
Hutan Kematian (Realm of Beast Servant)
Sebuah Hutan Kematian yang merupakan Wilayah tempat tinggal Spesies Ular Kegelapan di alam para [Beast Servant]. Pepohonan yang kering dan sudah mati, Tanah yang berlumpur dan membusuk, merupakan pemandangan Utama yang dapat dilihat dari tempat ini.
Kemudian, Hutan kematian yang sunyi tiba-tiba dikejutkan oleh Cahaya Merah yang melesat dengan kecepatan tinggi. Gemuruh yang disertai awan menghitam seolah-olah mengiringi kedatangannya. Tidak lepas dari itu, Petir-Petir pun seakan tidak ingin tertinggal untuk memamerkan diri, Petir-Petir itu menyambar semua area yang dilewati olehnya.
Fenomena alam yang berubah secara seketika ini memberi tanda dari kedatangan seekor [Beast Servant] legendaris. Bahkan di alam mereka sendiri, [Beast Servant] tingkat legendaris sangat dihormati dan ditakuti seperti seorang Raja. Hanya tingkat Legendaris sudah sangat dihormati, maka tidak perlu dipertanyakan lagi jika itu tingkat Divine, mereka akan disembah layaknya Dewa.
Awan Hitam, Gemuruh dan Petir, semua [Beast Servant] dibawah tingkat Legendaris sangat mengenal dengan baik siapa yang menjadi pemicu Fenomena alam ini. Dia tidak lain adalah [Beast Servant] Legendaris yang dikenal suka mengurung diri, dan merupakan teman dekat dari Sang Garuda Emas Merah, Sang Kuda Bersayap, Avrogan.
Spesies Kuda Bersayap tinggal di Hutan Keajaiban, Hutan yang sangat berbanding terbalik dengan Hutan Kematian. Kebetulan Avrogan adalah Pemimpin dari Spesies Kuda Bersayap dan tinggal disana, dirinya dikenal sebagai Kuda Bersayap yang memiliki Kepribadian menyeramkan bahkan diantara Kuda Bersayap lainnya.
Avrogan sangat mudah tersulut Emosi, dia tidak suka diperintah oleh orang lain dan selalu memikirkan diri sendiri. Tidak ada yang berani untuk memprovokasi Avrogan kecuali [Beast Servant] yang setara atau lebih tinggi dari dirinya. Lalu diantara para [Beast Servant] tingkat Legendaris, Avrogan mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu yang terkuat.
Siapa yang membuat Avrogan sampai sebegitu marahnya?
Semua [Beast Servant] yang dilewati oleh Avrogan hanya bisa bertanya-tanya tanpa bisa mengetahui kebenarannya.
Cahaya Merah yang tidak lain adalah Avrogan berhenti dihadapan sebuah Gua Besar yang mengeluarkan Aura Kegelapan. Jika bukan karena Perintah dari Tuannya untuk membawa Penghuni yang ada di dalam Gua ini secara Hidup-Hidup, Avrogan sudah pasti langsung menghancurkan Gua ini untuk memancing seseorang yang ada di dalamnya.
"Jika kau ingin Daerah ini tetap utuh! Temuilah aku Milžiniška gyvatė!" Avrogan berteriak dengan suara yang menggelegar dan menggema ke dalam Gua.
Tidak lama, suara lirih dari dalam Gua membalas perkataan Avrogan, "Tidakkah kau merasa cukup dengan melukaiku, Avrogan?"
Itu adalah suara dari Milžiniška gyvatė, Ular yang telah membuat Tuannya kehilangan Nyawa sekali. Beruntung Tuannya dapat kembali ke Dunia ini, yang bisa dibilang itu juga merupakan sebuah keajaiban. Namun seseorang yang telah membunuh Tuannya dengan entengnya mengatakan 'Cukup?' kemarahan Avrogan langsung memuncak karenanya.
"Cukup ... Cukup katamu?! Seharusnya kau disiksa lalu dimusnahkan dari Dunia! Beruntung Tuanku adalah orang yang Murah Hati dan tidak mengizinkanku untuk melakukan hal itu!"
Teriakan Amarah dari Avrogan diikuti oleh sebuah Petir Dahsyat yang menyambar Area dibelakangnya. Spesies Ular Kegelapan yang menghuni kawasan ini segera melarikan diri karena ketakutan.
Milžiniška gyvatė menjawab pernyataan Avrogan dengan Nada yang tinggi, "Seolah aku menginginkannya!"
Bersamaan dengan itu, sosoknya yang dipenuhi oleh luka muncul dari dalam Gua. Ular Hitam yang sebelumnya telah mengalahkan Ren kini dalam kondisi yang menyedihkan.
Tanpa Rasa Iba maupun Kasihan, Avrogan masih dengan kemarahan berteriak, "Tidak usah berpura-pura ...!"
Avrogan tidak mungkin percaya pada Ular yang penuh dengan kelicikan ini. Pada kenyataannya, Milžiniška gyvatė bukanlah [Beast Servant] tingkat legendaris yang terlemah. Milžiniška gyvatė hanya akan menjadi yang terlemah ketika berhadapan dengan musuh secara langsung, tapi jika itu membunuh secara diam-diam, dia sama sekali tidak dapat diremehkan.
Avrogan mengatakan Milžiniška gyvatė adalah yang terlemah pada Ren sebenarnya memiliki maksud tersembunyi. Jika Avrogan mengatakan yang sebenarnya, maka kemungkinan besar Ren tidak akan mengizinkan Avrogan untuk menangani Milžiniška gyvatė itu sendiri.
"... Kau adalah Ular Licik! Setiap kata-katamu tidak ada yang dapat dipercaya!" Avrogan menambahkan perkataannya.
Menanggapi Avrogan, Milžiniška gyvatė mengeluarkan suara mendesis, yang merupakan tanda permusuhan yang besar untuk Avrogan. Tanda Permusuhan ini membuat Avrogan bersiap-siap untuk melancarkan Serangan terkuatnya.
Kedua [Beast Servant] itu saling menatap dengan penuh kebencian satu sama lain. Hanya menatap dan menatap untuk beberapa waktu yang cukup lama. Namun diantara keduanya, yang menyerah pertama adalah Milžiniška gyvatė.
"Sssstt ... Aku akan mengatakan semuanya, aku menyerah dan bawa aku pada Tuanmu."
Sikap Milžiniška gyvatė yang tidak seperti biasanya menambahkan kecurigaan Avrogan. Seekor Ular licik sepertinya dirasa tidak mungkin untuk menyerah begitu saja.
"Tch ..." Avrogan berdecak kesal karena pada dasarnya dia tidak percaya sama sekali pada Milžiniška gyvatė. Akan tetapi, hal yang harus dia utamakan adalah perintah dari tuannya.
"... Baiklah, namun kuperingatkan kau satu hal. Jangan sekali-kali kau melakukan hal buruk dihadapan Tuanku."
Avrogan turun dan mendekati Milžiniška gyvatė. Mengaktifkan sebuah Lingkaran Sihir untuk kembali ke Alam dimana Tuannya berada dengan membawa Milžiniška gyvatė bersamanya.
____________________________________________
__ADS_1
* * *
* * * ____________________________________________
Jumlah Beast Servant yang mencapai Ribuan tidak mungkin dibiarkang tinggal di Istana [Bloody Palace of the Monarch]. Sebagai Jalan keluar satu-satunya dari masalah ini adalah Hutan Loudeas.
Tidak ada tempat lain yang mampu menampung Ribuan [Beast Servant] selain Hutan Loudeas. Meski sebenarnya, Istana Ren juga mampu menampung mereka semua, tapi tidak mungkin bukan, Istana ini hanya dijadikan kandang Beast Servant semata?
"Dengarkan aku!"
Ren menarik semua perhatian dari Beast Servant yang ada dihadapannya. Walau Ren tidak mengerti Bahasa yang mereka gunakan, setidaknya Ren yakin mereka mengerti bahasa yang dia gunakan.
"Aku akan membiarkan kalian menetap di sekitar Istana ini yang tidak lain adalah Hutan!"
Mereka adalah Beast Servant yang memang diciptakan untuk menuruti perintah dari Sang Pemanggil. Selama masih ada Kontrak yang mengikat, mereka para Beast Servant tidak diperkenankan untuk membantah. Sang Pemanggil yang merupakan Tuan dari Beast Servant dapat memerintahkan apapun pada Beast Servant miliknya.
Kendati demikian, Ren tidak melihat Beast Servant seperti itu. Ren melihat mereka seperti Makhluk Hidup lainnya yang memiliki Kebebasan untuk memilih. Apalagi Ren yang memanggil mereka hanya demi kekesalan semata, dia tidak ingin memaksa para Beast Servant untuk menuruti semua yang dia perintahkan. Lalu andaikan ada salah satu dari mereka yang tidak setuju, maka Ren akan dengan senang hati melepaskan mereka.
"Ini adalah perintah! Namun jika ada diantara kalian yang tidak suka dengan perintah ini, aku tidak akan memaksa dan akan membatalkan Kontrak kita!"
Mereka semua terdiam, tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara maupun bergerak. Dari semua ini, apakah Ren harus menganggap mereka semua setuju?
"Jika kalian diam, maka aku anggap tidak ada yang menentang!"
Ren memperhatikan mereka semua sekali lagi demi memastikan apakah mereka benar-benar setuju. Setelah dipastikan tidak ada yang bersuara maupun bergerak, Ren menjadi yakin dengan anggapannya.
"Baiklah ... Aku hanya memberi kalian satu perintah lagi untuk saat ini. Menyebarlah ke Hutan, dan lindungi Istana ini dari apapun yang berusaha mengacaukannya."
Tanpa perlu diteriakan, perkataan Ren dapat terdengar oleh seluruh Beast Servant. Bahkan kalimat ini, seakan diperintahkan oleh Ren melalui pikiran mereka semua. Membuat mereka semua mengetahui, betapa seriusnya Ren memberikan Perintah untuk melindungi Istana.
Ren adalah sang pemilik Istana, sangat mungkin untuk mengendalikan Istana ini sesuai dengan apa yang dia inginkan dalam batas tertentu. Jika itu membuka Gerbang yang tertutup, maka itu hanya semudah membalikkan telapak tangan.
Seluruh Beast Servant yang telah diperintahkan oleh Ren mulai bergerak satu per satu. Beast Servant yang dapat terbang tidak memiliki masalah untuk keluar dari Istana. Namun Beast Servant yang tidak bisa terbang, mereka harus merasakan antrian panjang kembali untuk melewati Gerbang. Setelah melewati Gerbang barulah mereka dapat sepenuhnya menyebar ke seluruh Hutan.
"Hm? Perasaan ini ... Mana yang terkuras sedikit demi sedikit?"
Ren merasakan Mananya terkuras, meski dalam Jumlah yang sedikit, tapi dia merasa aneh karena hal ini ini belum pernah dia rasakan sebelumnya.
"Ren-sama, kami kembali."
"Yang Mulia, kami kembali."
Nirlayn dan Arystina sepertinya kembali. Kedatangan mereka berdua membuat Ren memutuskan untuk tidak memikirkannya lebih jauh. Lagipula, Ren tidak perlu khawatir Mananya akan habis tiba-tiba. Pengurasan Mana ini tidak lebih hebat dari Renerasi Mana Ren.
"Hoo ... Waktu yang tepat kalian datang, aku sudah berteriak cukup keras tadi."
Ren berbalik pada mereka berdua dengan senyuman tulusnya. Namun dampak dari senyuman ini adalah Wajah Nirlayn dan Arystina yang memerah. Menyadari perbuatannya membuat Ren menghentikan senyuman tulus yang berbahaya.
"Hm? Kalian membuat sesuatu yang berbeda?" Tanya Ren seraya memperhatikan Dua Minuman yang dibawa oleh Dua Perempuan dihadapannya.
"Ah, itu ... Benar." Balas Nirlayn dengan Raut Wajah yang masih Merah.
"S-Saya adalah Jus dan Nirlayn adalah Teh." Arystina menjelaskannya dengan cara yang salah.
Ren ingin sekali tertawa mendengar Arystina yang mengatakan dirinya adalah Jus dan Nirlayn adalah Teh. Kesalahan Arystina dalam berkata-kata ini membuat Ren sadar kalau senyum tulusnya itu cukup berbahaya. Ren juga sudah menyadari alasan dari tingkah dan perilaku mereka berdua yang aneh, sehingga dia harus lebih berhati-hati dalam bersenyum lain kali.
"Aku senang memiliki kalian disini ..." Ren mengulurkan lengan untuk mengambil Minuman dari Nirlayn yang merupakan Segelas Teh hangat. Namun sebelum Ren dapat menggapai Gelas Teh itu, suatu perasaan buruk dia rasakan dari arah Arystina.
__ADS_1
'Mengapa, kenapa, ada apa? Arystina terlihat menyeramkan.'
Apa ini yang dinamakan dengan kekuatan tersembunyi legendaris dari seorang Wanita? Hati Ren bahkan bergetar oleh perasaan tidak enak ini. Seorang Anryzel Dirvaren dibuat seperti ini, sungguh perasaan yang begitu luar biasa.
"Teh dan Jus ya ... Bagus, aku ingin sesuatu yang hangat dan menyegarkan."
Dengan terpaksa, Ren mengambil Dua Minuman yang telah disediakan secara bersamaan. Ren juga berniat langsung meminum kedua Minuman ini agar dia berlaku adil untuk bawahannya.
Arystina kembali tersenyum, seperti sebuah Bunga yang merekah. Perasaan buruk yang dirasakan oleh Ren pun seketika menghilang seolah-olah tidak pernah ada.
"Aku akan meminumny- ..."
Lingkaran Sihir yang tiba-tiba muncul menghentikan Ren yang akan meminum Teh dan Jus. Kemunculan Lingkaran Sihir ini merupakan sebuah tanda bahwa Avrogan sudah kembali dari Alam Beast Servant.
"Hm, dia bertindak cukup cepat." Ren dengan tanpa rasa bersalah mengembalikan Dua Gelas itu kepada Nirlayn dan Arystina.
Tidak lama, Avrogan muncul dari Lingkaran Sihir bersama dengan Milžiniška gyvatė Sang Ular Hitam. Ren yang Melihat Ular Hitam itu kembali muncul merasa kesal karena sebelumnya dia dikalahkan olehnya.
"Tuan saya kemba ... li?" Avrogan langsung dihadapkan dengan Nirlayn dan Arystina yang dipenuhi oleh Aura menyeramkan. Lalu, tanpa sempat Ren berbicara, Avrogan sudah diseret oleh kedua perempuan itu.
"T-Tuan! Tolong aku!" Avrogan berteriak memohon pertolongan pada Ren.
Namun sayang sekali Avrogan, Ren sama sekali tidak ingin berurusan dengan Kekuatan Tersembunyi Perempuan sebelum mengetahui cara mengatasinya dengan benar. Untuk saat ini, tidak ada pilihan lain bagi Ren selain membantu Avrogan menjadi tersangka utama.
"Ini adalah Dosamu, Avrogan." Ucap Ren Dingin dengan senyum yang mengerikan.
Avrogan yang sudah diseret jauh membulatkan Mata atas perkataan Tuannya. Sebagai bentuk protes terakhir, Avrogan hanya bisa berteriak, "Mustahil!!!"
Apa yang akan dilakukan oleh Arystina dan Nirlayn pada Avrogan? Ren tidak tahu. Namun sudah pasti itu adalah suatu hal yang mengerikan. Semoga saja Ren dapat melihat Avrogan kembali Esok Hari, dia sangat berharap akan hal ini.
"Sungguh malang Nasibmu Avrogan ..." Ren menggelengkan kepala seraya merasa kasihan pada Avrogan. Kemudian Ren mengalihkan Perhatiannya pada Ular Hitam yang sedari awal tidak melakukan apa-apa.
"Hei Cacing."
Ren melangkahkan kaki untuk mendekati Milžiniška gyvatė sambil menunjukan Kebencian. Tekanan dan Intimidasi yang luar biasa menjadi bukti dari kebencian yang Ren rasakan.
"Aku telah menerima penghinaan dari kekalahanku sebelumnya ..." Ren membuka Pintu Inventory dan mengeluarkan Pedang Nuxuria dari sana, "Mari kita bertarung kembali untuk membalaskan penghinaan yang kau berikan."
Tubuh Milžiniška gyvatė bergetar hebat, meski seorang Ular, dia masih tetap bisa merasa ketakutan. Puncak dari ketakutan itu adalah ketika Ren mengeluarkan Pedang Nuxuria dari tempat yang tidak diketahui olehnya.
"Tembus Fisik? Pelahap Jiwa? Aku tidak takut lagi dan tidak akan ceroboh lagi." Ren semakin mendekati Milžiniška gyvatė dengan Pedang Nuxuria di tangannya.
"A-Amp-uni, a-aku." Milžiniška gyvatė berbicara lirih seraya terbata-bata.
Milžiniška gyvatė memohon sebuah ampunan yang membuat Ren menghentikan langkah kakinya. Ren menampilkan Wajah yang seolah tertarik dengan ucapan Milžiniška gyvatė.
"Ampunan? Menarik ... Apa yang bisa kau berikan sebagai bayaran?"
"K-Kesetiaan ... Dan, K-Kebenaran."
Kesetiaan dan Kebenaran, apa yang sebenarnya ingin ditawarkan oleh Ular Hitam ini pada Ren. Jika itu Kesetiaan, Ren telah mengerti, tapi jika itu Kebenaran, apa maksudnya? Mungkinkah berkaitan dengan alasan Ren dipindahkan ke Dunia ini?
"Hm ..." Ren menatap tajam terlebih dahulu sebelum akhirnya berkata, "Baiklah, aku menerima Tawaranmu untuk memberikan Kesetiaan dan Kebenaran. Pertama, katakan kebenarannya."
Aura Intimidasi dan Tekanan telah Ren hilangkan agar Milžiniška gyvatė dapat berbicara dengan baik.
"T-Terima kasih! Aku akan mengatakannya sekarang juga ..."
__ADS_1