
"Istana milik anda?" Aurlin dan Arystina berkata secara bersamaan.
Mereka tidak menyangka Sumber dari Masalah [Shade of Spirits] adalah Istana milik Ren sendiri. Namun dibandingkan keterkejutan mereka berdua, Ren bahkan lebih terkejut lagi.
[Bloody Palace of the Monarch] adalah Istana milik Ren yang bahkan Ren sendiri tidak yakin bisa menemukannya di Dunia ini. Lalu ketika Ren tidak berharap sedikitpun, Istana itu muncul dengan sendirinya. Bagaimana bisa Ren tidak terkejut ketika mengalami Hal yang seperti ini?
Meski demikian, Ren belum dapat memastikan apakah Istana itu benar - benar ada atau tidak. Pasalnya, apa yang diperlihatkan oleh Arystina adalah sebuah Gambaran yang tidak pasti. Maka dari itu, Ren ingin memeriksa Tempat itu sesegera mungkin.
"Arystina, dimana letak Hutan yang barusan kau tampilkan?"
Begitu ditanya, Arystina langsung mengubah Ekspresinya menjadi Serius. Jika memang benar itu adalah Istana milik Ren, maka Arystina dapat benar - benar meminta Ren untuk menghilangkan Masalah itu.
"Berdasarkan Informasi dari Hutan, saya dapat mengatakan bahwa Tempat itu berada di Pusat Hutan ini."
Pusat Hutan? Ren pernah melihat Peta dari Benua Zachen ini dan Hutan Loudeas merupakan Wilayah yang sangat Besar bahkan melebihi Kerajaan Aulzania. Jadi dapat dikatakan, Ren saat ini hanya menyusuri Hutan Loudeas dan belum sepenuhnya menelusuri Hutan Loudeas.
"Kesampingkan Hal lain untuk sekarang, aku akan kesana saat ini juga." Ucap Ren sambil berbalik dan bersiap untuk pergi.
Namun sebelum Ren dapat keluar dari Ruangan ini. Arystina berlari untuk mengejarnya dan langsung menggenggam Tangan Ren. Ren langsung berhenti berjalan dan menoleh pada Arystina dengan Ekspresi Tanda Tanya.
"Ah ... Maafkan saya." Arystina langsung melepas Genggamannya. Dia dengan Wajah yang Memerah dan Ekspresi yang Gelisah berkata, "Bolehkah saya mengikuti anda?"
Aurlin yang berada cukup Jauh dibelakang Arystina kemudian bertindak seolah ingin menghentikan Arystina. Akan tetapi, dia membatalkan Niat itu lalu tersenyum penuh Makna pada Roh yang sudah dia anggap seperti Ibunya sendiri itu.
Sementara Ren, dia tidak memperhatikan Hal Kecil seperti memikirkan apakah Arystina diperbolehkan ikut atau tidak. Dia lebih memprioritaskan Pencarian dari [Bloody Palace of the Monarch] Secepatnya.
"Aku mengerti ..."
Ren langsung berjalan kembali dan tanpa dia sadari, dia memegang Tangan Arystina. Mungkin Niat Ren hanya untuk memastikan agar Arystina tidak tertinggal, tetapi itu tetap saja membuat Arystina terkejut dan merasa Malu.
Kemudian Ren bersama Arystina Keluar Ruangan, Meninggalkan Aurlin yang menatap mereka seraya tersenyum penuh Makna.
Pada saat Keluar dari Bangunan milik Arystina, Ren langsung dihadang oleh Empat Orang Roh Wanita yang sebelumnya menjaga dia. Namun disinilah Kegunaan Arystina, mereka langsung berlutut begitu melihat Arystina memberi Tanda agar menyingkir.
Walau hanya sedikit, Ren berpikir membawa Arystina ternyata ada manfaatnya. Meski jika dilihat lebih baik, Ren seperti seorang Penculik karena telah menyeret Arystina dengan Cara menggenggam Lengannya.
Setelah itu, Ren beberapa kali dihadang oleh para Roh lainnya karena dianggap membawa Kabur Arystina. Akan tetapi, lagi - lagi Arystina memerintahkan mereka agar memberikan Jalan.
Baru saja Ren melangkahkan kakinya kembali, ada sesuatu yang benar - benar membuat Ren terhenti. Itu adalah Laselta yang dari Kejauhan sudah berlari kemudian memeluk Ren, setelah itu dia berlari kembali tanpa berkata apapun.
Melihat ini, Arystina langsung berbicara dengan Nada yang kagum, "Sepertinya Yang Mulia adalah seorang Ayah yang baik. Laselta bahkan mengganggap anda sebaagai seorang Ayah."
Pernyataan Arystina membuat Ren mengerutkan Alis, "Bagaimana Arystina bisa menganggapku seperti itu, sedangkan mereka bahkan belum pernah memiliki Ayah?" Pikirnya dalam Hati.
Akan tetapi, Pikiran itu hanya seperti Angin lalu yang langsung Ren abaikan. Segera dia kembali bergerak untuk Keluar dari [Shade of Spirits] Secepatnya. Setelah tiba di bagian terbawah, tepatnya di Gerbang Masuk, Ren kembali dihadang oleh Penjaga Gerbang.
Dan untuk yang terakhir kali, Arystina memerintahkan mereka untuk memberikan Jalan dan membuka Gerbang. Entah karena Kepercayaan mereka pada Arystina yang besar ataupun apa, mereka dengan senang Hati langsung menurut tanpa bertanya lagi.
Setelah beberapa kali dihadang, akhirnya Ren dapat Bebas dan Keluar dari [Shade of Spirits]. Meski ada seseorang yang mengikuti dia saat ini, namun dia tidak terlalu mempedulikannya.
__ADS_1
Ren berjalan melewati Akar Raksasa yang dapat ditembus seperti sebelumnya. Pada saat itulah, Ren kembali melihat jejak sosok Hitam yang terhempas. Lalu tanpa pikir panjang, Ren berlari ke arah dimana Kerajaan Aulzania berada.
Arystina tentu bingung ketika menyadari Ren pergi ke arah yang berbeda dari Pusat Hutan. Arah Pusat Hutan sendiri berada di Belakang mereka, yang artinya, Ren pergi ke arah yang sebaliknya.
"Yang Mulia, bukankah arah ini salah?" Tanya Arystina ketika berlari.
"Ya, kau benar." Balas Ren singkat.
Arystina tidak mengerti, Ren telah tahu bahwa Arah yang dia ambil salah, akan tetapi dia masih memutuskan untuk bergerak kesana. Mungkin ada Alasan dibalik Keputusan Ren, Arystina yakin soal ini.
* * *
* * *
* * *
"Haahh ... Haaah ..."
Napas Arystina tersenggal - senggal, dia sangat kelelahan karena telah berlari dalam Waktu yang cukup lama. Arystina berbeda dari Ren yang memiliki Stamina Luar Biasa, Arystina hanyalah seorang Wanita dengan Stamina yang sama seperti orang Biasa.
Ren memperlambat Langkahnya, sampai mencapai titik dimana dia berhenti melangkah. Arystina langsung kehilangan keseimbangan, dan dia akan terjatuh. Namun dengan sigap, Ren menopang Arystina dan mencegahnya terjatuh.
Arystina yang ditopang tubuhnya berusaha untuk berdiri sendiri. Namun apa daya, dia terlalu lemah untuk melakukan Hal itu dan pada akhirnya kehilangan keseimbangan kembali. Arystina merasa Malu, padahal dia sendiri yang meminta Ren untuk membawanya, tapi sekarang dia malah menjadi beban dikala Ren terburu - buru.
"M-Maaf ..." Ucap Arystina dengan penuh Penyesalan.
Ren hanya bisa menghela Napas dan menggelengkan Kepala. Hal ini sudah dia duga dari awal, itulah mengapa Ren bergerak ke arah Kerajaan Aulzania dan bukan ke Pusat Hutan yang Jaraknya beberapa kali lebih Jauh daripada ke Kerajaan Aulzania.
"Arystina ... Tetap diam dan berpegangan dengan Eratlah." Ren berkata sambil mengangkat Tubuh Arystina dan menggendongnya seperti seorang Tuan Putri.
Arystina langsung Bereaksi dengan cara yang lucu, "Eh ... Ahh?!"
Dia terus membuka dan menutup mulut secara berlebihan. Puncak dari semua ini adalah ketika Ren mulai bergerak sambil menggendong dirinya. Berbeda dari sebelumnya, Ren bergerak dengan Kecepatan yang Luar biasa. Arystina tentu tidak terbiasa digendong, apalagi sekarang dia dibawa lari. Hal itulah yang membuat Arystina bertindak menggemaskan, dia Menutup Mata seraya memegang Pundak Ren dengan sangat Kuat.
Tidak dapat dipungkiri lagi, Ren sudah bukan Manusia. Arystina yang memegang Ren itu sangat kuat, Begitu Kuat sampai titik dimana Manusia dapat Remuk karenanya. Tetapi dengan santai Ren tidak terpengaruh, dia hanya terus Berlari dan Berlari sambil sesekali melompat diantara Pepohonan.
Tidak lama setelah itu, Ren akhirnya berhasil melewati suatu Dinding Lunak seperti yang dia Rasakan sebelumnya. Kemudian, Ren langsung berhenti Berlari untuk memastikan apakah dirinya benar - benar telah melewati Pelindung [Shade of Spirits] pada Arystina.
"Barusan yang kita lewati adalah Pelindung dari [Shade of Spirits] Benar?"
Begitu Ren bertanya, dia tidak langsung mendapatkan Jawaban dari Arystina. Ren penasaran dengan Hal ini dan melirik pada Arystina, dan apa yang dia lihat adalah Arystina yang masih memejamkan Mata.
"Bisakah kau tidak menutup Mata lebih lama lagi? Aku sedang bertanya disini."
Telinga Arystina menangkap apa yang dikatakan oleh Ren. Secara perlahan dia mulai membuka Mata dengan Hati - Hati. Begitu dia menyadari bahwa Dunia sudah berhenti bergerak terlalu cepat, dia tersentak dan langsung melepaskan diri dari Gendongan seperti Tuan Putri.
"Ah maaf, kita memang telah melewati Pelindung bagian dalam Yang Mulia tetapi belum melewati Pelindung bagian luar."
Seperti yang telah diduga, mereka tidak mungkin hanya menggunakan satu Pelindung. Kenyataan kalau keberadaan mereka tidak diketahui untuk Waktu yang sangat lama merupakan Bukti dari semua ini.
__ADS_1
"Maksudmu ada satu Pelindung lagi?"
Jika ada satu lagi Pelindung, lalu mengapa Ren tidak dapat merasakannya? Ini merupakan sebuah Pertanyaan Besar. Bagamanapun, Pelindung terbuat dari Mana dan Ren sendiri dapat merasakan Mana itu. Disaat Ren tidak dapat merasakan Pelindung lain melalui Persepsi Mana, berarti ada suatu Keistimewaan dalam Pelindung itu.
"Benar dan itu adalah Pelindung bagian luar, Pelindung ini sedikit Istimewa Yang Mulia. Pelindung ini dibuat dengan sedemikian Rupa agar tidak disadari oleh orang yang bisa merasakan Mana. Dengan mengubah sedikit demi sedikit Wilayah Hutan yang mendekati [Shade of Spirits] Menjadi sebuah Pelindung. Maka Pelindung itu akan dirasakan sebagai sesuatu Hal yang Normal."
"Kegunaan Pelindung bagian luar sendiri untuk menyesatkan orang yang mencoba memasuki Kawasan kami Yang Mulia."
Penjelasan dari Arystina membuat Ren sedikit mengerti soal Pelindung [Shade of Spirits]. Jika Ren kembali pikirkan, Pelindung bagian luar sepertinya menerapkan suatu Ilusi tertentu. Pelindung ini bukanlah Pelindung dinding seperti Halnya Pelindung bagian dalam, melainkan Pelindung yang meliputi sebuah Kawasan.
Dengan menggunakan seluruh Kawasan itu sendiri sebagai sebuah Pelindung, maka seseorang tidak akan menyadari bahwa Kawasan itu adalah sebuah Pelindung.
Informasi ini adalah Hal yang baru untuk Ren. Mungkin suatu Hari, Ren akan membutuhkan Pelindung seperti ini juga. Maka dari itu, Ren akan berusaha mempelajari Cara Kerja dari Pelindung ini sendiri nanti.
"Aku mengerti, maka kita harus bergerak kembali."
Arystina langsung tersentak begitu menyadari Ren yang akan menggendong dirinya kembali. Arystina tidak membencinya tapi jika itu dilakukan sambil Berlari dalam Kecepatan tinggi ... Arystina tidak sanggup lagi.
"Ada apa?" Tanya Ren heran pada Arystina yang seolah menghindar dan ketakutan.
"S-Saya tidak sanggup dibawa seperti itu Yang Mulia." Ucap Arystina.
Seketika Ren terdiam, dia memikirkan apakah cara dia menggendong Arystina salah?
Ren terpaksa memikirkan Jalan lain agar dia dapat membawa Arystina. Apakah Ren harus memanggil Avrogan disini saat ini? Tidak ada pilihan lain bagi Ren selain melakukan Hal ini.
Ren berbalik pada arah Kota Aulzania, lalu dengan Suara yang Dingin dan Menggema dia berkata, "Kemarilah Avrogan."
Arystina tidak mengerti apa yang sebenarnya dilakukan oleh Ren. Dia hanya bisa menyaksikan Ren yang diam dan tidak bergerak sambil menatap ke arah langit. Perlahan Pandangan Arystina pun mengikuti Ren dan menatap ke Langit. Akan tetapi, tidak ada apapun yang Istimewa disana.
Disaat Arystina sudah duduk diatas Tanah dan menyerah untuk memperhatikan apa yang sebenarnya Ren lihat. Sebuah Suara Kuda muncul dan menggema di Langit layaknya sebuah Guntur. Arystina langsung memandang ke Langit dan melihat sebuah Cahaya Merah yang dengan cepat mendekat ke arah mereka.
"Hiiii~"
Cahaya berubah menjadi seekor Kuda Bersayap dengan Aura Merah Darah ketika itu mendarat. Kuda Bersayap yang telah mendarat itu berjalan perlahan - lahan untuk mendekati Ren yang sedang berdiri diam.
"Avrogan telah memenuhi Panggilan anda Tuan." Avrogan menunduk begitu dia tiba dihadapan Ren.
"Baguslah kau bisa tiba disini, bagaimana dengan Pertempuran?"
"Saya akan selalu berusaha memenuhi Panggilan anda. Lalu untuk Pertempuran, seperti yang diharapkan, para Monster telah berhenti Bermunculan dan Pasukan Kerajaan Aulzania merayakan kemenangan mereka."
Dapat dipastikan, Jawaban Avrogan adalah Bukti bahwa sosok Hitam merupakan Penyebab dari Munculnya Portal yang membawa para Monster. Begitu mereka telah dikalahkan, maka Portal akan dengan sendirinya menghilang.
"Mendengar Jawabanmu, aku dapat Tenang untuk meninggalkan Kerajaan Aulzania untuk sementara Waktu. Lalu ... Aku membutuhkanmu untuk membawaku ke suatu tempat."
"Baik Tuan, dimana Tempat itu bera ... Siapa Wanita itu Tuan?"
Avrogan menatap pada Arystina yang keberadaannya terhalangi oleh Tubuh Ren yang berdiri. Hanya ketika Avrogan sedikit bergerak ke arah samping, barulah dia menyadari keberadaan Arystina.
__ADS_1
"Dia adalah Arystina, bisa dikatakan dia adalah Penuntun Jalan." Ucap Ren dengan Wajah yang Datar.
Pada saat ini, Ren tidak menyadari bahwa ada seseorang yang langsung Lesu dan Kecewa ketika Ren mengatakan Hal itu.