
Setelah cukup lama bercerita yang disertai dengan canda gurau dari keduanya akhirnya karena kelelahan Nayna pun memejamkan matanya dan masuk ke dalam dunia mimpi.
Nattan yang baru saja menyadari kalau istrinya Nayna sudah tertidur hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum menatapnya.
Dengan penuh hati-hati Nattan mengangkat tubuh Nayna dan membaringkannya berlahan di tempat tidur.
"Mimpi indah sayang (ucap Nattan setelah mengecup kening Nayna)
Nattan menyelimuti tubuh Nayna dengan penuh hati-hati supaya Nayna tidak terganggu dan terbangun dari tidurnya.
Karena faktor kehamilannya membuat Nayna akhir-akhir ini sering cepat lelah, walaupun tidak melakukan apa-apa. Kalau sudah berbaring Nayna pasti akan tertidur dengan sangat mudahnya.
Nattan sebagai suami sudah cukup mengerti dengan semua perubahan apa saja tentang istrinya.
Keesokan harinya...
Setelah berpamitan dengan keluarga besar Prayoga, Nattan dan Nayna kembali ke kediamannya. Nattan mengantar Nayna ke dream house, setelah itu Nattan pun pergi ke kantor karena ada beberapa hal yang harus di kerjakan.
Tidak butuh waktu lama Nattan pun sampai di perusahaannya dengan cepat Nattan berjalan menuju ruangannya.
Para karyawan yang menyapanya tidak di hiraukan oleh Nattan, dengan wajah dingin dia terus saja berjalan menuju ruangannya.
Nattan membuka pintu ruang kerjanya dengan sangat kasar, di belakang sudah ada Ardy yang mengikuti Nattan melangkah masuk.
Ardy berlahan menutup pintu ruang kerja Nattan lalu berjalan mendekati Nattan yang sudah duduk di bangku kebesarannya.
"Apa kamu sudah tau Ar siapa yang melakukannya...? (tanya Nattan to the point saat Ardy sudah berdiri di hadapannya)
"Maaf Nat, untuk saat ini saya belum tau siapa yang melakukan itu. Tapi kamu tenang aja, bagaimana pun caranya saya akan berusaha menemukan siapa yang melakukan itu dan apa tujuannya. (ucap Ardy)
"Bukannya saat itu cctv di gerbang dream house berfungsi dengan baik Ar...? (kata Nattan)
"Ya Nat cctv nya berfungsi dengan sangat baik, tapi anehnya saat saya memeriksa cctv itu semalam saya tidak menemukan hal-hal yang janggal. (ucap Ardy)
"Sangat aneh, seharusnya orang yang meletakkan kotak yang berisi 10 ekor bangkai tikus itu terekam di cctv karena saat saya melihat posisi kotak yang kamu lihat kan itu persis di area yang pastinya terjangkau dan pasti terekam cctv. (ucap Nattan penuh heran)
"Ya Nat kamu benar (ucap Ardy)
Nattan bangkit dari duduknya, lalu Nattan berjalan ke sofa yang ada di ruangan nya itu, dan Nattan duduk di sana. Ardy mengikuti nya lalu Ardy pun duduk di sana.
"Apa kakek tau kejadian ini...? (tanya Nattan sambil menyilang kan kakinya)
"Sepertinya belum Nat (jawab Ardy)
__ADS_1
"Bagus kalau begitu, kalau bisa kakek jangan sampai tau tentang ini, bukannya apa-apa saya gak mau nanti kakek akan meminta kita untuk pindah ke rumah besar. Jadi sebelum itu terjadi kamu harus tangani ini secepat mungkin. Ini sudah merupakan ancaman untuk kita, dan saya gak mau terjadi apa-apa kepada Nayna. (jelas Nattan)
"Baik Nat, saya akan mengatasi ini semua dan saya janji akan menemukan orang itu. (ucap Ardy)
Nattan menganggukkan kepalanya.
Ardy pamit dan keluar dari ruangan Nattan, sambil berbicara dengan seseorang dengan ponsel nya Ardy masuk ke dalam ruangannya.
Nattan kembali ke kursi kebesarannya, lalu mengecek cctv rumahnya dengan ponselnya. Nattan melihat Nayna yang di temani bik Minah berada di taman belakang sambil mengerjakan tugas kuliahnya.
Nattan tersenyum dan seketika Nattan pun berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar dari ruangan nya.
"Pak maaf, pak Nattan mau kemana...? (tanya Diandra sekretaris Nattan Saat melihat Nattan yang tampak berjalan terburu-buru keluar dari ruangan kerjanya)
Nattan menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap sekretarisnya.
"Saya mau pulang...! kenapa...? (tanya Nattan)
"Tapi pak sebentar lagi bapak ada meeting dengan klien yang dari cina, mereka sudah dalam perjalanan ke sini (ucap sekretaris Nattan dengan penuh hati-hati)
"Sial...(gerutu Nattan) Baiklah, saya tunggu mereka di ruangan saya. (ucap Nattan lagi)
Lalu Nattan pun berjalan dan kembali masuk ke dalam ruangan nya.
Nattan duduk kembali di kursi kebenarannya, dan kembali mengeluarkan ponsel dan melihat Nayna dari cctv yang terhubung dengan ponselnya.
Tiba-tiba...
kring....
Ponsel Nattan pun berdering dan itu panggilan dari Nayna.
"Panjang umur kamu sayang, mas lagi mikirin kamu pas kamu nelpon. (ucap Nattan yang berbicara sendiri)
๐ (Nattan) Assalamualaikum sayang... (ucap Nattan setelah menggeser tanda hijau yang ada di layar ponselnya)
๐ (Nayna) Wa'alaikumsalam mas...Em apa mas lagi sibuk sekarang...? (tanya Nayna dengan lembut )
๐ (Nattan) Mas gak lagi sibuk sayang, ini mas lagi menunggu klain datang untuk meeting. Emangnya kenapa sayang...?
๐ (Nayna) Em...gak, gak apa-apa mas. Cuma...!
๐ (Nattan) Cuma apa sayang...? (tanya Nattan)
__ADS_1
๐ (Nayna) Gak jadi (ucap Nayna spontan)
๐ (Nattan) Loh kok gitu...? Sayang please... jangan buat mas penasaran deh, kalau sayang seperti ini mas akan pulang sekarang. (ucap Nattan dengan tegas)
๐ (Nayna) Kalau mas pulang, terus meeting nya bagaimana...? mau mas tinggal begitu saja. Mas mas, udah gak usah kayak anak kecil deh...!
๐ (Nattan) Kalau sayang mau mas gak kayak anak kecil, makanya sayang itu gak usah buat mas penasaran.
๐ (Nayna) Iya iya maaf
๐ (Nattan) Baiklah mas maafin, Jadi cuma apa kata sayang tadi...? ( tanya Nattan lagi)
๐ (Nayna) Cuma...Tadi itu kalau mas gak sibuk nay berencana mau main ke sana, gak tau kenapa nay merasa bosan di rumah. (jelas Nayna)
๐ (Nattan) Bagus dong kalau sayang mau kesini, ya udah mas minta Ardy jemput sayang sekarang ke dream house, sekarang sayang siap-siap sana.
๐ (Nayna) Ya mas, tapi mas gak usaha minta tolong mas Ardy untuk jemput nay, kan mas sama mas Ardy sebentar lagi mau meeting. Nanti nay kesananya minta antar sama mang Koko aja, boleh kan mas.
๐ (Nattan) Ya sayang boleh, tapi sayang hati-hati ya bilang mang Koko jangan ngebut bawak mobilnya. Dan kalau sayang nanti sudah sampai di sini sayang langsung hubungi mas ya.
๐ (Nayna) Ya mas baiklah, ya udah nay tutup dulu ya mas, karena nay mau siap2 dulu.
๐ (Nattan) Baiklah sayang, ingat ya hati-hati.
๐ (Nayna) Ya mas, ya udah nay tutup ya mas. Assalamualaikum....
๐ Ya sayang, Wa'alaikumsalam...
Nayna pun mematikan sambungan telepon nya, lalu Nayna pun langsung segera mengganti pakaiannya.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
__ADS_1
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. โ...
...Terima kasih ๐...