Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Ardy dan Nattan


__ADS_3

Perkebunan teh yang hijau, udara yang bersih dari evolusi kendaraan sore itu menemani mereka memanjakan mata melihat pemandangan yang sangat indah, hamparan perkebunan teh yang luas nan hijau itu sangat memanjakan mata. semuanya berjalan memutari perkebunan teh itu, tanpa terasa waktu senja pun menjelang, mereka kembali ke villa, membersihkan diri, menunaikan kewajiban nya di kamar masing-masing, lalu berkumpul di ruang bawah yang sudah tertata makanan di sana, semuanya menyantap makanan yang sudah tersedia dalam diam, selesai makan malam sambil menghirup udara sejuk di malam hari ardy dan Nattan duduk di teras depan villa, yang lain setelah duduk bersantai dan berbincang di ruang depan, mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing begitu juga nayna yang sudah membaringkan tubuhnya di kasur tempat tidur yang ada di kamar.


"Bagaimana bro, jadi lo temui dan ngomong sama nayna tadi...? (tanya ardy kepada Nattan)


"Ya jadi (jawab Nattan singkat)


"Terus...(ardy)


"Apanya yang terus, ya saya ngobrol. (Nattan)


"Ya saya tau, yang saya tanya itu, bagaimana dan siapa yang menelpon dia di dalam mobil itu, cewek atau cowok, pacarnya atau temannya.


"Oh itu, Temannya di sekolah, cewek namanya dita, dia minta temanin sama nayna untuk mencari kado untuk ulang tahun pacarnya yang bernama leo.


"Bearti saya benar dong, itu cewek bukan cowok lo nya aja terlalu curiga jadi orang. makanya bro kalau lo cemburu bilang aja, gue tau lo sudah jatuh cinta sama nayna, karena waktu kita di kebun kakek tadi lo selalu melihat nayna terus.


"Apaan sih lo ar, sok tau deh. udah lah saya masuk dulu, malas saya ngomong sama orang jomblo kayak lo. (Nattan pun berdiri dari duduknya lalu melangkah masuk ke dalam villa)


"Payah lo nat, gitu aja ngambek. kayak cewek lo (Ejek ardy yang juga menyusul Nattan masuk ke dalam villa)

__ADS_1


"Berisik lo, semua orang sudah pada tidur nanti mereka pada bangun lagi dengar suara cempreng lo itu ar. lebih baik lo diam deh. ayo ke kamar saya sudah ngantuk.


"Iya bro.


Nattan dan ardy pun masuk ke dalam kamar mereka, lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang luas itu, mereka pun diam dan sibuk dengan hp masing-masing.


"Katanya lo mau tidur, kok malah main hp. chat sama siapa sih lo, sama nayna...?


"Sok tau lo. siapa juga yang lagi chat sama itu cewek, kalau saya mau ngomong sama dia kan saya tinggal ke sebelah samperin dia.


"Ya ya ya, tapi ingat pintunya di kunci biar gak ke pergok tante jihan lagi.


"Ya dari tante jihan lah, saya dengar dia cerita sama ibu tadi sebelum lo dan yang lain ada di tempat makan. (ardy)


"Pasti mami banyak ngarang cerita kan ke ibu santi...? mami kebisaan penuh drama.


"Gak kok, tante jihan cuma bilang kalian pegangan tangan sambil ngobrol.


"Siapa yang pegangan tangan, ngarang bebas tuh mami, jangankan untuk pegangan tangan, untuk menatap saya aja dalam 10 detik gadis itu gak pernah, sepertinya dia juga sengaja tadi tidak menutup pintu kamarnya pada saat kita hanya berdua di dalam kamar. dia memang gadis yang aneh.

__ADS_1


"Lo itu yang aneh, itu aja lo gak tau.


"Tau apa...? (tanya Nattan)


"Tau kenapa dia tidak mau menatap lo, dan juga tidak menutup pintu saat hanya lo berdua di dalam kamar.


"Emangnya lo tau kenapa dia seperti itu...?


"Ya tau lah, nayna itu takut kalau dia menatap lo lama nanti lo terkam dia karena dia tau lo itu buaya. hahaha (canda ardy)


"Berengsek lo, lo itu yang buaya. saya serius ya ar. (Nattan berkata sambil melemparkan bantal nya kepada ardy)


"Ya bro saya serius, hahaha....(ardy tidak bisa berhenti dengan tawanya)


"Sudahlah capek saya ngomong sama lo, diam lo saya mau tidur. (kata Nattan sambil menarik bantal yang ada di kepala ardy, sebagai penopang tubuhnya untuk bersandar di tempat tidur)


"Jangan marah-marah bro, nanti lo tambah tua.


Nattan hanya diam dia tidak mau meladeni omongan ardy, karena Nattan tau dia selalu kalah untuk berdebat dengan ardy. ardy selalu punya cara untuk membuat Nattan terpojok.

__ADS_1


__ADS_2