Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Istirahat


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, dan bersih-bersih meja makan, Pak dedi, ibu santi, ardy, dinda dan dita pun berpamitan kepada kakek, mami jihan, papi syam, Nattan dan nayna untuk pulang.


"Kok pada cepat banget sih pulangnya. Apa gak sebaliknya pada nginep aja di sini. (kata mami jihan)


"Gak usah jihan kita pulang aja, kapan-kapan kita pasti ke sini lagi kok. (kata ibu santi)


"Ya udah deh kalau begitu (kata mami jihan)


Ibu santi memeluk mami jihan.


Mereka pun berpamitan, setelah berpamitan mereka pun masuk ke dalam mobil dinda yang di kemudikan oleh ardy.


Setelah mobil menjauh kakek, papi syam, mami jihan nayna dan Nattan pun masuk kembali ke dalam rumah.


Di dalam rumah


Mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


Karena bosan menonton acara di televisi papi syam pun menantang Nattan untuk bermain game, saat papi syam melihat peralatan game Nattan di dekat televisi.


Karena merasa tertantang Nattan pun menyetujui nya. Dengan cepat Nattan mempersiapkan semuanya, kakek yoga yang baru saja kembali dari kamar mandi bergabung di sana, kakek yoga duduk di sofa samping papi syam.


"Mau ngapain kalian berdua...? (tanya kakek yoga kepada papi syam)


"Syam mau menantang Nattan main game ayah (kata papi syam)


"Main game...! udah kayak anak kecil aja kalian berdua. (kata kakek yoga, lalu menyadarkan tubuhnya di sandaran sofa)


Nayna dan mami jihan tidak mempedulikan Nattan dan papi syam yang sudah mulai bermain game, mereka berdua terlalu fokus melihat gambar-gambar pakaian dan tas yang ada di majalah yang mereka lihat saat ini.


"Tas yang ini sangat bagus kan sayang...? (tanya mami jihan)


"Ya mi bagus banget. (kata nayna)


"Ini sangat cocok untuk kamu sayang, ini bisa kamu gunakan saat pergi ke kamus. (kata mami)

__ADS_1


Em...bagaimana kalau kita beli yang ini satu untuk kamu sayang...? (tanya mami jihan)


"Gak usah mi, tas nay udah banyak banget. (elak nayna)


"Gak apa-apa sayang, kan cuma nambah satu aja. Udah mami akan pesan yang ini sekarang. (kata mami jihan)


Mami jihan mengambil ponsel nya, lalu mulai memesan tas yang di inginkan nya. Nayna diam, dia tidak menolak lagi, karena nayna tau bagaimana pun caranya dia berusaha menolak pasti mami jihan tidak akan mendengarkannya. Apa lagi soal belanja mami jihan sangat tidak suka di tolak.


Mami jihan sibuk dengan ponsel nya, nayna meletakkan majalah di atas meja, lalu melihat ke Nattan dan papi syam yang sibuk dengan game mereka.


"Papi mulai curang... (kata Nattan)


Nayna yang melihat Nattan mulai panik karena hampir kalah pun tersenyum.


"Akhirnya mas Nattan dapat lawannya, kalau main sama nay mas Nattan dengan sangat mudah mengalahkan nya dan sekarang mas yang hampir di kalahkan. (kata Nayna)


"Tapi mas gak akan kalah sayang, kamu lihat saja sebentar lagi papi akan kalah olah mas. Kamu lihat saja. (kata Nattan yang masih fokus dengan permainannya)


"Tapi nay kok gak yakin ya mas (ledek Nayna)


Dan akhirnya Nattan pun kalah dalam permainan mereka, Nattan tampak kesal tetapi kakek, papi syam dan nayna tertawa atas kekalahan yang di dapat oleh Nattan.


"Bentar kan mas yang nay bilang barusan, mas Nattan pasti kalah. (kata nayna)


"Mas bukan kalah sayang mas cuma mengalah aja dari papi. (elak Nattan)


"Alasan aja kamu Nattan...! apa kamu lupa, dari dulu sampai sekarang kamu gak pernah menang kalau sudah melawan papi mu bermain game. (kata kakek)


"Iya ayah benar mana pernah Nattan menang kalau melawan papinya. (timpal mami jihan)


Nattan diam, dia hanya memanyunkan bibir, cemberut.


"Udah mas gak apa-apa, dari dulu sampai sekarang mas boleh kalah tapi nay yakin nanti mas pasti kalah juga. (ledek nayna)


"Itu sama saja sayang. Udah ah gak usah bahas itu lagi. Oh ya apa sayang gak mau istirahat...? ingat kata dokter, sayang itu harus banyak istirahat loh. (kata Nattan)

__ADS_1


"Iya nak, kondisi kamu yang sekarang itu harus banyak-banyak istirahat. Udah pergi sana istirahat. (kata kakek)


"Ya kek, nay istirahat sekarang kakek, papi sama mami juga istirahat ya. (kata Nayna)


"Ya nak, kamu istirahat aja dulu. Nanti kita juga istirahat (kata kakek)


Nayna mengangguk kan kepalanya, lalu di bantu oleh Nattan nanya pun pergi dari sana, berjalan menaiki tangga dengan pelan menuju kamarnya.


Saat sudah sampai di dalam kamar nayna langsung istirahat di tempat tidur sesuai yang di minta oleh Nattan.


Nattan mengelus lembur kepala nayna sampai akhirnya nayna pun tertidur.


Nattan tersenyum melihat nayna yang sudah tertidur, Nattan mengecup kening nayna, lalu Nattan berjalan ke sisi sebelah tempat tidur, duduk di sana, menyandarkan tubuhnya.


Nattan mengambil laptop nya, lalu Nattan pun mulai mengecek pekerjaan nya.


Sesekali Nattan melihat ke Nayna yang masih tidur dengan sangat pulas.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐Ÿ’ช untuk menulis โœ๏ธ dan bisa Update setiap hari....


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Authornya down. โœŒ...


...Terima kasih ๐Ÿ™...

__ADS_1


...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜...


__ADS_2