
Malam harinya
Dengan penuh drama, bujuk serta rayu dari Nayna akhirnya Nattan pun mau menuruti permintaan Nayna. Wanita hamil satu ini sudah beberapa hari meminta kepada suaminya untuk membawanya nonton di bioskop salah satu mall.
Dan dan dengan alasan tidak aman Nattan terus saja menolak, tetapi pada akhirnya Nattan pun mengalah.
Saat ini keduanya sedang berada di dalam gedung bioskop. Dan keduanya duduk di bangku sesuai nomor yang ada di tiket bioskop yang sudah di beli oleh Nattan dengan susah payah mengantri.
Nayna duduk dengan tenang di sana, menunggu film yang sebentar lagi akan di putar. Sedangkan Nattan dia masih melihat kanan dan kiri, belakang serta depan. Melihat orang-orang di setiap bangku, Nattan sangat tampak tidak tenang.
"Mas cari siapa...? (tanya Nayna menatap Nattan)
"Gak ada, mas gak lagi cari siapa-siapa sayang (jawab Nattan tanpa menoleh ke Nayna, mata nya sibuk melihat ke sana kemari)
"Gak usah bohong, udah jelas mas itu dari tadi lihat sana sini masih juga berbohong (ujar Nayna dengan memaksa Nattan untuk menoleh kepadanya dengan memegang kedua pipi Nattan dengan tangannya)
"Siapa yang berbohong sayang, benaran mas gak lagi cari siapa-siapa. Mas cuma melihat semua orang di sini dan memastikan tidak ada orang jahat di sini. (ujar Nattan, setelah pipinya di lepaskan oleh bekapan tangan Nayna)
"Mas Nattan memang sangat aneh. (ujar Nayna sambil senyum mengejek dan memutar pandangan nya ke depan)
"Sayang...!! kita itu harus selalu jaga-jaga, apa lagi di tempat tertutup dan rame seperti ini. (ujar Nattan meyakinkan)
"Ya ya ya terserah mas aja. (ujar Nayna, menganggukkan kepalanya)
Nattan menatap Nayna yang hanya fokus melihat ke depan, sambil memakan cemilan yang di belinya tadi sebelum masuk bioskop.
Tidak lama, lampu bioskop pun di matikan. Lalu film pun mulai.
"Udah mas lihat ke depan sana, gak usah lihat nay terus. Tuh filmnya sudah mulai. (ujar Nayna tanpa menoleh ke Nattan)
"Siapa yang melihat. Ah gak usah GR (ujar Nattan dan langsung melihat ke arah depan)
Nayna hanya diam dia tidak menanggapi perkataan Nattan lagi, Nayna sudah fokus menonton film yang sudah di putar. Nayna menonton sambil terus memasukkan makanan di mulutnya.
__ADS_1
Baru beberapa menit film di putar, Nattan tampak tidak sudah mulai gelisah dan dia tidak menikmati film yang di putar itu.
Karena melihat Nattan yang tampak gelisah, Nayna pun memegang tangannya, dan seketika Nattan pun menatap ke arah Nayna yang masih fokus melihat ke layar depan.
Nattan tersenyum menatap istrinya. Dan untuk menghilangkan rasa bosannya di dalam bioskop itu Nattan bermain -main dengan jari-jari tangan Nayna. Bahkan sesekali Nattan mencium tangan istrinya itu.
Nayna hanya diam, dan sesekali melirik ke arah suaminya yang bertingkah seperti anak-anak yang sedang bosan menunggu ibunya.
Dua jam kemudian
Film pun selesai, Dan lampu di ruangan bioskop itu kembali menyala.
Semua orang yang ada di sana tampak sudah berdiri dari duduknya, dan mulai berjalan keluar. Sedangkan Nattan dan Nayna keduanya masih duduk di bangkunya menunggu semua orang untuk keluar terlebih dahulu.
Setelah melihat ruangan itu kosong, Nattan dan Nayna pun baru bangkit dari duduknya, dan mereka berdua berjalan keluar dengan bergandengan tangan.
"Kita pulang sekarang sayang...! (seru Nattan)
"Kok pulang...!! Nanti aja ya mas, kita jalan-jalan dulu. Ya ya ya...(bujuk Nayna, lalu memekarkan senyumannya)
"Sayang... ini itu udah malam, sayang itu harus banyak istirahat, dan gak boleh terlalu capek. Apa sayang lupa apa kata dokter. (ujar Nattan sambil memperlihatkan jam yang melingkar di tangannya)
"Ya nay tau, tapi ini itu masih jam 9 mas belum malam banget. Kita jalan-jalan di sekitaran sini aja, nay cuma mau cuci-cuci mata. Abis itu baru kita pulang. Ya mas... (jelas Nayna)
Nattan diam sejenak, dia melihat manik mata istrinya yang tampak memohon kepadanya.
"Cuma di dekat-dekat sini aja ya sayang...? (tanya Nattan memastikan)
Nayna menganggukkan kepalanya, isyarat mengiyakan pertanyaan dari Nattan.
"Baiklah, Abis itu kita pulang ya Istirahat (ujar Nattan)
"Ya, terima kasih ya mas (kata Nayna dengan senyum gembira, dan langsung menggandeng tangan Nattan)
__ADS_1
Keduanya pun kembali berjalan, sambil sesekali Nayna tampak melihat-lihat barang-barang yang di jual di toko yang dimasukinya.
Setiap kali Nayna memegang suatu barang, pakaian dan sebagainya Nattan selalu memintanya untuk membeli kalau dia suka, tetapi tawaran Nattan itu selalu di tolak oleh Nayna, dengan alasan dia hanya ingin melihat-lihat saja bukan mau membelinya. Kalau nantinya dia ingin membeli pasti dia akan ambil tanpa harus di minta.
Mendengar jawaban dari istrinya itu Nattan pun hanya bisa menurutinya saja, karena semenjak hamil Nayna memang sangat susah di tebak. Dan Nattan akan selalu mengalah demi kebaikan istri dan anaknya.
Setelah lelah berjalan memutari mall, akhirnya Nayna pun mengajak Nattan untuk pulang, dan sebelum sampai di rumah Nattan dan Nayna berhenti di tempat makan untuk makan malam yang tertunda.
Setelah selesai makan, mereka pun langsung pulang.
Tidak butuh waktu lama keduanya pun sampai di rumah. Setelah sedikit berbincang dengan bik Minah Nayna pun langsung ke atas menuju kamarnya untuk istirahat karena dia merasa sangat lelah.
Sedangkan Nattan setelah memasukan mobil di garasi, dia juga langsung ke atas menyusul Nayna yang sudah berada di dalam kamar saat ini.
Setelah bersih-bersih dan melakukan hal lainnya. keduanya pun langsung berbaring di tempat tidur dan tidak butuh waktu lama karena kelelahan mereka pun tertidur.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...🥰🥰🥰...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...
...Terima kasih 🙏...
__ADS_1