
Mami Jihan, serta semua anggota keluarga dan para sahabat Nayna semuanya tampak sangat sibuk. Mereka semua mempersiapkan acara resepsi pernikahan Nattan dan Nayna.
Nattan baru saja memberikan kabar kepada mereka dan memberikan waktu 2 hari untuk persiapan semuanya. Nattan tidak mau menunda terlalu lama untuk mengadakan resepsi pernikahannya karena Nattan takut Nayna akan berubah pikiran nantinya.
Alhasil, Nattan pun meminta semuanya untuk mempersiapkan segalanya dalam 2 hari.
Mami Jihan tampak sangat antusias dari yang lainnya, semuanya di atur oleh mami Jihan, dia berusaha membagi-bagi setiap pekerjaan kepada yang lainnya.
Semuanya menuruti dan mengerjakan sesuai dengan tugas masing-masing, termasuk kakek Yoga dan papi Syam. Keduanya juga tampak sibuk mengerjakan sesuai yang di perintahkan oleh mami Jihan.
Mami Jihan membuka koleksi baju pernikahan rancangannya, semua baju itu di desain khusus oleh mami Jihan untuk acara resepsi pernikahan Nayna dan Nattan, yang sudah beberapa tahun sengaja di simpannya dengan sangat baik.
Mami Jihan sudah dari lama menunggu momen bahagia ini, sebenarnya mami Jihan bisa saja memaksa Nayna. tetapi itu semua tidak dilakukannya karena mami Jihan tidak mau egois.
Walaupun harus menunggu dengan sangat lama, waktu yang di nanti-nanti pun akhirnya datang juga.
Mami Jihan masuk di ruangan tempat dia menyimpan pakaian pernikahan itu. Dengan lembut mami Jihan memegangi nya satu persatu. Senyuman yang tergambar jelas di bibir mami Jihan memang tidak bisa berbohong, senyuman itu menggambarkan kebahagiaannya. Kebahagiaan yang sudah lama dia nantikan.
"Mami...(terdengar suara balik pintu)
Mendengar suara itu mami Jihan seketika menoleh melihat ke sumber suara.
"Nay...(ujar mami Jihan saat melihat Nayna yang berdiri di sana. Mami Jihan pun berjalan menghampiri Nayna)
Mami Jihan langsung memeluk Nayna setelah berada di dekat Nayna.
"Terima kasih sayang, terima kasih karena kamu sudah mau mengungkapkan identitas kamu. Ini lah yang mami, papi dan kakek tunggu-tunggu dari kemarin. (ujar mami Jihan di saat memeluk Nayna)
"Maafin nay ya mi. (ucap Nayna)
"Tidak sayang, jangan minta maaf seperti itu. (ujar mami Jihan melepas pelukannya dan menatap Nayna)
Nayna juga menatap mata mami Jihan, lalu Nayna tersenyum lalu kembali memeluk dengan erat mami Jihan.
Nattan yang berdiri di belakang Nayna tampak sangat terharu dengan kedekatan istri dan maminya.
Mami yang dulunya dia kenalnya cuek dan hanya mementingkan pekerjaan saja, akhirnya setelah kedatangan Nayna di tengah keluarganya tampak sangat jauh berubah.
Dirinya yang dulunya tidak dekat dengan kedua orang tuanya, sejak kehadiran Nayna mereka semua sangat dekat.
Kehadiran Nayna adalah penyatu dalam kehidupan Nattan.
Nattan dan Nayna mulai fitting baju pengantin mereka, di bantu oleh mami Jihan dan beberapa pegawainya Nayna dan juga Nattan mencoba semua pakaian yang sudah di siapkan oleh mami Jihan.
__ADS_1
Setelah selesai, dan berpamitan dengan mami Jihan Nattan dan Nayna pun pulang untuk istirahat. Karena besok adalah hari H resepsi pernikahan mereka berdua.
Keesokkan harinya
Nayna sudah tampak cantik dengan gaun pengantin berwarna putih desain mami Jihan. Di tambah lagi dengan riasan wajah yang tampak natural, memancarkan kecantikan luar biasa.
Di dampingi oleh kedua sahabatnya serta mami dan ibunya Nayna pun keluar dari ruangan make up, berjalan di atas karpet merah, yang di tatap oleh ribuan undangan menuju pelaminan di mana di sana sudah ada Nattan yang berdiri dengan sangat gagah di dampingi oleh papi, kakek dan ketiga sahabatnya.
Nayna berjalan berlahan, menatap lurus ke depan dengan senyuman yang selalu mengembang di bibir mungilnya.
Sejak Nayna keluar dan mulai berjalan di atas karpet merah tatapan Nattan selalu tertuju kepadanya bahkan Nattan menatap Nayna tanpa berkedip. Nattan terpesona dengan kecantikan istrinya itu.
Nayna semakin mendekat, keduanya saling tatap. Lalu Nattan pun mengulurkan tangannya untuk membantu Nayna naik ke atas pelaminan.
Nayna pun menyambut uluran tangan Nattan. Lalu keduanya pun berbalik berjalan serta duduk di singgasananya.
Semua anggota keluarga dan para sahabat juga duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Acara pun dimulai.
Nayna tampak kaget dengan tamu undangan yang sudah hadir di gedung itu, Nayna melihat ke arah Nattan. dan Nattan pun melihat ke arahnya.
Nattan yang di tatap oleh Nayna seolah tau apa maksud dari tatapan Nayna itu. dan Nattan langsung menggelengkan kepalanya.
Nattan dan Nayna berdiri dan melangkah ke depan sesuai yang di arahkan oleh MC acara.
Nattan sudah menggenggam mic ditangannya.
Nattan merangkul Nayna, serta menatap dan mengecup kening Nayna.
Para awak media yang ada di dekat sana mulai mengambil gambar video. Inilah momen yang sejak tadi mereka tunggu. Bahkan bukan hanya awak media yang menunggu momen ini bahkan lebih dari 1 ribu tamu undangan yang hadir juga menunggu momen ini.
Karena saat mereka mendapatkan undangan secara tiba-tiba kemarin membuat beribu pertanyaan muncul di kepala mereka.
Nattan mulai membuka suara
Nattan memperkenalkan dirinya, lalu memperkenalkan Nayna sebagai istrinya.
Nattan menjelaskan segalanya, menceritakan tentang perjalanan hidup Nayna serta menjelaskan alasan kenapa dia dan semua anggota keluarga merahasiakan identitas Nayna yang sesungguhnya semua ini.
"Gadis yang bernama Nayna Pramuja Willson Prayoga atau bisa di panggil Nayna ini adalah istri ku yang sah menurut hukum dan agama. Kami awalnya memang di jodohkan tetapi kami saling mencintai, di sini (Nattan memegang perut Nayna) Sudah ada buah cinta kami berdua sebagai bukti cinta kami berdua.(ujar Nattan di akhir katanya, sambil menatap mata Nayna)
Keduanya saling tatap
__ADS_1
Nayna sudah menumpahkan air matanya yang sejak tadi dia berusaha tahan.
Nattan mengusap pipi Nayna yang di basahi oleh air mata, lalu berlahan Nattan mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut *** Nayna.
"I Love you sayang (ujar Nattan sebelum mengecup lembut *** Nayna)
Semua orang tersenyum, ada yang menyeka air matanya lalu ribuan tamu undangan itu bertepuk tangan. Mereka semua ikut bahagia dengan kebahagiaan Nattan dan juga Nayna.
"Sepertinya kakak gak bisa menunggu kamu lulus kuliah din. (bisik Ardy kepada Dinda yang berdiri di sampingnya)
Mendengar perkataan Ardy, seketika Dinda menolehkan pandangannya menatap Ardy.
"Kenapa...? (tanya Dinda dengan suara pelan dengan raut wajah yang sangat marah menatap Ardy)
Ardy juga menatap Dinda sambil tersenyum.
Ardy mendekatkan wajahnya ke telinga Dinda yang menatapnya.
"Karena setelah acara ini selesai, kakak akan langsung menemui kedua orang tua kamu untuk melamar kamu sebagai istri kakak. (bisik Ardy, lalu kembali mengambil posisi seperti semula tanpa melihat Dinda)
Dinda terdiam, berpikir sejenak. Menelaah apa yang baru saja di dengarnya.
"Apa...(ujar Dinda kaget dengan suara lantang, dan langsung refleks mendekap mulutnya.
...**TAMAT...
...Terima kasih untuk semua para pembaca setia "CKJ"...
...Walaupun akhir-akhir ini author selalu lama untuk update tetapi para pembaca setia CKJ tetap sabar menunggu....
...Author minta maaf ya sudah buat semuanya selalu menunggu. ✌️...
...Dan Untuk yang sudah Vote, Like dan yang memberikan Komen positifnya Author ucapkan beribu terima kasih....
...🤗🥰...
...Silahkan mampir juga ya di novel author yang satunya. "Warna kehidupan Aya"...
...Semoga semuanya juga suka dengan jalan ceritanya....
...Terima Kasih...
...Salam......
__ADS_1
...🤗🥰**...