Cinta Karena Janji

Cinta Karena Janji
Kedatangan Kakek


__ADS_3

5 hari telah berlalu Nayna dan Andin sekarang di sibukkan dengan memindahkan barang-barangnya ke rumah kontrakan sederhana yang akan mereka tempati. Sebelum meninggalkan rumahnya Nayna kembali meneteskan air matanya karena dia mengingat kenang-kenangannya bersama kedua orang tuanya.


"Ayok nay, kita berangkat dari sekarang. kita harus menata barang-barang kita nanti malah kemalaman kita tidurnya besok kita sekolah.


"Ya Din ayok. saya titip kunci rumah dulu sama tetangga kita, saya masih belum bisa bertemu dengan paman


"Ya nay, ayo aku temankan sekalian kita pamitan sama bak Ayu (tetangga Nayna)


Nayna menitipkan kunci rumah itu dan juga berpamitan dengan tetangganya. setelah itu mereka menaiki mobil yang membawa barang-barang nya menuju kontrakan mereka yang tidak jauh juga dari sekolah.


Hari berikutnya paman Nayna datang kerumah itu bermaksud menemui Nayna untuk memastikan kapan Nayna akan pindah dan mengosongkan rumah itu.


Setelah cukup lama dia mengetuk pintu dan berusaha menelpon Nayna yang tidak kunjung di angkat oleh Nayna tiba-tiba bak Ayu datang menghampiri paman dan bibi Nayna.


"Maaf bapak sama ibu, paman dan bibi Nayna ya...? (tanya bak Ayu)


"Ya saya pamannya ini istri saya

__ADS_1


"Ya ini ada titipan kunci dari Nayna. saya pamit dulu mau ke warung.


Bak Ayu pun pergi setelah paman mengambil kunci tersebut dan mulai membuka pintu rumah, yang sudah kosong. Berapa jam mereka melihat-lihat lalu datanglah sang pembeli rumah itu yang sebelumnya sudah di kabari oleh paman Nayna. Setelah selesai bernegosiasi paman Anto dan bibi pun pulang ke kota S dengan mengantongi cek hasil jual beli rumah kediaman Nayna.


Hari berganti hari, seperti biasa Nayna dan Andin melakukan aktivitasnya seperti biasa.


Disisi lain dikota J, Nattan sudah mulai pusing karena hampir setiap hari kakek Yoga menanyakan hasil atau perkembangan pencarian sang cucu.


Pagi itu kakek Yoga yang di dampingi asisten pribadinya menghampiri Nattan ke kantornya, setelah turun dari mobil kakek masuk ke lobby kantor dan menemui resepsionis, (ya walaupun kakek adalah kakek dari pemilik perusahaan tetapi kakek selalu mematuhi prosedur yang yang ada)


"Apa pak Nattannya ada di ruangannya..? (tanya asisten kakek)


"Baik terima kasih


Kakek dan asisten pribadinya menuju lift dan memencet tombol di mana ruangan Nattan. Sesampainya di depan ruangan sang cucu kakek yoga langsung masuk ke dalam ruangan tanpa menanyakan lagi kepada sekretaris cucunya dan mengetuk pintu.


Berhubung Diandra (sekretaris Nattan) tau dan kenal kalau kakek Yoga adalah kakek dan sekaligus pemilik perusahaan ini jadi Dian (panggilan akrabnya) hanya menundukkan kepalanya memberi hormat kepada kakek yoga, dan dibalas anggukan juga dari kakek dan asistennya.

__ADS_1


Cekret...( bunyi pintu dibuka)


Seketika Nattan menoleh ke arah suara dan berdiri menghampiri kakek.


"Kakak...!!! kenapa tidak ngabari Nattan dulu kalau kakek mau ke kantor. (Sambil mengajak kakek duduk di sofa yang ada di ruangan itu).


Kakak duduk berhadapan dengan sang cucu, di belakangnya asistennya berdiri dengan tegap seperti biasanya.


"Kakak cuma kebetulan lewat aja. Makanya kakek mampir. sekalian kakek mau tanya apa kamu sudah menemukan gadis itu (tanya kakek tanpa basa-basi)


"Oh itu, (Sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal) Nattan belum mendapatkan informasi apa-apa kek.


"Kenapa kamu lambat sekali ini udah hampir 1 bulan dari kakek meminta bantuan kamu.


"Kakek tenang aja, serahkan semuanya sama sama Nattan. Nattan janji akan mendapatkan informasi tentang gadis itu.


"Kakek udah gak butuh janji kamu, kakek butuh bukti (sewot sang kakek) dari kemaren-kemaren kamu janji sama kakek tetapi orang-orang kamu itu gak ngasih info apa-apa juga sampai sekarang.

__ADS_1


memang payah kamu merekrut anak buah. atau jangan-jangan...(kakek mulai curiga)


__ADS_2