memasang wajah memalasnya)
__ADS_1
Tanpa di sadari mereka pun sampai di kos-kosan Andin, mereka berdua masuk ke dalam kamar, Nayna ikut membantu Andin membereskan barang-barang yang kan mereka bawa.