
Mobil yang di kendari Nattan berjalan dengan lancar, selama perjalanan dari rumah besar ke kampus tidak ada hambatan apa pun. Jalan yang biasanya ramai oleh kendaraan dan selalu menyebabkan macet, tetapi pagi ini tidak seperti itu.
Mobil Nattan berhenti tepat di depan gerbang kampus.
Setelah mematikan mesin mobil, Nattan melihat ke arah nayna yang menatap ke arah luar, melihat ramainya orang yang ada di area kampus.
Nayna tampak gugup, dia tidak henti-hentinya menghela nafas panjang.
"Ada apa sayang...? (tanya Nattan)
Nayna beralih melihat ke Nattan, wajar nayna terlihat pucat. Nayna tampak sedikit nervous.
"Kok wajah sayang pucat, sayang sakit...? Kita ke dokter nando sekarang ya...! (kata Nattan yang terlihat cemas, kedua tangannya memegang wajah nayna)
"Nay gak apa-apa mas, nay gak sakit kok, nay cuma nervous aja. (kata nayna)
"Oh...Sayang dengar kan mas ya, sekarang sayang tutup mata, pikir kan kalau sayang yakin pasti bisa, terus coba tarik nafas pelan dan keluarkan secara perlahan. Coba sekarang sayang lakukan, mas yakin sayang gak akan nervous lagi. (kata Nattan)
Nayna menganggukkan kepalanya, lalu nayna mencoba apa yang di sarankan oleh Nattan.
"Bagaimana apa sekarang sudah lebih baik...? (tanya Nattan setelah nayna membuka matanya kembali)
"Ya mas sudah lebih lega sekarang (ucap nayna)
"Ya udah kalau begitu, sekarang sayang turun dan segera lah masuk, nanti sayang telat. (kata Nattan)
"Ya mas, kalau begitu nay masuk dulu ya mas. Mas hati-hati nyetir nya, jangan ngebut, jangan lupa kabari nay kalau mas udah sampai di kantor. ok (kata nayna)
"Iya sayang, udah masuk sana...(kata Nattan)
"Em...Nay masuk dulu ya mas. Assalamualaikum...(ucap nayna, lalu menyalami dan mencium punggung tangan Nattan seperti biasa)
"Wa'alaikumsalam... Semangat ya sayang, mas yakin kamu pasti bisa. (kata Nattan lalu Nattan pun mencium kening nayna)
Nayna turun dari mobil
Nattan menghidupkan kembali mesin mobil nya, lalu Nattan menurunkan kaca mobil yang di sebelah Nayna, melihat ke arah nayna yang melambaikan tangan kepadanya, Nattan memberikan kode semangat kepada nayna, nayna pun tersenyum.
"Hati-hati (ucap nayna dengan suara halus)
Nattan menganggukkan kepalanya.
Mobil pun mulai berjalan, nayna masih melihat ke arah mobil Nattan.
Setelah mobil Nattan sedikit menjauh, nayna pun memutar badannya lalu berjalan masuk ke area kampus.
Nayna tampak melihat ke sana kemari, seperti mencari seseorang.
Sesekali nayna mengembangkan senyumannya kepada orang yang dia kenal yang juga tersenyum kepadanya dan nayna juga membalas menyapa orang yang menyapanya.
Nayna mengambil ponselnya yang ada di dalam tas, lalu menghubungi orang yang dari tadi dia cari.
Tut...tut...
(Nomor yang anda tuju****)
"Kenapa gak di angkat sih sama dita, kemana tuh anak (gerutu nayna setelah memutuskan sambung telpon yang tidak kunjung di angkat oleh dita)
__ADS_1
Nayna mencoba menghubungi nya lagi.
Tetapi hasilnya tetap sama, dita tidak mengangkat telpon nya.
Nayna mencari nomor kontak dinda, setelah ketemu nayna langsung menghubungi nya.
Tut...tut...
Cukup lama nayna menunggu, tersambung tetapi dinda belum juga menjawab panggilan nya.
๐ (Dinda) Halo...Assalamualaikum... nay...
๐ (Nayna) Wa'alaikumsalam... Kemana aja sih lo, kok lama bangat angkat telpon nya. (gerutu nayna, sambil menghentikan langkah nya)
๐ (Dinda) Hehehe...Santai nyonya, ini masih pagi, jangan marah-marah. (kata dinda sambil cekikikan) Ada apa sih...kok pagi-pagi udah marah-marah aja, gak di kasih uang jajan lo sama suami ganteng lo itu (goda dinda)
๐ (Nayna) Sialan lo, Lo lagi ada di mana sih din...? gue cariin dari tadi juga....! gue udah ada di kampus nih, si dita juga gak tau di mana, di hubungi dari tadi juga gak di angkat. (kata nayna)
"Gue ada di sini (saut dita yang berjalan mendekat ke arah nayna)
Nayna menoleh ke sumber suara, melihat ke dita yang berjalan mendekatinya.
"Siapa...? (tanya dita, dengan sorot mata menanyakan nayna ngobrol di hp dengan siapa)
"Dinda, (kata nayna)
"Oh... pasti itu anak masih di jalan atau jangan-jangan masih di rumah lagi, kan dia kebiasaan telat terus. (kata dita)
๐ (Nayna) Lo masih di rumah din...? (tanya nayna)
๐ (Nayna) Kok lo tau din.
๐ (Dinda) Ya lah gue tau nay, kan emang kebiasaan dita selalu berpikir jelek tentang gue. Awas aja nanti, gue bongkar rahasianya.
๐ (Nayna) Rahasia... emang dita ada rahasia apa...? tega ya kalian berdua main rahasia rahasia sama gue sekarang, sahabat apaan itu (kata nayna sambil menatap kesal sama dita)
"Ada apa kenapa lo menatap gue seperti itu nay (ucap dita)
๐ (Nayna) Udah dinda lo cepat ke sini, sebentar lagi tes di mulai, setelah tes selesai gue mau kalian berdua cerita sama gue, kalian berdua menyembunyikan rahasia apa dari gue. Assalamualaikum... (kata nayna, lalu nayna memutuskan sambungan telfon nya, tanpa mendengarkan balasan salam dari dinda)
"Sialan nih nyonya Nattan, main matiin aja (gerutu dinda, lalu keluar dari mobil nya)
Di sisi lain
Nayna dan dita berjalan ke aula, nayna merasa penasaran dengan rahasia apa yang di simpan oleh dita, dan sesekali nayna melihat ke arah dita.
"Lo kenapa sih nay...? Kok lo menatap gue seperti itu. (kata dita)
"Gak ada apa-apa nanti aja kita bahasnya (kata nayna)
Dita merasa heran, tetapi dita hanya diam tidak lagi bertanya.
Nayna dan dita memasuki ruangan aula kampus itu, mereka mencari bangku yang kosong setelah menemukan nya mereka berdua duduk di sana. Tidak lupa, mengosongkan satu bangku untuk sahabatnya dinda.
"Hai udah mulai belum (kata dinda, setelah berhasil mengendap masuk kedalam dan duduk di bangku kosong antara dita dan nayna, yang di siapkan oleh keduanya)
"Dinda, buat kaget aja (gerutu dita, yang kaget tiba-tiba dinda muncul di sana)
__ADS_1
"Lama banget sih lo din, kemana aja sih...! masak dari parkiran ke sini butuh waktu 15 menitan. Lo itu jalan atau ngesot kayak keong. (omel nayna)
"Kalian berdua itu ya, udah kayak mama gue, kerjaannya ngomel aja. Tadi itu gue nemuin temen mama gue dulu, untuk menukarkan formulir pendaftaran gue. (Kata dinda dengan sedikit berbisik)
"Teman mama lo...? (tanya nayna)
"Ngapain lo menukarkan formulir pendaftaran, ada apa...? (tanya dita)
Nayna dan dita bertanya di waktu yang sama (serentak)
"Kalau nanya itu satu satu gue pusing mau jawab yang mana dulu (gerutu dinda)
"Udah lo jawab aja, gak usah mengalihkan pembicaraan (kata dita)
"Ya ya, dasar emak-emak cerewet. (gerutu dinda lagi)
Gini nay, dit, salah satu dosen di sini itu adalah teman mama gue, jadi kemarin kan gue pas ngisi formulir pendaftaran itu gue ambil jurusan komunikasi sesuai yang di saranin papa, karena gue gak tau mau ambil jurusan apa, ya udah gue ambil aja komunikasi. Tapi semalam setelah berbincang-bincang sama papa, mama dan kak ardy. Mereka bilang ke gue, kalau mau ambil jurusan itu, ambillah yang sesuai keinginan di hati kita jangan menuruti apa yang di sarankan orang lain, atau yang banyak peminatnya. karena sejatinya, yang menjalani perkuliahan itu bukanlah orang lain melainkan kita sendiri. Jadi karena omongan itu semalaman gue berpikir dan pagi ini gue memutuskan untuk mengambil jurusan yang sesuai dengan kata hati gue. Mama dan papa gue setuju, kak ardy pun juga mendukung keinginan gue. Makanya tadi gue menemui temen mama itu untuk mengganti jurusan yang gue ambil. (cerita dinda)
"Oh begitu, terus lo ambil jurusan apa jadinya din...? (tanya dita)
"Sama sama kalian berdua (jawab dinda)
Nayna dan dita seketika terdiam dan saling tatap.
"Lo yakin din...? eh gak maksud gue, kenapa lo ambil kedokteran juga...? jangan bilang lo ikut ikutan kita berdua. Sumpah gue gak ada ya din mempengaruhi lo. (kata dita)
" Dita dita, gue ambil jurusan itu bukan karena kalian berdua, gue ambil jurusan itu karena memang dari hati gue sendiri, karena dari kecil gue memang bercita-cita ingin menjadi dokter, tetapi saat gue duduk di bangku SMA gue berusaha melupakan cita-cita gue itu, karena nilai pelajaran gue yang anjlok, dan gue merasa tidak akan sanggup untuk kuliah mengambil jurusan itu. Tetapi karena kejadian semalam pikiran gue akhirnya berubah dan gue ingin mencobanya. (kata dinda dengan semangat nya)
"Gue dukung lo din, gue yakin lo pasti bisa (kata Nayna)
"Ya din, gue juga dukung lo, dan gue juga yakin lo bisa. Semangat din.
mudah-mudahan kita bertiga lulus, dan kita bisa satu kelas lagi. (kata dita)
Ketiga sahabat itu saling peluk. Mereka bertiga pun melepas pelukan nya karena nama dinda di panggil untuk maju ke depan.
Dinda pun maju, lalu masuk di ruangan tes yang sudah di sediakan oleh pihak kampus.
Tidak lama nama dita pun di panggil, dita juga maju ke depan. Nayna masih menunggu namanya di panggil, untuk menghilangkan rasa gugupnya nayna berbalas chat dengan Nattan.
Beberapa jam kemudian nama nayna pun di panggil, nayna pun maju dan masuk ke ruang tes.
Dita dan dinda yang sudah duluan selesai, sangat setia menunggu nayna di luar aula kampus, karena yang sudah selesai tes tidak di izinkan masuk lagi oleh pihak kampus.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman......
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya โค biar tau kalau author sudah update....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Terima kasih ๐...
__ADS_1