
Gebrak......
Begitulah bunyi dari meja yang di pukul menggunakan tangan dengan sangat keras, yang di lakukan oleh Nattan.
Semua mata tertuju pada sumber suara, dan seketika semua orang yang ada di ruangan yang sangat besar itu terdiam seperti patung dan tertunduk, tidak ada seorang pun yang berani mengangkat kepalanya, bahkan untuk menggerakkan satu jari aja tidak ada yang berani.
Beberapa orang yang masih berdiri dan belum sempat untuk duduk terlihat gemetaran, apa lagi orang yang baru saja masuk ke ruangan itu mereka diam dan mematung di depan pintu.
Orang-orang yang berdiri itu berusaha menahan berat tubuhnya, karena mereka tidak berani bergerak saat ini membuat berat tubuh yang mereka rasakan bertambah 10 kali lipat dari berat normal. Kaki mereka mulai keram lututnya bergoyang, degup jantung sudah tidak karuan, waktu terasa berhenti saat ini, dada terasa sesak dan susah untuk bernafas.
Tatapan tajam membunuh dari Nattan membuat semua orang bertambah takut dan gemeteran.
Saat ini Nattan berada di ruangan meeting.
Nattan sengaja mengadakan meeting mendadak untuk semua karyawan yang bekerja di perusahaannya termasuk para OB dan dan kepala sekuriti.
"Kalau kalian semua sudah tidak betah bekerja di perusahaan ini lagi, kalian boleh memberikan surat pengunduran diri kalian kepada pak Ardy hari ini juga. Saya tidak butuh orang-orang yang tidak ingin bekerja sama saya. Masih banyak orang di luar sana yang sangat ingin bekerja di perusahaan ini. (tegas Nattan, yang matanya masih menyoroti satu persatu karyawannya)
Nattan berdiri dari duduknya, berjalan ke arah jendela.
Suara langkah sepatu Nattan mengintimidasi semuanya. Mereka semua semakin takut dan gemeteran.
(Tamat lah riwayat hidup ku hari ini)
Mungkin begitu lah suara hati dari semua karyawan yang ada di ruangan meeting itu.
Ting...
Suara pesan masuk di ponsel Nattan.
Nattan mengambil ponsel yang ada di sakunya, lalu melihat dan membaca pesan yang baru saja masuk di ponselnya.
Dengan langkah yang cepat sambil memasukan kembali ponsel di dalam sakunya, Nattan menghampiri Ardy yang berdiri di samping kursi yang di duduki nya tadi.
"Kamu tangani semua ini, bilang sama semuanya 2 jam lagi saya tunggu di sini, saya tidak mau ada lagi yang terlambat. (Ucap Nattan dengan sedikit berbisik)
"Baiklah, akan saya tangani. (kata ardy dengan suara pelan)
Nattan pun pergi, keluar dari ruangan itu. Ardy menatap kepergian Nattan sampai Nattan menghilang di balik pintu.
Ardy duduk di kursi yang di duduki Nattan tadi. Melihat ke semua karyawan yang masih tertunduk tidak bergerak seperti patung.
"Semuanya duduk (perintah tegas ardy)
Para karyawan yang masih berdiri bergegas untuk duduk, mereka mencari kursi yang masih kosong dan duduk di sana.
__ADS_1
Jabatan ardy di perusahaan itu memang hanya asisten pribadi CEO perusahaan, bukanlah CEO perusahaan, tetapi bagi para karyawan di sana apa lagi karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan itu tau, kekuasaan Ardy terhadap para karyawan sama dengan Nattan CEO perusahaan itu.
Ardy akan langsung memecat karyawan yang tidak mematuhi peraturan dan perjanjian dari perusahaan. Ardy bisa memecat tanpa harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan CEO perusahaan.
Begitu lah Ardy, asisten pribadi yang sudah di berikan kepercayaan sepenuhnya oleh CEO perusahaan.
Maka dari itu setelah mendengar perintah dari Ardy para karyawan itu bergegas melakukan apa yang di perintahkan.
Beberapa orang karyawan masih tertunduk, ada yang *******-*****, memainkan jari mereka yang di letakan nya di atas paha untuk menghilangkan rasa gugup.
Walaupun di hadapan mereka saat ini bukanlah CEO perusahaan, tetapi rasa gugup masih di rasakan.
Memang beberapa di antara para karyawan sudah ada yang berani mengangkat kepalanya, dan sudah merasa sedikit bisa bernafas lega. Tetapi dari raut wajahnya tidak bisa bohong, mereka masih terlihat gugup.
Ardy memang tidak sekejam Nattan saat menghadapi bawaannya, kalau Nattan akan langsung memecat saat itu juga bagi para pelanggar. Berbeda dengan Ardy, Ardy akan mendengarkan terlebih dahulu penjelasan dari orang itu, Ya walaupun ujung-ujungnya tetap akan di pecat karena Ardy tidak akan pernah menerima penjelasan apa pun untuk sang pelanggar.
"Meeting di tunda selama 2 jam. (kata ardy, lalu Ardy melihat jam yang melingkar di tangannya) Tepat pukul 16.00 semuanya sudah ada di ruangan ini. Untuk yang terlambat saya tunggu surat pengunduran dirinya saat itu juga. Tanpa penjelasan....(Tegas Ardy dengan suara lantang)
Ruangan meeting hening, tidak terdengar suara apa pun, Ardy menatap semuanya.
"APA KALIAN SEMUA DENGAR..(teriak Ardy, Suaranya menggema di ruangan itu)
"Dengar pak...
"Iya pak...
"Ok pak...
Begitulah jawaban-jawaban dari semua karyawan yang ada di sana.
"Sekarang bubar semuanya, Kembali ke pekerjaan masing-masing (kata ardy lagi)
Semuanya berdiri dan bergegas keluar dari ruangan meeting itu.
Beragam gaya yang di lakukan para karyawan saat sudah berada di luar, saat mereka sudah tidak terlihat oleh Ardy lagi.
Ada yang mengelus dada, ada yang membuang nafas dengan kasar, ada yang terkulai lemah, dan sebagainya.
Tiga orang karyawan perempuan berjalan beriringan menuju lift. Ada beberapa orang karyawan juga di depan dan belakang mereka saat ini.
"Uh...gue hampir kehabisan nafas tadi di dalam sana. (kata salah seorang gadis 1)
"Ya gue juga, apa lo tau kaki gue rasanya lemes banget tadi, gue hampir jatuh karena kaki gue sudah tidak kuat lagi berdiri. (kata gadis di sebelahnya lagi 2)
"Ada apa ya dengan pak Nattan hari ini...? gue lihat dari awal dia datang ke kantor aura nya sudah tidak enak. Berbeda dari biasanya. (kata salah satu gadis lagi 3)
__ADS_1
"Iya ya, ada apa...? apa dia lagi ada masalah dengan keluarganya atau jangan-jangan lagi bertengkar dengan istrinya. (tebak gadis 2, dengan suara pelan sedikit berbisik)
"Ah lo benar, gue juga berpikir seperti itu (kata gadis 3)
"Emangnya pak Nattan sudah punya istri...? Kok gue gak tau, gak ada berita tentang pernikahannya...! Gak mungkinkan pewaris tahta tidak merayakan pernikahannya, Jangan bikin gosip deh (kata gadis 1)
"Siapa yang bikin gosip, kalau gak percaya ya udah itu urusan lo (kata gadis 2, lalu berjalan cepat meninggalkan dua orang rekannya tadi)
"Kok dia malah marah sama gue, emang omongan gue ada yang salah...? (kata gadis 1, yang melihat ke gadis ke 3)
"Tau ah...(kata gadis 3, dia pun berlalu pergi)
"Ada apa dengan mereka. Dasar cewek cewek aneh (gerutu gadis 2, dia pun mempercepat langkah nya lalu ikut masuk ke dalam lift)
.
.
.
Di ruangan meeting
Ardy tinggal seorang diri di sana, kepalanya bertumpu pada tangannya seperti orang yang sedang berpikir sangat keras.
Ardy tampak sangat kesal saat ini, dia kesal dengan dirinya sendiri, dia merasa gagal.
Ardy mengumpulkan semua barang yang ada di hadapannya, lalu berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu.
Dengan langkah yang tegap dan tanpa menghiraukan satu orang pun karyawan yang menegurnya Ardy masuk ke dalam lift yang menuju langsung ke lantai dimana ruangan nya berada.
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman...!! ...
...Biar Author semakin semangat ๐ช untuk Updatenya......
...Karena dukungan dari para pembaca lah yang membuat Author semakin bersemangat ๐ช untuk menulis โ๏ธ...
...๐ค๐ค๐ค...
...Vote, like dan komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit nya โค biar tau kalau Author sudah update....
...๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ...
__ADS_1
...Terima kasih ๐...
...๐๐๐...