
"Selamat ya kakak ipar. (ucap Nita lalu memeluk Dita)
"Ya terima kasih (jawab Dita yang penuh dengan rasa heran)
Dita menatap perempuan yang baru saja memeluknya dan memanggilnya kakak ipar itu. Dan seketika Dita pun teringat saat pertama kali bertemu dengan Nita di kampus. Bayangan saat pertama kali bertemu pun terputar kembali di ingatan Dita.
"Kamu...! (seru Dita)
"Kamu kenal sama Nita dit...? (tanya Nando)
"Gak sih mas tapi Dita pernah ketemu sama dia di kampus sekali (kata Dita dengan sinis)
"Ah iya Nita baru ingat mas Nando. Nita pernah bertemu kakak ipar di kampus sekali. (kata Nita dengan kata manis yang pura-pura baru ingat)
"Oh iya kalian berdua kan kuliah di kampus yang sama, mas baru ingat. (kata Nando)
Dita menatap Nando dengan heran, melihat ke dekat tan dr Nando dan Nita membuat Dita bertambah heran.
"Emang nya dia siapanya mas...? (Tanya Dita yang sedikit berbisik kepada Nando)
"Oh dia Nita sayang, kamu ingat istrinya Dicky yang sepupu mas itu...? (Tanya Nando lalu Dita pun menganggukkan kepalanya) Nah...Nita ini adiknya istri dicky itu sayang, Nita ini sudah seperti adik bagi mas, makanya kita berdua terlihat sangat dekat. (kata Nando lagi)
"Oh... ternyata dunia ini benar-benar sangat kecil ya mas. (ucap Dita dengan suara kecil)
"Apa sayang...? apa yang sayang bilang barusan...? (tanya Nando)
"Gak ada apa-apa mas Dita cuma ngedumel sendiri aja. (kata Dita)
Dr Nando dan Nita saling mengobrol sedangkan Dita hanya diam saja, dita hanya sibuk dengan pikirannya saat ini.
__ADS_1
"Kenapa harus perempuan sombong ini sih...? Em pantasan dia sombong bangat kemarin, ngatain orang seenaknya aja ternyata dia ada pelindungnya yang dia pikir bisa melindungi dia dari apapun. (kata Dita dalam hati)
.
.
.
Hari semakin larut, Semua tamu undangan sudah berangsur pulang, begitu juga dengan Nayna dan Nattan. Setelah berpamitan kepada kedua pengantin serta keluarga nya Nattan dan Nayna pun kembali ke kamar hotel yang mereka tempati.
Nayna saat ini sudah berbaring di tempat tidur, malam ini Nattan sangat overprotektif kepada Nayna. Setiap apa yang ingin di lakukan oleh Nayna harus seizin dari Nattan atau akan di lakukan oleh Nattan sendiri.
Selama acara, Nattan tidak pernah jauh dari Nayna. Nattan tidak beranjak dan selalu duduk di samping Nayna, untuk berdiri pun Nattan dengan cepat membantu Nayna.
Nayna sangat kesal di perlakukan seperti itu oleh Nattan, Nayna sudah berusaha menjelaskan kepada Nattan kalau dia baik-baik saja tetapi itu semua percuma, Nattan tidak mendengarkan perkataan nya.
Kakek, mami dan papi yang melihat hanya tersenyum saja, melihat Nattan yang sangat perhatian kepada Nayna membuat mereka sangat bahagia.
Nattan melihat ke arah Nayna, dan saat pandangan mereka beradu seketika Nayna pun mengalihkan pandangannya. Nattan yang tau Nayna marah kepadanya hanya tersenyum saja.
Nattan berjalan dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengerti pakaiannya. Setelah selesai Nattan pun keluar dari dalam kamar mandi berjalan mendekati Nayna yang sedang berbaring di tempat tidur.
Nayna yang tau Nattan mendekat ke arah nya, langsung memalingkan wajahnya dan menutup matanya.
Nattan berbaring di samping Nayna, lalu mengecup kening Nayna dan memeluknya. Nattan tidak berkata apa-apa Nattan terus saja memeluk Nayna sambil mengelus kepala Nayna.
Tidak butuh waktu lama Nayna pun benar-benar tertidur. Nattan tersenyum melihatnya.
"Maafkan mas ya sayang, mas tau kamu sangat marah kepada mas, tapi ini demi kebaikan kamu juga sayang. Mas cuma gak mau kamu kecapean lagi dan pingsan seperti tadi siang. Mas gak sanggup melihat itu, dunia mas terasa runtuh saat melihat kamu seperti itu. (kata Nattan mengelus pipi Nayna)
__ADS_1
"Tidur lah sayang...! Selamat malam istri cantik ku. (kata Nattan lagi lalu mengecup kening, pipi dan juga bibir Nayna)
Nattan secara berlahan turun dari tempat tidur, membetulkan selimut untuk menutupi tubuh Nayna.
Nattan meraih tas yang berisi laptop nya, lalu berjalan ke sofa yang ada di dalam kamar. Nattan duduk di sana membuka serta menghidupkan laptopnya.
Seperti biasa Nattan pun mulai mengerjakan pekerjaan nya, mengecek semua email yang masuk serta memeriksa jadwal kerjanya esok hari.
Sambil terus fokus ke laptop yang ada di hadapan nya, Nattan pun sesekali melirik ke arah Nayna yang sudah tertidur pulas.
Tidak terasa 3 jam pun berlalu, Nattan mulai menguap lalu Nattan melihat jam yang ada di dinding. Karena jam sudah menunjukkan pukul 3 Nattan pun mematikan laptop nya, meregangkan tubuhnya (menggeliat).
Karena sudah sangat mengantuk Nattan pun berjalan ke tempat tidur lalu berbaring di samping Nayna, Tidak butuh waktu lama Nattan pun tertidur sambil memeluk Nayna.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Authornya down. โ...
__ADS_1
...Terima kasih ๐...
...๐๐๐...