
Di dalam kamar
Arya duduk di pinggir tempat tidur, berusaha membuat dirinya lebih tenang. Setelah lebih tenang, Arya membuka laci meja kecil yang ada di samping tempat tidur lalu Arya pun mengambil album foto yang dia simpan di sana. Arya mulai membuka album foto itu, di mana di sana ada foto-foto kebersamaan dirinya dengan para sahabatnya yaitu Riko, Nita dan juga molly.
Karena mereka berempat tinggal di kawasan perumahan yang sama di kota B dan rumah mereka juga berdekatan jadi dari kecil mereka sudah bersahabat dan selalu bermain bersama.
Bahkan untuk pendidikan mereka juga sekolah di sekolah yang sama, mulai dari usia dini hingga sekarang.
Sambil mengenang masa lalu Arya membuka dan melihat satu persatu foto di dalam album yang sudah terlihat tua itu.
Di setiap foto yang ada sangat terlihat jelas Nita selalu berada di dekat Riko, sejak kecil Nita memang sudah terlihat suka kepada Riko. Ini dapat di lihat dari semua fose Nita saat berfoto selalu menempel dan berada di dekat Riko.
Semakin jauh Arya melihat foto-foto itu membuat Arya tiba-tiba menjadi kesal kembali dan juga rasa cemburunya semakin besar terhadap Riko.
Arya meremas satu lembaran foto itu dan seketika melemparkan album foto itu dengan penuh amanah. Arya mengepalkan tangannya dan memukul bantal yang ada di dekatnya. Saat memukul itu Arya pun berteriak dengan sangat kencang.
Suara teriakan Arya terdengar jelas oleh Nita yang masih ada di ruang tamu apartemen Arya.
Mendengar teriakkan Arya, Nita pun bangun dari duduknya lalu dengan langkah seribu Nita pun menghampiri Arya yang masih berada di dalam kamarnya.
Nita berusaha membuka pintu kamar Arya, setelah beberapa kali mencoba Nita tetap tidak bisa membukanya. Suara teriakan Arya masih terdengar dari dalam, karena cemas Nita pun memberanikan diri mengetuk pintu dan memanggil Arya.
Beberapa kali Nita mengetuk serta memanggil Arya tetapi Arya tidak juga membukakan pintu kamarnya.
Nita berlari ke sofa di mana dia duduk tadi lalu mencari tas kecilnya setelah menemukannya Nita mengambil ponselnya yang ada di dalam sana. Nita mulai mencari nomor kontak Arya lalu menghubungi nomornya sambil berjalan kembali ke dekat kamar Arya.
Panggilan dari Nita sudah terhubung tetapi Arya tidak menjawab panggilannya.
"Ayo Ar...! angkat ponselnya...(ucap Nita saat menghubungi Arya, dan sudah terlihat cemas)
Panggilan dari Nita terputus.
Nita kembali mencoba menghubungi Arya.
"Ar... Arya, tolong bukakan pintunya (panggil Nita sambil mengetuk pintu dan juga sambil menghubungi nomor ponsel Arya)
Karena panggilan masih tidak di angkat oleh Arya. Dengan menggumam dengan kesal Nita pun mematikan panggilan di ponselnya.
__ADS_1
Nita kembali mengetuk pintu kamar Arya dan kali ini Nita mengetuknya dengan sangat kencang sambil berteriak memanggil nama Arya.
"Arya udah deh jangan kayak anak kecil gini, kalau Lo gak juga bukakan pintunya sekarang juga gue akan panggil security apartemen untuk mendongkrak pintu ini. Lo tau gue seperti apa kan...! gak ada orang yang lebih mengenal gue lebih baik dari Lo. Jadi sebelum itu semua terjadi lebih baik Lo buka sekarang deh pintunya. (Ucap Nita dengan sedikit berteriak)
"Ar... Arya... (panggilan Nita, lalu menempelkan kupingnya di pintu untuk mendengarkan suara dari dalam)
Nita sudah tidak mendengar lagi suara apa-apa lagi dari dalam kamar, Nita pun langsung panik.
"Ar... Arya...(Nita masih berusaha memanggil sambil mengetuk pintu)
"Baiklah kalau Lo gak mau bukakan pintunya sekarang juga Lo lihat aja Ar apa yang akan gue lakukan. Tunggu aja ya...(teriak Nita)
Baru aja Nita ingin membalikan tubuhnya, tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka. Dan Nita pun mengurungkan niatnya.
Saat melihat Arya Nita pun langsung melangkah dan memeluknya dengan erat.
"Bodoh...! Lo itu sangat bodoh Ar... Lo itu buat gue sangat takut (ucap Nita dalam pelukan Arya sambil memukul punggung Arya dengan sangat kencang karena kesal dan khawatir)
Arya hanya diam, meringis menahan rasa sakit akibat pukulan dari Nita.
Setelah puas memukul Arya, Nita pun menghentikannya dan kembali mengeratkan pelukannya.
Arya membalas memeluk Nita dengan erat juga.
"Maaf, gue gak bermaksud buat Lo cemas dan takut Nit (ucap Arya)
"Ya gue maafin tapi Lo harus janji ya jangan seperti tadi lagi (kata Nita lagi)
"Ya gue janji (kata Arya)
Cukup lama keduanya saling peluk, lalu Nita pun mulai melepaskan pelukannya. Karena Nita melepaskan pelukannya Arya pun juga melepaskan pelukannya.
Nita menatap wajah Arya, lalu meraih dan menggenggam satu tangan Arya.
"Lo itu kenapa sih Ar...? Gak biasanya Lo seperti ini...! Apa Lo lagi ada masalah...? (tanya Nita)
(Nita memang tidak tau kalau Arya menaruh hati kepadanya, bahkan Riko maupun Molly juga tidak tau kalau Arya menyukai Nita. Arya sendiri juga baru menyadari perasaannya terhadap Nita, dan Arya belum pernah mengungkapkannya kepada Nita atau pun bercerita kepada orang lain tentang perasaannya itu. Selama beberapa bulan ini Arya masih memendam perasaannya sendiri.)
__ADS_1
"Gak kok Nit, gue gak ada masalah (jawab Arya)
Setelah mengatakan itu Arya pun berjalan ke sofa dan duduk di sana. Nita menatap Arya dengan tatapan penuh heran. Lalu Nita pun berjalan menuju sofa mengikuti Arya dan Nita pun duduk di pangkuan Arya.
(Di saat hanya berdua dengan Arya Nita memang selalu bersikap manja seperti itu, sikap Nita saat hanya berdua dengan Arya bukan lagi seperti sikap seorang sahabat tetapi lebih dari sahabat, karena sikap Nita yang seperti itu lah yang membuat Arya nyaman bersamanya dan tanpa di sadari Arya pun jatuh hati kepada Nita tanpa di sadari oleh Nita)
"Yakin Lo gak lagi ada masalah Ar...! Udah Lo itu gak usah bohong sama gue. Kalau Lo ada masalah Lo bisa cerita sama gue, nanti kalau gue bisa gue akan bantu, Lo tenang aja. (kata Nita sambil meletakkan kedua tangannya di bahu Arya)
"Gue gak ada masalah apa-apa Nit...! gue seperti tadi karena gue lagi kesal aja. (kata Arya)
"Kesal...? (Nita menatap mata Arya) Lo kesal sama gue ya Ar...! (kata Nita lagi lalu menundukkan kepalanya)
"Gak kok Nit, gue gak kesal sama Lo... (kata Arya lalu mengangkat kepala Nita dengan tangan nya)
"Kalau Lo gak kesal sama gue, lalu Lo kesal sama siapa Ar...? (tanya Nita dengan tatapan bingung)
"Gak sama siapa-siapa, gue kesal sama diri gue sendiri (kata Arya) Udah ah gak usah bahas itu lagi (kata Arya lagi)
"Lo itu memang aneh Ar (ucap Nita, lalu Nita pun tertawa)
Arya menatap Nita yang tertawa lepas, diam-diam Arya pun tersenyum. Arya merasa bahagia melihat Nita yang tertawa lepas tanpa beban seperti itu.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...🥰🥰🥰...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...