Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Penjelasan


__ADS_3

Nattan menunggu nayna di balkon yang ada di kamar nayna, sambil bermain hp pribadinya sambil sesekali dia melihat ke arah pintu kamar nayna, dan sedikit cemas karena nayna belum juga kembali dari tadi.


"Kenapa anak itu lama sekali, apa dia tertidur di dapur atau dia malah nyasar, ah gak mungkin dia sebodoh itu. (gumam Nattan pada diri sendiri)


Tidak lama pintu pun terbuka, nayna masuk ke dalam kamarnya tanpa menutup kembali pintu kamar, lalu berjalan mendekati nattan yang sedang duduk di balkon, Nattan melihat ke arah sumber suara, melihat ke arah nayna.


"Kenapa kamu pergi lama sekali (tanya Nattan saat nayna sudah duduk di kursi sebelahnya, dan meletakan air minum dan kopi untuk Nattan)


"Maaf mas, saya tidak tau dapurnya ada di mana, saya juga lupa bertanya sama mas tadi, lalu saat saya mau ke depan saya bertemu dengan pak dedi dan bertanya kepadanya, makanya lama, maaf ya mas sudah menunggu lama.


"Ya udah gak papa, saya kirain kamu nyasar tadi.


"Em...Di minum mas kopinya, mumpung masih panas, (kata nayna sambil mengarahkan kopinya ke Nattan)


"Ya terima kasih.


Nattan meraih cangkir kopinya dan meminum kopinya secara berlahan lalu meletakan kembali cangkir kopi di atas meja yang ada di sampingnya.


"Kenapa kamu cuma membuat kopinya satu...? bukannya tadi kamu bilang mau ambil air...?


"Saya cuma ambil air putih hangat aja mas, ini...!!! (sambil menunjukan botol air di tangannya)


"Oh...baiklah, em...bagaimana sekolah kamu...? apa kamu suka sekolah di Az-Zahra...?


"Alhamdulillah mas, saya suka sekolah di sana, materi pelajaran di sana juga sama seperti di SMA Mutiara, cuma jam masuk dan pulang sekolahnya aja yang berbeda, guru dan teman-teman di sana juga baik-baik semua.


"Sudah berapa lama kamu sekolah di Az-Zahra.

__ADS_1


"Belum lama mas, sekitar satu bulan lebih.


"Udah lumayan lah ya, sudah banyak teman dong di sana.


"Ada mas, beberapa orang.


"Em...termasuk yang menelpon kamu tadi di dalam mobil..?


"Iya mas, dia teman satu kost dan juga satu kelas saya, namanya dita.


"Oh...perempuan, terus saya dengar tadi ada teman kamu yang ulang tahun. maaf saya cuma mendengar pembicaraan kamu di mobil tadi.


"Ya mas, pacarnya dita itu mas yang ulang tahun saya juga kenal kakak leo, dia kakak kelas kami.


"Oh begitu, terus apa kamu mau carikan kado untuk ulang tahun pacar teman kamu itu, kalau iya nanti saya temanin.


"Baiklah, kalau kamu butuh bantuan atau apa kamu kabari saya ya, tidak perlu sungkan. oh ya bisa saya minta no hp kamu...?


"Boleh mas ini...(sambil melihatkan nomor di layar hpnya)


"Saya save ya, itu no saya kamu boleh save juga, kalau ada apa-apa hubungi saja no itu.


"Ya mas, terima kasih.


Suasana pun hening, tidak ada lagi yang berbicara di antara mereka berdua, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing sambil menikmati pemandangan.


"Nattan, kamu juga ada disini. kenapa kamu ganggu waktu istirahat calon menantu mami. (Kata mami jihan yang sudah berdiri di dekat pintu balkon)

__ADS_1


Nayna dan Nattan menoleh ke arah suara, mereka kaget karena kedatangan mami jihan.


"Mami, dari kapan mami berdiri di situ. kenapa mami masuk tidak mengetok pintu dulu. (tanya Nattan santai)


"Baru saja, mami mengetok pintu kok, kalian berdua aja yang tidak dengar.


"Gak usah bohong mi. (Nattan)


"Ya ya, salah siapa pintunya tidak di tutup makanya mami langsung masuk aja. oh ya lagian ngapain kamu di kamar nayna, bukannya kamar kamu di sebelah, ingat ya kalian belum resmi jadi gak boleh macam-macam.


"Mulai deh parno nya keluar, siapa juga yang macam-macam, kami cuma mengobrol mi, ardy lagi tidur di sebelah nattan takut ganggu dia, karena Nattan belum ngantuk jadi Nattan minta temanin nayna ngobrol di sini. naynanya aja tidak keberatan kenapa malah mami yang sewot. (Kata Nattan sambil berdiri dan pergi meninggalkan mami dan nayna)


"Hai, kamu mau kemana...? (tanya mami jihan)


"Mau bangunin ardy, sekalian mau mandi, bulannya kita mau pergi jalan keluar, karena itu kan mami ke sini. (jawab Nattan tanpa melihat mami, dan keluar dari kamar nayna)


"Dasar anak paranormal, dari mana dia tau. (Omel mami jihan)


Nayna yang mendengar perdebatan di antara ibu dan anak itu cuma bisa menggelengkan kepala dan tersenyum.


"Baiklah nak, kamu juga mandi sana, kita sebentar lagi jalan ke luar, melihat kebun teh kakek. kalau begitu mami ke bawah duluan ya.


"Ya mi, nanti kalau nay sudah siap nay kebawah.


"Ya sayang.


Mami pun keluar dari kamar nayna, dan menutup pintu kamar. Setelah kepergian mami jihan Nayna pun masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2