Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Bandara 1


__ADS_3

Nayna dan Nattan sudah berada di bandara, Nattan tampak sedang berbicara dengan kepala sekolah Az-Zahra yang juga ikut serta dengan rombongan.


Nayna, dinda dan dita duduk di bangku tunggu, ibuk rita sudah mulai mengabsen anak muridnya yang kebetulan sudah datang semuanya.


"Di mana koper pakaian lo nay...? (tanya dinda)


"Sama mas Nattan (jawab singkat nayna)


"Wah romantisnya, jadi kalian menggunakan 1 koper berdua nay...? (tanya dinda lagi)


"Iya, mas Nattan bilang gunakan satu aja, biar gue gak kerepotan. (nayna)


"Wah ternyata mas Nattan perhatian bangat ya nay. (dita)


Nayna hanya tersenyum tidak menjawab perkataan dita. Saat Ketiga sahabat itu masih asyik berbicara, Boy mendekat ke mereka.


"Hai, kalian bertiga udah pada absen belum sama buk rita...? (tanya boy, sambil duduk di samping nayna) eh maaf gue boleh gabung di sini kan..? (tanya boy saat sudah duduk di sana)


"Boleh boy, ini kan tempat umum jadi siapa aja boleh duduk ko. (kata dita yang duduk di samping nayna, sisi yang satunya)


"Kita-kita udah absen kok boy, langsung sama buk rita. (kata dinda yang menghadap ke boy)


"Oh bagus lah, gue kirain kalian belum absen. (ucap boy sambil tersenyum) Kita sangat beruntung ya dinda, dita, punya teman yang pintar di kelas jadinya kita bisa liburan gratis. (kata boy lagi)


"Lo benar bangat boy, padahal gue sudah ngebayangin kemarin pasti gue merasa bosan bangat di rumah tidak kemana-mana selama 2 minggu kita libur, karena mama gue bilang kalau gue gak masuk 5 besar di kelas gue gak di boleh kan liburan. (ucap dinda)


"Jadi lo udah tau din, kalau lo gak akan bakalan masuk 5 besar...? (tanya dita)


"Lo bertanya atau ngeledek gue dit...? (dinda)


"Gue tanya dinda, ya sekalian...(kata dita sudah tertawa ngeledek dinda)


Nayna dan boy juga tertawa melihat tingkah dinda dan dita. Dari kejauhan Nattan melihat ke arah nayna, Nattan melihat boy dari tadi tidak berhenti menatap nayna.

__ADS_1


Di sisi lain, neta yang juga lagi duduk bersama teman-temannya juga dari tadi menatap Nattan, lalu beralih melihat arah pandangan Nattan yang dari tadi melihat ke arah nayna.


"Jangan hanya menatap dari jauh net, ini kesempatan lo untuk bisa lebih dekat dengan pangeran lo itu. (ucap Belva)


"Lo tenang aja bel, gue bakalan dekatin pangeran impian gue kali ini. (kata neta)


"Jadi Boy bagaimana net. (tanya Lauren)


"Emangnya lo belum tau ren...? (tanya Belva)


"Tau apa bel (tanya balik Lauren, yang melihat ke Belva dan Neta bergantian)


"Gue dan Boy sudah putus, kemarin...(jawab Neta tanpa melihat sahabatnya)


"APA... (kaget lauren) Serius lo net, lo gak lagi becanda kan...? (tanya Lauren)


"Ya benar (jawab singkat Neta)


"Ya bisa lah Lauren, namanya orang masih pacaran, ya pastinya bisa putus lah, yang sudah menikah aja bisa bercerai apa lagi ini cuma pacaran. (ucap Belva)


"Oh jadi karena itu si boy gak duduk dekat kita-kita, dia malah duduk dekat nayna dan teman-temannya. (kata Lauren sambil melihat ke arah nayna dan sahabat nya duduk) Lo gak apa-apa Net...? (tanya Lauren, yang kembali melihat neta sahabat nya)


"Ya, gue gak apa-apa ren, kan gue yang mutusin boy, jadi gue gak apa-apa lah. (kata neta melihat ke Lauren)


"Kenapa lo mutusin boy net, kan dia baik, dan juga kaya lagi. (kata Lauren, yang masih penasaran)


"Ya gue tau ren, tapi mama gue gak setuju gue pacaran dengan boy, lagian kan keluarga gue mau menjodohkan gue dengan pangeran impian gue, ya gue pikir-pikir lebih baik gue putus sekarang dengan boy. (neta)


"Pangeran...? siapa...? (tanya lauren)


"Siapa lagi Lauren, tuh...!!! (ucap Belva sambil menunjuk ke arah Nattan)


"Oh...ya kalau boy di bandingkan dengan pangeran impian lo itu, memang gak ada apa-apa nya net. Kalah jauh... kalau itu gue dukung lo net. (ucap Lauren lagi sambil tersenyum kepada neta)

__ADS_1


Nata membalas tersenyum kepada neta, lalu mereka bertiga tertawa.


Nattan yang sejak tadi merasa risih melihat boy sangat dekat dengan nayna, lalu Nattan pun berjalan mendekat ke nayna dan teman-temannya.


"Nay...!! (panggil Nattan)


"Ya mas...(ucap nayna, sambil melihat ke Nattan yang sudah berdiri tidak jauh dari nayna)


Dita, dinda dan boy yang dari tadi sibuk berbicara terdiam, dan melihat ke arah Nattan.


"Sebentar lagi kita berangkat. Tuh semuanya di ke sana, apa kalian mau di tinggal. (kata Nattan)


"Iya teman-teman semuanya sudah di sana, ayo kita ke sana. (kata dinda)


Nayna, dita, dinda dan boy berdiri dari duduknya.


"Ayo nayna, dita, dinda, kita ke sana. (kata boy)


"Kalian duluan aja biar nayna bersama saya (kata Nattan)


"Ya mas, ayo dinda boy. (kata dita yang mengerti tatapan mata Nattan yang melihat ke nayna, dita langsung menarik tangan dinda)


Boy masih diam di sana, bersama Nattan dan nayna, Nattan melihat boy tidak bergerak, lalu Nattan meraih tangan nayna, dan berjalan ke dekat rombongan. Nayna hanya mengikutinya langkah Nattan.


Tidak lama boy pun menyusul ikut bergabung di sana, boy merasa heran melihat sikap Nattan kepada nayna. Di tambah lagi boy merasa heran karena di dalam pesawat Nattan bukannya duduk dengan kepala sekolah atau para guru yang juga ikut, tetapi Nattan duduk di samping nayna, dan sejak tadi mereka berdua selalu bercanda.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejeknya ya teman-teman...


...๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Terima Kasih ๐Ÿ™๐Ÿฅฐ...

__ADS_1


__ADS_2