Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 38 : Rencana Rahasia


__ADS_3

"Bangkitlah, apa yang kalian lakukan dengan bersujud seperti itu...?"


Ren terlihat sedikit bermasalah, Ren tidak terbiasa di lakukan dengan terlalu hormat seperti ini. Meski jika itu dihormati secara biasa sudah banyak Ren alami. Tetapi jika itu untuk dijadikan objek persujudan, Ren tak bisa menahannya.


"Ini hanya sebagai tanda penghormatan sekaligus permintaan maaf kami..." Raja mengangkat wajahnya.


"Tenang saja, aku sudah memaafkan kalian..." Ren mengibaskan lengannya.


"Lalu, Bagaimana soal tawaranku yang sebelumnya...?" Ren bertanya pada Sang Raja.


"Maafkan aku Yang Mulia Dirvaren, apa yang anda maksud adalah menjadi seorang bawahan?"


"Ya, lebih tepatnya, aku ingin membuat sebuah kerja sama denganmu..."


"Ke-rja sama....?" Raja terlihat kebingungan.


Pada awalnya, Raja terlihat sedikit kebingungan. Setelah Raja berpikir dalam diam, dia kemudian menampakan sebuah wajah yang sedikit berseri.


"Benar sekali, sebuah kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak. Detail semua ini akan aku jelaskan nanti di tempat yang lebih baik, setuju?"


"B-Baiklah... Saya menyetujuinya." Raja mengangguk dalam - dalam.


"Um. Untuk saat ini, kita harus membuat semua ini berjalan sesuai dengan Rencana.."


"Rencana...?" Semua orang saling memandang satu sama lain. Mereka terlihat tidak mengerti maksud dari perkataan yang dilontarkan oleh Ren.


"Benar..." Ren menjawab pertanyaan semua orang.


Ren berdiri dari posisi duduknya, dia berjalan melewati keempat orang itu menuju pembatas antar Arena dan The King's Area ini. Pandangan mata Ren terkunci pada para Ksatria Aulzania yang terkurung dalam kubus.


"Blood Ruler : Cancel"


Salah satu Kubus merah yang berada di Arena terlihat Retak kemudian Hancur seketika. Derrian yang terkurung di dalamnya terlihat bingung atas apa yang terjadi. Tapi, dengan cepat Derrian berlari, ke arah dimana The King's Area berada.


"Kalian bangunlah, Derrian akan segera sampai kesini." Ren menunjuk pada Arena yang ada di bawahnya.


"Ketika Derrian sampai kesini, saat itulah Raja Esdagius, aku meminta agar kau memberi sedikit penjelasan padanya..." Ren berjalan kembali, lalu bersandar pada dinding dengan kedua lengan yang disilangkan.


"Saya tidak tahu apa Rencana anda.. Tapi, saya akan mencoba menjelaskan sebisa mungkin." Raja membenarkan posisinya dan berdiri kembali.


"Tenang saja Yang Mulia Dirvaren, untuk menebus kesalahanku. Aku akan membantu Ayah!" Pangeran berkata dengan semangat.


Perkataan Pangeran membuat Ren memasang ekspresi yang rumit.


'Ada apa dengan Pangeran ini? dia terlihat seperti anak kecil.' Ren berkomentar pada Pangeran yang sikap nya berubah menjadi seperti Anak kecil. Padahal awalnya Sang Pangeran lah yang selalu memberontak pada Ren.


"Terserahlah, [Blood Art : Cancel]" Ren membatalkan Skill Blood Art miliknya. Singgasana yang telah dia buat perlahan - lahan menghilang menjadi kabut.


"Me-Menakjubkan... Sihir jenis apa itu Yang Mulia?" Pangeran berkata dengan mata yang berbinar.


"Hei, Etharez. Ahaha.. Maafkan Anakku Yang Mulia Dirvaren. Anakku memang sangat menyukai Lost Magic." Raja tersenyum canggung atas sikap anaknya.


Karena Ren adalah seorang Monarch dari Zaman yang telah lalu. Raja, Ratu dan Pangeran berpikir semua Skill yang Ren Gunakan merupakan Lost Magic.


"Tak apa, aku tidak memikirkan hal sepele seperti itu... Ah aku ingin menanyakan satu hal." Ren merubah Nadanya menjadi serius.


"Apa itu, Yang Mulia?" Raja menjawab Ragu - Ragu.


"Katakan padaku Raja Esdagius, apakah Derrian adalah seseorang yang dapat dipercaya...?" Mengatakan ini, Ren melirik pada Sang Raja dengan Mata merahnya yang menyala.


"Um.. Dia adalah seorang yang dibesarkan dan di didik secara langsung oleh Keluarga Kerajaan. Saya Rasa, dia dapat dipercaya.."


"Aku mengerti, Dia datang."


Braakkkk!


Pintu Ruangan itu terhempas dari luar, seseorang yang mengenakan Zirah Keemasan muncul dari sana.


"Yang Mulia!"


Derrian muncul dengan pedang yang terhunus di tangan nya. Derrian lalu menyadari Sang Raja yang sedang berdiri bersama Ratu dan Pangeran. Seorang Pria yang tak dikenal memasuki pandangannya, tetapi Derrian memutuskan untuk mengabaikan ini terlebih dahulu.


"Yang Mulia! Anda baik - baik saja?!" Derrian berlari pada Sang Raja dengan wajah khawatir.


"Aku tidak apa - apa Derrian, kau tidak perlu khawatir." Raja bersikap kembali layaknya seorang Raja.


Brukkk..


Derrian berlutut pada Sang Raja dengan wajah penuh penyesalan.


"Maafkan hamba Yang Mulia, Hamba gagal sebagai seorang Ketua Ksatria Aulzania..."


Derrian menunduk penuh penyesalan, seakan sebuah dosa besar telah di bebankan di pundaknya.


"Apa yang kau pikirkan Derrian? kontribusimu pada Kerajaan sudah tak terhitung jumlahnya. Hanya kegagalan sekali seperti ini bukanlah hal yang patut kau pikirkan..." Raja berkata dengan bijaksana.


"Terima kasih, Yang Mulia..." Derrian menundukan sekali lagi kepala nya.


Prok. Prok

__ADS_1


Pandangan semua orang beralih pada asal suara tepukan.


"Sudah cukup, waktu kita terbatas. Cepat jelaskan hal itu.. Raja Esdagius." Ren mengisyaratkan agar Sang Raja segera memulai penjelasan nya.


Kali ini, hanya Derrian seorang yang sedikit melotot. Mendengar seorang yang tak dikenal memanggil Sang Raja dengan seenaknya. Sementara semua orang yang lain hanya diam tak berbicara.


Suasana diliputi sebuah keheningan, sebelum akhirnya Sang Raja memutuskan membuka pembicaraan..


"Ehm. Dengarkan hal ini baik - baik Derrian.." Raja terbatuk, kemudian memulai penjelasan nya.


Derrian, walau masih dalam kondisi kebingungan dan masih memiliki banyak pertanyaan di hatinya. Tetapi, dia lebih memilih diam mendengar penjelasan Sang Raja.


Raja menjelaskan segala sesuatu yang sebenarnya terjadi. Beberapa kali, Raja bahkan di bantu Pangeran dan Ratu agar dapat meyakinkan Derrian. Penjelasan berakhir saat Raja memberitahu Derrian bahwa orang yang sedang bersandar adalah Ren.


"Jadi, Yang Mulia, orang itu benar - benar Ren...?" Derrian menatap Ren seakan tak percaya.


"Benar sekali Derrian, bukankah tadi sudah aku jelaskan?" Raja mengangkat alisnya.


"Tapi... Yang Mulia, sosoknya benar - benar terlalu berbeda." Derrian menunjuk tepat pada wajah Ren.


"Hahaha... Apa kau terkejut wajahku berbeda? Jika aku melakukan ini, apakah kau percaya.?" Ren menyela pembicaraan antara Raja dan Derrian.


Tangan Ren mengeluarkan sebuah kabut berwarna merah darah. Ren kemudian mengusapkan tangan itu pada wajahnya. Seketika wajah yang telah terusap itu berubah kembali menjadi sosok yang tidak enak untuk dilihat. Semua orang disini sekali lagi merasakan takjub, atas apa yang dilakukan oleh Ren.


"A-Apa.. Jadi, itu benar - benar dirimu.."


"Yah.. Tetapi wajahku yang asli adalah yang ini.."  Ren mengusap kembali wajahnya, setelah itu wajahnya kembali ke keadaan semula.


"Derrian, aku membutuhkanmu untuk menjalankan sebuah Rencana."


"Rencana...?" Derrian terlihat kebingungan.


Ren berjalan menghampiri Derrian, lalu memegang pundak Derrian dengan tangan kanan nya.


"Ya, Rencana yang menguntungkan semua nya.."


*


*


*


*


*


Baduumm!!


Tak lama setelah ledakan itu, sebuah sosok pria terbang melesat keluar dari The King's Area.


Syuuttt!! Badummm!


Pria itu terbang dan menabrak dinding yang membatasi Arena dengan tempat para penonton berada. Menyebabkan dinding Rusak parah, retakan - retakan besar terjadi disana sini dengan pria itu sebagai pusatnya.


Sementara, dari The King's Area, sosok lainnya terlihat melompat keluar. Mendarat dengan mulus pada tanah yang ada di Arena. Sosok itu adalah seorang Pria yang memakai Zirah putih keemasan, dengan lambang Singa bersayap di bahu nya.


Para Ksatria Aulzania yang terkurung menyadari sosok ini. Seorang yang memimpin Ksatria Aulzania, dan merupakan yang terkuat diantara mereka jika dalam hal pertarungan jarak dekat.


"Ketua Derrian...!"


"Bagaimana dengan Sang Raja?!"


Para Ksatria Aulzania bertanya satu per satu pada Derrian yang tengah berjalan di Arena. Derrian berjalan ke arah sosok yang telah diterbangkan lebih dulu dan menabrak dinding pembatas Arena ini.


"Tenang kalian semua, Raja baik - baik saja. Beruntung penjahat itu bodoh...." Derrian menatap tajam pada sosok yang menabrak dinding.


"Gehhh...! Jangan sombong kau, Rasakan ini!" Sosok itu bangkit dan melesat kembali ke arah Derrian.


"Dasar Bodoh, aku hanya sedikit lengah pada saat itu..." Derrian masih berjalan dengan tenang.


Sshuuuusssshh Dam!


Pria itu muncul dihadapan Derrian dan menyerang nya dengan sebuah pukulan.


Pukulan ini berhasil dihalau oleh Derrian menggunakan lengan kirinya.


"A-Apa..?" Pria itu berkata tak percaya.


"Gehh.. Lalu, apa kau bisa menahan ini..!"


Dam! Dam! Dam! Dam!


Derrian dan Pria itu bertukar pukulan beberapa kali. Meski Derrian tampak dalam posisi bertahan, orang lain mengetahui bahwa Derrian berada di posisi yang menguntungkan. Derrian pun kali ini tidak hanya bertahan, beberapa kali Derrian melancarkan serangan balasan.


Dam! Dam!


"Guhoook?!?!"


Pria itu memuntahkan darah akibat pukulan Derrian yang mengenai perutnya.

__ADS_1


"Arggghhh!"


Pria itu mencoba membalas serangan Derrian. Namun, serangan nya sia - sia Derrian dengan mudah menahan serangan nya itu.


Drakk! Syuttsssh!


Derrian melancarkan sebuah tendangan kuat kepada Pria itu, terbukti dari pria itu yang terbang melesat ke arah dinding Arena.


Duarrr!


Pria itu terbentur dengan dinding Arena, karena kecepatan yang begitu tinggi, Dinding Arena hancur seketika.


"Pada akhirnya, kau hanya dibantu oleh Item ini yang membuatmu kuat sementara..." Derrian menunjukan sebuah Liontin yang terbuat dari sebuah Kristal merah misterius yang di tangan nya.


Krakk!


Derrian mencengkeram Liontin di tangan nya dengan kuat. Menyebabkan Liontin itu hancur seketika. Tak lama, Kubus - Kubus merah yang mengurung para Bangsawan dan Ksatria Aulzania hancur satu per satu.


"Akhirnya, kami bebas! Ketua Derrian memang hebat!"


Para Ksatria Aulzania memuji Derrian yang telah membebaskan mereka. Tapi, Derrian sama sekali tidak memperhatikan Ksatria Aulzania ini, dirinya hanya berjalan ke arah pria yang tengah tergeletak di dalam dinding yang hancur.


"Re-?!"


Sebuah suara seorang wanita terdengar di telinga Derrian. Namun, suara itu dengan cepat terputus.


"Hm..? Suara apa itu?" Derrian berbalik dan memperhatikan ke arah kursi penonton. Tetapi, tidak ada siapapun yang memasuki pandangan nya. Para Bangsawan telah melarikan diri begitu kubus merah yang mengurung mereka pecah.


Pria yang Derrian tendang tergeletak di dalam puing - puing dinding yang hancur. Kondisinya begitu menyedihkan, seluruh tubuhnya dilumuri oleh darah. Wajahnya yang memang buruk kini semakin tidak dikenal.


"Maafkan aku..." Derrian bergumam sangat pelan.


Drgg Drgg


Pria itu Derrian gusur menuju Arena, mengeluarkan sebuah Suara yang aneh ketika tubuhnya mengenai puing - puing yang hancur. Sosok Derrian yang menggusur mayat dari seorang pria yang berlumuran darah begitu mengerikan.


"Ketua! Apa dia adalah penjahat itu.?" Seorang Ksatria Aulzania bertanya pada Derrian yang sedang menggusur pria yang tak bernyawa itu.


"Ya, dia merubah penampilannya menjadi sosok seorang warga desa menggunakan Liontin itu, sosok yang sebenarnya adalah ini." Derrian menunjuk pada wajah yang berlumuran darah.


Para Ksatria Aulzania berkerumun untuk mendengar penjelasan dari Ketua mereka.


"Tolong jaga mayat orang ini, aku akan menjemput Yang Mulia terlebih dahulu." Derrian berkata, lalu melepaskan Pria itu di tengah kerumunan.


"Menjaga..?" Para Ksatria Aulzania terlihat kebingungan.


"Ya, dia adalah seseorang yang berasal dari organisasi misterius. Bisa jadi seseorang akan mencuri mayatnya, untuk menghindari dari bocornya Rahasia." Derrian menjelaskan.


"Baiklah Ketua, kami mengerti." Para Ksatria Aulzania mengangguk.


"Baguslah...." Derrian berjalan menjauhi kerumunan.


Saat itulah........


"Menghindar....!" Para Ksatria Aulzania berteriak.


Duarrrr!!


Sebuah Ledakan yang besar terjadi tepat di belakang Derrian. Ledakan yang kuat, bahkan menyebabkan Derrian terhempas beberapa langkah.


"Apa yang terjadi...?!" Derrian berteriak, pada para Ksatria Aulzania yang terluka.


"Sialan kau...!" Derrian terlihat mengutuk.


Derrian segera berlari untuk melihat mayat yang telah ia gusur. Namun, tidak ada siapa - siapa disana hanya sebuah tanah yang hancur bekas ledakan itu.


Sepertimya Pria yang telah dia gusur telah meledakan dirinya sendiri. Para Ksatria Aulzania mengalami luka yang parah akibat ledakan yang terjadi.


Beruntung tak lama kemudian, Sang Raja muncul bersama Ratu, Pangeran, Fraudlin dan Penyihir Kerajaan Sarlyn. Menyadari Kondisi Para Ksatria Aulzania yang terluka parah. Sang Raja memerintahkan agar Sarlyn memanggil para Priest untuk menyembuhkan mereka.


*


*


*


*


*


*


Di Sebuah Jalanan kecil yang tak jauh dari Colosseum Kota Rondelia. Tak ada siapapun yang terlihat berjalan di jalan ini, hanya sebuah kesepian dan keheningan.


Dari balik bayangan bangunan yang ada di jalan ini. Sebuah kabut tiba - tiba muncul, disertai oleh datang nya sebuah sosok secara tiba - tiba. Sosok pria berambut hitam dengan mata merah yang menyala.


Sosok itu tidak lain adalah Anryzel Dirvaren atau lebih dikenal dengan sebutan Ren.


'Tch, Derrian, kau benar - benar melakukannya dengan sekuat tenaga.'

__ADS_1


Ren menggerutu dalam hatinya, sosoknya tengah berjalan keluar dari jalan yang kecil ini.


__ADS_2