
Nayna dan dinda sudah berada di depan kost-kostan dita. Kost-kostan itu tampak sepi, pintu setiap kost tampak tertutup. kost-kostan itu tampak lebih besar dan lebih mewah dari kost lama dita dan nayna dulu, karena setiap kamar di lengkapi dengan AC.
"Assalamualaikum...(ucap nayna saat mengetuk pintu kost-kostan dita)
"Dita... assalamualaikum...(sambung dinda)
"Waalaikumsalam... (jawab dita dari dalam, lalu mengintip dari jendela, mengecek siapa yang datang, lalu membukakan pintu untuk dua sahabatnya itu.)
"Nayna, dinda, ayo masuk. Maaf lama tadi gue lagi di belakang. (kata dita)
Nayna dan dinda pun masuk, lalu dita kembali menutup dan mengunci pintu kost nya.
"Wah, lebih besar dari kost-kostan yang lama ya dita...! gue boleh lihat-lihat dulu ya...? (Nayna)
"Ya nay boleh, ayo...!! tapi maaf ya masih berantakan...!! (Dita)
"Berantakan, ini lo bilang berantakan dit, lo benar-benar sakit dit, lo belum masuk ke kamar gue sih, kalau lo masuk ke kamar gue nanti lo bisa lihat berantakan itu seperti apa. (dinda)
"Ya gue bisa bayangkan kamar lo pasti seperti kapal pecah (dita)
"Hahaha kok lo tau dita...? (dinda)
"Ya tau lah, secara lo itu anaknya suka yang berantakan. (kata dita sambil berjalan mengikuti nayna yang sudah melihat-lihat kost baru dita)
"Kok kalian ninggalin gue, gue juga mau ikut (dinda, sambil berlari mendekat ke nayna dan dita)
Setelah puas melihat-lihat, mereka kembali ke depan dan duduk di kursi tamu yang ada di ruang depan.
"Enak ya dita kostan nya, lebih luas dari kost-kostan yang lama. (nayna)
__ADS_1
"Ya nay, karena ruangan ini cukup luas makanya gue beli kursi tamu, dan disini juga dapurnya cukup besar jadi gue bisa coba masak sendiri deh. (dita)
"Emangnya di kost lama lo gak pernah masak dita...? (tanya dinda)
"Pernah din, tapi gak sering, lebih sering pesan di luar. Oh ya kalian mau minum apa...? mumpung isi kulkas gue penuh, gue abis belanja tadi. (tanya dita)
"Katanya lo lagi gak enak badan dit, kok lo malah bisa belanja...? lo cuma cari alasan kan untuk menghindari kak leo (tebak dinda)
"Itu alasan utamanya din, tapi gue benaran kurang enak badan kok, semalam badan gue panas banget. (kata dita, sambil berdiri dan berjalan ke dapur)
Dita membawakan 3 gelas jus jeruk, kue, buah, dan cemilan yang lainnya, meletakkannya di atas meja lalu kembali duduk di samping nayna.
"Maaf ya dit gue lancang bertanya ini, abis gue penasaran bangat. Emang benar lo putus dari kak leo dita...? (tanya nayna)
"Kenapa harus minta maaf nay, gue gak apa-apa kok. Ya nay benar gue dan kak leo sudah putus, tetapi kedua keluarga kami belum tau.
"Kenapa dita, kok kalian bisa putus...? lo cerita deh sama gue dan dinda, lo itu sahabat kita jadi lo bisa cerita sama kita, gue sama dinda selalu ada untuk lo. Gue kaget dit, pas tau dari dinda. Kami sempat bertemu kak leo tadi di sekolah sebelum ke sini, jadi gue taunya dari situ.
"Terus apa yang lo lakuin pas melihat mereka seperti itu dit...? lo labrak mereka kan...? lo tampar mereka...? atau lo jambak mereka..? (tanya dinda yang juga sudah geram)
"Ya jelas lah din, gak mungkinkan gue cuma menangis dan lari begitu saja, emang gue lo...!! untuk apa gue belajar bela diri selama ini kalau gue harus lari melihat yang begituan. Ya gue bikin babak belur lah tuh cowok berengsek, dan ceweknya gue jambak-jambak. (kesal dita)
"Lo memang sangat sadis dita, pantasan wajah kak leo agak bonyok tadi (kata nayna)
"Nah itu baru sahabat gue, sebenarnya gue udah tau tadi dit, saat gue melihat wajah kak leo yang babak belur itu, ya bisa gue tebak pasti itu ulah lo. (sambung dinda)
"Udahlah kita ganti topik pembicaraannya, gue malas membahas cowok berengsek itu lagi. Lebih baik kita makan buah atau kuenya, ayo di makan kuenya nay, din. (kata dita)
"Tampa lo suruh pun gue akan makan dita (jawab dinda, dan mengambil 1 potong kue dan snack yang ada di atas meja)
__ADS_1
"Lo itu ya din, badan aja yang kurus tapi makan lo banyak bangat (kata nayna, yang juga meraih gelas jusnya)
Mereka bertiga pun makan sambil sesekali bercanda dan tertawa bersama-sama, melupakan masalah yang sedang di hadapi oleh dita sahabatnya.
Tiba-tiba hp nayna bun berbunyi menandakan ada pesan yang baru saja masuk, nayna melihat isi pesannya yang ternyata dari Nattan suaminya.
Nayna membalas pesan itu lalu share lokasinya. Lalu nayna memasukan kembali hpnya ke dalam tas setelah tidak lagi mendapatkan balasan dari Nattan.
"Siapa nay...? (tanya dinda yang masih penasaran)
"Oh itu, yang mau jemput gue. (kata nayna yang sedikit gelagapan)
"Lo pulang bareng gue aja nay, nanti gue antar deh sampai depan rumah besar. (dinda)
"Gak usah din, gue udah terlanjur bilang di jemput (elak nayna)
"Ya lo batalin lah nay, palingan yang jemput lo itu belum juga jalan (dinda)
"Gue gak enak din, udah gak apa-apa gue tunggu jemputan aja, kalau lo mau pulang duluan gak apa-apa, gue tunggu di sini aja sama dita. (nayna)
"Siapa yang mau pulang duluan, kita tunggu jemputan lo aja dulu, nanti kalau jemputan lo udah datang baru gue juga pulang.
"Ya udah terserah lo deh din (kata nayna)
"Maaf nay, gue penasaran bangat siapa orang yang mau jemput lo itu, gue curiga ada sesuatu yang lo sembunyikan dari kita. (begitulah kata hati dinda)
Mereka bertiga pun kembali bercanda, bercerita, tertawa dengan kekonyolan yang di buat oleh dinda, itu semua nayna dan dinda lakukan untuk menghibur temannya dita, supaya tidak sedih lagi dan melupakan masalahnya sejenak.
...*Bersambung*...
__ADS_1
...Tinggal jejaknya ya teman-teman 🤗🤗🤗...
...Terima Kasih 🙏🥰🥰🥰...