
Duduk santai sambil menikmati potongan buah kesukaannya, sesekali melihat ke dua orang laki-laki yang duduk di sofa tamu yang ada di dalam ruangan besar itu. Keduanya tampak serius membahas tentang kinerja para karyawan.
Nayna, ya dia adalah Nayna istri dari CEO perusahaan itu, yang saat ini sedang duduk santai di kursi kebesaran suaminya, siapa lagi kalau bukan Samuel Nattan Prayoga Pratama atau bisa di panggil Nattan, CEO dari perusahaan NP Group.
Nayna memang lebih sering duduk di kursi kebesaran Nattan setiap kali ia datang ke perusahaan, apa lagi saat Nattan tidak menempatinya maka kursi itu nayna lah yang menguasai.
Nattan memang di kenal paling tidak suka kalau ada orang lain yang duduk di kursi yang ditempatinya, sedikit pun pergeseran dari kursi yang di tinggalnya serta barang-barang yang ada di atas meja kerjanya Nattan akan mengetahuinya.
Apalagi semenjak menjadi pemimpin perusahaan Nattan semakin menggila kalau sudah berurusan dengan semua yang ada di ruangannya, karena itu setiap siapa pun yang keruangan Nattan sangat lah hati-hati baik itu ardy, dian (sekretaris Nattan), para karyawan maupun OB yang di tunjukkan khusus untuk membersihkan ruangan itu serta mengantar makanan dan minuman.
Sangat berbeda dengan Nayna, sejak pertama kali Nayna datang ke perusahaan dan masuk ke ruangan Nattan, nayna selalu melakukan hal sesuka hatinya dan Nattan tidak pernah melarang apa lagi marah saat nayna mulai usil serta pengen tau apa aja yang ada di ruangan itu.
Nayna memang tidak bisa berdiam diri dalam waktu yang lama. Seperti saat ini, saat melihat meja yang berantakan nayna mulai merapikannya walaupun masih dengan mulut yang berisi. Berkas-berkas yang tadinya terbuka dan sangat berantakan sudah mulai di tutup serta tersusun rapi oleh nayna.
Dari sofa Nattan melihat itu tetapi Nattan hanya diam, tersenyum melihat nayna. Nattan tidak akan pernah melarang apa lagi memarahi nayna. Karena rasa cinta kepada sang istri mengalahkan segalanya.
Sudah 1 tahun lebih nayna dan Nattan menjadi suami istri, saat di liat dari kedua sisi mereka Nattan lah yang paling menunjukkan rasa cintanya.
.
.
.
"Sayang mas sama ardy ke ruangan meeting dulu ya (kata Nattan saat menghampiri nayna yang duduk di kursi kebesarannya)
"Ikut...(sambil memasang raut wajah yang manja)
"Yakin...? (tanya Nattan dengan tatapan menggoda)
"Em...tapi nay kesana nanti aja, nay mau ngabisin ini dulu (sambil menunjukkan potongan buah yang masih banyak di dalam piringnya)
"Gak mau di bawa aja...?
"Gak usah mas, nanti nay nyusul aja. Mas sama mas ardy dulu aja.
"Baiklah, kalau begitu mas sama ardy duluan sayang...! makannya pelan-pelan aja gak usah buru-buru (Tangan Nattan mengusap kepala nayna)
Nayna menganggukkan kepalanya, Nattan mengambil beberapa berkas yang sudah di susun oleh nayna di atas meja kerja, Tampak Nattan kesulitan menemukan berkas yang dia cari yang katentunya sudah teracak-acak oleh Nayna saat merapikan meja kerjanya itu.
Setelah berhasil menemukan, Nattan kembali berjalan ke dekat ardy yang masih duduk di sofa sedang membereskan laptop serta berkas yang ada di sana.
"Udah di bawa aja semuanya (saut Nattan saat melihat ardy yang tampak memilih-milih berkas yang akan di bawa)
"Baiklah (lalu ardy merapikan berkas itu dan memasukan ke dalam tas kerjanya)
__ADS_1
Ardy berdiri dari duduknya, mengambil tas laptop Nattan serta tas yang berisi berkas yang di perlukan.
Ardy melihat ke nayna, lalu memberi isyarat kalau mereka pergi duluan ke tempat meeting. Nayna membalasnya dengan menganggukkan kepalanya. Nattan sudah duluan berjalan untuk keluar dari ruangan.
Ardy sedikit mempercepat langkahnya, lalu membukakan pintu, keduanya keluar dari ruangan.
Di depan sudah ada Dian (sekretaris Nattan) yang berdiri menunggu Nattan dan ardy keluar dari ruangan itu. Setelah Nattan dan ardy melewatinya sedikit dian pun mengikuti langkah kaki kedua laki-laki itu.
"Apa kamu sudah menyiapkan rekaman video yang saya minta...? (tanya Nattan kepada dian sekretarisnya saat mereka sudah berada di dalam lift yang saat ini berjalan turun menuju lantai ruangan meeting)
"Sudah pak, sudah saya siapkan semuanya. (Jawab dian dengan suara yang sedikit bergetar)
"Bagus, Kamu yang akan menjelaskan saat saya minta rekaman video itu di putar nanti. (jelas tegas Nattan)
"Baik pak (dengan gugup dian menjawab)
Suasana di dalam lift pun hening, tidak ada lagi yang mengeluarkan suara.
Lift berhenti, saat pintunya terbuka ketiga orang itu keluar, berjalan dan masuk kedalam ruangan meeting yang tentunya sudah ramai oleh para karyawan perusahaan.
Mereka semua berdiri dan memberikan hormat saat Nattan memasuki ruangan itu. Wajah mereka tampak tegang dan pucat, apa lagi wajah wajah karyawan yang sering membuat masalah.
Nattan duduk, saat diperintahkan untuk duduk semuanya ikut duduk.
Nattan menatap lurus ke depan, raut wajahnya tampak datar tidak ada senyum sedikit pun dari bibirnya. Dengan mimik wajah Nattan yang seperti itu membuat para karyawan takut dan gugup.
"Apa semuanya sudah ada di sini...? (Tanya ardy dengan suara lantang dan seketika menggema di ruangan itu)
"Sudah pak (jawab serentak semuanya)
"Baik, kita mulai rapatnya (ardy membuka laptop yang ada di hadapannya yang sudah diletakkannya terlebih dahulu sebelum duduk. Serta berkas yang di perlukan juga ada di hadapannya)
Ardy pun memulai rapat. Menjelaskan kembali cara kerja, kontrak, gaji, dan sebagainya untuk semua karyawan secara detail.
.
.
.
"Mulai saat ini, siapa saja yang kerjanya malas-malasan dan tidak niat bekerja, silahkan tunjuk tangan, akan saya pecat sekarang juga (tegas Nattan setelah ardy selesai menjelaskan semuanya)
Semuanya langsung tertunduk dan terdiam, suasana di dalam ruangan meeting itu kembali mencekam. Dinginnya AC semakin membuat mencekam.
"Assalamualaikum...(ucap salam nayna yang berdiri di depan pintu ruangan meeting, setelah menggeser pintu kaca yang menutup ruangan itu)
__ADS_1
Seketika semua mata tertuju pada sumber suara.
"Wa'alaikumsalam... (jawab mereka semua akhirnya)
"Wa'alaikumsalam...(jawab Nattan juga, setelah melihat siapa orang yang baru saja mengucapkan salam, lalu nattan berdiri dari duduknya, berjalan menghampiri nayna)
Sambil mengembangkan senyum di bibirnya Nattan menghampiri nayna.
"Masuk sayang (Nattan memegang tangan nayna membawanya masuk)
Ardy mengambil kursi untuk nayna lalu diletakkannya tepat di sebelah kursi yang di duduki Nattan tadi.
Nayna duduk di kursi yang di siapkan oleh ardy, setelah di persilahkan duduk oleh Nattan. Saat nayna sudah duduk Nattan juga duduk di kursinya.
Sebenarnya nayna sudah cukup lama berdiri di depan ruangan meeting itu, nayna merasa enggan untuk masuk. Apalagi saat nayna samar-samar mendengar Nattan yang marah-marah, tetapi pada akhirnya nayna pun memantapkan hatinya dan akhirnya memutuskan masuk juga ke ruangan itu. Karena nayna takut kalau dia tidak masuk Nattan akan khawatir tentangnya, bisa-bisa Nattan menyusul, kembali ke ruangan kerjanya untuk menemui nayna, dan meninggalkan meeting penting itu.
Semua karyawan sudah mulai bersikap santai, karena Nattan sudah kembali tersenyum dan tidak lagi semenakutkan tadi.
Karyawan yang sudah tau nayna itu siapa, lebih bisa bersikap santai saat melihat kedekatan nayna dan Nattan saat ini, tetapi sangat berbeda untuk karyawan baru yang tentunya belum tau siapa itu nayna, bahkan namanya saja mungkin belum tau. Beberapa dari mereka sejak nayna masuk tadi mereka tidak henti-hentinya mencuri-curi pandang melihat ke Nattan dan nayna, jauh dari lubuk hatinya mereka tentunya mereka sangat ingin bertanya dengan para karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan, tetapi apalah daya keberanian itu tidak ada karena takut di tegur bahkan langsung di pecat saat itu juga.
"Dian putarkan rekaman video itu (perintah Nattan)
"Baik pak (jawab dian yang duduk di bangku sebelah ardy)
Dian berdiri, memutarkan rekaman video yang di minta oleh Nattan. Dian mulai menjelaskan isi video itu, semua mata tertuju kepada dian, mendengarkan semua yang di jelaskan dian. Termasuk nayna, nayna juga melihat ke arah dian dan mendengarkan penjelasan dian mengenai video itu.
Nattan tersenyum melihat ke nayna, tatapan Nattan seakan bertanya tanya apakah istrinya itu mengerti dengan semua itu, sampai-sampai sebegitu nya dia mendengarkan tanpa tau sedang di tatap.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ dan bisa Update setiap hari....
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit โค biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Cinta Karena Janji" ini ya....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih ๐...
__ADS_1
...๐๐๐...