
Mobil yang berwarna hitam itu berhenti tepat di jalan dimana Nayna dan Riko duduk saat ini. Nayna yang mengenali mobil itu langsung berdiri dari duduknya.
"Mau kemana nay...? (tanya Riko yang juga berdiri dari duduknya sambil meraih tangan Nayna)
Nayna yang menyadari tangannya di pegang oleh Riko seketika dengan cepat melepaskan genggaman itu.
"Eh...maaf nay...! (ucap Riko yang sedikit gelagapan)
Nayna hanya menganggukkan kepalanya, lalu Nayna ingin berlalu pergi dari sana.
"Eh nay, tunggu sebentar...! kamu mau kemana...? (tanya Riko lagi yang kembali ingin meraih tangan Nayna, tetapi di urungkan nya setelah melihat tatapan tajam mata Nayna)
"Maaf kak, nay Mau pulang, tuh yang jemput nay sudah datang. (jawab Nayna, sambil menunjuk mobil yang berhenti di depannya dengan sorotan mata)
"Oh...jadi mobil ini, mobil jemputan kamu...! (seru Riko lalu menatap mobil tersebut)
"Iya kak, ya udah kalau begitu nay pamit dulu. Assalamualaikum...(kata Nayna)
"Wa'alaikumsalam...(jawab Riko dengan suara yang pelan)
Di dalam mobil
Nattan yang melihat itu semua tampak sangat kesal, saat Riko meraih tangan Nayna Nattan sudah menggenggam tangan nya dan hendak turun dari mobil.
Tetapi seketika Nattan mengurungkan niatnya, apalagi setelah melihat reaksi Nayna yang melepaskan tangan riko dengan cepat. Senyuman di bibir Nattan seketika mengembang melihat sorotan tajam mata Nayna kepada Riko.
Nattan masih berada di dalam mobil, melihat ke arah luar di mana Nayna dan Riko berada.
Sebenarnya, jauh dari hatinya yang paling dalam, Nattan ingin sekali turun dari mobil saat itu juga menghampiri Nayna dan juga Riko serta memberikan pelajaran kepada Riko yang sudah menggangu istri nya.
Tetapi karena Nattan memikirkan perasaan Nayna niat itu pun di diurungkannya, dan Nattan dengan sabar menunggu Nayna di dalam mobil tanpa membuka kaca mobil sedikit pun dan dalam kondisi mesin mobil yang masih menyala.
Setelah berpamitan kepada Riko Nayna pun berjalan dan masuk ke dalam mobil, Nayna mengembangkan senyuman melihat ke Nattan, dan Nattan pun membalas dengan senyuman.
"Kita pulang sekarang atau apa sayang mau mampir ke suatu tempat dulu...? (tanya Nattan sambil menatap manik mata istri nya yang juga menatapnya)
"Kita langsung pulang aja ya mas, nay mau langsung istirahat badan nay terasa capek banget. (jawab Nayna)
"Baiklah kita pulang sekarang. (ucap Nattan, lalu mengelus kepala Nayna dengan lembut)
Nattan mulai melajukan mobilnya, meninggalkan Riko yang tampak masih menatap ke arah mobil mereka sampai mobil tidak terlihat lagi.
__ADS_1
Di dalam mobil, Nattan maupun Nayna sama-sama diam, tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua, Nattan hanya fokus mengemudi, sedangkan Nayna sudah mulai memejamkan matanya karena Nayna merasa tubuhnya sangat lelah saat ini.
"Sayang... benaran nih gak mau beli sesuatu...? (tanya Nattan sambil memperlambat serta menghentikan laju mobil karena lampu merah)
Nattan terdiam dan merasa heran karena tidak mendapatkan jawaban dari Nayna.
"Sayang....(ucap Nattan sambil menoleh ke arah dimana Nayna duduk)
Nattan tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat melihat Nayna sudah tertidur pulas di sana, Nattan mengelus lembut kepala Nayna sambil berkata
"Duh kasian istri mas sampai ketiduran kayak gini....! Maafin mas ya sayang, pasti kamu kelelahan karena lama menunggu mas jemput...!
Nayna menggeliat, dengan cepat Nattan pun menjauhkan tangannya yang mengelus kepala Nayna. Nattan tersenyum dan berpura-pura tetap fokus melihat ke depan dari tadi.
"Mas...apa kita sampai....? (tanya Nayna sambil mengucek matanya dengan lembut dan mengubah posisi duduk nya)
"Belum sayang, sebentar lagi. Ini masih lampu merah (jawab Nattan melihat ke arah Nayna)
"Oh kirain udah sampai. Maaf ya mas nay ketiduran ya (kata Nayna lagi)
"Ya sayang gak apa-apa kok, ya udah kalau sayang masih ngantuk lanjut tidur aja, nanti kalau udah sampai mas bangunin. (ucap Nattan)
Mobil masih melaju membelah keramaian kota, sesekali tampak Nattan melirik ke arah Nayna yang sudah tertidur sambil memeluk tas kecil yang suka di bawanya.
Nattan mengurangi kecepatan mobil dan fokus mengemudi karena jalanan cukup ramai saat ini, tetapi walaupun ramai tidak ada yang mengakibatkan kemacetan, semua mobil melaju dengan sangat lancar.
Beberapa menit kemudian, mobil yang di kemudikan Nattan sampai di kediamannya, Nattan memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk utama rumah.
Nattan melihat ke arah Nayna yang masih tidur setelah mematikan mesin mobilnya. Lalu dengan penuh hati-hati Nattan pun turun dari mobil dan dengan berlahan menutup pintu mobil.
Nattan berjalan ke arah sisi mobil yang satunya, membuka pintu mobil dengan penuh hati-hati supaya tidak membangunkan Nayna.
Nattan mengangkat tubuh Nayna yang mungil tanpa membangunkannya. Membawanya ke pelukannya.
"Mang tolong ya masukan mobilnya ke garasi, kuncinya ada di dalam, Em... semua barang yang ada di dalam mobil tolong di bawa masuk ya mang. (ucap Nattan kepada mang Koko yang sudah berdiri di dekatnya)
"Baik den (jawab mang Koko, lalu mang Koko menutup pintu mobil dan berjalan ke arah sisi mobil yang satunya masuk ke dalam mobil)
Setelah berbicara dengan mang Koko, Nattan pun berjalan ke pintu utama masih sambil memapah tubuh Nayna.
Bik Minah sudah membuka pintu rumah saat mendengar suara mobil Nattan.
__ADS_1
"Ada yang perlu bibik bantu den...? (tanya bik Minah menghampiri Nattan)
"Itu bik, tolong antarkan ke atas semua barang kita yang masih ada di dalam mobil ya bik. (ucap Nattan)
"Baik den. (bik Minah menganggukkan kepalanya) Em...Kok tumben non Nayna ketiduran di mobil gak seperti biasanya...? (kata bik Minah lagi sambil menaruh tangannya ke kening Nayna untuk memastikan apakah Nayna baik-baik saja)
"Gak tau bik, sepertinya dia ke kecapekan...! (seru Nattan, sambil menatap wajah Nayna yang tenang)
"Sepertinya begitu den, tapi itu wajar kok den dengan kondisi non Nayna yang sekarang pasti dia sering merasa capek. Ya udah Aden masuk aja baringkan nona di tempat tidur biar non lebih nyaman tidur nya (kata bik Minah, sambil menatap wajah Nattan yang terlihat cemas)
"Baiklah bik kalau begitu kita naik dulu. (kata Nattan)
Bik Minah menganggukkan kepalanya, lalu Nattan pun pergi dari sana. Dengan penuh hati-hati Nattan melangkah menaiki tangga menuju lantai dua kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar secara berlahan Nattan meletakan Nayna di tempat tidur. Nattan membuka sepatu serta jilbab yang di pakai Nayna, lalu Nattan menyelimuti tubuh Nayna, dan mengecup kening nya.
Nattan duduk di pinggir tempat tidur di samping Nayna. Nattan menatap wajah Nayna lalu mengelusnya dengan lembut, sambil tersenyum.
Di depan pintu kamar, bik Minah yang tadinya mau mengetuk pintu tiba-tiba mengurungkan niatnya setelah melihat momen romantis pasangan suami istri itu.
Bik Minah tersenyum bahagia melihat begitu banyak perubahan pada diri Nattan semenjak kehadiran Nayna di hidupnya.
Bik Minah membalikan tubuhnya, lalu meletakkan semua barang di atas meja kecil di dekat pintu kamar dan bik Minah pun turun dan kembali ke dapur.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...🥰🥰🥰...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...
...Terima kasih 🙏...
__ADS_1