
Nayna baru saja bangun dari tidurnya, menghidupkan lampu menggunakan remote karena di luar masih terlihat gelap jadi belum ada cahaya yang masuk ke dalam kamar.
Nayna melihat ke jam dinding, jam menunjukkan pukul 05.00 subuh.
Nayna duduk meregangkan tubuh nya yang masih kaku, nayna menggeliat lalu nayna turun dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Cukup lama nayna berada dalam kamar mandi tidak seperti biasanya.
Dengan lemas Nayna keluar dari dalam kamar mandi sambil memegang perutnya yang terasa sakit karena saat di dalam kamar mandi nayna tidak henti-hentinya muntah, menguras apa yang ada di dalam perutnya.
Nayna duduk di kursi meja riasnya yang letaknya tidak jauh dari kamar mandi. Nayna tampak mengelus perut nya.
"Ada apa ya dengan saya, biasanya kalau maag kambuh tidak seperti ini, apa benar kata si dinda...! Karena saya makan sedikit makanya jadi seperti ini...? (kata hati nayna)
Nayna menarik nafas lalu membuangnya secara berlahan. Setelah beberapa kali di lakukan rasa mual di perut nya semakin berkurang.
Dengan tubuh yang masih lemas nayna mengambil air minum yang ada atas meja kecil di pinggir tempat tidur nya, nayna meminum nya sedikit sambil duduk di pinggir tempat tidur.
Setelah kondisi nya semakin membaik nayna melakukan kewajibannya, setelah selesai nayna meletakkan kembali peralatan sholatnya di tempat semula.
Ikatan rambut nayna tiba-tiba terlepas, lalu nayna mengangkat tangannya untuk membetulkan kembali Ikat rambutnya.
"Assalamualaikum...sayang...(ucap seseorang yang memeluk nayna dari belakang)
Nayna yang di peluk dan mendengar suara itu tampak kaget, rambut yang di pandang nayna untuk di ikat terlepas dari tangannya.
Nayna memutar kepalanya melihat ke samping ke orang yang memeluknya. Yang tentunya nayna tau siapa orang pemilik suara itu. Karena nayna mengenali suara itu.
"Mas Nattan (kata nayna)
Nattan melonggarkan pelukannya, nayna memutar badannya melihat ke Nattan yang saat ini ada di hadapan nya, yang tangan Nattan masih merangkul pinggang nayna.
"Ini benaran mas Nattan...? (tanya nayna memastikan, lalu mengedipkan matanya beberapa kali untuk memastikan)
Cup...
Nattan mengecup bibir nayna dengan singkat
"Iya ini mas, siapa lagi...! (kata Nattan selanjutnya)
"Benaran...! kapan mas pulang...? bukannya semalam mas bilang pulang nya lusa....? (tanya nayna yang belum yakin Nattan ada di hadapannya)
Nattan tidak menjawab, dia mencubit lembut lengan nayna.
"Au...sakit (teriak nayna kesakitan sambil mengelus lengannya yang di cubit Nattan)
__ADS_1
Nayna menatap mata Nattan tanpa berkedip. Dan saat ini keduanya saling tatap, nayna tersenyum lalu mengeratkan pelukannya, menempelkan tubuhnya di tubuh Nattan.
"Nay kangen dengan bau tubuh mas ini (kata nayna sambil mengendus tubuh Nattan)
"Kok kangen sama bau tubuh mas, maksudnya bagaimana sayang...? (tanya Nattan tidak mengerti)
"Ya nay kangen dengan bau tubuh mas yang seperti ini. (ucap nayna)
Nattan mengerutkan kening nya, dia semakin tidak mengerti dengan yang di katakan oleh nayna, yang tentunya tidak seperti biasanya.
"Mas belum mandi loh sayang, kok sayang suka sama bau mas yang belum mandi, biasanya sayang selalu ngomel kalau mas belum mandi dan langsung peluk sayang. Tapi kok ini beda, kayak nya sayang benar-benar harus di periksa deh...! (kata Nattan)
"Kok nay harus di periksa, emang nya nay lagi sakit. (ucap nayna melonggarkan pelukannya lalu menatap ke Nattan)
"Kan sayang tuh memang lagi sakit, lihat nih wajah sayang itu pucat dan sayang terlihat lemas banget. (kata Nattan sambil mencubit lembut hidung nayna)
"Nay gak sakit mas, benaran...! nay pucat dan lemas karena nay makanya cuma sedikit semalam, gak tau kenapa nay gak selera makan. Jadi maag nay kambuh deh. (kata nayna dengan manja)
"Sayang sih ngeyel, udah di bilang kalau makan itu harus banyak, udah tau punya maag masih gak mau nurut, begini nih kalau mas gak ada di dekat sayang, Ada aja. Ya udah kalau begitu kita makan sekarang, kebetulan mas juga udah lapar nih. (ajak Nattan)
"Em...tapi mas mandi dulu sana, dan sholat. Pasti mas belum sholat kan...? Nay siapkan pakaian mas sekarang. (kata nayna lalu melepaskan tangannya di pinggang Nattan)
"Ya udah kalau begitu mas mandi dulu. Sayang gak usah ngapa-ngapain, pakaian mas biar mas ambil sendiri nanti. Sayang duduk aja di sana tunggu mas selesai, dan pikirkan sayang mau makan apa pagi ini. (kata Nattan, menunjuk ke sofa yang ada di dalam kamar, lalu mengecup kening nayna)
Cukup lama nayna memilih pakaian untuk Nattan.
"Kok malah di sini...! bukan nya tadi mas suruh sayang duduk di sofa luar nungguin mas sampai selesai. (kata Nattan yang baru saja masuk ke dalam ruang ganti, berjalan mendekati nayna)
Nayna yang sedang fokus mencari pakaian untuk Nattan tampak kaget, memalingkan pandangan nya menatap ke Nattan.
"Ngapain sih di sini, sayang itu udah mulai ngeyel ya sekarang. (kata Nattan lagi saat sudah berdiri di depan nayna)
"Nay mau pilih pakaian untuk mas, nay gak mau mas memilih pakaian mas sendiri. (kata nayna)
Nattan menatap nayna, Nattan merasa sikap nayna semakin aneh. Nattan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ya udah, mana pakaian yang harus mas pakai...? (tanya Nattan akhirnya)
Nayna membalikan kembali badannya melihat ke lemari pakaian milik Nattan.
"Nay gak tau mas, nay bingung harus memilih yang mana...! Yang ini nay gak suka warnanya, yang ini nay gak suka modelnya, yang ini nay juga gak suka pasti terlihat jelek kalau mas pakai. (kata nayna yang merasa bingung, sambil menunjuk satu persatu pakaian yang di sebutkan nya)
Nattan semakin bingung dengan tingkah nayna yang semakin aneh itu.
"Terus mas harus memakai baju yang mana sayang...? (tanya Nattan yang berusaha bersikap biasa saja)
__ADS_1
"Nay gak tau mas (kata nayna menatap Nattan sambil menggelengkan kepala nya, bersikap sangat manja)
"Ya udah mas pakai pakaian yang ini aja ya. (kata Nattan sambil mengambil satu pakaian secara acak yang bisa di gapai nya)
"Warnanya terlalu mencolok mas, nay gak suka. (Kata nayna dengan manja, sambil menggelengkan kepala nya)
"Ya udah kalau yang ini bagaimana...? ini warnanya sama dengan pakaian yang di gunakan oleh sayang, ya kan...? (kata Nattan lagi mengambil satu pakaian lagi)
"Gak mas, nay gak suka mas (kata nayna lagi dengan manja)
Nattan tampak menghembuskan nafas nya dengan kesal, Nattan menatap ke nayna dengan penuh tanda tanya.
"Terus mas harus memakai apa sayang, gak mungkin kan mas keluar kamar menggunakan kimono handuk seperti ini. (kata Nattan, yang sudah merasa sangat kebingungan)
"Nay gak tau, mas aja deh yang pilih terserah mas mau pakai pakaian apa. (kata nayna dengan manja, lalu memeluk Nattan, menempelkan kepalanya di dada bidang Nattan)
"Uh...istri mas kok manja kali sih, baru di tinggal beberapa hari, manjanya susah seperti ini. (kata Nattan sambil mengelus kepala Nayna yang tidak di tutupi jilbab itu)
Nattan mengecup pucuk kepala nayna, lalu membalas memeluknya dengan erat.
"Udah nay keluar, mas cepat ya pakai pakaian nya, mas kan belum sholat, keburu waktunya habis nanti. (kata nayna yang tiba-tiba melepas pelukan nya)
Nattan juga melepas pelukannya, menatap nayna yang aneh, Nattan memelototkan matanya karena melihat sikap nayna yang tanpa berkata apa-apa pergi keluar dari ruang ganti begitu saja.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
...Terima kasih ๐...
...๐๐๐...
(Author lagi kurang sehat, maaf cuma bisa update 1 bab untuk hari ini.)
__ADS_1