Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 85 : Kegembiraan Ren


__ADS_3

____________________________________________


Shade of Spirits


Sebuah Pohon Raksasa yang dijadikan tempat bernaung para Roh untuk Waktu yang sangat lama. Keberadaan Pohon ini sendiri dipercaya telah ada sejak Zaman Perang Besar Dahulu kala.


Dikatakan bahwa Pohon ini ditanam oleh seseorang yang memimpin para Roh. Dia tidak lain adalah [The Soul Monarch] Aschaliana. Seorang [Continents Holder] dari Ras Roh yang juga seorang Perempuan. Tidak ada yang mengetahui mengapa Aschaliana menanam [Shade of Spirits] ini di Benua Zachen, yang merupakan Benua para Manusia.


Namun ada satu Hal yang pasti, Aschaliana menanam Pohon ini dengan Tujuan untuk melindungi seorang Roh. Seorang Roh yang tidak lain adalah Arystina sendiri.


Ketika Arystina terlahir ke Dunia, ada satu sosok yang begitu dia Cintai dan Sayangi. Sosok itu adalah [The Soul Monarch] Aschaliana. Namun, Aschaliana pada saat itu harus meninggalkan Arystina yang masih kecil seorang diri. Kewajiban Aschaliana sebagai seorang [Continents Holder] Mengharuskan dirinya untuk pergi ke Medan Pertempuran.


Arystina kecil mau tak mau harus ditinggalkan oleh Arystina di [Shade of Spirits]. Menjalani Kehidupan dalam Kesepian tanpa seorang Teman. Sekian lama, dia terus menunggu akan Kedatangan Aschaliana kembali.


Seratus Tahun, Seribu Tahun, bahkan sampai Arystina lupa seberapa lama dia menunggu, Aschaliana tidak pernah Kunjung Datang. Dia merasa Kesendirian semakin lama terasa menyakitkan, dan pada akhirnya, Arystina memutuskan untuk membuat seorang Keturunan, seorang Keturunan yang tidak lain adalah Aurlin.


Ketika Terlahirkan ke Dunia, Aurlin tidak disambut dengan senyuman. Aurlin hanya melihat sosok Arystina yang sudah kehilangan Emosi, dan menatap Aurlin seakan tidak peduli. Tahun demi Tahun telah terlewati, dan Aurlin semakin beranjak Dewasa tanpa Kasih Sayang Arystina.


____________________________________________


Sepenggal Kisah yang diceritakan oleh Aurlin kepada Ren, yang bersumber dari Arystina ketika menceritakan Masa Lalunya pada Aurlin. Sedikit Informasi, Arystina dan Aurlin tidak mengetahui siapa itu [The Soul Monarch] Aschaliana, Karena sebagian dari Ingatan Arystina yang telah dikunci.


Seraya menunggu Arystina terbangun dari Tidurnya, Ren meminta agar Aurlin menceritakan Kisah tentang awal dari [Shade of Spirits] ini ada. Meski tidak Detail, namun semua yang diceritakan Aurlin cukup berguna dan masih sesuai dengan apa yang diharapkan.


Akan tetapi dari semua Kisah itu dan Misteri yang ada di dalamnya. Ren lebih tertarik untuk berpikir, "Bagaimana cara para Roh membuat Keturunan sedangkan para Lekaki saja tidak ada?" Mungkin, ini saat yang tepat untuk dia bertanya.


"Aku tidak mengerti soal ini dari dulu ..." Ucap Ren tiba - tiba sambil terlihat bermasalah.


Suasana disekitar Aurlin langsung menegang, dia salah paham dan mengira bahwa Ren tidak mengerti apa yang dia ceritakan. Seseorang seperti Ren sampai tidak mengerti, itu menandakan bahwa Penceritaan Aurlin begitu buruk. Setidaknya, hal itulah yang ada dipikiran Aurlin saat ini.


"Maaf Yang Mulia, saya akan mengulangi Cerita tadi dengan lebih Jelas sampai anda bisa mengerti." Aurlin terlihat menyesal.


Tidak ada tanggapan lain dari Ren ketika mendengar ini dari Aurlin selain terdiam. Mengapa Perkataannya selalu disalah pahami? Padahal Ren hanya ingin menanyakan Cara mereka membuat Keturunan.


" ... Tidak kau salah, aku hanya ingin bertanya sesuatu. Tetapi sepertinya, ini akan sedikit kurang Sopan."


Aurlin langsung memiringkan Kepala, dari yang awal merasa tidak berguna kini berubah menjadi tidak mengerti. Aurlin merasa sangat sulit untuk mengerti pemikiran para sosok yang luar biasa. Di satu sisi, Aurlin merasa Ragu - Ragu untuk menyetujui Ren karena terdapat kata "Kurang Sopan" disana, namun disisi lain Aurlin tidak dapat menolak Hal ini karena takut menyinggung sosok Ren.


Meskipun dengan Perasaan Terpaksa, Aurlin masih tetap menjawab.


"S-Selama saya bisa menjawab ... Silahkan Yang Mulia."


"Hah ..." Ren menarik Napas, dia sendiri berpikir bahwa bertanya sesuatu seperti, Cara membuat Keturunan itu sangat sulit. Meski begitu dia akan tetap berusaha untuk mengobati Rasa Penasaran yang terdapat dalam Hatinya, "Maafkan aku, tapi sebenarnya aku tidak tahu cara Roh membuat Keturunan. Apakah kau dapat menjelaskan Hal itu secara singkat?"


Pertanyaan ini tidak masuk akal, seharusnya sebagai seorang Pemimpin para [Continents Holder] Ren dapat mengetahui sesuatu semacam ini. Namun, Kenyataan adalah suatu hal yang berbeda, Ren bukan Pemimpin itu, dia hanya seorang Manusia Biasa yang kebetulan pindah dari Bumi.


Hati Ren langsung merasa Risau setelah menanyakan Hal ini. Ekspresi Aurlin yang Rumit membuat Ren memikirkan segala kemungkinan yang ada. Mulai dari Aurlin yang memandang Ren sebagai seorang Sampah, sampai Aurlin yang kemungkinan mencurigai Ren kembali.


Akan tetapi, Ekspektasi Ren dihancurkan seketika. Aurlin tidak memandang Sampah Ren atau Mencurigainya, dia malah menatap Ren dengan penuh Rasa malu. Sambil menampakan Wajah yang Merah Merona, Aurlin bertindak dan melakukan Gerakan yang terlihat Gelisah.


"K-Kami ... Tidak seperti para Manusia, kami adalah Roh, dan Roh sangat berkaitan Erat dengan Mana. Contohnya adalah diri saya ini, saya terlahirkan dari Mana Nona Arystina yang terbagi menjadi Dua."


Butuh beberapa Waktu untuk Ren mencerna maksud dari Perkataan Aurlin. Namun begitu dia mengerti, keterkejutan yang hebat melanda dirinya.


'Mustahil, kau bercanda?' Ren mencoba untuk tidak menerima.


Ren tidak pernah menyangka Hal seperti ini ada. Kenyataan bahwa para Roh melahirkan dengan Cara membelah diri sangat sulit untuk dipercaya. Bagaimana mungkin dari sebuah Mana yang terbelah dapat menciptakan suatu Makhluk Hidup? Itu sulit diterima! Namun ini juga menjelaskan mengapa mereka tetap bisa membuat Keturunan walaupun tidak ada seorang Lelaki.


Tidak ada pilihan lain untuk Ren selain menerima Kenyataan yang tidak dapat dipercaya ini.

__ADS_1


"Hm ... Jadi seperti itu." Jawab Ren Lirih.


Ren berusaha untuk terlihat seperti orang yang telah mengerti semuanya. Padahal, dia masih dibingungkan dengan Keabsurdan para Roh dalam membuat Keturunan. Kemudian, Ren mengalihkan Pandangan dari Aurlin. Dia menatap pada Udara Kosong sambil melamunkan sesuatu.


Disaat Ren melamunkan sesuatu yang acak dalam Pikiran. Sebuah Suara yang begitu pelan dan nyaris tidak terdengar melintas pada Pendengaran Ren. Andai Ren tidak memiliki Pendengaran yang dipertajam, mungkin dia sama sekali tidak akan menyadari Hal ini.


Suara itu mengatakan ...


Tapi, mungkin kami juga bisa melahirkan seperti Manusia jika itu dicoba.


Begitulah, Ren tidak mengetahui darimana asal Suara ini berasal. Tidak, lebih tepatnya Ren berpura - pura untuk tidak mengetahui darimana asal Suara ini. Hal ini kemudian dilupakan begitu Ren menyadari bahwa Arystina sudah membuka Mata.


Orang yang pertama menghampiri Arystina adalah Aurlin. Dia berlari untuk mendekati Arystina yang sedang terbaring diatas tempat tidur. Tindakannya ini dapat menggambarkan Kekhawatiran yang dia Rasakan.


"Nona ... Anda baik - baik saja?"


"Ya, aku tadi ... Lupakan apa yang sebelumnya kau lihat."


"Saya mengerti, syukurlah anda baik - baik saja."


Arystina kemudian bangkit dengan dibantu oleh Aurlin. Mata Arystina langsung terkunci pada Ren yang sedang duduk diam di sudut Ruangan. Lalu dengan Luar Biasa, Ren berpura - pura tidak menyadari Hal ini seraya membaca Buku yang entah darimana dia dapatkan. Begitu Arystina mulai berjalan mendekatinya bersama dengan Aurlin, barulah Ren menoleh dengan Cara yang Dramatis.


"Kau baik - baik saja?"


Arystina dan Aurlin menghentikan langkah mereka dan Terdiam. Bagaimana mungkin Ren berubah sedrastis ini? Mungkin sejak awal Ren memang terlihat seperti seorang Penguasa di Mata mereka. Tetapi saat ini, Aura Penguasa itu lebih kuat untuk dirasakan.


Bahkan mereka tidak sanggup menatap balik pada Mata Merah Ren yang indah. Terpaksa, mereka berjalan dengan cara melihat ke Bawah tanpa memandang Ren sedikitpun.


"Arystina ..." Ren berkata dengan Nada Dingin.


Membuat Arystina tersentak karena tidak menyangka dirinya akan langsung dipanggil seperti itu. Terlebih cara memanggil Ren begitu Dingin seolah Arystina telah melakukan suatu kesalahan.


"A-Ada apa Yang Mulia?"


"Ah, itu." Arystina langsung menoleh pada Aurlin dan menatapnya Tajam. Dalam Ekspresi itu, terdapat sebuah Kalimat "Mengapa Kau memberitahu hal ini?" pada Aurlin.


Namun bahkan sebelum Aurlin dapat menjawab Arystina. Ren sudah berdeham untuk menarik kembali perhatian mereka berdua. Lalu, Ren menutup Buku yang dia baca dan telah sepenuhnya memperhatikan Arystina.


"Aku ingin mendengar Masalah ini dengan sejelas mungkin."


* * *


* * *


* * *


Ren dibawa oleh Arystina dan Aurlin untuk menuju ke Tempat dimana Ren pertama kali bertemu dengan Arystina. Sebuah Ruangan yang Luas dan Kosong, hanya ada sebuah Cahaya berbentuk Bulat dan Besar di Ruangan itu. Cahaya yang tidak pernah menunjukan ketetapan Warna.


"Ini adalah Inti dari [Shade of Spirits] Yang Mulia." Ucap Arystina.


Ren hanya mengangguk sebagai Bentuk Konfirmasi. Persepsi Mana Ren sendiri dapat melihat dengan Jelas semua Hal yang ada di [Shade of Spirits] ini terhubung dengan Cahaya dihadapannya.


"Apa yang anda pikirkan ketika melihat Cahaya ini Yang Mulia?"


Jika diharuskan untuk menjawab, Ren akan mengatakan dengan Jelas bahwa Cahaya ini adalah Mana. Mana yang berkumpul di satu titik sehingga menciptakan sebuah Cahaya yang dapat dilihat dengan Jelas.


"Mana yang dikumpulkan pada satu tempat?" Ren menjawab.


Aurlin tersenyum, kemudian dia mulai berbicara kembali, "Seperti yang diharapkan dari Yang Mulia."

__ADS_1


"[Shade of Spirits] Ini memiliki kemampuan yang Istimewa. Dimana dia dapat menyerap Mana yang berasal dari Alam dan menjadikan Mana itu sebagai Kekuatan Pelindung."


"Uhm ..." Ren sedikit mengerti soal ini. Pohon Raksasa yang memiliki Mana Luar Biasa bahkan melebihi Mana yang dimiliki oleh Ren sendiri ternyata hasil dari Penyerapan Mana dari Alam.


"Kekuatan Pelindung itu Sangat Kuat, bahkan sampai sekarang belum ada yang dapat menemukan Keberadaan [Shade of Spirits] dan kami selain diri anda sendiri."


Apakah Pelindung yang dimaksud oleh Arystina adalah sesuatu yang dirasakan Ren sebelumnya? Sesuatu yang terasa seperti Dinding Lunak layaknya sebuah Jeli?


"Masalah yang sebenarnya ada disini, Mana yang diserap oleh [Shade of Spirits] Menurun dengan sangat Drastis beberapa Waktu yang lalu. Itu menyebabkan Pelindung yang mencegah Keberadaan kami diketahui melemah sampai batas tertentu."


"Melemah? Hm ... Andai Pelindung itu tidak melemah, mungkin aku tidak akan menemukan Tempat ini."


Kenyataannya, Ren sama sekali tidak akan menemukan Tempat ini jika tidak memukul Sosok Hitam dengan sekuat Tenaga. Ini merupakan sebuah Kebetulan yang Luar Biasa, mengingat Arah Pukulan Ren tepat pada Pohon Raksasa.


"Bukan seperti itu Yang Mulia. Saya percaya, bahkan ketika Pelindung ini tidak melemah. Anda akan tetap menemukan saya ..."


Apakah Ren salah mendengar sesuatu? Mungkin apa yang dimaksud oleh Arystina adalah "Menemukan kami" dan bukan "Menemukan saya" Disini pasti ada kesalahan pengucapan, Ren yakin akan hal ini.


"Begitukah? Lalu apa yang menyebabkan Penyerapan Mana [Shade of Spirits] Menurun secara Drastis?"


Arystina tidak langsung menjawab, melainkan dia melakukan sebuah Gerakan. Dia merentangkan Kedua Lengan ke Arah Cahaya seraya berkata, "Saya akan menunjukannya ..."


Perlahan sebuah Gambaran yang bergerak muncul dalam Cahaya itu. Gambaran itu berupa Hutan yang sangat Luas, dibelakang Hutan itu ada sebuah Gunung Besar yang menjulang tinggi ke langit. Namun hanya itu yang terlihat disana, tidak ada Keanehan maupun Keistimewaan.


"Yang Mulia, ini adalah Pusat Hutan."


Ya, Ren mengerti bahwa itu adalah Hutan ataupun Pusat Hutan. Namun, apa yang Istimewa dari sebuah Hutan ini? Ren pun tidak dapat menggunakan Persepsi Mana karena itu hanya sebuah Gambaran dari Jarak Jauh.


"Maafkan saya Yang Mulia, bisakah anda menyalurkan Mana pada saya? Jika saya menggunakan Mana Inti [Shade of Spirits] lebih dari ini, maka Pelindung akan hancur."


Ren hanya mengangguk dan segera menyalurkan Mana nya pada Arystina. Sebuah Benang Mana tersambung dari Tubuh Ren pada Tubuh Arystina. Akan tetapi, Arystina menatap Ren dengan penuh kekecewaan tanpa alasan yang Jelas.


"Saya baru melihat Penyaluran Mana tanpa Menyentuh Tubuh satu sama lain ..." Ucap Arystina dengan Suara yang Pelan.


"Terima Kasih Yang Mulia, sekarang anda bisa menyaksikan Sumber dari Masalah yang dialami oleh [Shade of Spirits] ini."


Setelah Arystina berkata, Gambaran dari Hutan yang ada dalam Cahaya itu mulai memudar. Pada Awalnya, Ren hanya menatap dengan aneh pada Gambaran yang terganti karena belum sepenuhnya Jelas untuk dilihat. Namun setelah Gambaran Hutan benar - benar menghilang, Ren sangat - sangat terkejut.


Bahkan selama di Dunia ini, Ren belum pernah merasakan keterkejutan yang sama. Pemandang yang begitu membuatnya terkejut pastilah sesuatu yang sangat Luar Biasa.


Sesuatu Yang Luar Biasa itu adalah ... Sebuah Bangunan dengan Ukuran yang Luar Biasa. Bahkan melebihi Istana Kerajaan Aulzania. Bangunan itu dikelilingi oleh Benteng yang terlihat sangat kokoh. Lalu Bentuk Bangunan itu sangat Megah dan Indah, tidak ada Kalimat maupun Kata - Kata yang dapat menggambarkannya.


Ren langsung membulatkan Mata, Penyaluran Mana pada Arystina langsung terhentikan. Lalu sambil bergumam tak percaya dia bergumam, "Mustahil ..."


Aurlin dan Arystina langsung memandangi Ren dengan Wajah Kebingungan. Mereka tidak mengerti mengapa Ren begitu Terkejut ketika Melihat Hal ini. Mereka kemudian bertanya ...


"Apa yang terjadi Yang Mulia?" Tanya Arystina.


"Mengapa anda terkejut?" Tanya Aurlin.


Dapat dipastikan, jika Ren dalam Keadaan Biasa tidak akan menjawab mereka demi terjaganya Rahasia. Tetapi kali ini, dia sangat terkejut sampai dengan sendirinya menjawab mereka.


"Itu adalah ... Istanaku, [Bloody Palace of the Monarch]."


Tidak ada kata lain yang dapat menggambarkan Perasaan Ren saat ini selain ... Kegembiraan.


_____________


Catatan Author :

__ADS_1


Hallo ~


Apakah kemunculannya ini sedikit membingungkan?


__ADS_2