Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Dita Sakit


__ADS_3

๐Ÿ“ž (Nayna) Assalamualaikum...(ucap nayna)


๐Ÿ“ž (Sasa) Wa'alaikumsalam...


Maaf apakah saya sedang berbicara dengan nayna temannya dita yang sekolah di Az-Zahra School...? Saya Sasa, tetangga kamarnya dita. (ucap sasa yang berbicara lewat ponselnya)


๐Ÿ“ž (Nayna) Oh sasa... Ya saya nayna, ada apa sasa menghubungi saya malam-malam begini...?


๐Ÿ“ž (Sasa) Begini nay, saya sekarang ada di kostan nya dita, tadi pas saya baru pulang kerja saya melihat jendela kost dita masih terbuka, padahal ini sudah malam, gak seperti biasanya, terus saya panggil-panggil ditanya tapi gak Nyaut, karena gak ada sautan dan respon dari dita jadi saya beranikan diri untuk buka pintu yang ternyata tidak di kunci, saya panggil lagi ditanya tetapi dita tidak juga keluar, terus saya beranikan diri untuk masuk, pada saat saya masuk saya lihat ditanya sudah tergeletak tidak sadarkan diri di depan pintu kamar nya. Saya buru-buru menolongnya dan saya baringkan di tempat tidur setelah beberapa anak kost yang lain membantu saya mengangkat tubuh dita.


๐Ÿ“ž (Nayna) Astagfirullah... Jadi bagaimana keadaan dita nya sasa...? (tanya nayna yang mulai panik)


Nattan yang melihat nayna mulai kelihatan panik dan kuatir merangkul tubuh nayna dengan satu tangan di belakang punggung nayna untuk memberikan ketenangan kepada nayna.


๐Ÿ“ž (Sasa) Sekarang, Alhamdulillah dita nya udah siuman nayna, tapi panas badannya masih tinggi, dan ini sudah kali keduanya dita muntah, dita tampak sangat lemah dan wajahnya sangat pucat. kami mau bawa ditanya ke rumah sakit, ditanya menolak. saat ibuk kost ingin menghubungi orang tuanya dita juga melarang, kata dita dia gak mau membuat orang tuanya khawatir, jadi saya gak tau harus ngapain dan dita meminta saya menghubungi nomor ini, katanya ini temannya, makanya saya menghubungi nomor yang di berikan oleh dita ini.


๐Ÿ“ž (Nayna) Baiklah sasa, terima kasih sudah menghubungi saya, Saya akan ke sana sekarang, tolong jagain ditanya sebentar ya...!


๐Ÿ“ž (Sasa) Baik nayna, saya tunggu.


๐Ÿ“ž (Nayna) Assalamualaikum...


๐Ÿ“ž (Sasa) Wa'alaikumsalam...


Setelah mematikan panggilan di ponselnya, nayna menatap Nattan yang duduk di sebelahnya.


"Mas, teman kan nay ke tempat dita ya mas, dita lagi sakit, nay khawatir sama dita mas. (ucap nayna sambil menggenggam tangan Nattan)


"Ya mas teman kan, ya udah kita siap-siap sekarang. (ucap Nattan sambil mengelus kepala nayna)


"Ya mas (jawab nayna)


Lalu nayna dan Nattan pun bersiap, setelah rapi mereka keluar dari kamar dan turun kebawah, saat sudah berada di teras rumah Nattan meminta nayna untuk menunggunya di sana, dan Nattan pun pergi mengambil mobil mereka yang ada di garasi.


Nyana sudah berada di dalam mobil, dan mobil pun melaju menuju kostan dita.


Setelah beberapa menit, mobil Nattan pun sampai di kostan dita, Nattan memarkirkan mobilnya tepat di depan gerbang kostan. Lalu nayna dan Nattan turun dari mobil dan berjalan ke pos satpam tempat penjaga kost yang terbilang elit itu.


Setelah meminta izin, nayna dan Nattan pun masuk dan berjalan menuju kamar kost dita, yang pintunya tampak terbuka dan ada beberapa orang yang duduk di depan kamar dita.


"Assalamualaikum...(ucap nayna saat sudah berada di depan kamar dita)


"Wa'alaikumsalam...(jawab semuanya)


Em...neng temannya neng dita...? (tanya salah seorang perempuan yang terlihat sudah berumur itu)


"Iya buk, saya temannya dita. Nama saya nayna, dan ini Suami saya (ucap nayna yang tanpa sadar menyebutkan status pernikahannya)


Semua orang yang ada di sana tampak kaget mereka menatap nayna dan juga Nattan yang berdiri di samping nayna.


Nattan hanya tersenyum dia sangat senang nayna mengakui status mereka kepada orang ya walaupun nayna tanpa sadar menyebutkannya, karena kepanikan. Tapi itu sudah membuat Nattan sangat senang.


"Apa ditanya masih di dalam buk, apakah boleh kami masuk...? (tanya Nattan, yang menyadari tanda tanya dari semua orang yang ada di sana atas ucapan nayna)

__ADS_1


"Iya tuan, silahkan masuk. (kata salah seorang wanita yang ada di sebelah ibuk kost mereka)


"Baiklah, kalau begitu kami permisi masuk dulu. Ayo sayang masuk. (ucap Nattan sambil membawa nayna masuk)


Nayna tersenyum kepada semuanya, lalu nayna dan Nattan pun masuk, Nattan duduk di sofa ruang tamu dita, sedangkan nayna langsung masuk kedalam kamar dita.


"Dita...(panggil nayna saat melihat dita yang terbaring di tempat tidurnya, dan nayna hanya tersenyum kepada perempuan yang duduk di pinggir tempat tidur dita)


Nayna duduk di pinggir tempat tidur dita di sisi sebelahnya. Nayna meletakan tangannya di kening dita yang sudah membuka matanya saat mendengar suara nayna.


"Dit, kita ke rumah sakit ya, ini tubuh lo masih panas bangat. (ucap nayna sambil menggenggam tangan dita)


"Gak usah nay, gue gak apa-apa kok. (ucap dita dengan suara yang masih lemah)


"Dita, gue gak terima penolakan ya. Gue datang ke sini sama mas Nattan mau membawa lo ke rumah sakit, kalau lo menolak gue akan minta mas Nattan menghubungi orang tua lo. Lo tau kan kalau mas Nattan yang menghubungi orang tua lo, kedua orang tua lo bakalan langsung terbang ke sini saat ini juga keduanya, tanpa mereka bisa memberikan alasan apa pun. Apa lo mau seperti itu. (kata nayna)


"Kok lo ngancam gue seperti itu sih nay. (kata dita)


"Terserah lo bilang gue ngancam atau bagaimana, karena cuma itu yang bisa gue lakukan kalau lo menolak untuk ke rumah sakit sekarang. Lo selalu seperti ini dita, kalau sakit selalu diam gak pernah mau bilang ke siapa-siapa kalau tidak di paksa. (ucap nayna)


"Ya nayna, kamu benar. Tadi aja saya yang paksa ditanya untuk memberikan nomor seseorang yang bisa saya menghubungi, paling tidak orang itu tau kondisi dita saat ini. (ucap Sasa yang dari tadi hanya diam melihat kedua sahabat yang sangat dekat itu)


"Ya sasa dita memang seperti itu, kalau lagi ada apa-apa dia selalu diam, dia berusaha menyelesaikan nya sendiri. (ucap nayna)


Em...terima kasih ya Sasa kamu sudah membantu dita. (ucap nayna lagi)


"Ya nayna gak masalah, itu sudah tanggung jawab saya sebagai tetangga dita. (ucap sasa) Udah dita, kamu ikut aja ya ke rumah sakit bareng nayna, lihat tubuh mu masih lemah. (ucap sasa)


"Tapi Sasa, nay, gue benar-benar sudah mendingan. (ucap dita)


"Jadi mas Nattan juga ada di sini nay, kok tumben mas Nattan mau masuk, biasanya selalu menunggu di mobil. (kata dita sambil memelankan suaranya)


"Ya kan ini udah sangat malam dita, makanya dia ikut masuk, jadi bagaimana dita...!!! kita ke rumah sakit yok, badan lo masih panas bangat ini dit, dan gue gak mau nanti lo pingsan lagi. (kata nayna)


"Ya udah nay iya kita ke rumah sakit sekarang, tapi kalau dokter nya nanti bilang gue gak di rawat lo antar gue kembali ke kost ya. (kata dita)


"Ya dita, tapi kalau lo gak di rawat gue gak akan antar lo ke kost tapi lo ikut gue ke dream house aja, jadi gue bisa memantau kondisi lo. (ucap nayna, sambil membantu dita untuk duduk dan juga di bantu oleh sasa)


"Tapi nay...(ucap dita)


"Gak ada tapi-tapi dita. (sambung nayna sebelum dita melanjutkan kata-katanya)


Dita hanya diam, dan tidak membantah lagi. Nayna, dita dan sasa pun keluar dari kamar, Nayna dan sasa memapah tubuh dita. Nattan yang melihat mereka keluar langsung berdiri dari duduknya menghampiri mereka.


"Bagaimana sayang keadaan dita nya...? (tanya Nattan kepada nayna)


"Badannya masih panas mas, kita bawa ditanya ke rumah sakit ya mas. (jawab nayna)


"Kita bawa ke Rumah Sakit *** Aja sayang, mas udah chat Nando, kebetulan dia tugas malam. (kata Nattan)


"Bagus dong mas, ya udah kita ke rumah sakit *** sekarang. (kata nayna)


"Ya ayo (ucap Nattan)

__ADS_1


Mereka pun keluar dari kost dita, setelah mengunci kost dita dan berpamitan kepada pemilik kost dan anak-anak kost yang lain nayna dita dan Nattan pergi ke rumah sakit. Setelah di bantu oleh sasa memapah dita masuk ke dalam mobil Nattan.


Mobil pun melaju, meninggalkan kost-kostan.


Sasa kembali ke dalam, saat sasa sampai di dekat teman-teman satu kost nya serta ibuk kost, mereka semua mulai menarik sasa yang terlihat sangat kecapekan itu untuk duduk di depan kamar nya yang kebetulan bersebelahan dengan kamar dita.


"Kalian semua apa-apaan sih, saya capek mau istirahat. (ucap sasa)


"Sebentar sasa, kami cuma mau bertanya. Apa perempuan yang tadi itu benar teman satu sekolah dengan dita...? (tanya salah seorang anak kost)


"Iya, namanya nayna dia teman satu kelas dengan dita di Az-Zahra School, emangnya kenapa sih...!! (sewot sasa)


"Jangan sewot dulu sasa, kalau perempuan tadi satu sekolah dengan dita, kenapa dia bilang laki-laki yang bersama dia itu suaminya...! masak masih sekolah udah punya suami. Apa benar sa, kalau laki-laki itu suami teman dita....? (tanya anak kost lagi)


"Gue gak tau urusan pribadi teman dita itu, gue aja baru pertama kalinya ketemu sama teman dita itu. Udah-udah kalian gak usah urus mereka, kalau kalian gak mau kena masalah. (ucap sasa)


"Emangnya kenapa sasa...? (tanya mereka berbarengan)


"Apa kalian gak tau laki-laki itu siapa...? (tanya sasa)


Mereka semua menggelengkan kepalanya


"Dia adalah Samuel Nattan Prayoga, cucu satu-satunya dari keluarga Prayoga, orang yang paling kaya dan di hormati di kota ini. Mereka bisa melakukan apa pun, saya lihat tadi 2 mobil lain yang mengikuti mobil mereka, mungkin saja itu mobil pengawalnya. Bisa jadi teman dita itu benar istrinya karena saya pernah dengar kalau cucu dari keluarga Prayoga itu sudah menikah, dan saya dengar tadi dia panggil sayang kepada teman dita itu. (ucap sasa)


"Oh, jadi mereka keluarga Prayoga, tapi penampilan mereka sangat sederhana ya, gak memperlihatkan kalau mereka dari keluarga kaya raya.


"Iya, apa lagi si teman dita itu sangat ramah orangnya.


"Ya, kan gak semua orang dari keluarga kaya raya itu sombong. (jawab ibuk kost)


"Ya ibuk benar, buktinya teman dita itu. Bahkan kata-katanya saat berbicara di ponsel tadi sangat lembut, walaupun nada suaranya sangat cemas. Dan dia sangat peduli sama sahabatnya, dita sangat beruntung punya teman seperti nayna itu. (ucap sasa)


"Ya sasa, karena kebaikan dia itu makanya dia menjadi bagian dari keluarga Prayoga. (kata ibuk kost, yang sedikit banyak tau tentang keluarga Prayoga, dari televisi dan cerita orang)


"Tapi, menurut gue laki-laki itu sangat dingin dan tatapannya sangat menakutkan ya, apa kalian gak lihat tadi sikapnya sangat dingin saat bertanya kepada kita dengan tatapan yang sangat menakutkan itu. (kata salah seorang anak yang ada di kamar atas)


"Ya kan saya sudah bilang tadi dia adalah cucu dari keluarga Prayoga, yang saya tau dia sangat ditakuti karena dia bisa melakukan apa aja, makanya kalau pun kita semua sudah tau tentang kehidupan pribadinya, kita harus menutupi itu semua kalau kita mau hidup dengan tenang. Apa lagi kita belum tau kebenaran sebenarnya seperti ini. (kata sasa)


"Ya sasa itu benar, keluarga Prayoga itu memang terkenal sangat baik, tetapi mereka tidak memaafkan orang-orang yang mencampuri hal pribadi mereka. (kata ibuk kost)


Ya sudah, semuanya kembali sana ke kamar kalian, ini udah tengah malam. Pada tidur sana. (kata ibuk kost lagi)


"Iya buk (ucap semuanya)


Dan mereka pun membubarkan diri, sasa juga masuk ke dalam kost nya, setelah semuanya pergi.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa Tinggalkan jejaknya ya teman-teman...


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...

__ADS_1


...Terima Kasih ๐Ÿ™...


__ADS_2