
Mobil berhenti tepat di depan rumah yang desain dan ukurannya terlihat berbeda dari rumah-rumah yang ada di sekitarnya.
Nayna tampak kaget dengan apa yang dia lihat.
Semua kenangan di masa lalu terputar kembali di kepala nayna.
Nayna melihat ke arah Nattan lalu melihat kembali ke rumah yang ada di hadapannya.
Tanpa berkata-kata, nayna membuka pintu mobil dan turun.
Mata nayna terbuka sangat lebar menatap rumah yang ada di hadapannya.
Nayna berjalan ke depan mobil tepat di depan rumah itu, lalu berhenti di sana, masih menatap rumah itu.
Nattan juga ikut turun dari mobil, setelah melihat nayna turun dari mobil.
Nattan berjalan mendekat ke nayna yang saat ini berdiri tepat di depan rumah. Nattan berdiri di belakang nayna. Lalu Nattan pun memeluk nayna dari belakang.
Nayna tersadar karena pelukan dari Nattan, lalu nayna menoleh, melihat sekilas ke arah Nattan dan kembali melihat ke depan, menatap kembali rumah itu.
"Bagaimana sayang apa kamu suka dengan desain rumahnya...? (tanya Nattan sambil meletakan dagunya di bahu nayna, masih sambil memeluk nayna)
"Iya mas, desain rumah ini persis sama seperti yang di impikan oleh ayah. Dulu ayah pernah membuat desain rumah yang persis sama seperti rumah ini. Ayah bilang suatu saat kalau ayah sudah punya uang lebih ayah mau merenovasi rumah kita seperti desain rumah ini. Tapi sebelum impian itu terwujud ayah sudah pergi, dan nay juga gak bisa mempertahankan rumah itu. (ucap nayna dengan mata yang sudah berkaca-kaca)
Nattan menyeka air mata nayna yang sudah mulai jatuh di pipi mulusnya.
Nayna menarik nafasnya panjang lalu membuangnya secara berlahan, nayna memejamkan matanya untuk mengatur hatinya, lalu senyuman terukir di bibir nayna.
Nayna memutar tubuhnya menghadap Nattan. Nayna menatap Nattan. Mereka berdua saling menatap.
"Mas terima kasih ya, mas sudah mengajak nay ke sini, melihat rumah ini, rumah yang desainnya pernah di impikan oleh ayah. Nay merasa bahagia melihat rumah ini. Tanpa nay duga, ternyata ada orang yang sudah membuat rumah yang persis di desain oleh ayah. Nay berharap, semoga ayah bisa melihat rumah ini dari surga sana. Dan nay yakin ayah pasti sangat bahagia melihatnya, walaupun ayah tidak bisa mewujudkannya setidaknya ada orang yang sudah mewujudkannya. (ucap nayna)
"Ya sayang, Tapi apa sayang tau ini rumah siapa...? (tanya Nattan)
Nayna menggelengkan kepalanya, dan bilang
"Nay gak tau mas ini rumah siapa. Mas Nattan ini aneh, bagaimana nay bisa tau ini rumah siapa...! nay aja baru pertama kali ke sini. (ucap nayna sambil melihat ke arah sekitar)
__ADS_1
"Sayang yakin...baru pertama kali ke sini...? (tanya Nattan lagi)
"Nay yakin mas. Tapi....! (ucap nayna terhenti)
"Tapi apa sayang...? (Nattan)
"Setelah nay cermati lingkungan ini, sepertinya nay pernah kesini mas, ya walaupun begitu banyak perubahan di sini, tetapi nay merasa lingkungan ini terasa tidak asing mas. (ucap nayna, masih sambil melihat sekitar)
"Jelas sayang lingkungan ini terasa tidak asing oleh sayang. Apa sayang benar-benar tidak tau kita di mana sekarang...? (tanya Nattan lagi)
"Iya mas, sekarang nay tau sekarang kita ada di mana, nay sangat yakin. Mas tolong jawab jujur, apa sekarang kita berada di jalan melati...? (tanya nayna)
Nattan menganggukkan kepalanya,
"Jadi kita sekarang ada di jalan melati mas...? (tanya kaget nayna) Dan rumah ini...? (nayna melihat ke arah rumah yang dia maksud)
"Iya sayang kita ada di jalan melati, rumah ini adalah rumah ayah dan bunda, rumah yang penuh dengan kenangan. Maafkan mas sayang, mas sudah lancang merenovasi rumah ini, tanpa memberi tau kepada sayang terlebih dulu. (ucap Nattan sambil menggenggam kedua tangan nayna)
Air mata yang sejak tadi di tahan oleh nayna, akhirnya tumpah juga, membasahi pipi mulusnya.
Nattan menyeka air mata itu. Dan berkata
Nayna hanya menggelengkan kepalanya karena nayna tidak kuasa menjawab semua perkataan serta pertanyaan dari Nattan, air mata nayna terus aja jatuh, seakan tidak mau berhenti untuk membasahi pipi mulusnya.
Nayna menatap mata Nattan mereka berdua saling tatap.
Lalu Nayna dengan cepat nayna memeluk Nattan, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Nattan. Tangisan nayna belum juga berhenti.
Nattan kaget dan merasa bingung dengan sikap spontan nayna, awalnya Nattan hanya terdiam. Lalu setelah beberapa menit barulah Nattan membalas pelukan nayna, Nattan mengelus kepala nayna yang tertutup hijab, memberikan ketenangan kepada nayna.
Cukup lama mereka dengan posisi itu.
Setelah tidak terdengar lagi suara tangis nayna, Nattan melepaskan pelukannya, lalu meraih kedua bawu nayna menghadapkan tubuh nayna tepat di hadapannya.
Nayna hanya menurut, sambil tertunduk.
Nattan menghapus sisa air mata di pipi nayna. Lalu mengangkat wajah nayna dengan jarinya.
__ADS_1
"Sayang coba tatap mata mas...! (ucap Nattan)
Nayna menurut, lalu menatap mata Nattan
"Apa sayang marah sama mas...? Kalau sayang marah, kesal atau pun kecewa sama mas, mas minta maaf sayang, Mas tau mas sudah lancang membeli serta merenovasi rumah ini tanpa memberi tau dan minta izin kepada kamu sayang. Jujur sebenarnya mas sudah lama membeli rumah ini dari pemilik sebelumnya, mas membelinya jauh sebelum kita menikah, Sebenarnya mas mau memberi tau sayang saat kita sudah menikah tetapi mas mengurungkannya, karena pada saat sayang pindah ke dream house, secara tidak sengaja mas mendapati desain rumah di sehelai kertas yang jatuh dari tas sayang. Saat itu mas memberikan kertas itu tetapi gak jadi setelah mas membaca tulisan yang ada di belakangnya. Kemarin-kemarin, Karena kesibukan mas di perusahaan mas belum bisa mewujudkan keinginan sayang, dan setelah mas ada waktu mas yang di bantu oleh ardy, meminta orang untuk merenovasi rumah ini, dan alhamdulillah nya, pas sebelum sayang tamat sekolah rumah ini selesai, Jadi karena kebetulan sayang ada di sini. Jadi, mas memberikan kejutan ini sekarang. Tapi kalau sayang marah sama mas, mas gak apa-apa kok, mas bisa mengerti (ucap Nattan)
Nayna menatap wajah Nattan dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
Nayna menarik nafasnya
"Nay menangis bukan karena nay marah, kecewa ataupun kesal kepada mas, tetapi nay merasa sangat bahagia, karena mas sudah mewujudkannya keinginan ayah. (ucap nayna dengan suara yang terbata-bata)
"Benaran sayang gak marah sama mas...? (tanya Nattan)
"Ya benar nay gak marah sama mas (ucap nayna)
Nayna mendekat ke Nattan, lalu memeluk erat Nattan.
"Terima kasih ya mas, mas sudah mewujudkan keinginan ayah, Terima kasih untuk semuanya. (ucap nayna)
"Jangan berterima kasih sayang, mas bahagia kalau sayang juga bahagia. (ucap Nattan sambil membalas pelukan nayna)
"Ya udah, sekarang kita coba masuk sayang mau mau lihat di dalamnya seperti apa. (kata Nattan lagi, sambil melepas pelukannya)
"Ya mas (ucap nayna tersenyum)
...Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......
...🤗🤗🤗...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....
...🥰🥰🥰...
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...