
Hei.....
Sebuah Suara yang begitu tenang dan misterius terdengar olehku. Dari siapa suara ini berasal? aku tidak tahu..
Apa kau ingin balas dendam?
Itu terdengar lagi, kali ini dia bertanya padaku tentang balas dendam. Tentu saja jika dipikirkan dengan baik aku akan menjawab...
"Aku... Menginginkan nya."
Apa kau menginginkan Kehidupan?
Apa? kau mempermainkan aku? Haa... Tanpa Kehidupan mana mungkin aku bisa balas dendam.
"Ya, aku ingin kembali hidup."
Apa kau percaya pada Takdir?
Sudahlah, kau benar - benar mempermainkanku kan? untuk apa kau bertanya sesuatu yang aku benci...
"Takdir? sampai saat ini, aku tidak mempercayainya..."
Maka, Hiduplah, Bangkitlah, bersama denganku kau akan melawan takdir Dunia...
Bangkit? Melawan Takdir yang ada di Dunia? Apa maksudnya dengan itu. Siapa kau yang berani berbicara seenaknya padaku. Meski aku menginginkan pembalasan dendam dan kehidupan kedua bersama dengan Raytsa. Tetapi, itu hal yang hampir mustahil dilakukan saat ini. Seorang Blood Devil yang mampu membangkitkan Leluhur Sejati seperti kami berdua itu hanyalah seorang Leluhur Sejati lainnya.
Sedangkan, aku meragukan mereka yang telah membunuh kami berdua mau membangkitkan diriku. Cukup, aku tidak ingin meladenimu lagi...
Eh...?
Sebuah Cahaya yang menyilaukan tiba - tiba muncul dihadapanku. Perasaan ini... terasa sama dengan kebangkitan dari Reinkarnasiku yang sebelumnya.
Bagaimana mungkin? apa para Leluhur Sejati dari Keluarga Utama sudah berganti sehingga mereka memutuskan untuk membangkitkan aku? Sedangkan, Mustahil bagi para Vampire mampu membangkitkanku yang seorang Leluhur Sejati.
Tidak mungkin jika ini mereka, yang berarti satu - satunya jawaban adalah... Leluhur Sejati dari Tujuh Keluarga Utama sudah berganti. Sudah berapa waktu terlewati?
Seratus Tahun?
Seribu Tahun?
Oh... Ini benar - benar proses kebangkitan Reinkarnasi. Cahaya itu kini membungkus seluruh tubuhku... Mungkin? aku sendiri kurang yakin, tetapi memang terasa seperti itu.
Perasaan hangat yang kurasakan saat ini sangat Luar Biasa nyaman, membuatku berpikir bahwa ini adalah surga. Raytsa, kau juga merasakannya kan? meski kita tidak dapat berbicara satu sama lain. Tapi, aku mengetahui bahwa kau merasakannya juga.
Ahhhhh......
Aku merasakan kepingan - kepingan jiwaku kembali bersatu. Mungkin Tubuh Fisik ku juga sudah terbentuk kembali.
Mhm?!
Ada apa dengan tubuh ini? sangat berbeda dengan tubuhku yang sebelumnya. Ini sangat terasa lebih sempurna.... Ada apa dengan ini?
Hanya ada dua kemungkinan, pertama ini hanya perasaanku saja. Lalu, yang kedua adalah, orang yang membangkitkanku memiliki darah yang murni. Setidaknya lebih murni daripada aku.
*
*
*
*
*
*
Apa...?
Aku sangat - sangat Kecewa, orang yang membangkitkanku ternyata hanya seorang Blood Devil biasa. Mana yang dia miliki begitu Rendah sampai - sampai aku hampir tidak bisa merasakannya.
Soal Tubuhku yang lebih sempurna, aku yakin itu hanya perasaanku saja. Tidak mungkin seseorang seperti dia adalah seorang Leluhur Sejati yang memiliki darah lebih murni dariku.
__ADS_1
Lagipula, aku sangat bodoh untuk melupakan bahwa tidak ada Blood Devil yang berdarah lebih murni dari seorang Leluhur Sejati.
Oh, ada dua orang, mereka adalah Dewa dari Ras Kami dan seorang Keturunan Pertama. Aku yakin mereka memiliki darah yang lebih murni daripada Leluhur Sejati manapun.
*
*
*
*
*
*
T-Tidak... Mungkin.
Bagaimana bisa dia menahan serangan Kombinasi Kami berdua? Seharusnya itu tidak mungkin dengan kekuatan yang dia miliki. Apa yang terjadi? apakah aku salah dalam menilai kekuatan dirinya?
"Seorang seperti kalian belum cocok untuk memberontak padaku..."
Dag Deg!
Darimana Singgasana itu berasal? Tunggu, Blood Art....? Apakah mungkin dia meniru sebuah singgasana? Tapi... Bukankah itu akan sangat sia - sia?
Ugh....!
Apa ini, Tekanan yang amat Luar Biasa ini melebihi apa yang bisa aku lakukan. Tunggu... Tidak mungkin, Mana nya menjadi sangat luar biasa banyak!
Apa mungkin.... Dia adalah seorang Blood Devil yang memiliki Darah lebih Murni dariku?
Hawa Keberadaan yang bisa menekan seorang Leluhur Sejati. Dia yang bisa membuatku ketakutan seperti ini hanya ada dua kemungkinan.....
*
Pada saat Dunia masih baru diciptakan, belum ada satupun Ras yang Hidup di Dunia. Ketika itu, Tercipta Sembilan Ras yang berbeda dan diwakili oleh satu Individu untuk Ras tersebut. Sembilan Individu yang ada pertama kali di Dunia itu diberikan sebuah Kekuatan yang tidak diketahui. Mereka dapat membuat keturunan mereka sendiri tanpa melakukan pernikahan. Sembilan Individu dari Ras yang berbeda itu disembah bagaikan Dewa oleh Keturunan mereka.
-
-
Berbeda dengan Delapan Ras lainnya, Blood Devil Pertama hanya menciptakan satu Individu sebagai Keturunan pada awalnya. Satu Individu yang diciptakan itu disebut dengan, Keturunan Pertama....
-
Keturunan Pertama, adalah seorang Blood Devil yang memiliki darah Murni dari Dewa mereka. Dia memiliki kekuatan yang amat besar dan satu - satunya Individu selain Dewa Blood Devil yang mampu membuat Leluhur Sejati tak berdaya.
-
Ketika Sembilan Individu dari Ras yang berbeda baru saja diciptakan. Entitas yang menciptakan mereka diberi sebuah pesan...
-
"Hiduplah di Dunia ini dengan kehendak kalian sendiri, akan ada dimana masa - masa sulit kalian alami. Pada saat itu, aku sudah tidak dapat membantu kalian sedikitpun. Aku sangat mengkhawatirkan kalian, maka dari itu aku akan menunjuk salah satu dari kalian sebagai pemimpin dari yang lainnya.... Kuharap kalian mematuhi dia yang aku tunjuk."
-
Sembilan Individu itu hanya mengingat pesan singkat ini dari seorang Entitas yang di duga pencipta mereka. Tidak ada suatu hal yang lain yang mereka ingat, hanya sebuah Pesan singkat ini yang sulit untuk dimengerti.
*
Blukk!
Sabit Besar yang aku genggam terjatuh dengan sendirinya. Ketika mengingat Kisah yang diturunkan sejak dulu. Tenaga yang kugunakan untuk menggenggam tiba - tiba menghilang. Lebih tepatnya, ketika menyadari, bahwa sosok yang membangkitkanku adalah..... Keturunan Pertama.
"R-Rusava..?"
Raytsa bertanya padaku dengan wajahnya yang dipenuhi oleh kekhawatiran. Mungkin, dimatanya aku terlihat menyedihkan, tetapi itu tidak mengapa. Akan sia - sia jika kita tetap melawan...
"Kita berhenti, Raytsa. Dia adalah seseorang yang harus kita layani." Aku dengan yakin berbicara pada Raytsa.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya dalam Hidup, aku mempercayai sebuah Takdir. Aku merasakan, bersama dengannya, kami berdua dapat mencari kebenaran mengenai Ras Blood Devil yang telah lama kami cari.
Meskipun Raytsa bertanya apa yang aku maksud dengan menyerah. Aku hanya menjawab bahwa ini adalah Takdir tanpa penjelasan apapun.
"Baiklah Rusava, aku akan mengikuti apa yang kau percayai.."
Seperti yang diharapkan dari Istriku, dia mempercayai apa yang aku percayai semudah ini. Tidak salah aku memilihnya dulu, meski banyak Rintangan untuk menaklukan hatinya.
Kami berdua saling mengangguk satu sama lain. Lalu, kami berjalan dengan tenang menghampiri dia yang telah membangkitkan kami.
"Apa, Kalian menyerah?"
Dia berbicara dengan angkuh, meski demikian aku memaklumi nya. Keangkuhan dia bukan tanpa sebab sama sekali, Keangkuhan dia, berasal dari kepercayaan diri miliknya. Aku juga merasa, bahwa dia sedang menguji tekad kami disini...
"Kami sama sekali tidak menyerah.." Aku berbicara dengan tegas.
"Benar, kami tidak menyerah." Raytsa pun menegaskan perkataanku.
Setelah kami mengatakan itu, Ekspresinya menjadi Rumit. Aku tidak tahu apa penyebab nya, apakah dia tidak puas dengan jawaban kami?
Ohh...
Dia berdiri dari singgasana miliknya, seorang Tuan yang begitu murah Hati. Aku sampai tidak dapat berkata - kata, dimana lagi kau akan menemukan seorang berkedudukan tinggi yang Rela berdiri hanya untuk menyambut bawahannya?
"Jika keinginan kalian seperti itu, maka akan aku layani sampai titik darah penghabisan..."
Eh...?
Apa maksudnya dengan itu...?
Ah, Jadi begitu ya, aku mengerti....
Dia ingin menguji Tekad kami lebih jauh, makanya dia mencoba mengintimidasi dengan Aura dia yang begitu Luar Biasa bukan? Baiklah, aku akan mengeluarkan seluruh kemampuanku untuk menahan tekanan Aura ini!
Dengan begitu banyak usaha, kami berdua akhirnya bisa mendekatinya. Meski begitu, keringat mengucur di seluruh tubuhku, Tekanan yang dia berikan begitu luar biasa. Aku yang menggunakan seluruh kekuatan sampai dijadikan seperti ini...
Bruukkk
Aku dan Raytsa segera berlutut, untuk memberikan Penghormatan sekaligus menunjukan kesungguhan Tekad kami berdua.
"Yang Mulia, kami bukan menyerah, melainkan memutuskan untuk melayani anda."
"Perkataan Rusava bukanlah dusta, Mohon terima pengabdian kami ini."
Kami mengatakannya dengan beriringan, tanpa kebohongan, tanpa dusta, hanya ada ketulusan dan keyakinan sepenuh Hati dalam kata - kata kami ini.
*
*
*
*
*
"Mungkin kalian adalah Leluhur Sejati yang terhormat, tetapi aku mohon pada kalian untuk menjaga Keluarga Kerajaan sementara waktu...."
Anda tidak perlu bersikap seperti itu pada kami berdua. Bagaimanapun kami telah menjadi bawahan anda saat ini. Ha... Aku ingin sekali berkata seperti itu, namun aku juga ingin menghargai kemurahan Hati milik Yang Mulia Dirvaren.
"Kami akan menerima perintah anda ini dengan sepenuh Hati, Benarkan Rusava?"
Hmm...? Lihatlah Raytsa, sangat jarang sekali dia mengeluarkan Ekspresi seperti ini.
"Benar Yang Mulia, anda tidak perlu merasa sungkan untuk memerintahkan kami berdua."
"Tidak, aku masih akan menghargai kalian yang seorang Leluhur Sejati. Untuk kedepannya, jika ada suatu perintah dariku yang bertentangan dengan apa yang kalian yakini. Jangan Ragu - Ragu untuk membicarakannya denganku..."
Perkataan Yang Mulia Dirvaren membuat Aku dan Raytsa saling menatap. Kami sangat Kagum dengan Kemurahan Hati dan Kebijaksanaan yang Yang Mulia Dirvaren miliki. Andai saja semua penguasa di Dunia seperti ini...
"Jika kalian sudah mengerti, maka aku akan pergi untuk melakukan beberapa pekerjaan terlebih dahulu...."
__ADS_1
Yang Mulia Dirvaren melakukan sebuah Pekerjaan? Apa itu, Pekerjaan macam apa yang harus Yang Mulia kerjakan sendiri...
Aku sangat penasaran, namun aku tidak memiliki keberanian untuk bertanya. Aku hanya bisa berharap bisa mengetahui pekerjaan apa ini nanti....