Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Pertemuan Dita


__ADS_3

Mobil berhenti di parkiran salah satu gedung mewah yang menjulang tinggi.


"Turun lah kita sudah sampai (ucap Nando setelah mematikan mesin mobil nya)


"Kita sekarang ada di mana...? (tanya dita)


"Kita ada di apartemen, ku. Ayo turun lah, kedua orang tua mu pasti masih belum tidur karena mereka menunggu kamu. (kata Nando)


Dita pun keluar dari dalam mobil setelah melihat Nando yang sudah duluan keluar. Setelah menutup kembali pintu mobil, dita melihat ke arah Nando yang sudah berjalan mendekati lift yang ada di tempat parkir itu.


Tanpa bicara lagi, dengan cepat dita mengikuti langkah kaki Nando dari belakang.


Lalu keduanya masuk ke dalam lift.


Selama di dalam lift kedua diam, tidak ada pembicaraan di antara mereka.


Dita sibuk dengan pikiran nya.


Begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam kepala nya saat ini untuk kedua orang tua nya.


Lift pun berhenti di lantai yang sesuai di tekan oleh Nando.


"Ayo (ucap Nando kepada dita setelah pintu lift terbuka)


Dita menganggukkan kepalanya, lalu mengikuti nando yang sudah duluan keluar dari lift tersebut.


Dita yang tidak fokus dalam berjalan, tiba-tiba menabrak punggung Nando yang berhenti tepat di depan apartemennya.


"Au...(teriak dita saat menabrak punggung Nando)


Dita mengelus keningnya yang terasa sakit.


"Di mana sih fokus kamu, apa kamu gak melihat ada orang sebesar ini yang berhenti di depan kamu. (cetus Nando sambil menatap dita)

__ADS_1


"Bukannya saya yang gak fokus...! tetapi kakak lah yang tiba-tiba berhenti. Kenapa sih berhenti mendadak seperti ini. (kata dita)


"Kenapa kamu nyalahin saya, jelas-jelas kamu yang salah malah malah nyalahin orang. (kata Nando)


"Tapi....(ucap dita berhenti)


Nando membuka pintu lalu masuk ke dalam tanpa menghiraukan dita yang masih berbicara.


"Dasar cowok aneh (ucap dita saat melihat nando yang berlalu pergi masuk meninggalkannya yang masih ingin membela diri)


Dita melihat ke dalam, apartemen itu yang pintunya sengaja di buka oleh Nando, yang sekarang entah pergi kemana.


"Sayang kamu kemana aja sih...? (kata ibu dita yang baru saja keluar dari satu ruangan, mendekat menghampiri dita yang masih berdiri di depan pintu, lalu memeluk putrinya itu)


"Ibu....(ucap dita yang juga membalas pelukan ibunya)


"Rani, kok kalian malah melepas kangen di depan pintu seperti ini...! ayo ajak putri kamu masuk. (kata mama Nando yang menghampiri ibu dan anak itu yang sedang berpelukan)


"Ayo sayang masuk. (ajak ibu dita)


Dita menganggukkan kepalanya, lalu berjalan masuk beriringan dengan sang ibu.


Mama Nando, ibu dan dita berjalan ke salah satu ruangan, lalu menghampiri dua orang laki-laki paruh baya yang sedang asyik menonton televisi sambil mengobrol.


"Ayah...(ucap dita, lalu menghampiri dan memeluk ayahnya yang sudah berdiri mendengar suara putrinya yang memanggil nya)


Ayah melepas pelukannya, ayah dita memperkenalkan putrinya kepada papa dan mama Nando.


Setelah perkenalan, mereka pun berbincang-bincang di sana. Sambil bercanda dan tertawa.


Karena sudah terlalu malam, mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing. Dita dan kedua orang tuanya menggunakan kamar tamu yang ada di apartemen itu.


Ibu dan dita tidur di atas tempat tidur, sedangkan ayahnya tidur di sofa panjang yang ada di kamar itu.

__ADS_1


"Ibu, Apa ayah dan ibu tidak bisa meminta kepada rekan-rekan yang lain untuk menggantikan ayah dan ibu berangkat ke sana....? (tanya dita)


"Maaf sayang, sepertinya Gak bisa. Kami yang berangkat adalah dr yang di pilih langsung oleh direktur rs sendiri. Ayah dan ibu tidak bisa menolaknya karena beliau mempercayakan semua urusan di sana sama ayah dan juga ibu. Ibu yakin suatu saat kamu akan mengerti itu. (kata ibu dita, sambil mengelus dengan lembut kepala anaknya)


"Ya nak ibu mu benar, ayah juga yakin kamu mengerti. Anak ayah kan anak baik dan sangat pengertian. (ucap ayah lalu mendekat dan duduk di pinggir tempat tidur tepat di sebelah dita anak nya)


"Ya ayah, tapi satu tahun itu sangat lama ayah. (ucap dita)


"Ya ayah tau sayang, walaupun ayah dan ibu nantinya tidak bisa pulang mengunjungi kamu di sini, tapi kan putri ayah bisa mengunjungi kedua orang tuanya di sana nanti (kata ayah memberi ketenangan kepada putrinya)


"Emangnya boleh ayah dita ke sana, kalau dita ke sana apa dita tidak mengganggu pekerjaan ayah dan ibu...? (tanya dita)


"Tentu saja tidak sayang. (ucap ayah) Ya udah, sekarang kita tidur ya nak. (kata ayah dita lagi)


"Ya ayah. (kata dita)


Ayah kembali ke sofa, lalu kembali berbaring di sana, sedang kan ibu memeluk putrinya yang sudah memejamkan matanya.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun tertidur.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......


...🤗🤗🤗...


...Vote, like dan komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....


...🥰🥰🥰...


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


__ADS_2