Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Kedatangan tamu


__ADS_3

Pada malam harinya.


Nattan sudah memberi tahu kepada semua anggota keluarga kalau malam ini mereka akan kedatangan tamu, termasuk kepada Nayna. Tetapi Nattan tidak memberi tahu siapa orang yang akan datang itu kepada semuanya.


Semua orang sangat penasaran, dan saat ini mereka semua sedang menunggu di ruang keluarga sambil berbincang-bincang di sana.


Nayna melihat jam yang melingkar di tangannya, jam masih menunjukkan pukul 7 malam, dan tamunya belum juga datang Nayna berpamitan kepada semuanya untuk naik ke atas sementara waktu, karena ada tugas kuliah yang harus Nayna kerjakan.


Setelah mendapatkan izin Nayna pun naik ke atas di antarkan oleh Nattan.


Setelah Nayna sampai di dalam kamar Nattan pun kembali turun dan bergabung dengan yang lain di ruang keluarga rumah besar.


Semua anggota keluarga ada di sana, termasuk Keluarga pak Dedi mereka juga hadir di sana.


Mami Jihan dan juga ibu Santi pamit ke belakang, karena mereka berdua ingin melihat persiapan makan malam apakah sudah siap atau belum.


Di bantu oleh beberapa orang asisten rumah tangga mami Jihan dan ibu Santi menata makanan di meja makan yang sangat besar itu.


"Eh bik di mana potongan buah untuk Nayna...? apakah sudah siap di potong...? (tanya mami Jihan kepada salah seorang asisten rumah tangga yang ada di dekatnya)


"Sepertinya sudah nyonya, sebentar saya ambilkan...! (kata asisten rumah tangga)


Dia pun pergi ke dapur untuk mengambil potongan buah yang di kebetulan baru saja selesai di potong oleh rekannya.


Setelah mengambil piring itu dia pun kembali ke depan dan memberikan piring itu kepada mami Jihan, dan mami Jihan meletakkannya di meja makan di mana Nayna biasanya duduk.


"Sepertinya sudah hampir selesai semuanya San, ayo kita kembali ke depan. Biar para bibik yang menyelesaikan sisanya. (kata mami Jihan)


"Ya Jihan, ayo... kali aja tamunya sudah datang. (kata ibu Santi)


Mami Jihan dan ibu Santi pun pergi dari sana, dan kembali ke ruangan keluarga bergabung dengan yang lain.


"Tamunya belum datang juga Pi...? (tanya mami Jihan kepada papi Syam, sambil duduk di sampingnya)


"Belum mi, barusan di hubungi oleh Nattan katanya dia masih di jalan, palingan sebentar lagi sampai. Tadi dia bilang sudah dekat. (jelas papi Syam)


"Oh syukur lah. (ucap mami Jihan)


"Untuk makanannya bagi mana mi apa sudah siap...? (tanya papi Syam)


"Alhamdulillah sudah hampir siap semuanya Pi, dan beberapa makanan udah mami hidangkan juga di meja makan di bantu sama Santi tadi. (kata mami Jihan)


"Baiklah. (sambil menganggukkan kepalanya).


"Itu sepertinya tamunya sudah datang...(kata papi Syam saat mendengar bel rumah yang berbunyi dan papi Syam dan juga yang lain langsung berdiri dari duduknya)


"Sebentar biar saya saja yang kedelapan, semuanya tunggu di sini saja (kata Nattan)


Tanpa mendengar persetujuan dari semuanya, Nattan pun menyeloyor pergi, berjalan ke depan ke pintu utama.

__ADS_1


"Masuk Riz, tuh semuanya sudah menunggu kamu. Kamu tau gak semuanya pada penasaran siapa sih tamu yang datang malam ini. (ucap Nattan sambil merangkul bahu Fariz)


"Emangnya kamu gak bilang Nat, kalau aku yang datang. (kata Fariz)


"Enggak...! aku tuh mau bikin seisi rumah ini penasaran. (kata Nattan)


"Bisa aja kamu Nat. (kata Fariz)


"Udah ayo masuk, di dalam ada Ardy juga loh. Cowok yang kamu Suka (ledek Nattan)


"Udah deh Nat gak usah mulai, itu cuma masa lalu. (kata Fariz)


"Ya masa lalu tapi rasa-rasa itu pasti masih ada (kata Nattan lagi sambil tertawa renyah)


Fariz pun cemberut.


Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah, berjalan berdampingan menuju ruang keluarga.


"Masuk Riz, tuh semuanya sudah menunggu kamu (kata Nattan saat sudah sampai di ruang keluarga)


Fariz pun melangkah masuk ke dalam ruang keluarga. Sambil mengucapkan salam.


"Fariz...! ternyata kamu...! kapan kamu sampai ke Indonesia...? (ucap kakek sambil melangkah menghampiri Fariz)


Fariz juga melangkah menghampiri kakek.


"Kakek tau, cucu centil kakek ini sudah satu bulan di sini tapi dia tidak menjumpai kita di sini (Cela Nattan mengompor-ngompori)


Setelah melepas kangennya sama kakek Yoga, Fariz pun menyapa semuanya.


Fariz tidak begitu mengenal semua anggota keluarga Nattan, apa lagi kepada kedua orang tua Nattan dan juga ibu Santi ibunya Ardy, Fariz hanya bertemu mereka 1 kali saat wisuda Nattan. Karena saat itu Nattan duluan wisuda darinya jadi Fariz juga hadir saat wisuda itu dan bertemu dengan kedua orang tua Nattan dan juga ibu Santi yang juga hadir saat itu.


Tetapi kalau dengan Kakek Yoga, pak Dedi, dan juga Ardy Fariz sangat kenal karena saat kuliah dulu bersama Nattan Fariz sering bertemu semuanya apalagi dengan Kakek Yoga Fariz sangat dekat. Bahkan kakek Yoga menganggap Fariz seperti cucunya sendiri sama seperti Ardy.


Sampai-sampai kakek Yoga menjuluki Fariz cucu centil, karena Fariz anaknya kemayu seperti perempuan tetapi tampan.


Semuanya saat ini sudah duduk di sofa yang ada di ruang keluarga, mereka berbincang di sana. Berbagai pertanyaan di layangkan oleh kakek Yoga dan pak Dedi kepada Fariz.


Sesekali mami Jihan juga bertanya kepada Fariz, walaupun tidak kenal dekat dengan Fariz tetapi mami Jihan tau Fariz karena Fariz salah seorang teman akrab putranya Nattan.


Ardy hanya diam, walaupun sesekali terlihat Fariz yang mencuri-curi pandang kepadanya tetapi Ardy cuek saja tidak menghiraukan Fariz dan hanya sibuk dengan ponselnya.


Sedangkan Nattan sudah senyum-senyum sendiri melihat wajah Ardy yang menahan kesal kepadanya.


"Oh ya Nattan...! di mana istri kamu...? (tanya Fariz)


"Ada di atas lagi ngerjain tugas, kamu sih lama banget datangnya jadi nya istri saya bosan nungguin kamu. (kata Nattan)


"Kan sekarang saya sudah datang, sudah panggil sana istri kamu, jangan-jangan kamu bohongi aku lagi kalau kamu sudah menikah (kata Fariz)

__ADS_1


Nattan menatap Fariz dengan tatapan kesal, lalu Nattan pun berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah tangga untuk memanggil Nayna.


"Eh centil, si Nattan benaran udah menikah kok, emangnya kamu buta atau apa, gak lihat tuh ada foto pernikahannya terpampang di situ. (ucap Ardy sambil menunjuk foto yang menempel di dinding ruang keluarga)


Fariz pun langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Ardy, Fariz melihat tanpa berkedip, dan menganggukkan kepalanya.


"Udah yok ngobrol nya, kita langsung saja ke meja makan sekarang sambil menunggu Nattan dan Nayna turun. Gak enak nanti makanannya terlalu dingin. (ajak mami Jihan)


Kakek Yoga menganggukkan kepalanya, lalu semuanya pun berdiri dan berjalan ke ruang makan.


Setelah sampai di sana mereka semua pun duduk.


Dan tidak lama Nattan dan Nayna pun datang. Fariz menatap Nayna tanpa berkedip, dia terlihat terpesona dengan kecantikan Nayna yang tampak sangat alami, bahkan tanpa olesan make up.


Fariz secara berlahan berdiri dari duduknya.


"Eh Nat ini istri kamu...? (tanya Fariz)


"Ya Riz, Perkenalkan Nayna (kata Nattan)


Nayna mengulurkan tangannya, lalu Fariz pun menyambut uluran tangan Nayna.


"Nayna (ucap Nayna)


"Fariz, temannya Nattan (ucap Fariz dengan salah tingkah)


Nayna melepaskan tangan.


"Udah yok kita makan dulu (kata Nattan)


Fariz pun kembali duduk di kursinya, lalu Nattan dan Nayna juga duduk di kursinya.


Semuanya mulai mengisi piring makanan mereka masing-masing, dan mereka pun mulai makan.


Nattan dan Nayna seperti biasa keduanya memakan potongan buah yang ada di dalam piring, Nattan menyuapi Nayna.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....


...🥰🥰🥰...

__ADS_1


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...


...Terima kasih 🙏...


__ADS_2