Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Makam Ayah dan Bunda


__ADS_3

"Aduh sayang kamu kenapa sih...? Mas jadi bingung dengan sikap kamu tiba-tiba berubah seperti ini. Apa kamu marah sama mas karena mas lama saat kamu ajakin mas tadi di rumah. Ah...pasti karena itu. Maafkan mas ya sayang, maaf mas sudah buat kamu kesal dan marah kepada mas. Apa yang harus saya lakukan supaya kamu gak marah lagi sayang...? (Kata hati Nattan)


Nattan terus saja menatap nayna yang duduk di hadapannya.


Nayna yang menyadari kalau dia sedang di tatap Nattan hanya diam saja dan berpura-pura menyibukkan diri dengan memainkan ponselnya.


Nattan mengalihkan pandangannya, lalu memanggil pelayan restoran meminta bill makanan mereka.


Pelayan itu kembali memberikan kartu milik Nattan yang di berikan oleh Nattan untuk membayar bill makanan.


"Sayang kita pergi sekarang...!! (ucap Nattan)


"Ya mas (jawab singkat nayna)


Nayna memasukan ponselnya ke dalam tas, lalu berdiri dari duduknya, Nattan juga ikut berdiri setelah mengambil ponselnya serta kunci mobil yang ada di atas meja.


Nattan dan nayna pun berjalan keluar dari restoran, lalu mereka masuk ke dalam mobil.


Mobil pun melaju membelah keramaian jalan. Mobil yang di kendarai Nattan berjalan pelan. Nayna hanya diam, sedangkan Nattan fokus mengemudi.


Nattan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam menunjukan pukul 3.


"Kita mampir beli bunga di sana dulu mas (ucap nayna sambil menunjuk salah satu toko bunga yang tidak jauh dari pemakaman, saat mobil mereka sudah sampai di area pemakaman)


"Ya sayang, tapi kita parkir kan mobil dulu ya. (ucap Nattan)


"Ya mas (kata nayna)


Nattan pun memarkirkan mobilnya, setelah mobilnya terparkir Nattan dan nayna keluar dari dalam mobil lalu berjalan beriringan ke toko bunga yang tidak jauh dari tempat mereka parkir.


Nayna memilih dan mengambil bunga sesuai dengan bunga yang di sukai oleh ayah dan bundanya. Dan juga membeli bunga tabur serta air yang tersedia di toko bunga itu.


"Buk, udah jadi berapa ya...? (tanya nayna pada penjual bunga)


"Semuanya 150 ribu dek (jawab ibu penjual bunga)


Nayna membuka tas nya, dan mengeluarkan dompetnya.

__ADS_1


"Gak usah sayang biar mas aja yang bayar. (cegah Nattan sambil memegang tangan nayna yang ingin membuka dompetnya)


Karena di cegah Nattan nayna pun menganggukkan kepalanya lalu memasukan kembali dompet ke dalam tas nya.


"150 ribu kan buk, ini uangnya...(Nattan memberikan uang 200 ribu) ambil aja kembaliannya (ucap Nattan)


"Terima kasih nak (ucap ibu itu sambil mengambil uang yang di berikan oleh Nattan)


"Ya buk sama-sama (jawab Nattan sambil menganggukkan kepalanya)


"Ini nak, dek bunganya (kata ibu penjual bunga sambil memberikan bunga yang sudah di masukannya di dalam tempat)


"Ya buk terima kasih (ucap nayna sambil mengambil bunga yang di berikan oleh ibu penjual bunga itu)


Setelah itu Nattan dan nayna pergi dari toko bunga, lalu Nattan dan nayna pun berjalan masuk ke area pemakaman.


Mereka berjalan masuk menuju pemakaman ayah dan bunda nayna. Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai.


"Assalamualaikum... ayah, bunda (ucap nayna saat sampai di pusara ayah dan bundanya, lalu nayna mengusap serta mencium bagian atas batu nisan ayah dan bundanya secara bergantian)


"Assalamualaikum ayah, bunda (ucap Nattan juga lalu mengusap batu nisan bagian atas)


Nayna juga menaburkan bunga ke pusara ayah dan bundanya secara bergantian yang di bantu oleh Nattan.


Nattan dan nayna berjongkok di tengah antara makan ayah dan bunda.


(Ya makam ayah dan bunda nayna memang berdampingan sesuai dengan permintaan nayna.


Sebenarnya kakek yoga, Nattan dan anggota keluarga yang lain ingin memindahkan makan kedua orang tua nayna ke Jakarta, tetapi nayna menolaknya. Karena dulu saat ayah dan bunda nayna masih hidup mereka pernah berkata kalau mereka tiada mereka ingin di makamkan di kota yang penuh dengan sejarah itu. Dan sekarang mereka sudah beristirahat di tempat sesuai yang mereka inginkan, makanya nayna menolaknya ide dari kakek yoga. Dan semuanya mengerti penolakan nayna itu)


Di pemakaman


Nayna berdo'a seperti biasanya dia mengunjungi makam kedua orang tuanya. bergumam di dalam hatinya sambil menatap serta mengusap batu nisan kedua orang tuanya secara bergantian.


Nattan hanya diam menatap nayna. Nattan sudah tidak merasa heran dengan sikap nayna yang seperti itu saat berada di pemakaman ayah dan bundanya.


Mata nayna sudah mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Nattan mengusap punggung nayna untuk memberikan ketegaran kepada nayna seperti biasanya.


"Sayang...!!! ingat ayah dan bunda tidak suka melihat putrinya bersedih. Ayah dan bunda akan bahagia saat melihat putrinya tersenyum (bisik Nattan kepada nayna)


Nayna mengusap air matanya yang hampir saja tumpah. Nayna menarik nafasnya memejamkan matanya untuk menenangkan hatinya.


"Ayah, bunda ini Nattan. Menantu kesayangan ayah dan bunda, maafkan Nattan dan nayna ya ayah, bunda, Maaf kita baru sekarang bisa mengunjungi ayah dan bunda. Oh ya bagaimana kabar ayah dan bunda di surga sana...? Em...pasti ayah dan bunda baik-baik aja, dan sangat bahagia di sana. Ayah, bunda selalu bahagia ya di surganya Allah, ayah dan bunda tenang aja gak usah memikirkan putri ayah dan bunda yang cengeng ini, Karena ada Nattan di sini yang selalu menjaganya. Ayah dan bunda selalu bahagia ya di sana, do'a kan kita semoga kita juga selalu bahagia seperti ayah dan bunda. (ucap Nattan)


Nayna menatap Nattan dan tersenyum, air matanya sudah tidak bisa terbendung lagi, pipi mulus nayna sudah basah oleh air matanya.


"Sayang kok malah menangis...!!! (kata Nattan sambil mengusap air mata nayna) Lihat kan ayah bunda putri ayah dan bunda ini memang sangat cengeng sekarang. (kata Nattan lagi)


"Mas kok gitu ngomong nya, siapa yang cengeng...!!! nay cuma merasa bahagia aja. (kata nayna sambil memukul manja ke Nattan)


"Bahagia tapi kok malah menangis sayang...! Em ya udah gak apa-apa. Ayah dan bunda pasti sedang tertawa melihat putrinya cengengnya menjadi manja seperti ini. (ledek Nattan)


Nayna tersenyum malu


"Sayang udah hampir pukul 5, kita pulang ya...!! kita pamit ke ayah dan bunda dulu. Nanti kita mampir ke sini lagi sebelum pulang ke Jakarta. (ucap Nattan)


"Ya udah mas iya. (ucap nayna)


Ayah bunda, nay sama mas Nattan pamit pulang dulu ya. Insyaallah nanti nay ke sini lagi. Assalamualaikum...ayah bunda (ucap nayna)


Nayna mengusap dan mencium nisan ayah dan bundanya bergantian lalu Nattan dan nayna pun pergi dari sana, berjalan menuju mobilnya.


Setelah sampai di parkiran mobil, mereka pun masuk dan mobil pun melaju meninggalkan area pemakaman.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......


...🤗🤗🤗...


...Vote, like dan komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit nya ❤ biar tau kalau author sudah update....

__ADS_1


...🥰🥰🥰...


...Terima kasih 🙏...


__ADS_2